Selasa, 03 November 2026

Materi Ajar Kelas 4 Zainab, Rabu 4 November 2026

 

Materi Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4

Fase B · Kelas 4 Zainab

Belajar mengenali, membentuk, dan menggunakan imbuhan ber- dalam kalimat.

Pelajaran 1 · Imbuhan Ber-

Bahasa Indonesia · Pertemuan ke-1

Identitas

Nama Guru: Muhammad Solihin, S.Pd., Gr

Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia

Hari / Tanggal: Rabu / 4 November 2026

Fase / Kelas: B / 4 Zainab

Materi: Imbuhan Ber-

Pertemuan Ke: 1

Catatan kalender: pada permintaan awal tertulis Selasa, sedangkan 4 November 2026 jatuh pada hari Rabu.

Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase B, elemen Menulis menargetkan murid mampu menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam serta menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru bermakna denotatif untuk menulis sesuai konteks. Pembelajaran imbuhan ber- mendukung capaian tersebut melalui latihan membentuk kata dan menggunakannya secara tepat dalam kalimat.

CP diringkas dari Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Fase B pada Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025. Perubahan CP tahun 2026 mencakup Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, bukan rumusan Bahasa Indonesia ini.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Peserta didik mampu menggunakan kaidah kebahasaan awalan/imbuhan ber- dalam kalimat dengan benar, sesuai makna dan konteksnya.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

Mainful: berlatih melalui permainan susun kataMeaningful: memakai kata ber- dalam cerita dan pengalaman nyataJoyful: belajar bersama dengan suasana menyenangkan

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Peserta didik mengenali imbuhan ber-, memisahkan kata dasar dan imbuhan, serta menyimpulkan makna kata ber- melalui contoh dalam kalimat.
  2. Peserta didik memilih bentuk kata ber- yang tepat, memperbaiki penggunaan yang keliru, dan menulis kalimat sesuai konteks.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak saleh dan salehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ilmu yang kita pelajari menjadi ilmu yang bermanfaat. Sudahkah kalian salat Subuh hari ini? Jangan lupa, karena salat adalah kewajiban setiap muslim. Allah sangat menyayangi kita. Allah Maha Pencipta (Al-Khāliq), Maha Memelihara (Al-Mālik), dan Maha Pemberi Rezeki (Ar-Razzāq).

Firman Allah Swt. · Surah Al-'Alaq ayat 4

الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ۝٤

Latin: Allażī ‘allama bil-qalam(i).

Terjemahan: “Yang mengajar (manusia) dengan pena.”

Keterkaitan: ayat ini mengingatkan pentingnya tulisan dalam belajar. Dengan memahami imbuhan ber-, murid dapat memilih kata dan menyusun kalimat tertulis dengan lebih jelas dan tepat.

2. Pengajaran Materi

Guru membacakan cerita pendek tentang kegiatan di sekolah. Murid menandai kata yang diawali ber-, lalu menyebutkan kata dasarnya dan menjelaskan maknanya berdasarkan kalimat. Setelah itu, murid mencoba menyusun kata ber- untuk melengkapi cerita sederhana.

3. Materi: memahami imbuhan ber-

Imbuhan adalah bunyi atau bentuk yang ditambahkan pada kata dasar untuk membentuk kata baru dan menambah atau mengubah maknanya. Jika ditambahkan di depan kata dasar, imbuhan itu disebut awalan. Awalan ber- ditulis serangkai dengan kata dasarnya.

Makna kata ber- perlu dipahami dari kalimat. Makna yang sering dijumpai antara lain melakukan kegiatan, memakai atau menggunakan sesuatu, memiliki sesuatu, berada dalam keadaan tertentu, serta menunjukkan jumlah atau kebersamaan.

Makna dalam konteksKata ber-Contoh kalimat
Melakukan kegiatanberlari, bermain, berenangRani berlari mengelilingi lapangan.
Memakai atau menggunakanbersepeda, berbaju, bersepatuFahmi bersepeda ke taman.
Memiliki atau mempunyaiberambut, berdaun, beruangPohon mangga itu berdaun lebat.
Berada dalam keadaanbergembira, bersedihAnak-anak bergembira saat bermain.
Menunjukkan jumlah/kebersamaanberdua, bertigaMereka bekerja berdua menyusun buku.

Cara membentuk dan menggunakan kata ber-

  1. Temukan kata dasar, misalnya main.
  2. Tambahkan awalan ber- dan tulis serangkai: bermain.
  3. Masukkan kata itu ke dalam kalimat yang sesuai: “Kami bermain congklak saat istirahat.”
  4. Baca kembali kalimat dan pastikan bentuk kata serta maknanya tepat.

Perhatikan bentuk khusus: beberapa kata mempunyai bentuk baku yang perlu diingat. Kata dasar kerja membentuk kata bekerja (bukan berkerja). Kata dasar ajar membentuk kata belajar (bukan berajar). Bentuk kata lainnya tetap harus dipilih sesuai kata dasar dan kaidah bahasa Indonesia.

Contoh soal 1 — Kenali bagian kata: Pada kalimat “Dimas bersepeda ke rumah nenek”, tentukan kata ber- dan kata dasarnya.
Pembahasan: Kata ber- adalah bersepeda. Kata dasarnya sepeda. Dalam kalimat ini, bersepeda berarti melakukan kegiatan dengan menggunakan sepeda.
Contoh soal 2 — Perbaiki kalimat: “Ibu berkerja di kebun setiap pagi.” Apakah penulisannya sudah tepat?
Pembahasan: Belum tepat. Kata dasar kerja membentuk kata baku bekerja. Kalimat yang benar: “Ibu bekerja di kebun setiap pagi.”
Aktivitas “Detektif Ber-”: Berpasangan, cari tiga kata ber- dalam cerita atau bacaan kelas. Catat kata dasar dan maknanya. Pilih satu kata, lalu buat kalimat baru yang maknanya mudah dipahami teman.

4. Video Pembelajaran

Awalan Ber (Pengertian, Perubahan Bentuk, dan Fungsi) | Materi Bahasa Indonesia | Imbuhan Ber — video pembelajaran tentang bentuk dan fungsi imbuhan ber-.

5. Asesmen Formatif Berbasis HOTS

A. Pilihan Ganda. Pilih jawaban yang paling tepat.

1. Dalam kalimat “Aisyah bersepeda ke perpustakaan”, kata bersepeda paling tepat bermakna …

A. memiliki sebuah sepeda saja   B. melakukan perjalanan dengan menggunakan sepeda   C. memperbaiki sepeda   D. menjual sepeda

2. Kalimat yang menggunakan bentuk kata baku adalah …

A. Ayah berkerja di kebun.   B. Ayah bekerja di kebun.   C. Ayah berkerjaan di kebun.   D. Ayah ber kerja di kebun.

3. “Pohon jambu di halaman sekolah berbuah lebat.” Makna kata berbuah pada kalimat tersebut adalah …

A. sedang membuat buah   B. mempunyai/menghasilkan buah   C. memakai buah   D. menghitung buah

4. Riko menulis, “Kami berdua mengerjakan poster.” Ia ingin menjelaskan bahwa dua anak bekerja bersama. Mengapa kata berdua tepat digunakan?

A. menunjukkan jumlah orang yang melakukan kegiatan bersama   B. menunjukkan alat yang dipakai   C. menunjukkan kegiatan berlari   D. menunjukkan keadaan sedih

5. Setelah hujan reda, murid-murid ___ bersama di halaman sekolah. Kata ber- yang paling sesuai untuk melengkapi kalimat adalah …

A. bermain   B. bersepatu   C. berambut   D. berbuah

B. Isian Singkat. Lengkapi jawaban dengan tepat.

6. Kata dasar dari bermain adalah ….

7. Bentuk baku dari ber + ajar adalah ….

8. Pada kalimat “Mereka bertiga membersihkan kelas”, kata bertiga menunjukkan makna ….

C. Esai. Tuliskan jawaban dengan alasan yang jelas.

9. Perbaiki penulisan imbuhan dalam kalimat berikut, lalu jelaskan kesalahannya: “Kakak berkerja di kebun. Sepulang kerja, Kakak bersepeda menuju rumah.”

10. Bayangkan kamu sedang mengikuti kegiatan di sekolah. Tulislah tiga kalimat pendek yang saling berkaitan dan gunakan sedikitnya tiga kata ber- dengan makna yang berbeda. Garisbawahi kata ber- yang kamu gunakan, lalu jelaskan maknanya.

6. Kunci Jawaban

Pilihan ganda: 1. B; 2. B; 3. B; 4. A; 5. C.

Isian: 6. main; 7. belajar; 8. jumlah tiga orang yang melakukan kegiatan bersama.

Esai: 9. “Kakak bekerja di kebun. Sepulang kerja, Kakak bersepeda menuju rumah.” Bentuk baku kata dari dasar kerja adalah bekerja, bukan berkerja. 10. Contoh: “Kami berkumpul di kelas. Siti berbaju olahraga. Kami bergembira saat bermain.” Makna: berkumpul = berada bersama; berbaju = memakai baju; bergembira = berada dalam keadaan gembira.

Jawaban esai dapat bervariasi. Nilai ketepatan bentuk kata, kecocokan makna dengan konteks, dan kejelasan kalimat.

Kesimpulan

Awalan ber- ditulis serangkai dengan kata dasar dan membentuk kata baru. Maknanya ditentukan oleh konteks, misalnya melakukan kegiatan, memakai sesuatu, memiliki sesuatu, berada dalam keadaan, atau menunjukkan jumlah. Bentuk tertentu memiliki penulisan khusus, seperti bekerja dan belajar. Gunakan kata ber- dalam kalimat yang jelas dan sesuai makna.

Refleksi Pembelajaran

Sebagian besar murid dapat menemukan kata ber- dan menggunakannya dalam kalimat sesuai konteks. Sebagian murid masih memerlukan bimbingan membedakan makna kata serta mengingat bentuk khusus seperti bekerja dan belajar. Guru menindaklanjuti dengan permainan susun kata dan latihan penyuntingan kalimat

Senin, 02 November 2026

Materi Ajar Kelas 4 Zainab, Selasa 3 November 2026

Pelajaran 1 · Matematika

Sifat-sifat bilangan dan operasinya

Identitas

Nama Guru: Muhammad Solihin, S.Pd., Gr

Mata Pelajaran: Matematika

Hari / Tanggal: Selasa / 3 November 2026

Fase / Kelas: B / 4 Zainab

Materi: Sifat-sifat bilangan dan operasinya

Pertemuan Ke: 1

Capaian Pembelajaran (CP)

CP Matematika Fase B mencakup pemahaman bilangan, termasuk menggunakan sifat-sifat operasi; murid juga mampu menemukan nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 100. Materi pertemuan ini berfokus pada bagian tersebut.

Rumusan diringkas dari CP nasional 2025 untuk Fase B (kelas III–IV); keputusan perubahan CP tahun 2026 hanya mengubah CP Pendidikan Agama dan Budi Pekerti.

Tujuan Pembelajaran (TP)

  1. Murid menggunakan sifat penjumlahan dan hubungan penjumlahan-pengurangan untuk memeriksa serta menyederhanakan perhitungan bilangan cacah.
  2. Murid menemukan nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika penjumlahan atau pengurangan bilangan cacah sampai 100 dan menjelaskan strategi yang digunakan.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

Mainful: belajar melalui permainan kartu angkaMeaningful: mengaitkan hitungan dengan belanja dan benda sehari-hariJoyful: mencoba strategi bersama dengan suasana gembira

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid mengenali sifat komutatif, asosiatif, dan identitas pada penjumlahan, serta memahami bahwa urutan pengurangan mengubah hasil.
  2. Murid menggunakan hubungan kebalikan antara penjumlahan dan pengurangan untuk menemukan nilai yang belum diketahui sampai 100 serta memeriksa jawabannya.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak saleh dan salehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ilmu yang kita pelajari menjadi ilmu yang bermanfaat. Sudahkah kalian salat Subuh hari ini? Jangan lupa, karena salat adalah kewajiban setiap muslim. Allah sangat menyayangi kita. Allah Maha Pencipta (Al-Khāliq), Maha Memelihara (Al-Mālik), dan Maha Pemberi Rezeki (Ar-Razzāq).

Firman Allah Swt. · Surah Ar-Rahman ayat 9

وَأَقِيمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيزَانَ ۝٩

Latin: Wa aqīmū al-wazna bil-qisṭi wa lā tukhsirū al-mīzān.

Terjemahan: “Tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi timbangan itu.”

Keterkaitan: berhitung dengan teliti dan memeriksa hasil membantu kita bersikap adil, misalnya saat membagi benda atau menghitung barang.

2. Pengajaran Materi

Guru memulai dengan kartu angka. Murid berpasangan, memilih dua kartu, lalu mencoba menukar urutan atau mengelompokkan bilangan untuk melihat apakah hasilnya tetap sama. Setelah itu, murid membahas teka-teki angka yang memiliki kotak kosong.

3. Materi: sifat operasi dan bilangan yang belum diketahui

Bilangan cacah adalah 0, 1, 2, 3, dan seterusnya. Pada penjumlahan terdapat beberapa sifat yang memudahkan perhitungan:

SifatMaknaContoh
Komutatif (pertukaran)Urutan bilangan yang dijumlahkan dapat ditukar; hasil tetap.27 + 18 = 18 + 27 = 45
Asosiatif (pengelompokan)Pengelompokan bilangan yang dijumlahkan dapat diubah; hasil tetap.(12 + 8) + 5 = 12 + (8 + 5) = 25
Identitas penjumlahanMenambahkan 0 tidak mengubah bilangan.46 + 0 = 46

Perhatian: pengurangan tidak memiliki sifat komutatif. 42 − 17 = 25, tetapi 17 − 42 tidak sama dengan 25. Mengubah tanda kurung juga dapat mengubah hasil: (30 − 10) − 5 = 15, sedangkan 30 − (10 − 5) = 25.

Penjumlahan dan pengurangan saling berhubungan sebagai operasi kebalikan. Hubungan ini membantu mencari bilangan yang belum diketahui:

  • Jika □ + 24 = 61, maka □ = 61 − 24 = 37.
  • Jika 73 − □ = 29, maka □ = 73 − 29 = 44.
  • Jika □ − 18 = 26, maka □ = 26 + 18 = 44.
Contoh soal 1 — Persediaan buku: Perpustakaan memiliki 36 buku cerita dan menerima kiriman 28 buku lagi. Berapa jumlah buku sekarang?
Penyelesaian: 36 + 28 = (36 + 20) + 8 = 64. Jadi, ada 64 buku. Kita dapat memeriksa dengan 28 + 36 = 64.
Contoh soal 2 — Teka-teki: □ + 35 = 82. Bilangan apakah yang tepat?
Penyelesaian: 82 − 35 = 47. Pemeriksaan: 47 + 35 = 82. Jadi, □ = 47.
Tantangan “Temukan Angkanya!”
Buat satu kalimat matematika dengan kotak kosong, tukarkan dengan teman, lalu minta teman menjelaskan cara mengecek jawabannya. Pastikan semua bilangan dan hasilnya tidak lebih dari 100.

4. Video Pembelajaran

Sifat Operasi Hitung | Distributif, Asosiatif dan Komutatif — pengayaan mengenali sifat operasi hitung.

5. Asesmen Formatif Berbasis HOTS

A. Pilihan Ganda. Pilih jawaban paling tepat.

1. Nisa menghitung 38 + 26. Agar mudah, ia menukar urutan menjadi 26 + 38. Sifat yang digunakan adalah …

A. komutatif   B. identitas   C. pengurangan   D. pembagian

2. Rafi mengelompokkan 15 + 5 + 22 menjadi (15 + 5) + 22. Hasilnya 42. Alasan pengelompokan tersebut tidak mengubah hasil adalah sifat …

A. komutatif   B. asosiatif   C. identitas pengurangan   D. pembagian

3. Ibu memiliki 68 telur. Sebanyak 29 telur digunakan. Kotak kosong pada 68 − □ = 39 adalah …

A. 29   B. 30   C. 39   D. 97

4. Toko memiliki 47 pensil. Setelah menerima beberapa pensil, jumlahnya menjadi 82. Kalimat yang tepat untuk mencari pensil kiriman adalah …

A. 47 + □ = 82   B. 82 + □ = 47   C. 47 − 82 = □   D. 82 − 47 = 82

5. Dito berkata, “30 − 8 sama dengan 8 − 30 karena urutan bilangan boleh ditukar.” Tanggapan yang tepat adalah …

A. benar, semua operasi dapat ditukar   B. salah, sifat komutatif berlaku pada penjumlahan, bukan pengurangan   C. benar jika ditambah nol   D. salah karena 30 − 8 = 38

B. Isian Singkat.

6. 19 + 34 = 34 + □. Bilangan yang tepat adalah ….

7. □ − 27 = 45. Bilangan yang tepat adalah ….

8. Lengkapi strategi: 56 + 0 = □. Sifat yang digunakan disebut sifat ….

C. Esai. Tuliskan langkah dan alasanmu.

9. Perpustakaan kelas mempunyai 54 buku. Kelas menerima sejumlah buku hingga jumlah seluruhnya 90. Berapa buku yang diterima? Tuliskan kalimat matematika dan cara memeriksa jawaban.

10. Siti menyelesaikan 76 − □ = 28 dengan menjawab 48. Jelaskan mengapa jawaban Siti benar dan tunjukkan satu cara untuk memeriksanya.

6. Kunci Jawaban

Pilihan ganda: 1. A; 2. B; 3. A; 4. A; 5. B.

Isian: 6. 19; 7. 72 (karena 45 + 27 = 72); 8. 56, identitas penjumlahan.

Esai: 9. 54 + □ = 90, jadi □ = 90 − 54 = 36. Pemeriksaan: 54 + 36 = 90. 10. Benar, sebab 76 − 48 = 28; pemeriksaan balik 28 + 48 = 76.

Jawaban esai dapat menggunakan strategi lain selama perhitungan dan alasannya benar.

Kesimpulan

Penjumlahan memiliki sifat komutatif, asosiatif, dan identitas. Pengurangan bergantung pada urutan bilangan. Hubungan penjumlahan dan pengurangan dapat dipakai untuk menemukan bilangan yang belum diketahui dan mengecek hasil.

Refleksi Pembelajaran

Sebagian besar murid dapat memanfaatkan hubungan penjumlahan dan pengurangan untuk mencari nilai yang belum diketahui. Sebagian murid masih memerlukan bimbingan dalam membedakan sifat penjumlahan dan pengurangan; guru menindaklanjuti melalui kartu angka dan latihan bertahap.

Sumber Rujukan

Pelajaran 2 · IPAS

Musim dan iklim di Indonesia

Identitas

Nama Guru: Muhammad Solihin, S.Pd., Gr

Mata Pelajaran: IPAS

Hari / Tanggal: Selasa / 3 November 2026

Fase / Kelas: B / 4 Zainab

Materi: Musim dan Iklim di Indonesia

Pertemuan Ke: 1

Capaian Pembelajaran (CP)

CP IPAS Fase B mencakup kemampuan menghasilkan solusi bagi masalah pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim. Murid juga mengembangkan keterampilan proses: mengamati, bertanya dan memprediksi, melakukan penyelidikan sederhana, mengolah informasi, mengevaluasi, serta mengomunikasikan hasil.

Rumusan diringkas dari CP nasional 2025 (Keputusan 046/H/KR/2025) dan Panduan Mata Pelajaran IPAS 2025.

Tujuan Pembelajaran (TP)

  1. Murid membedakan cuaca, iklim, dan musim serta menjelaskan secara sederhana pola musim hujan dan kemarau di Indonesia.
  2. Murid menganalisis contoh masalah sumber daya alam yang berkaitan dengan perubahan iklim dan mengusulkan tindakan mitigasi yang dapat dilakukan di rumah atau sekolah.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

Mainful: permainan “detektif cuaca”Meaningful: menghubungkan musim dengan pengalaman setempatJoyful: membuat ide aksi hijau secara berkelompok

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid mengamati catatan cuaca dan menjelaskan perbedaan cuaca, iklim, serta musim; murid mengenali pola umum musim di Indonesia dan dampaknya bagi kehidupan.
  2. Murid mengidentifikasi penggunaan sumber daya yang berdampak pada lingkungan lalu memilih dan menyampaikan solusi mitigasi perubahan iklim yang realistis.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak saleh dan salehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ilmu yang kita pelajari menjadi ilmu yang bermanfaat. Sudahkah kalian salat Subuh hari ini? Jangan lupa, karena salat adalah kewajiban setiap muslim. Allah sangat menyayangi kita. Allah Maha Pencipta (Al-Khāliq), Maha Memelihara (Al-Mālik), dan Maha Pemberi Rezeki (Ar-Razzāq).

Firman Allah Swt. · Surah Al-A'raf ayat 56

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ ۝٥٦

Latin: Wa lā tufsidū fil-arḍi ba‘da iṣlāḥihā wad‘ūhu khaufaw wa ṭama‘ā, inna raḥmatallāhi qarībun minal-muḥsinīn.

Terjemahan: “Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.”

Keterkaitan: menjaga air, energi, tumbuhan, dan lingkungan merupakan tindakan baik untuk merawat bumi dan sumber daya alam.

2. Pengajaran Materi

Guru mengajak murid mengamati keadaan langit dari jendela atau kartu gambar cuaca. Murid mencatat apa yang terlihat, lalu membandingkan pengamatan hari ini dengan keadaan cuaca yang berulang dalam jangka panjang. Guru menghubungkan hasil pengamatan dengan kesiapsiagaan dan kebiasaan hemat sumber daya.

3. Materi: cuaca, iklim, musim, dan aksi menjaga bumi

IstilahPengertian sederhanaContoh
CuacaKeadaan udara di suatu tempat pada waktu singkat; dapat cepat berubah.Pagi ini cerah, siang turun hujan.
IklimPola atau kebiasaan cuaca dalam waktu panjang di suatu wilayah.Indonesia beriklim tropis, umumnya hangat dan lembap.
MusimPeriode dalam setahun yang memiliki ciri cuaca tertentu.Musim hujan dan musim kemarau.

Indonesia berada di wilayah tropis dan secara umum memiliki dua musim utama: musim hujan dan musim kemarau. Pergantian musim berkaitan antara lain dengan angin monsun. Angin monsun baratan umumnya berkaitan dengan musim hujan, sedangkan angin timuran/tenggara dari arah Australia umumnya berkaitan dengan musim kemarau.

BMKG menjelaskan bahwa waktu mulai dan lama musim dapat berbeda antarwilayah dan dapat berubah dari tahun ke tahun. Bulan-bulan musim yang sering disebut adalah gambaran umum, bukan aturan yang sama persis untuk seluruh Indonesia. Karena itu, periksa prakiraan BMKG setempat sebelum menyimpulkan cuaca atau merencanakan kegiatan.

MusimCiri umumManfaat dan risiko yang perlu diantisipasi
HujanHujan lebih sering, udara cenderung lembap.Mengisi cadangan air dan membantu tanaman; hujan sangat lebat dapat memicu banjir atau longsor.
KemarauCurah hujan lebih rendah dan hari cerah lebih sering.Mendukung kegiatan yang memerlukan cuaca kering; persediaan air dapat berkurang dan risiko kebakaran meningkat.

Perubahan iklim adalah perubahan pola iklim dalam jangka panjang. Perubahan iklim tidak sama dengan cuaca buruk pada satu hari atau pergantian musim biasa. Kegiatan manusia yang menghasilkan gas rumah kaca berlebihan, seperti pembakaran bahan bakar fosil dan pemborosan energi, dapat memperkuat pemanasan bumi dan mengubah pola iklim.

Mitigasi berarti mengurangi penyebab perubahan iklim atau mengurangi emisi gas rumah kaca. Contoh aksi murid: mematikan lampu dan kipas saat tidak dipakai, berjalan kaki/bersepeda untuk jarak dekat jika aman, menanam dan merawat pohon, menggunakan air secukupnya, membawa botol pakai ulang, serta mengurangi sampah. Adaptasi berarti menyesuaikan diri terhadap dampak yang sudah atau mungkin terjadi, misalnya menyiapkan payung saat prakiraan hujan atau menyimpan air secara bijak di musim kering.

Contoh soal 1 — Pilih istilah: Selama lima hari berturut-turut, pagi hari cerah tetapi sore hari hujan. Apakah ini cuaca atau iklim?
Jawaban: Catatan lima hari tersebut menggambarkan cuaca dalam rentang pendek; belum cukup untuk menyimpulkan iklim.
Contoh soal 2 — Cari solusi: Lampu kelas dan keran dibiarkan menyala saat kelas kosong. Apa yang dapat dilakukan?
Jawaban: Tunjuk petugas kelas untuk mematikan lampu dan menutup keran setelah digunakan. Ini menghemat energi dan air sebagai sumber daya.
Tantangan “Detektif Musim”: Catat cuaca selama tiga hari: cerah, mendung, hujan, atau berangin. Bandingkan catatan dengan prakiraan BMKG untuk daerahmu. Jelaskan satu hal yang dapat kamu rencanakan dan satu kebiasaan hemat sumber daya.

4. Video Pembelajaran

5. Asesmen Formatif Berbasis HOTS

A. Pilihan Ganda. Pilih jawaban paling tepat.

1. Pagi ini di Bandar Lampung cerah, tetapi sore turun hujan. Pernyataan yang tepat adalah …

A. cuaca dapat berubah dalam sehari   B. iklim berubah setiap jam   C. musim berubah setiap sore   D. hujan berarti selalu musim hujan

2. Mengapa informasi musim dari BMKG penting bagi petani?

A. supaya tidak perlu mengamati lahan   B. agar dapat merencanakan waktu tanam dan mengelola air   C. agar hujan berhenti   D. agar semua daerah memiliki musim sama

3. Saat kemarau, halaman sekolah kering dan keran sering dibiarkan terbuka. Tindakan terbaik adalah …

A. membiarkan air mengalir   B. menggunakan air seperlunya dan menutup keran   C. membuang air bersih   D. menyiram halaman setiap jam

4. Kelas ingin membantu mitigasi perubahan iklim. Kegiatan yang paling tepat adalah …

A. menyalakan semua lampu sepanjang hari   B. menanam pohon dan menghemat listrik   C. membakar sampah setiap sore   D. memakai botol sekali pakai lebih banyak

5. Setelah hujan lebat, sekolah membersihkan saluran air agar air tidak menggenang. Kegiatan ini terutama termasuk …

A. adaptasi/kesiapsiagaan terhadap dampak hujan   B. perubahan iklim   C. musim kemarau   D. penyebab hujan

B. Isian Singkat.

6. Keadaan udara di tempat tertentu dalam waktu singkat disebut ….

7. Dua musim utama yang dikenal secara umum di Indonesia adalah musim … dan musim ….

8. Menanam dan merawat pohon, mematikan lampu yang tak digunakan, serta mengurangi sampah merupakan contoh tindakan … perubahan iklim.

C. Esai. Jelaskan alasanmu dan berikan contoh.

9. Kelompokmu melihat lampu kelas menyala saat tidak ada orang dan banyak botol sekali pakai di tempat sampah. Tuliskan dua solusi mitigasi yang dapat dilakukan kelas serta jelaskan manfaatnya.

10. Seorang teman berkata, “Hari ini hujan deras, berarti iklim Indonesia telah berubah.” Apakah kesimpulan itu tepat? Jelaskan perbedaan cuaca dan iklim serta data apa yang diperlukan untuk menilai perubahan iklim.

6. Kunci Jawaban

Pilihan ganda: 1. A; 2. B; 3. B; 4. B; 5. A.

Isian: 6. Cuaca; 7. hujan dan kemarau; 8. mitigasi.

Esai: 9. Contoh: matikan lampu saat kelas kosong untuk menghemat listrik; bawa botol isi ulang untuk mengurangi sampah dan penggunaan bahan sekali pakai. Jawaban lain yang realistis dan alasannya tepat dapat diterima. 10. Tidak tepat. Hujan deras sehari adalah cuaca. Iklim merupakan pola cuaca dalam jangka panjang; penilaiannya memerlukan catatan/pengamatan dalam waktu panjang dan informasi ilmiah, bukan satu kejadian saja.

Terima jawaban dengan rumusan berbeda apabila gagasan dan alasannya benar.

Kesimpulan

Cuaca terjadi dalam waktu singkat, iklim adalah pola cuaca jangka panjang, dan musim merupakan periode berciri cuaca tertentu. Indonesia umumnya mengalami musim hujan dan kemarau, dengan waktu yang dapat berbeda menurut daerah. Hemat air dan energi, merawat pohon, serta mengurangi sampah adalah contoh tindakan menjaga sumber daya dan mendukung mitigasi perubahan iklim.

Refleksi Pembelajaran

Sebagian besar murid dapat membedakan cuaca, iklim, dan musim serta menyebutkan aksi sederhana untuk menjaga lingkungan. Sebagian murid masih perlu bimbingan membedakan mitigasi dan adaptasi; pembelajaran berikutnya dilanjutkan dengan mengelompokkan contoh tindakan.

Sumber Rujukan

Pelajaran 3 · Seni Rupa

Wawasan tentang seni cetak

Identitas

Nama Guru: Muhammad Solihin, S.Pd., Gr

Mata Pelajaran: Seni Rupa

Hari / Tanggal: Selasa / 3 November 2026

Fase / Kelas: B / 4 Zainab

Materi: Wawasan tentang seni cetak

Pertemuan Ke: 1

Capaian Pembelajaran (CP)

CP Seni Rupa Fase B mencakup kemampuan mengidentifikasi unsur rupa dan prinsip desain pada benda/karya, merefleksikan dan mengapresiasi karya diri serta teman dengan kosakata seni yang sesuai, mengenali dan menguji coba alat/bahan serta prosedur penggunaannya, membuat karya berdasarkan pengalaman dan pengamatan, serta menghasilkan karya yang mewakili perasaan atau harapan.

Rumusan diringkas dari CP Seni Rupa Fase B dalam Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025.

Tujuan Pembelajaran (TP)

  1. Murid menjelaskan hubungan teknik seni cetak/penggandaan dengan penyebaran gambar dan pengetahuan melalui penerbitan.
  2. Murid merancang dan membuat cetakan sederhana dengan bahan aman yang tersedia, lalu menjelaskan unsur rupa dan pesan karyanya.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

Mainful: bereksperimen membuat pola cetakMeaningful: memahami bagaimana gambar dan tulisan dapat disebarkanJoyful: berkarya dan mengapresiasi hasil teman

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid mengamati contoh hasil cetak, mengidentifikasi cara gambar atau tulisan diperbanyak, serta menghubungkan penerbitan dengan akses masyarakat terhadap informasi.
  2. Murid memilih alat dan bahan, membuat rancangan pola cetak sederhana, menghasilkan karya, kemudian menceritakan pesan dan prosesnya.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak saleh dan salehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ilmu yang kita pelajari menjadi ilmu yang bermanfaat. Sudahkah kalian salat Subuh hari ini? Jangan lupa, karena salat adalah kewajiban setiap muslim. Allah sangat menyayangi kita. Allah Maha Pencipta (Al-Khāliq), Maha Memelihara (Al-Mālik), dan Maha Pemberi Rezeki (Ar-Razzāq).

Firman Allah Swt. · Surah Al-'Alaq ayat 4

الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ۝٤

Latin: Alladzī ‘allama bil-qalam.

Terjemahan: “Yang mengajar (manusia) dengan pena.”

Keterkaitan: tulisan membantu menyimpan pesan dan pengetahuan. Teknik cetak memungkinkan gambar atau tulisan diperbanyak sehingga dapat dibaca dan dipelajari lebih banyak orang.

2. Pengajaran Materi

Guru menunjukkan buku, kartu bergambar, kemasan, atau pola cetak sederhana. Murid mengamati bagian yang berulang dan menduga bagaimana gambar yang sama dapat dibuat berkali-kali. Guru mengaitkan pengamatan itu dengan buku dan bahan bacaan yang diterbitkan.

3. Materi: seni cetak, penerbitan, dan penyebaran ilmu

Seni cetak adalah kegiatan menghasilkan gambar atau tulisan melalui proses memindahkan bentuk dari suatu permukaan/cetakan ke media lain, misalnya kertas atau kain. Cetakan dapat digunakan berulang kali sehingga pola atau gambar yang sama bisa dibuat lebih dari satu.

IstilahMaknaContoh sederhana
Cetakan/matriksPermukaan atau alat yang membawa pola untuk dipindahkan.Potongan kentang berukir sederhana, spons berpola, atau stensil.
CetakProses memberi warna pada cetakan lalu menekankannya ke media.Stempel warna pada kertas.
PenerbitanProses menyiapkan, memperbanyak, dan menyebarkan bahan bacaan atau informasi.Buku, majalah, poster, dan lembar informasi.

Sebelum teknik cetak berkembang luas, naskah atau gambar perlu disalin satu per satu dengan tangan sehingga memerlukan waktu. Berbagai teknik cetak memungkinkan salinan dibuat lebih banyak. Ketika teknologi penerbitan berkembang, buku, gambar, dan informasi dapat disebarkan kepada lebih banyak pembaca. Jadi, hubungan seni cetak dengan ilmu pengetahuan adalah: gagasan ditulis atau digambar → dibuat dalam bentuk yang dapat diperbanyak → diterbitkan dan disebarkan → lebih banyak orang dapat belajar.

Gambar cetak juga membawa informasi visual. Poster kesehatan, peta, diagram, sampul buku, dan ilustrasi membantu pembaca memahami pesan. Karya cetak yang baik mempertimbangkan garis, bentuk, warna, pola, pengulangan, keterbacaan, serta tujuan pesannya.

Langkah membuat karya cetak aman

  1. Tentukan pesan atau tema, misalnya ajakan membaca atau menjaga kebersihan.
  2. Rancang pola sederhana dengan bentuk yang mudah dikenali.
  3. Pilih bahan aman: spons, gulungan karton berpola, stensil kertas tebal, atau sayuran bertekstur. Jika memakai kentang/ketela, bagian pemotongan dilakukan oleh guru/orang dewasa; murid tidak memakai pisau tajam.
  4. Oleskan sedikit cat yang aman dan dapat dicuci pada permukaan pola.
  5. Tekan cetakan tegak di atas kertas, angkat perlahan, lalu ulangi dengan jarak atau warna yang direncanakan.
  6. Biarkan kering. Amati apakah pola terbaca dan apakah hasil cetak sesuai dengan pesan.

Unsur rupa yang diamati: bentuk (apa yang tercetak), garis (tepi atau arah pola), warna (warna yang dipilih), tekstur (kesan permukaan), dan pola/pengulangan. Setelah berkarya, murid dapat mengapresiasi dengan kalimat: “Saya melihat …; bagian yang paling jelas adalah …; pesan karya ini ….”

Contoh soal 1: Sebuah sekolah ingin menyebarkan pesan “Ayo Membaca” melalui 30 kartu bergambar yang seragam. Mengapa teknik cetak berguna?
Jawaban: Satu pola/cetakan dapat digunakan berkali-kali sehingga kartu serupa dapat dibuat lebih cepat dan pesan menjangkau lebih banyak murid.
Contoh soal 2: Kamu membuat cetak daun berwarna hijau untuk poster taman. Unsur rupa apa yang membantu penonton mengenali daun?
Jawaban: Bentuk dan tekstur urat daun, dibantu warna serta pengulangan pola.
Tantangan “Cetak dan Ceritakan”: Buat satu kartu cetak bertema ilmu atau kebiasaan baik. Ulangi pola minimal tiga kali. Berpasangan, jelaskan pesan, bahan yang digunakan, dan bagian karya yang paling berhasil. Beri tanggapan sopan kepada teman.

4. Video Pembelajaran

Membuat Stempel dari Kentang dan Ketela | Fase B Kelas IV · Kanal Vivi Wahyuni; contoh praktik cetak sederhana.

5. Asesmen Formatif Berbasis HOTS

A. Pilihan Ganda. Pilih jawaban paling tepat.

1. Sebuah perpustakaan ingin membuat 40 penanda buku dengan gambar yang sama. Cara yang paling efisien adalah …

A. menggambar ulang satu per satu tanpa contoh   B. menggunakan satu cetakan beberapa kali   C. membuat setiap buku dari awal   D. menulis pesan berbeda pada seluruh kartu

2. Mengapa teknik cetak membantu penyebaran ilmu pengetahuan?

A. karena salinan tulisan/gambar dapat dibuat lebih banyak   B. karena buku menjadi tidak perlu dibaca   C. karena semua informasi pasti benar   D. karena cetakan menghapus isi tulisan

3. Untuk membuat pola bintang berulang dengan rapi, bagian yang paling penting dipersiapkan adalah …

A. cetakan/matriks berpola bintang   B. kertas yang sudah dibasahi   C. gunting berlari   D. cat yang dituang berlebihan

4. Hasil cetak poster sulit dibaca karena tulisan tertutup banyak pola. Perbaikan terbaik adalah …

A. menambah pola di atas tulisan   B. membuat pola lebih sederhana dan menyisakan ruang untuk tulisan   C. menggunakan semua warna sekaligus   D. mencetak tanpa melihat rancangan

5. Murid ingin mengukir kentang untuk membuat stempel. Langkah keselamatan yang tepat adalah …

A. mengukir dengan pisau tajam sendiri   B. meminta bantuan guru/orang dewasa untuk memotong   C. berlari sambil membawa pisau   D. mengoles cat pada tangan lalu menepuk teman

B. Isian Singkat.

6. Permukaan atau alat yang membawa pola untuk dipindahkan saat proses cetak disebut ….

7. Sebutkan satu contoh bahan bacaan/informasi yang disebarkan melalui penerbitan: ….

8. Salah satu unsur rupa yang dapat membantu gambar cetak mudah dikenali, misalnya bentuk, garis, warna, atau ….

C. Esai. Sertakan alasan dan gagasanmu.

9. Kelasmu membuat poster ajakan hemat air yang akan ditempel di beberapa tempat. Jelaskan rancangan pola cetak yang akan kamu pilih, bahan aman yang digunakan, dan mengapa gambar serta tulisan perlu dibuat jelas.

10. Jelaskan urutan bagaimana sebuah gagasan dapat sampai kepada banyak orang melalui tulisan, teknik cetak, dan penerbitan. Berikan satu contoh informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

6. Kunci Jawaban

Pilihan ganda: 1. B; 2. A; 3. A; 4. B; 5. B.

Isian: 6. Cetakan/matriks; 7. buku, majalah, poster, atau lembar informasi; 8. tekstur atau pola (jawaban lain yang tepat juga diterima).

Esai: 9. Contoh: pola tetes air atau daun dari spons/stensil, cat yang dapat dicuci, diulang secukupnya; tulisan “Tutup Keran” dibuat jelas agar pesan terbaca. Kentang boleh digunakan apabila dipotong oleh orang dewasa. 10. Gagasan ditulis/digambar, disiapkan sebagai bentuk cetak, diperbanyak, lalu diterbitkan/disebarkan sehingga lebih banyak orang dapat membacanya; contoh poster cuci tangan atau buku pengetahuan.

Terima jawaban lain selama rancangan sesuai tema, aman, dan alasan tentang penyebaran pesan tepat.

Kesimpulan

Seni cetak memindahkan pola dari suatu cetakan ke media dan memungkinkan gambar atau tulisan diperbanyak. Penerbitan membantu menyebarkan bacaan dan pengetahuan ke lebih banyak orang. Karya cetak yang efektif memakai bentuk, warna, garis, dan pola secara terencana, serta dibuat dengan alat dan bahan yang aman.

Refleksi Pembelajaran

Sebagian besar murid dapat menjelaskan manfaat penggandaan gambar/tulisan dan mencoba merancang pola cetak. Sebagian murid masih memerlukan bimbingan menyederhanakan desain agar pesan mudah dibaca dan menggunakan alat/bahan secara aman.