MATERI AJAR HARIAN
Pendidikan Pancasila • Matematika • IPAS
Fase B / Kelas 4 Zainab — Senin, 14 September 2026
PELAJARAN 1
Pendidikan Pancasila — Aturan di Lingkungan Sekitar
Identitas
| Nama Guru | : | Muhammad Solihin, S.Pd., Gr |
| Mata Pelajaran | : | Pendidikan Pancasila |
| Hari / Tanggal | : | Senin / 14 September 2026 |
| Fase / Kelas | : | B / 4 Zainab |
| Materi | : | Aturan di Lingkungan Sekitar |
| Pertemuan Ke | : | 1 |
Capaian Pembelajaran (CP)
Fase B (Kelas III–IV) — Pendidikan Pancasila, elemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (Kurikulum Merdeka, BSKAP Kemdikbudristek):
"Peserta didik mampu menyajikan hasil identifikasi bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai anggota keluarga, warga sekolah, dan warga negara; mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari; serta melaksanakan praktik musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama dan menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah."
Tujuan Pembelajaran (TP)
Murid dapat memahami dan membuat aturan di lingkungan tempat tinggal.
Tujuan Pembelajaran Mamijoy
Mainful: peserta didik bermain peran (role play) mensimulasikan situasi mematuhi dan melanggar aturan di rumah maupun di sekolah.
Meaningful: peserta didik menyadari bahwa aturan dibuat untuk menciptakan ketertiban, keamanan, dan kenyamanan bersama, bukan untuk mengekang kebebasan.
Joyful: pembelajaran dikemas melalui kegiatan kelompok "Pohon Aturan" — setiap kelompok menempelkan kertas berisi aturan buatan sendiri pada gambar pohon besar di papan tulis.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Peserta didik memahami pengertian aturan dan mengidentifikasi contoh-contoh aturan yang berlaku di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.
- Peserta didik menyusun (membuat) sebuah aturan sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan tempat tinggalnya sendiri, lengkap dengan tujuannya.
Pembahasan Materi
1. Apersepsi
Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
QS. An-Nisa (4): 59 (penggalan)
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنكُمْ
"Yaa ayyuhal-ladziina aamanuu athii'ullaaha wa athii'ur-rasuula wa ulil-amri minkum"
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu."
Keterkaitan: Ayat ini mengajarkan kita untuk taat kepada Allah, Rasul, dan orang yang memiliki wewenang mengatur kita, seperti orang tua di rumah, guru di sekolah, dan pemimpin di masyarakat. Hal ini sejalan dengan materi hari ini tentang pentingnya memahami dan mematuhi aturan di lingkungan sekitar kita.
2. Pengajaran Materi
a. Materi
Aturan adalah patokan, petunjuk, perintah, atau ketentuan yang harus dipatuhi dan dijalankan dengan baik, baik yang tertulis maupun tidak tertulis. Tujuan adanya aturan adalah agar tercipta ketertiban, keamanan, dan kenyamanan bagi semua orang.
| Lingkungan | Contoh Aturan | Tujuan |
|---|---|---|
| Rumah | Merapikan tempat tidur; mengetuk pintu sebelum masuk kamar; membuang sampah pada tempatnya | Agar rumah nyaman dan setiap anggota keluarga saling menghargai |
| Sekolah | Hadir tepat waktu; memakai seragam sesuai jadwal; menghormati guru dan teman | Agar tercipta suasana belajar yang tertib dan nyaman |
| Masyarakat | Ikut kerja bakti; menyapa tetangga; mematuhi rambu lalu lintas | Agar tercipta kerukunan dan keamanan bersama |
Jika aturan dilanggar, dapat menimbulkan ketidaknyamanan, kekacauan, bahkan sanksi atau teguran bagi yang melanggar. Sebaliknya, aturan yang baik biasanya dibuat melalui musyawarah bersama, bersifat jelas, mudah dipahami, dan adil untuk semua pihak.
Contoh Soal 1: Sebutkan tiga contoh aturan yang berlaku di lingkungan sekolahmu, beserta tujuannya!
Pembahasan: (1) Datang tepat waktu – agar pembelajaran berjalan tertib dan tidak mengganggu teman. (2) Memakai seragam sesuai jadwal – agar tercipta kerapian dan kedisiplinan. (3) Tidak membuat gaduh di kelas – agar suasana belajar nyaman bagi semua siswa.
Contoh Soal 2: Buatlah satu aturan sederhana yang bisa diterapkan di lingkungan rumahmu, lalu jelaskan tujuannya!
Pembahasan: Contoh aturan: "Setiap anggota keluarga harus mematikan lampu saat meninggalkan ruangan." Tujuannya untuk menghemat listrik dan membiasakan hidup hemat dalam keluarga. (Jawaban siswa dapat bervariasi, dinilai dari kejelasan aturan dan alasan yang logis.)
b. Video Pembelajaran
Norma dan Peraturan – Pendidikan Pancasila Kelas 4Klik untuk menonton di YouTubec. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)
I. Pilihan Ganda
- Aturan yang berlaku di suatu tempat bertujuan untuk menciptakan ...
- A. kebingungan
- B. ketertiban dan kenyamanan bersama
- C. persaingan antarwarga
- D. perbedaan pendapat
- Berikut ini contoh aturan di lingkungan sekolah adalah ...
- A. menonton televisi sebelum tidur
- B. memakai seragam sesuai jadwal
- C. menyapu halaman rumah
- D. mengunci pintu kamar
- Jika seorang siswa terlambat datang ke sekolah tanpa alasan yang jelas, dampak yang mungkin terjadi adalah ...
- A. mendapat pujian dari guru
- B. mendapat teguran dan tertinggal pelajaran
- C. dinaikkan kelas
- D. mendapat hadiah
- Cara terbaik untuk membuat kesepakatan aturan bersama di kelas adalah melalui ...
- A. paksaan dari satu siswa
- B. musyawarah bersama
- C. keputusan sepihak tanpa diskusi
- D. mengikuti aturan sekolah lain begitu saja
- Manakah berikut ini yang BUKAN merupakan contoh aturan di lingkungan masyarakat?
- A. ikut kerja bakti membersihkan lingkungan
- B. menjaga ketertiban saat ronda malam
- C. mengerjakan PR sebelum tidur
- D. mematuhi rambu lalu lintas di jalan
II. Isian Singkat
- Aturan di lingkungan sekolah dibuat dengan tujuan agar tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ...
- Sebutkan satu contoh aturan yang berlaku di lingkungan rumahmu!
- Cara yang baik untuk membuat kesepakatan aturan bersama adalah melalui ...
III. Esai
- Bandingkan satu contoh aturan di lingkungan rumah dan satu contoh aturan di lingkungan sekolah, lalu jelaskan persamaan tujuan dari kedua aturan tersebut!
- Jika kamu menjadi ketua kelas, buatlah satu aturan baru untuk kelasmu beserta alasan dan cara agar semua teman mau mematuhinya!
Kesimpulan
Aturan adalah ketentuan yang harus dipatuhi untuk menciptakan ketertiban, keamanan, dan kenyamanan bersama, baik di lingkungan rumah, sekolah, maupun masyarakat. Aturan yang baik dibuat melalui musyawarah bersama dan berlaku adil bagi semua orang.
Refleksi Pembelajaran
PELAJARAN 2
Matematika — Mengenal Kelipatan dan Faktor
Identitas
| Nama Guru | : | Muhammad Solihin, S.Pd., Gr |
| Mata Pelajaran | : | Matematika |
| Hari / Tanggal | : | Senin / 14 September 2026 |
| Fase / Kelas | : | B / 4 Zainab |
| Materi | : | Mengenal Kelipatan dan Faktor |
| Pertemuan Ke | : | 1 |
Capaian Pembelajaran (CP)
Fase B (Kelas III–IV) — Matematika, elemen Bilangan (Kurikulum Merdeka, BSKAP Kemdikbudristek):
"Pada akhir Fase B, peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000. Peserta didik dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000. Mereka dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda-benda konkret, gambar, dan simbol matematika. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah berkaitan dengan kelipatan dan faktor."
Tujuan Pembelajaran (TP)
Murid mengenal kelipatan dan faktor.
Tujuan Pembelajaran Mamijoy
Mainful: peserta didik bermain "lompat kelipatan" di lantai kelas menggunakan angka-angka yang ditempel, melompati bilangan kelipatan sambil menyebutkannya dengan suara lantang.
Meaningful: peserta didik menyadari bahwa konsep kelipatan dan faktor membantu mereka membagi barang secara adil dan menemukan pola bilangan dalam kehidupan sehari-hari.
Joyful: pembelajaran dikemas melalui permainan "Tepuk Kelipatan" — siswa berhitung berurutan, dan bertepuk tangan setiap kali menyebutkan bilangan kelipatan tertentu.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Peserta didik mengenal konsep kelipatan suatu bilangan melalui pola penjumlahan berulang, kemudian mengenal konsep faktor suatu bilangan melalui pembagian habis, lalu berlatih menentukan kelipatan dan faktor dari beberapa bilangan cacah sederhana.
Pembahasan Materi
1. Apersepsi
Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
QS. Al-An'am (6): 160 (penggalan)
مَن جَآءَ بِٱلْحَسَنَةِ فَلَهُۥ عَشْرُ أَمْثَالِهَا
"Man jaa a bil-hasanati fa lahuu 'asyru amtsaalihaa"
Artinya: "Barangsiapa berbuat kebaikan, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya."
Keterkaitan: Ayat ini menyebutkan konsep "sepuluh kali lipat", yang sebenarnya berkaitan dengan konsep kelipatan yang akan kita pelajari hari ini — yaitu bagaimana suatu bilangan dapat dikalikan berulang menjadi bilangan yang lebih besar. Allah menjanjikan kebaikan kita akan "dilipatgandakan", maka mari kita pelajari makna kelipatan dalam matematika dengan semangat!
2. Pengajaran Materi
a. Materi
Kelipatan suatu bilangan adalah hasil kali bilangan tersebut dengan bilangan asli (1, 2, 3, 4, dan seterusnya). Kelipatan juga bisa dicari dengan cara menjumlahkan bilangan itu sendiri secara berulang.
| Kelipatan dari | Cara Mencari | Hasil |
|---|---|---|
| 4 | 1×4, 2×4, 3×4, 4×4, ... | 4, 8, 12, 16, 20, ... |
| 6 | 1×6, 2×6, 3×6, 4×6, ... | 6, 12, 18, 24, 30, ... |
Faktor suatu bilangan adalah semua bilangan yang dapat membagi habis bilangan tersebut (tidak bersisa). Cara mencari faktor adalah dengan menguraikan bilangan tersebut menjadi perkalian dua bilangan.
| Faktor dari | Perkalian Penyusun | Hasil |
|---|---|---|
| 12 | 1×12, 2×6, 3×4 | 1, 2, 3, 4, 6, 12 |
| 20 | 1×20, 2×10, 4×5 | 1, 2, 4, 5, 10, 20 |
Perbedaan mendasar: kelipatan jumlahnya tidak terbatas (semakin dikalikan semakin besar dan terus berlanjut), sedangkan faktor suatu bilangan jumlahnya terbatas (hanya bilangan-bilangan tertentu yang dapat membaginya habis).
Contoh Soal 1: Tuliskan lima bilangan kelipatan 6 yang pertama!
Pembahasan: Kelipatan 6 diperoleh dari 1×6=6, 2×6=12, 3×6=18, 4×6=24, 5×6=30. Jadi, lima kelipatan pertama dari 6 adalah 6, 12, 18, 24, dan 30.
Contoh Soal 2: Tentukan semua faktor dari bilangan 20!
Pembahasan: Uraikan 20 menjadi perkalian dua bilangan: 20 = 1×20, 20 = 2×10, 20 = 4×5. Jadi, faktor dari 20 adalah 1, 2, 4, 5, 10, dan 20.
b. Video Pembelajaran
Faktor dan Kelipatan – Matematika Kelas 4 Kurikulum MerdekaKlik untuk menonton di YouTubec. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)
I. Pilihan Ganda
- Kelipatan dari bilangan 5 yang kurang dari 30 adalah ...
- A. 5, 10, 15, 20, 25
- B. 5, 10, 20, 25, 30
- C. 5, 15, 20, 25
- D. 10, 15, 20, 25, 30
- Faktor dari bilangan 15 adalah ...
- A. 1, 3, 5, 15
- B. 1, 3, 5, 7, 15
- C. 1, 5, 15
- D. 3, 5, 15
- Bilangan berikut yang merupakan kelipatan 7 adalah ...
- A. 27
- B. 35
- C. 40
- D. 45
- Bilangan 12 habis dibagi 4 tanpa sisa. Maka 12 disebut ... dari 4.
- A. faktor
- B. kelipatan
- C. akar
- D. pangkat
- Manakah bilangan berikut yang BUKAN termasuk faktor dari 24?
- A. 4
- B. 6
- C. 9
- D. 8
II. Isian Singkat
- Tiga kelipatan pertama dari bilangan 9 adalah ...
- Faktor dari bilangan 16 adalah ...
- Sebutkan dua bilangan yang merupakan faktor dari 18!
III. Esai
- Bu Guru mempunyai 24 permen yang akan dibagikan sama rata kepada beberapa siswa tanpa ada sisa. Sebutkan semua kemungkinan jumlah siswa yang bisa menerima permen tersebut, beserta alasannya menggunakan konsep faktor!
- Sebuah lampu hias berkedip setiap kelipatan 5 detik, dan lampu hias lainnya berkedip setiap kelipatan 8 detik. Tuliskan tiga waktu (dalam detik) di mana kedua lampu tersebut kemungkinan berkedip bersamaan, lalu jelaskan bagaimana caramu menemukannya!
Kesimpulan
Kelipatan suatu bilangan adalah hasil kali bilangan tersebut dengan bilangan asli (1, 2, 3, ...) dan jumlahnya tidak terbatas. Faktor suatu bilangan adalah bilangan-bilangan yang dapat membagi habis bilangan tersebut, dan jumlahnya terbatas.
Refleksi Pembelajaran
PELAJARAN 3
IPAS — Gaya Magnet
Identitas
| Nama Guru | : | Muhammad Solihin, S.Pd., Gr |
| Mata Pelajaran | : | IPAS |
| Hari / Tanggal | : | Senin / 14 September 2026 |
| Fase / Kelas | : | B / 4 Zainab |
| Materi | : | Gaya Magnet |
| Pertemuan Ke | : | 1 |
Capaian Pembelajaran (CP)
Fase B (Kelas III–IV) — IPAS, elemen Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial) (Kurikulum Merdeka, BSKAP Kemdikbudristek):
"Peserta didik memahami bentuk dan fungsi panca indra; siklus hidup makhluk hidup dan upaya pelestariannya; wujud zat dan perubahannya; sumber dan bentuk energi serta perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari; gejala kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari, jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda; peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial di sekitar tempat tinggal dan sekolah; ragam bentang alam serta keterkaitannya dengan profesi masyarakat."
Tujuan Pembelajaran (TP)
Membedakan jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda.
Tujuan Pembelajaran Mamijoy
Mainful: peserta didik langsung bereksperimen menggunakan magnet untuk menguji berbagai benda di kelas, termasuk permainan "mancing" benda logam menggunakan magnet.
Meaningful: peserta didik menyadari bahwa gaya magnet dimanfaatkan dalam banyak alat yang mereka gunakan sehari-hari, seperti kompas dan gerendel kulkas.
Joyful: suasana belajar dibangun melalui sesi tebak-tebakan "magnetis atau bukan?" sebelum benda-benda diuji langsung dengan magnet.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Peserta didik mengenal berbagai jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari, kemudian secara khusus mengidentifikasi sifat-sifat gaya magnet melalui percobaan sederhana mengelompokkan benda magnetis dan non-magnetis, lalu menyimpulkan pengaruh gaya magnet terhadap gerak benda serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Pembahasan Materi
1. Apersepsi
Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
QS. Al-Hadid (57): 25 (penggalan)
وَأَنزَلْنَا ٱلْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ
"Wa anzalnal-hadiida fiihi ba'sun syadiidun wa manaafi'u lin-naas"
Artinya: "Dan Kami ciptakan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia."
Keterkaitan: Besi adalah salah satu logam ciptaan Allah yang memiliki banyak manfaat, termasuk sifatnya yang dapat ditarik oleh magnet (bersifat magnetis). Hari ini kita akan mempelajari bagaimana gaya magnet bekerja menarik benda-benda seperti besi di sekitar kita.
2. Pengajaran Materi
a. Materi
Gaya adalah tarikan atau dorongan yang dapat memengaruhi arah, gerak, dan bentuk suatu benda. Beberapa jenis gaya di sekitar kita antara lain gaya otot, gaya gesek, gaya pegas, gaya gravitasi, dan gaya magnet. Hari ini kita akan mempelajari gaya magnet secara khusus.
Magnet adalah benda yang dapat menarik benda-benda tertentu di sekitarnya. Berdasarkan sifatnya terhadap magnet, benda dibedakan menjadi:
- Benda magnetis: benda yang dapat ditarik oleh magnet, terbuat dari besi, baja, nikel, atau kobalt. Contoh: paku, jarum jahit, gunting besi.
- Benda non-magnetis: benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet, contohnya benda dari plastik, kayu, kaca, karet, dan kertas.
Magnet memiliki dua kutub, yaitu kutub utara (U) dan kutub selatan (S). Beberapa sifat gaya magnet:
- Hanya menarik benda-benda magnetis tertentu di sekitarnya.
- Memiliki gaya tarik dan gaya tolak: kutub yang sama (U-U atau S-S) akan saling tolak-menolak, sedangkan kutub yang berbeda (U-S) akan saling tarik-menarik.
- Gaya magnet dapat menembus benda tertentu, misalnya kertas atau kaca tipis.
- Gaya magnet paling kuat berada di kedua kutubnya.
- Kekuatan magnet dapat melemah jika sering dijatuhkan, dipukul-pukul, atau terkena panas berlebih.
Magnet memiliki berbagai bentuk, misalnya magnet batang, magnet U (tapal kuda), magnet jarum (kompas), magnet silinder, dan magnet cincin. Manfaat gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari antara lain: kompas untuk menunjukkan arah, dinamo sepeda untuk menghasilkan listrik, gerendel magnet pada pintu lemari/kulkas, serta alat pengangkut besi tua (crane magnet).
Contoh Soal 1: Kelompokkan benda berikut menjadi benda magnetis dan non-magnetis: paku besi, penggaris plastik, jarum jahit, karet penghapus, gunting besi, kertas!
Pembahasan: Benda magnetis: paku besi, jarum jahit, gunting besi (terbuat dari logam besi). Benda non-magnetis: penggaris plastik, karet penghapus, kertas (bukan dari logam besi/baja/nikel/kobalt).
Contoh Soal 2: Dua buah magnet didekatkan pada posisi kutub utara bertemu kutub utara. Apa yang akan terjadi? Jelaskan alasannya!
Pembahasan: Kedua magnet akan saling tolak-menolak, karena kutub magnet yang sejenis (sama-sama kutub utara) akan saling menolak. Jika yang didekatkan adalah kutub yang berbeda (utara-selatan), maka keduanya akan saling tarik-menarik.
b. Video Pembelajaran
Gaya Magnet – Materi IPAS Kelas 4 Kurikulum MerdekaKlik untuk menonton di YouTubec. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)
I. Pilihan Ganda
- Berikut ini benda yang bersifat magnetis (dapat ditarik magnet) adalah ...
- A. penggaris plastik
- B. paku besi
- C. karet penghapus
- D. kertas
- Jika kutub utara sebuah magnet didekatkan dengan kutub selatan magnet lain, yang akan terjadi adalah ...
- A. tarik-menarik
- B. tolak-menolak
- C. tidak terjadi apa-apa
- D. kedua magnet pecah
- Bagian magnet yang memiliki gaya tarik paling kuat terletak di ...
- A. tengah magnet
- B. kedua ujung (kutub) magnet
- C. seluruh permukaan sama kuat
- D. hanya di kutub selatan
- Alat berikut yang memanfaatkan gaya magnet untuk menunjukkan arah mata angin adalah ...
- A. termometer
- B. kompas
- C. jam dinding
- D. penggaris
- Berikut ini yang BUKAN cara menjaga agar magnet tidak cepat melemah adalah ...
- A. tidak dijatuhkan berulang kali
- B. tidak dipukul-pukul
- C. disimpan di tempat yang aman
- D. dijatuhkan dari tempat tinggi berkali-kali
II. Isian Singkat
- Benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet disebut benda ...
- Magnet memiliki dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub ...
- Sifat magnet yang menyebabkan magnet tetap dapat menarik paku meskipun dilapisi selembar kertas disebut sifat magnet dapat ... benda.
III. Esai
- Sebutkan tiga contoh benda di sekitarmu yang bersifat magnetis dan tiga contoh benda yang bersifat non-magnetis!
- Jelaskan tiga manfaat gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari!
Kesimpulan
Gaya magnet adalah salah satu jenis gaya yang dapat menarik benda-benda magnetis (besi, baja, nikel, kobalt), namun tidak menarik benda non-magnetis. Magnet memiliki dua kutub (utara dan selatan) yang saling tarik-menarik jika berbeda dan tolak-menolak jika sejenis, serta memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari.
