MATERI AJAR HARIAN
Bahasa Indonesia • IPAS
Fase B / Kelas 4 Zainab — 10 September 2026
PELAJARAN 1
Bahasa Indonesia — Awalan Me-
Identitas
| Nama Guru | : | Muhammad Solihin, S.Pd., Gr |
| Mata Pelajaran | : | Bahasa Indonesia |
| Hari / Tanggal | : | Kamis / 10 September 2026 |
| Fase / Kelas | : | B / 4 Zainab |
| Materi | : | Awalan Me- |
| Pertemuan Ke | : | 2 |
Capaian Pembelajaran (CP)
Fase B (Kelas III–IV) — Bahasa Indonesia (Kurikulum Merdeka, BSKAP Kemdikbudristek):
"Peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar, sesuai dengan tujuan, kepada teman sebaya dan orang dewasa tentang hal-hal menarik di lingkungan sekitarnya. Peserta didik menunjukkan minat terhadap teks, mampu memahami dan menyampaikan gagasan dari teks informatif, serta mampu mengungkapkan gagasan dalam kerja kelompok dan diskusi, serta memaparkan pendapatnya secara lisan dan tertulis."
Elemen Menulis: peserta didik mampu menulis teks dengan rangkaian kalimat yang beragam dan informasi yang rinci dan akurat — salah satu penunjangnya adalah penguasaan kaidah kebahasaan, termasuk penggunaan imbuhan (awalan) yang tepat.
Tujuan Pembelajaran (TP)
Peserta didik mampu menggunakan kaidah kebahasaan awalan ‘me-’ dengan benar, termasuk aturan peluluhan huruf awal.
Tujuan Pembelajaran Mamijoy
Mainful: peserta didik bermain "detektif kata" untuk menemukan kata berimbuhan me- yang salah tulis dalam sebuah teks pendek, lalu membetulkannya bersama kelompok.
Meaningful: peserta didik menyadari bahwa memahami pengecualian aturan awalan me- (kata bersuku satu dan kata serapan) membuat tulisan mereka semakin baku dan mudah dipahami pembaca.
Joyful: pembelajaran dikemas dengan kuis cepat tepat berkelompok menggunakan kartu jawaban, disertai tepuk "Luluh-Tidak Luluh" sebagai penanda jawaban benar.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Peserta didik mengulas kembali aturan dasar awalan me- dan peluluhan huruf k, t, s, p, kemudian mempelajari dua aturan khusus (kata dasar bersuku kata satu dan kata serapan berkonsonan rangkap), lalu berlatih menerapkan seluruh aturan tersebut dalam kalimat dan teks pendek.
Pembahasan Materi
1. Apersepsi
Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
QS. Al-Ahzab (33): 70
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًۭا سَدِيدًۭا
"Yaa ayyuhal-ladziina aamanuttaqullaaha wa quuluu qaulan sadiidaa"
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar."
Keterkaitan: Pada pertemuan sebelumnya kita sudah belajar aturan dasar awalan me-. Hari ini kita akan memperdalam aturannya agar semakin "sadidan" (benar dan tepat) dalam berbahasa, termasuk memahami kata-kata yang tampak seperti pengecualian.
2. Pengajaran Materi
a. Materi
Sebagai penguatan, mari kita ulas kembali secara singkat: awalan me- berubah menjadi mem-, men-, meng-, meny-, atau tetap me-, tergantung huruf awal kata dasar, dan huruf k, t, s, p akan luluh jika langsung diikuti huruf vokal.
Selain aturan dasar tersebut, ada dua aturan khusus yang perlu kita pahami:
| Aturan Khusus | Penjelasan | Contoh |
|---|---|---|
| Kata dasar bersuku kata satu | Mendapat sisipan bunyi "-nge-" agar mudah diucapkan, huruf awal TIDAK luluh. | cat → mengecat; bom → mengebom; tik → mengetik; las → mengelas |
| Kata serapan berkonsonan rangkap di awal | Jika huruf k, p, t, s pada kata dasar diikuti oleh konsonan lain (bukan vokal), maka huruf tersebut TIDAK luluh. | kritik → mengkritik (kr); praktik → mempraktikkan (pr); transfer → mentransfer (tr) |
Contoh Soal 1: Manakah bentuk yang benar, "mengkritik" atau "mengeritik"? Jelaskan alasannya!
Pembahasan: Bentuk yang benar adalah mengkritik. Kata dasar "kritik" berawalan gugus dua konsonan "kr" (bukan k diikuti vokal), sehingga huruf k tidak luluh meskipun diberi awalan me- (meng-).
Contoh Soal 2: Kata dasar "cat" (satu suku kata) jika diberi awalan me- menjadi apa? Jelaskan aturannya!
Pembahasan: Menjadi mengecat. Kata dasar yang hanya terdiri dari satu suku kata mendapat sisipan bunyi "-nge-" ketika diberi awalan me-, agar lebih mudah diucapkan.
b. Video Pembelajaran
Awalan Me- Bahasa Indonesia Kelas 4 SD Kurikulum MerdekaKlik untuk menonton di YouTubec. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)
I. Pilihan Ganda
- Kata dasar "tik" (satu suku kata) jika diberi awalan me- menjadi ...
- A. metik
- B. mentik
- C. mengetik
- D. mengtik
- Kata dasar "transfer" jika diberi awalan me- menjadi ...
- A. mentransfer
- B. menransfer
- C. mentranfer
- D. mengtransfer
- Kata dasar "praktik" jika diberi awalan me- dan akhiran -kan menjadi ...
- A. memraktikkan
- B. mempraktikkan
- C. mepraktikkan
- D. mengpraktikkan
- "Adik ... origami menjadi bentuk burung." Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat itu adalah ...
- A. melipat
- B. mengelipat
- C. menlipat
- D. memlipat
- Manakah kalimat berikut yang PALING TEPAT penggunaan awalan me-?
- A. Kakak sedang mengecat pagar rumah.
- B. Kakak sedang mecat pagar rumah.
- C. Kakak sedang mengcat pagar rumah.
- D. Kakak sedang mencat pagar rumah.
II. Isian Singkat
- Kata dasar "bom" (satu suku kata) jika diberi awalan me- menjadi ...
- Kata dasar "cek" jika diberi awalan me- menjadi ...
- Huruf k pada kata "kritik" tidak luluh karena diikuti oleh huruf ... (bukan huruf vokal).
III. Esai
- Jelaskan mengapa kata dasar bersuku kata satu seperti "cat", "bom", dan "las" mendapat sisipan "-nge-" ketika diberi awalan me-! Berikan satu contoh tambahan!
- Mengapa kata "kritik" tidak berubah menjadi "mengeritik" (k luluh), melainkan tetap menjadi "mengkritik"? Jelaskan alasannya!
Kesimpulan
Selain aturan dasar peluluhan huruf k, t, s, p, awalan me- memiliki dua aturan khusus: kata dasar bersuku kata satu mendapat sisipan "-nge-" (misalnya cat → mengecat), dan kata dasar dengan gugus konsonan rangkap di awal tidak mengalami peluluhan (misalnya kritik → mengkritik).
Refleksi Pembelajaran
PELAJARAN 2
IPAS — Gaya Magnet
Identitas
| Nama Guru | : | Muhammad Solihin, S.Pd., Gr |
| Mata Pelajaran | : | IPAS |
| Hari / Tanggal | : | Kamis / 10 September 2026 |
| Fase / Kelas | : | B / 4 Zainab |
| Materi | : | Gaya Magnet |
| Pertemuan Ke | : | 1 |
Capaian Pembelajaran (CP)
Fase B (Kelas III–IV) — IPAS, elemen Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial) (Kurikulum Merdeka, BSKAP Kemdikbudristek):
"Peserta didik memahami bentuk dan fungsi panca indra; siklus hidup makhluk hidup dan upaya pelestariannya; wujud zat dan perubahannya; sumber dan bentuk energi serta perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari; gejala kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari, jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda; peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial di sekitar tempat tinggal dan sekolah; ragam bentang alam serta keterkaitannya dengan profesi masyarakat."
Tujuan Pembelajaran (TP)
Membedakan jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda.
Tujuan Pembelajaran Mamijoy
Mainful: peserta didik langsung bereksperimen menggunakan magnet untuk menguji berbagai benda di kelas, termasuk permainan "mancing" benda logam menggunakan magnet.
Meaningful: peserta didik menyadari bahwa gaya magnet dimanfaatkan dalam banyak alat yang mereka gunakan sehari-hari, seperti kompas dan gerendel kulkas.
Joyful: suasana belajar dibangun melalui sesi tebak-tebakan "magnetis atau bukan?" sebelum benda-benda diuji langsung dengan magnet.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Peserta didik mengenal berbagai jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari, kemudian secara khusus mengidentifikasi sifat-sifat gaya magnet melalui percobaan sederhana mengelompokkan benda magnetis dan non-magnetis, lalu menyimpulkan pengaruh gaya magnet terhadap gerak benda serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Pembahasan Materi
1. Apersepsi
Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
QS. Al-Hadid (57): 25 (penggalan)
وَأَنزَلْنَا ٱلْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ
"Wa anzalnal-hadiida fiihi ba'sun syadiidun wa manaafi'u lin-naas"
Artinya: "Dan Kami ciptakan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia."
Keterkaitan: Besi adalah salah satu logam ciptaan Allah yang memiliki banyak manfaat, termasuk sifatnya yang dapat ditarik oleh magnet (bersifat magnetis). Hari ini kita akan mempelajari bagaimana gaya magnet bekerja menarik benda-benda seperti besi di sekitar kita.
2. Pengajaran Materi
a. Materi
Gaya adalah tarikan atau dorongan yang dapat memengaruhi arah, gerak, dan bentuk suatu benda. Beberapa jenis gaya di sekitar kita antara lain gaya otot, gaya gesek, gaya pegas, gaya gravitasi, dan gaya magnet. Hari ini kita akan mempelajari gaya magnet secara khusus.
Magnet adalah benda yang dapat menarik benda-benda tertentu di sekitarnya. Berdasarkan sifatnya terhadap magnet, benda dibedakan menjadi:
- Benda magnetis: benda yang dapat ditarik oleh magnet, terbuat dari besi, baja, nikel, atau kobalt. Contoh: paku, jarum jahit, gunting besi.
- Benda non-magnetis: benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet, contohnya benda dari plastik, kayu, kaca, karet, dan kertas.
Magnet memiliki dua kutub, yaitu kutub utara (U) dan kutub selatan (S). Beberapa sifat gaya magnet:
- Hanya menarik benda-benda magnetis tertentu di sekitarnya.
- Memiliki gaya tarik dan gaya tolak: kutub yang sama (U-U atau S-S) akan saling tolak-menolak, sedangkan kutub yang berbeda (U-S) akan saling tarik-menarik.
- Gaya magnet dapat menembus benda tertentu, misalnya kertas atau kaca tipis.
- Gaya magnet paling kuat berada di kedua kutubnya.
- Kekuatan magnet dapat melemah jika sering dijatuhkan, dipukul-pukul, atau terkena panas berlebih.
Magnet memiliki berbagai bentuk, misalnya magnet batang, magnet U (tapal kuda), magnet jarum (kompas), magnet silinder, dan magnet cincin. Manfaat gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari antara lain: kompas untuk menunjukkan arah, dinamo sepeda untuk menghasilkan listrik, gerendel magnet pada pintu lemari/kulkas, serta alat pengangkut besi tua (crane magnet).
Contoh Soal 1: Kelompokkan benda berikut menjadi benda magnetis dan non-magnetis: paku besi, penggaris plastik, jarum jahit, karet penghapus, gunting besi, kertas!
Pembahasan: Benda magnetis: paku besi, jarum jahit, gunting besi (terbuat dari logam besi). Benda non-magnetis: penggaris plastik, karet penghapus, kertas (bukan dari logam besi/baja/nikel/kobalt).
Contoh Soal 2: Dua buah magnet didekatkan pada posisi kutub utara bertemu kutub utara. Apa yang akan terjadi? Jelaskan alasannya!
Pembahasan: Kedua magnet akan saling tolak-menolak, karena kutub magnet yang sejenis (sama-sama kutub utara) akan saling menolak. Jika yang didekatkan adalah kutub yang berbeda (utara-selatan), maka keduanya akan saling tarik-menarik.
b. Video Pembelajaran
Gaya Magnet – Materi IPAS Kelas 4 Kurikulum MerdekaKlik untuk menonton di YouTubec. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)
I. Pilihan Ganda
- Berikut ini benda yang bersifat magnetis (dapat ditarik magnet) adalah ...
- A. penggaris plastik
- B. paku besi
- C. karet penghapus
- D. kertas
- Jika kutub utara sebuah magnet didekatkan dengan kutub selatan magnet lain, yang akan terjadi adalah ...
- A. tarik-menarik
- B. tolak-menolak
- C. tidak terjadi apa-apa
- D. kedua magnet pecah
- Bagian magnet yang memiliki gaya tarik paling kuat terletak di ...
- A. tengah magnet
- B. kedua ujung (kutub) magnet
- C. seluruh permukaan sama kuat
- D. hanya di kutub selatan
- Alat berikut yang memanfaatkan gaya magnet untuk menunjukkan arah mata angin adalah ...
- A. termometer
- B. kompas
- C. jam dinding
- D. penggaris
- Berikut ini yang BUKAN cara menjaga agar magnet tidak cepat melemah adalah ...
- A. tidak dijatuhkan berulang kali
- B. tidak dipukul-pukul
- C. disimpan di tempat yang aman
- D. dijatuhkan dari tempat tinggi berkali-kali
II. Isian Singkat
- Benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet disebut benda ...
- Magnet memiliki dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub ...
- Sifat magnet yang menyebabkan magnet tetap dapat menarik paku meskipun dilapisi selembar kertas disebut sifat magnet dapat ... benda.
III. Esai
- Sebutkan tiga contoh benda di sekitarmu yang bersifat magnetis dan tiga contoh benda yang bersifat non-magnetis!
- Jelaskan tiga manfaat gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari!
Kesimpulan
Gaya magnet adalah salah satu jenis gaya yang dapat menarik benda-benda magnetis (besi, baja, nikel, kobalt), namun tidak menarik benda non-magnetis. Magnet memiliki dua kutub (utara dan selatan) yang saling tarik-menarik jika berbeda dan tolak-menolak jika sejenis, serta memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari.


