Minggu, 13 September 2026

Materi Ajar Kelas 4 Zainab, Senin 14 September 2026

 

MATERI AJAR HARIAN

Pendidikan Pancasila • Matematika • IPAS

Fase B / Kelas 4 Zainab — Senin, 14 September 2026

PELAJARAN 1

Pendidikan Pancasila — Aturan di Lingkungan Sekitar

Identitas

Nama Guru:Muhammad Solihin, S.Pd., Gr
Mata Pelajaran:Pendidikan Pancasila
Hari / Tanggal:Senin / 14 September 2026
Fase / Kelas:B / 4 Zainab
Materi:Aturan di Lingkungan Sekitar
Pertemuan Ke:1

Capaian Pembelajaran (CP)

Fase B (Kelas III–IV) — Pendidikan Pancasila, elemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (Kurikulum Merdeka, BSKAP Kemdikbudristek):

"Peserta didik mampu menyajikan hasil identifikasi bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai anggota keluarga, warga sekolah, dan warga negara; mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari; serta melaksanakan praktik musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama dan menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah."

Tujuan Pembelajaran (TP)

Murid dapat memahami dan membuat aturan di lingkungan tempat tinggal.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

Mainful: peserta didik bermain peran (role play) mensimulasikan situasi mematuhi dan melanggar aturan di rumah maupun di sekolah.

Meaningful: peserta didik menyadari bahwa aturan dibuat untuk menciptakan ketertiban, keamanan, dan kenyamanan bersama, bukan untuk mengekang kebebasan.

Joyful: pembelajaran dikemas melalui kegiatan kelompok "Pohon Aturan" — setiap kelompok menempelkan kertas berisi aturan buatan sendiri pada gambar pohon besar di papan tulis.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Peserta didik memahami pengertian aturan dan mengidentifikasi contoh-contoh aturan yang berlaku di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.
  2. Peserta didik menyusun (membuat) sebuah aturan sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan tempat tinggalnya sendiri, lengkap dengan tujuannya.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

QS. An-Nisa (4): 59 (penggalan)

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنكُمْ

"Yaa ayyuhal-ladziina aamanuu athii'ullaaha wa athii'ur-rasuula wa ulil-amri minkum"

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu."

Keterkaitan: Ayat ini mengajarkan kita untuk taat kepada Allah, Rasul, dan orang yang memiliki wewenang mengatur kita, seperti orang tua di rumah, guru di sekolah, dan pemimpin di masyarakat. Hal ini sejalan dengan materi hari ini tentang pentingnya memahami dan mematuhi aturan di lingkungan sekitar kita.

2. Pengajaran Materi

a. Materi

Aturan adalah patokan, petunjuk, perintah, atau ketentuan yang harus dipatuhi dan dijalankan dengan baik, baik yang tertulis maupun tidak tertulis. Tujuan adanya aturan adalah agar tercipta ketertiban, keamanan, dan kenyamanan bagi semua orang.

LingkunganContoh AturanTujuan
RumahMerapikan tempat tidur; mengetuk pintu sebelum masuk kamar; membuang sampah pada tempatnyaAgar rumah nyaman dan setiap anggota keluarga saling menghargai
SekolahHadir tepat waktu; memakai seragam sesuai jadwal; menghormati guru dan temanAgar tercipta suasana belajar yang tertib dan nyaman
MasyarakatIkut kerja bakti; menyapa tetangga; mematuhi rambu lalu lintasAgar tercipta kerukunan dan keamanan bersama

Jika aturan dilanggar, dapat menimbulkan ketidaknyamanan, kekacauan, bahkan sanksi atau teguran bagi yang melanggar. Sebaliknya, aturan yang baik biasanya dibuat melalui musyawarah bersama, bersifat jelas, mudah dipahami, dan adil untuk semua pihak.

Contoh Soal 1: Sebutkan tiga contoh aturan yang berlaku di lingkungan sekolahmu, beserta tujuannya!

Pembahasan: (1) Datang tepat waktu – agar pembelajaran berjalan tertib dan tidak mengganggu teman. (2) Memakai seragam sesuai jadwal – agar tercipta kerapian dan kedisiplinan. (3) Tidak membuat gaduh di kelas – agar suasana belajar nyaman bagi semua siswa.

Contoh Soal 2: Buatlah satu aturan sederhana yang bisa diterapkan di lingkungan rumahmu, lalu jelaskan tujuannya!

Pembahasan: Contoh aturan: "Setiap anggota keluarga harus mematikan lampu saat meninggalkan ruangan." Tujuannya untuk menghemat listrik dan membiasakan hidup hemat dalam keluarga. (Jawaban siswa dapat bervariasi, dinilai dari kejelasan aturan dan alasan yang logis.)

b. Video Pembelajaran

Video Norma dan Peraturan Pendidikan Pancasila Kelas 4Norma dan Peraturan – Pendidikan Pancasila Kelas 4Klik untuk menonton di YouTube

c. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)

I. Pilihan Ganda

  1. Aturan yang berlaku di suatu tempat bertujuan untuk menciptakan ...
    • A. kebingungan
    • B. ketertiban dan kenyamanan bersama
    • C. persaingan antarwarga
    • D. perbedaan pendapat
  2. Berikut ini contoh aturan di lingkungan sekolah adalah ...
    • A. menonton televisi sebelum tidur
    • B. memakai seragam sesuai jadwal
    • C. menyapu halaman rumah
    • D. mengunci pintu kamar
  3. Jika seorang siswa terlambat datang ke sekolah tanpa alasan yang jelas, dampak yang mungkin terjadi adalah ...
    • A. mendapat pujian dari guru
    • B. mendapat teguran dan tertinggal pelajaran
    • C. dinaikkan kelas
    • D. mendapat hadiah
  4. Cara terbaik untuk membuat kesepakatan aturan bersama di kelas adalah melalui ...
    • A. paksaan dari satu siswa
    • B. musyawarah bersama
    • C. keputusan sepihak tanpa diskusi
    • D. mengikuti aturan sekolah lain begitu saja
  5. Manakah berikut ini yang BUKAN merupakan contoh aturan di lingkungan masyarakat?
    • A. ikut kerja bakti membersihkan lingkungan
    • B. menjaga ketertiban saat ronda malam
    • C. mengerjakan PR sebelum tidur
    • D. mematuhi rambu lalu lintas di jalan

II. Isian Singkat

  1. Aturan di lingkungan sekolah dibuat dengan tujuan agar tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ...
  2. Sebutkan satu contoh aturan yang berlaku di lingkungan rumahmu!
  3. Cara yang baik untuk membuat kesepakatan aturan bersama adalah melalui ...

III. Esai

  1. Bandingkan satu contoh aturan di lingkungan rumah dan satu contoh aturan di lingkungan sekolah, lalu jelaskan persamaan tujuan dari kedua aturan tersebut!
  2. Jika kamu menjadi ketua kelas, buatlah satu aturan baru untuk kelasmu beserta alasan dan cara agar semua teman mau mematuhinya!

Kesimpulan

Aturan adalah ketentuan yang harus dipatuhi untuk menciptakan ketertiban, keamanan, dan kenyamanan bersama, baik di lingkungan rumah, sekolah, maupun masyarakat. Aturan yang baik dibuat melalui musyawarah bersama dan berlaku adil bagi semua orang.

Refleksi Pembelajaran


PELAJARAN 2

Matematika — Mengenal Kelipatan dan Faktor

Identitas

Nama Guru:Muhammad Solihin, S.Pd., Gr
Mata Pelajaran:Matematika
Hari / Tanggal:Senin / 14 September 2026
Fase / Kelas:B / 4 Zainab
Materi:Mengenal Kelipatan dan Faktor
Pertemuan Ke:1

Capaian Pembelajaran (CP)

Fase B (Kelas III–IV) — Matematika, elemen Bilangan (Kurikulum Merdeka, BSKAP Kemdikbudristek):

"Pada akhir Fase B, peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000. Peserta didik dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000. Mereka dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda-benda konkret, gambar, dan simbol matematika. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah berkaitan dengan kelipatan dan faktor."

Tujuan Pembelajaran (TP)

Murid mengenal kelipatan dan faktor.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

Mainful: peserta didik bermain "lompat kelipatan" di lantai kelas menggunakan angka-angka yang ditempel, melompati bilangan kelipatan sambil menyebutkannya dengan suara lantang.

Meaningful: peserta didik menyadari bahwa konsep kelipatan dan faktor membantu mereka membagi barang secara adil dan menemukan pola bilangan dalam kehidupan sehari-hari.

Joyful: pembelajaran dikemas melalui permainan "Tepuk Kelipatan" — siswa berhitung berurutan, dan bertepuk tangan setiap kali menyebutkan bilangan kelipatan tertentu.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Peserta didik mengenal konsep kelipatan suatu bilangan melalui pola penjumlahan berulang, kemudian mengenal konsep faktor suatu bilangan melalui pembagian habis, lalu berlatih menentukan kelipatan dan faktor dari beberapa bilangan cacah sederhana.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

QS. Al-An'am (6): 160 (penggalan)

مَن جَآءَ بِٱلْحَسَنَةِ فَلَهُۥ عَشْرُ أَمْثَالِهَا

"Man jaa a bil-hasanati fa lahuu 'asyru amtsaalihaa"

Artinya: "Barangsiapa berbuat kebaikan, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya."

Keterkaitan: Ayat ini menyebutkan konsep "sepuluh kali lipat", yang sebenarnya berkaitan dengan konsep kelipatan yang akan kita pelajari hari ini — yaitu bagaimana suatu bilangan dapat dikalikan berulang menjadi bilangan yang lebih besar. Allah menjanjikan kebaikan kita akan "dilipatgandakan", maka mari kita pelajari makna kelipatan dalam matematika dengan semangat!

2. Pengajaran Materi

a. Materi

Kelipatan suatu bilangan adalah hasil kali bilangan tersebut dengan bilangan asli (1, 2, 3, 4, dan seterusnya). Kelipatan juga bisa dicari dengan cara menjumlahkan bilangan itu sendiri secara berulang.

Kelipatan dariCara MencariHasil
41×4, 2×4, 3×4, 4×4, ...4, 8, 12, 16, 20, ...
61×6, 2×6, 3×6, 4×6, ...6, 12, 18, 24, 30, ...

Faktor suatu bilangan adalah semua bilangan yang dapat membagi habis bilangan tersebut (tidak bersisa). Cara mencari faktor adalah dengan menguraikan bilangan tersebut menjadi perkalian dua bilangan.

Faktor dariPerkalian PenyusunHasil
121×12, 2×6, 3×41, 2, 3, 4, 6, 12
201×20, 2×10, 4×51, 2, 4, 5, 10, 20

Perbedaan mendasar: kelipatan jumlahnya tidak terbatas (semakin dikalikan semakin besar dan terus berlanjut), sedangkan faktor suatu bilangan jumlahnya terbatas (hanya bilangan-bilangan tertentu yang dapat membaginya habis).

Contoh Soal 1: Tuliskan lima bilangan kelipatan 6 yang pertama!

Pembahasan: Kelipatan 6 diperoleh dari 1×6=6, 2×6=12, 3×6=18, 4×6=24, 5×6=30. Jadi, lima kelipatan pertama dari 6 adalah 6, 12, 18, 24, dan 30.

Contoh Soal 2: Tentukan semua faktor dari bilangan 20!

Pembahasan: Uraikan 20 menjadi perkalian dua bilangan: 20 = 1×20, 20 = 2×10, 20 = 4×5. Jadi, faktor dari 20 adalah 1, 2, 4, 5, 10, dan 20.

b. Video Pembelajaran

Video Faktor dan Kelipatan Matematika Kelas 4Faktor dan Kelipatan – Matematika Kelas 4 Kurikulum MerdekaKlik untuk menonton di YouTube

c. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)

I. Pilihan Ganda

  1. Kelipatan dari bilangan 5 yang kurang dari 30 adalah ...
    • A. 5, 10, 15, 20, 25
    • B. 5, 10, 20, 25, 30
    • C. 5, 15, 20, 25
    • D. 10, 15, 20, 25, 30
  2. Faktor dari bilangan 15 adalah ...
    • A. 1, 3, 5, 15
    • B. 1, 3, 5, 7, 15
    • C. 1, 5, 15
    • D. 3, 5, 15
  3. Bilangan berikut yang merupakan kelipatan 7 adalah ...
    • A. 27
    • B. 35
    • C. 40
    • D. 45
  4. Bilangan 12 habis dibagi 4 tanpa sisa. Maka 12 disebut ... dari 4.
    • A. faktor
    • B. kelipatan
    • C. akar
    • D. pangkat
  5. Manakah bilangan berikut yang BUKAN termasuk faktor dari 24?
    • A. 4
    • B. 6
    • C. 9
    • D. 8

II. Isian Singkat

  1. Tiga kelipatan pertama dari bilangan 9 adalah ...
  2. Faktor dari bilangan 16 adalah ...
  3. Sebutkan dua bilangan yang merupakan faktor dari 18!

III. Esai

  1. Bu Guru mempunyai 24 permen yang akan dibagikan sama rata kepada beberapa siswa tanpa ada sisa. Sebutkan semua kemungkinan jumlah siswa yang bisa menerima permen tersebut, beserta alasannya menggunakan konsep faktor!
  2. Sebuah lampu hias berkedip setiap kelipatan 5 detik, dan lampu hias lainnya berkedip setiap kelipatan 8 detik. Tuliskan tiga waktu (dalam detik) di mana kedua lampu tersebut kemungkinan berkedip bersamaan, lalu jelaskan bagaimana caramu menemukannya!

Kesimpulan

Kelipatan suatu bilangan adalah hasil kali bilangan tersebut dengan bilangan asli (1, 2, 3, ...) dan jumlahnya tidak terbatas. Faktor suatu bilangan adalah bilangan-bilangan yang dapat membagi habis bilangan tersebut, dan jumlahnya terbatas.

Refleksi Pembelajaran


PELAJARAN 3

IPAS — Gaya Magnet

Identitas

Nama Guru:Muhammad Solihin, S.Pd., Gr
Mata Pelajaran:IPAS
Hari / Tanggal:Senin / 14 September 2026
Fase / Kelas:B / 4 Zainab
Materi:Gaya Magnet
Pertemuan Ke:1

Capaian Pembelajaran (CP)

Fase B (Kelas III–IV) — IPAS, elemen Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial) (Kurikulum Merdeka, BSKAP Kemdikbudristek):

"Peserta didik memahami bentuk dan fungsi panca indra; siklus hidup makhluk hidup dan upaya pelestariannya; wujud zat dan perubahannya; sumber dan bentuk energi serta perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari; gejala kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari, jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda; peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial di sekitar tempat tinggal dan sekolah; ragam bentang alam serta keterkaitannya dengan profesi masyarakat."

Tujuan Pembelajaran (TP)

Membedakan jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

Mainful: peserta didik langsung bereksperimen menggunakan magnet untuk menguji berbagai benda di kelas, termasuk permainan "mancing" benda logam menggunakan magnet.

Meaningful: peserta didik menyadari bahwa gaya magnet dimanfaatkan dalam banyak alat yang mereka gunakan sehari-hari, seperti kompas dan gerendel kulkas.

Joyful: suasana belajar dibangun melalui sesi tebak-tebakan "magnetis atau bukan?" sebelum benda-benda diuji langsung dengan magnet.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Peserta didik mengenal berbagai jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari, kemudian secara khusus mengidentifikasi sifat-sifat gaya magnet melalui percobaan sederhana mengelompokkan benda magnetis dan non-magnetis, lalu menyimpulkan pengaruh gaya magnet terhadap gerak benda serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

QS. Al-Hadid (57): 25 (penggalan)

وَأَنزَلْنَا ٱلْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ

"Wa anzalnal-hadiida fiihi ba'sun syadiidun wa manaafi'u lin-naas"

Artinya: "Dan Kami ciptakan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia."

Keterkaitan: Besi adalah salah satu logam ciptaan Allah yang memiliki banyak manfaat, termasuk sifatnya yang dapat ditarik oleh magnet (bersifat magnetis). Hari ini kita akan mempelajari bagaimana gaya magnet bekerja menarik benda-benda seperti besi di sekitar kita.

2. Pengajaran Materi

a. Materi

Gaya adalah tarikan atau dorongan yang dapat memengaruhi arah, gerak, dan bentuk suatu benda. Beberapa jenis gaya di sekitar kita antara lain gaya otot, gaya gesek, gaya pegas, gaya gravitasi, dan gaya magnet. Hari ini kita akan mempelajari gaya magnet secara khusus.

Magnet adalah benda yang dapat menarik benda-benda tertentu di sekitarnya. Berdasarkan sifatnya terhadap magnet, benda dibedakan menjadi:

  • Benda magnetis: benda yang dapat ditarik oleh magnet, terbuat dari besi, baja, nikel, atau kobalt. Contoh: paku, jarum jahit, gunting besi.
  • Benda non-magnetis: benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet, contohnya benda dari plastik, kayu, kaca, karet, dan kertas.

Magnet memiliki dua kutub, yaitu kutub utara (U) dan kutub selatan (S). Beberapa sifat gaya magnet:

  1. Hanya menarik benda-benda magnetis tertentu di sekitarnya.
  2. Memiliki gaya tarik dan gaya tolak: kutub yang sama (U-U atau S-S) akan saling tolak-menolak, sedangkan kutub yang berbeda (U-S) akan saling tarik-menarik.
  3. Gaya magnet dapat menembus benda tertentu, misalnya kertas atau kaca tipis.
  4. Gaya magnet paling kuat berada di kedua kutubnya.
  5. Kekuatan magnet dapat melemah jika sering dijatuhkan, dipukul-pukul, atau terkena panas berlebih.

Magnet memiliki berbagai bentuk, misalnya magnet batang, magnet U (tapal kuda), magnet jarum (kompas), magnet silinder, dan magnet cincin. Manfaat gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari antara lain: kompas untuk menunjukkan arah, dinamo sepeda untuk menghasilkan listrik, gerendel magnet pada pintu lemari/kulkas, serta alat pengangkut besi tua (crane magnet).

Contoh Soal 1: Kelompokkan benda berikut menjadi benda magnetis dan non-magnetis: paku besi, penggaris plastik, jarum jahit, karet penghapus, gunting besi, kertas!

Pembahasan: Benda magnetis: paku besi, jarum jahit, gunting besi (terbuat dari logam besi). Benda non-magnetis: penggaris plastik, karet penghapus, kertas (bukan dari logam besi/baja/nikel/kobalt).

Contoh Soal 2: Dua buah magnet didekatkan pada posisi kutub utara bertemu kutub utara. Apa yang akan terjadi? Jelaskan alasannya!

Pembahasan: Kedua magnet akan saling tolak-menolak, karena kutub magnet yang sejenis (sama-sama kutub utara) akan saling menolak. Jika yang didekatkan adalah kutub yang berbeda (utara-selatan), maka keduanya akan saling tarik-menarik.

b. Video Pembelajaran

Video Gaya Magnet IPAS Kelas 4Gaya Magnet – Materi IPAS Kelas 4 Kurikulum MerdekaKlik untuk menonton di YouTube

c. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)

I. Pilihan Ganda

  1. Berikut ini benda yang bersifat magnetis (dapat ditarik magnet) adalah ...
    • A. penggaris plastik
    • B. paku besi
    • C. karet penghapus
    • D. kertas
  2. Jika kutub utara sebuah magnet didekatkan dengan kutub selatan magnet lain, yang akan terjadi adalah ...
    • A. tarik-menarik
    • B. tolak-menolak
    • C. tidak terjadi apa-apa
    • D. kedua magnet pecah
  3. Bagian magnet yang memiliki gaya tarik paling kuat terletak di ...
    • A. tengah magnet
    • B. kedua ujung (kutub) magnet
    • C. seluruh permukaan sama kuat
    • D. hanya di kutub selatan
  4. Alat berikut yang memanfaatkan gaya magnet untuk menunjukkan arah mata angin adalah ...
    • A. termometer
    • B. kompas
    • C. jam dinding
    • D. penggaris
  5. Berikut ini yang BUKAN cara menjaga agar magnet tidak cepat melemah adalah ...
    • A. tidak dijatuhkan berulang kali
    • B. tidak dipukul-pukul
    • C. disimpan di tempat yang aman
    • D. dijatuhkan dari tempat tinggi berkali-kali

II. Isian Singkat

  1. Benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet disebut benda ...
  2. Magnet memiliki dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub ...
  3. Sifat magnet yang menyebabkan magnet tetap dapat menarik paku meskipun dilapisi selembar kertas disebut sifat magnet dapat ... benda.

III. Esai

  1. Sebutkan tiga contoh benda di sekitarmu yang bersifat magnetis dan tiga contoh benda yang bersifat non-magnetis!
  2. Jelaskan tiga manfaat gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari!

Kesimpulan

Gaya magnet adalah salah satu jenis gaya yang dapat menarik benda-benda magnetis (besi, baja, nikel, kobalt), namun tidak menarik benda non-magnetis. Magnet memiliki dua kutub (utara dan selatan) yang saling tarik-menarik jika berbeda dan tolak-menolak jika sejenis, serta memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Refleksi Pembelajaran


Kamis, 10 September 2026

Materi Ajar Kelas 4 Zainab, Jum'at 11 September 2026

MATERI AJAR HARIAN

Matematika

Fase B / Kelas 4 Zainab — Jum'at, 11 September 2026

PELAJARAN 1

Matematika — Mengenal Kelipatan dan Faktor

Identitas

Nama Guru:Muhammad Solihin, S.Pd., Gr
Mata Pelajaran:Matematika
Hari / Tanggal:Jum'at / 11 September 2026
Fase / Kelas:B / 4 Zainab
Materi:Mengenal Kelipatan dan Faktor
Pertemuan Ke:1

Capaian Pembelajaran (CP)

Fase B (Kelas III–IV) — Matematika, elemen Bilangan (Kurikulum Merdeka, BSKAP Kemdikbudristek):

"Pada akhir Fase B, peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000. Peserta didik dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000. Mereka dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda-benda konkret, gambar, dan simbol matematika. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah berkaitan dengan kelipatan dan faktor."

Tujuan Pembelajaran (TP)

Murid mengenal kelipatan dan faktor.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

Mainful: peserta didik bermain "lompat kelipatan" di lantai kelas menggunakan angka-angka yang ditempel, melompati bilangan kelipatan sambil menyebutkannya dengan suara lantang.

Meaningful: peserta didik menyadari bahwa konsep kelipatan dan faktor membantu mereka membagi barang secara adil dan menemukan pola bilangan dalam kehidupan sehari-hari.

Joyful: pembelajaran dikemas melalui permainan "Tepuk Kelipatan" — siswa berhitung berurutan, dan bertepuk tangan setiap kali menyebutkan bilangan kelipatan tertentu.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Peserta didik mengenal konsep kelipatan suatu bilangan melalui pola penjumlahan berulang, kemudian mengenal konsep faktor suatu bilangan melalui pembagian habis, lalu berlatih menentukan kelipatan dan faktor dari beberapa bilangan cacah sederhana.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

QS. Al-An'am (6): 160 (penggalan)

مَن جَآءَ بِٱلْحَسَنَةِ فَلَهُۥ عَشْرُ أَمْثَالِهَا

"Man jaa a bil-hasanati fa lahuu 'asyru amtsaalihaa"

Artinya: "Barangsiapa berbuat kebaikan, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya."

Keterkaitan: Ayat ini menyebutkan konsep "sepuluh kali lipat", yang sebenarnya berkaitan dengan konsep kelipatan yang akan kita pelajari hari ini — yaitu bagaimana suatu bilangan dapat dikalikan berulang menjadi bilangan yang lebih besar. Allah menjanjikan kebaikan kita akan "dilipatgandakan", maka mari kita pelajari makna kelipatan dalam matematika dengan semangat!

2. Pengajaran Materi

a. Materi

Kelipatan suatu bilangan adalah hasil kali bilangan tersebut dengan bilangan asli (1, 2, 3, 4, dan seterusnya). Kelipatan juga bisa dicari dengan cara menjumlahkan bilangan itu sendiri secara berulang.

Kelipatan dariCara MencariHasil
41×4, 2×4, 3×4, 4×4, ...4, 8, 12, 16, 20, ...
61×6, 2×6, 3×6, 4×6, ...6, 12, 18, 24, 30, ...

Faktor suatu bilangan adalah semua bilangan yang dapat membagi habis bilangan tersebut (tidak bersisa). Cara mencari faktor adalah dengan menguraikan bilangan tersebut menjadi perkalian dua bilangan.

Faktor dariPerkalian PenyusunHasil
121×12, 2×6, 3×41, 2, 3, 4, 6, 12
201×20, 2×10, 4×51, 2, 4, 5, 10, 20

Perbedaan mendasar: kelipatan jumlahnya tidak terbatas (semakin dikalikan semakin besar dan terus berlanjut), sedangkan faktor suatu bilangan jumlahnya terbatas (hanya bilangan-bilangan tertentu yang dapat membaginya habis).

Contoh Soal 1: Tuliskan lima bilangan kelipatan 6 yang pertama!

Pembahasan: Kelipatan 6 diperoleh dari 1×6=6, 2×6=12, 3×6=18, 4×6=24, 5×6=30. Jadi, lima kelipatan pertama dari 6 adalah 6, 12, 18, 24, dan 30.

Contoh Soal 2: Tentukan semua faktor dari bilangan 20!

Pembahasan: Uraikan 20 menjadi perkalian dua bilangan: 20 = 1×20, 20 = 2×10, 20 = 4×5. Jadi, faktor dari 20 adalah 1, 2, 4, 5, 10, dan 20.

b. Video Pembelajaran

Video Faktor dan Kelipatan Matematika Kelas 4Faktor dan Kelipatan – Matematika Kelas 4 Kurikulum MerdekaKlik untuk menonton di YouTube

c. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)

I. Pilihan Ganda

  1. Kelipatan dari bilangan 5 yang kurang dari 30 adalah ...
    • A. 5, 10, 15, 20, 25
    • B. 5, 10, 20, 25, 30
    • C. 5, 15, 20, 25
    • D. 10, 15, 20, 25, 30
  2. Faktor dari bilangan 15 adalah ...
    • A. 1, 3, 5, 15
    • B. 1, 3, 5, 7, 15
    • C. 1, 5, 15
    • D. 3, 5, 15
  3. Bilangan berikut yang merupakan kelipatan 7 adalah ...
    • A. 27
    • B. 35
    • C. 40
    • D. 45
  4. Bilangan 12 habis dibagi 4 tanpa sisa. Maka 12 disebut ... dari 4.
    • A. faktor
    • B. kelipatan
    • C. akar
    • D. pangkat
  5. Manakah bilangan berikut yang BUKAN termasuk faktor dari 24?
    • A. 4
    • B. 6
    • C. 9
    • D. 8

II. Isian Singkat

  1. Tiga kelipatan pertama dari bilangan 9 adalah ...
  2. Faktor dari bilangan 16 adalah ...
  3. Sebutkan dua bilangan yang merupakan faktor dari 18!

III. Esai

  1. Bu Guru mempunyai 24 permen yang akan dibagikan sama rata kepada beberapa siswa tanpa ada sisa. Sebutkan semua kemungkinan jumlah siswa yang bisa menerima permen tersebut, beserta alasannya menggunakan konsep faktor!
  2. Sebuah lampu hias berkedip setiap kelipatan 5 detik, dan lampu hias lainnya berkedip setiap kelipatan 8 detik. Tuliskan tiga waktu (dalam detik) di mana kedua lampu tersebut kemungkinan berkedip bersamaan, lalu jelaskan bagaimana caramu menemukannya!
Lihat Kunci Jawaban

Pilihan Ganda: 1. A   2. A   3. B   4. B   5. C

Isian:

  1. 9, 18, 27
  2. 1, 2, 4, 8, 16
  3. Contoh: 2 dan 3 (faktor lain yang benar juga diterima: 1, 6, 9, 18)

Esai:

  1. Kemungkinan jumlah siswa adalah semua faktor dari 24, yaitu 1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, atau 24 siswa, karena bilangan-bilangan tersebut dapat membagi habis 24 tanpa sisa.
  2. Kelipatan 5: 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35, 40, 80, 120, ... Kelipatan 8: 8, 16, 24, 32, 40, 80, 120, ... Kedua lampu berkedip bersamaan pada detik ke-40, ke-80, dan ke-120 (kelipatan persekutuan dari 5 dan 8). Caranya adalah dengan menuliskan kelipatan masing-masing bilangan, lalu mencari bilangan yang muncul pada kedua daftar.

Kesimpulan

Kelipatan suatu bilangan adalah hasil kali bilangan tersebut dengan bilangan asli (1, 2, 3, ...) dan jumlahnya tidak terbatas. Faktor suatu bilangan adalah bilangan-bilangan yang dapat membagi habis bilangan tersebut, dan jumlahnya terbatas.

Refleksi Pembelajaran

Sebagian besar murid sudah mampu menentukan kelipatan suatu bilangan dengan lancar melalui perkalian berurutan, namun sebagian kecil murid masih perlu bimbingan dalam menentukan seluruh faktor dari sebuah bilangan secara sistematis.

Rabu, 09 September 2026

Materi Ajar Kelas 4 Zainab, Kamis 10 September 2026

MATERI AJAR HARIAN

Bahasa Indonesia • IPAS

Fase B / Kelas 4 Zainab — 10 September 2026

PELAJARAN 1

Bahasa Indonesia — Awalan Me-

Identitas

Nama Guru:Muhammad Solihin, S.Pd., Gr
Mata Pelajaran:Bahasa Indonesia
Hari / Tanggal:Kamis / 10 September 2026
Fase / Kelas:B / 4 Zainab
Materi:Awalan Me-
Pertemuan Ke:2

Capaian Pembelajaran (CP)

Fase B (Kelas III–IV) — Bahasa Indonesia (Kurikulum Merdeka, BSKAP Kemdikbudristek):

"Peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar, sesuai dengan tujuan, kepada teman sebaya dan orang dewasa tentang hal-hal menarik di lingkungan sekitarnya. Peserta didik menunjukkan minat terhadap teks, mampu memahami dan menyampaikan gagasan dari teks informatif, serta mampu mengungkapkan gagasan dalam kerja kelompok dan diskusi, serta memaparkan pendapatnya secara lisan dan tertulis."

Elemen Menulis: peserta didik mampu menulis teks dengan rangkaian kalimat yang beragam dan informasi yang rinci dan akurat — salah satu penunjangnya adalah penguasaan kaidah kebahasaan, termasuk penggunaan imbuhan (awalan) yang tepat.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Peserta didik mampu menggunakan kaidah kebahasaan awalan ‘me-’ dengan benar, termasuk aturan peluluhan huruf awal.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

Mainful: peserta didik bermain "detektif kata" untuk menemukan kata berimbuhan me- yang salah tulis dalam sebuah teks pendek, lalu membetulkannya bersama kelompok.

Meaningful: peserta didik menyadari bahwa memahami pengecualian aturan awalan me- (kata bersuku satu dan kata serapan) membuat tulisan mereka semakin baku dan mudah dipahami pembaca.

Joyful: pembelajaran dikemas dengan kuis cepat tepat berkelompok menggunakan kartu jawaban, disertai tepuk "Luluh-Tidak Luluh" sebagai penanda jawaban benar.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Peserta didik mengulas kembali aturan dasar awalan me- dan peluluhan huruf k, t, s, p, kemudian mempelajari dua aturan khusus (kata dasar bersuku kata satu dan kata serapan berkonsonan rangkap), lalu berlatih menerapkan seluruh aturan tersebut dalam kalimat dan teks pendek.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

QS. Al-Ahzab (33): 70

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًۭا سَدِيدًۭا

"Yaa ayyuhal-ladziina aamanuttaqullaaha wa quuluu qaulan sadiidaa"

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar."

Keterkaitan: Pada pertemuan sebelumnya kita sudah belajar aturan dasar awalan me-. Hari ini kita akan memperdalam aturannya agar semakin "sadidan" (benar dan tepat) dalam berbahasa, termasuk memahami kata-kata yang tampak seperti pengecualian.

2. Pengajaran Materi

a. Materi

Sebagai penguatan, mari kita ulas kembali secara singkat: awalan me- berubah menjadi mem-, men-, meng-, meny-, atau tetap me-, tergantung huruf awal kata dasar, dan huruf k, t, s, p akan luluh jika langsung diikuti huruf vokal.

Selain aturan dasar tersebut, ada dua aturan khusus yang perlu kita pahami:

Aturan KhususPenjelasanContoh
Kata dasar bersuku kata satuMendapat sisipan bunyi "-nge-" agar mudah diucapkan, huruf awal TIDAK luluh.cat → mengecat; bom → mengebom; tik → mengetik; las → mengelas
Kata serapan berkonsonan rangkap di awalJika huruf k, p, t, s pada kata dasar diikuti oleh konsonan lain (bukan vokal), maka huruf tersebut TIDAK luluh.kritik → mengkritik (kr); praktik → mempraktikkan (pr); transfer → mentransfer (tr)

Contoh Soal 1: Manakah bentuk yang benar, "mengkritik" atau "mengeritik"? Jelaskan alasannya!

Pembahasan: Bentuk yang benar adalah mengkritik. Kata dasar "kritik" berawalan gugus dua konsonan "kr" (bukan k diikuti vokal), sehingga huruf k tidak luluh meskipun diberi awalan me- (meng-).

Contoh Soal 2: Kata dasar "cat" (satu suku kata) jika diberi awalan me- menjadi apa? Jelaskan aturannya!

Pembahasan: Menjadi mengecat. Kata dasar yang hanya terdiri dari satu suku kata mendapat sisipan bunyi "-nge-" ketika diberi awalan me-, agar lebih mudah diucapkan.

b. Video Pembelajaran

Video Awalan Me- Bahasa Indonesia Kelas 4Awalan Me- Bahasa Indonesia Kelas 4 SD Kurikulum MerdekaKlik untuk menonton di YouTube

c. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)

I. Pilihan Ganda

  1. Kata dasar "tik" (satu suku kata) jika diberi awalan me- menjadi ...
    • A. metik
    • B. mentik
    • C. mengetik
    • D. mengtik
  2. Kata dasar "transfer" jika diberi awalan me- menjadi ...
    • A. mentransfer
    • B. menransfer
    • C. mentranfer
    • D. mengtransfer
  3. Kata dasar "praktik" jika diberi awalan me- dan akhiran -kan menjadi ...
    • A. memraktikkan
    • B. mempraktikkan
    • C. mepraktikkan
    • D. mengpraktikkan
  4. "Adik ... origami menjadi bentuk burung." Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat itu adalah ...
    • A. melipat
    • B. mengelipat
    • C. menlipat
    • D. memlipat
  5. Manakah kalimat berikut yang PALING TEPAT penggunaan awalan me-?
    • A. Kakak sedang mengecat pagar rumah.
    • B. Kakak sedang mecat pagar rumah.
    • C. Kakak sedang mengcat pagar rumah.
    • D. Kakak sedang mencat pagar rumah.

II. Isian Singkat

  1. Kata dasar "bom" (satu suku kata) jika diberi awalan me- menjadi ...
  2. Kata dasar "cek" jika diberi awalan me- menjadi ...
  3. Huruf k pada kata "kritik" tidak luluh karena diikuti oleh huruf ... (bukan huruf vokal).

III. Esai

  1. Jelaskan mengapa kata dasar bersuku kata satu seperti "cat", "bom", dan "las" mendapat sisipan "-nge-" ketika diberi awalan me-! Berikan satu contoh tambahan!
  2. Mengapa kata "kritik" tidak berubah menjadi "mengeritik" (k luluh), melainkan tetap menjadi "mengkritik"? Jelaskan alasannya!
Lihat Kunci Jawaban

Pilihan Ganda: 1. C   2. A   3. B   4. A   5. A

Isian:

  1. mengebom (kata bersuku satu, mendapat sisipan -nge-)
  2. mengecek (kata bersuku satu, mendapat sisipan -nge-)
  3. konsonan lain (bukan huruf vokal)

Esai:

  1. Karena kata dasar bersuku kata satu tidak dapat langsung digabung dengan awalan me- tanpa sisipan bunyi, agar pengucapannya lebih mudah dan jelas didengar. Contoh tambahan: las → mengelas, tes → mengetes.
  2. Karena aturan peluluhan huruf k hanya berlaku jika huruf k langsung diikuti oleh huruf vokal. Pada kata "kritik", huruf k diikuti oleh huruf konsonan "r" (membentuk gugus "kr"), sehingga huruf k tidak luluh.

Kesimpulan

Selain aturan dasar peluluhan huruf k, t, s, p, awalan me- memiliki dua aturan khusus: kata dasar bersuku kata satu mendapat sisipan "-nge-" (misalnya cat → mengecat), dan kata dasar dengan gugus konsonan rangkap di awal tidak mengalami peluluhan (misalnya kritik → mengkritik).

Refleksi Pembelajaran

Sebagian besar murid sudah mampu menerapkan aturan dasar peluluhan dengan baik, namun sebagian kecil murid masih perlu bimbingan dalam memahami aturan khusus kata bersuku satu dan kata serapan berkonsonan rangkap. Latihan tambahan berupa kuis kelompok akan diulang pada pertemuan berikutnya.

PELAJARAN 2

IPAS — Gaya Magnet

Identitas

Nama Guru:Muhammad Solihin, S.Pd., Gr
Mata Pelajaran:IPAS
Hari / Tanggal:Kamis / 10 September 2026
Fase / Kelas:B / 4 Zainab
Materi:Gaya Magnet
Pertemuan Ke:1

Capaian Pembelajaran (CP)

Fase B (Kelas III–IV) — IPAS, elemen Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial) (Kurikulum Merdeka, BSKAP Kemdikbudristek):

"Peserta didik memahami bentuk dan fungsi panca indra; siklus hidup makhluk hidup dan upaya pelestariannya; wujud zat dan perubahannya; sumber dan bentuk energi serta perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari; gejala kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari, jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda; peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial di sekitar tempat tinggal dan sekolah; ragam bentang alam serta keterkaitannya dengan profesi masyarakat."

Tujuan Pembelajaran (TP)

Membedakan jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

Mainful: peserta didik langsung bereksperimen menggunakan magnet untuk menguji berbagai benda di kelas, termasuk permainan "mancing" benda logam menggunakan magnet.

Meaningful: peserta didik menyadari bahwa gaya magnet dimanfaatkan dalam banyak alat yang mereka gunakan sehari-hari, seperti kompas dan gerendel kulkas.

Joyful: suasana belajar dibangun melalui sesi tebak-tebakan "magnetis atau bukan?" sebelum benda-benda diuji langsung dengan magnet.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Peserta didik mengenal berbagai jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari, kemudian secara khusus mengidentifikasi sifat-sifat gaya magnet melalui percobaan sederhana mengelompokkan benda magnetis dan non-magnetis, lalu menyimpulkan pengaruh gaya magnet terhadap gerak benda serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

QS. Al-Hadid (57): 25 (penggalan)

وَأَنزَلْنَا ٱلْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ

"Wa anzalnal-hadiida fiihi ba'sun syadiidun wa manaafi'u lin-naas"

Artinya: "Dan Kami ciptakan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia."

Keterkaitan: Besi adalah salah satu logam ciptaan Allah yang memiliki banyak manfaat, termasuk sifatnya yang dapat ditarik oleh magnet (bersifat magnetis). Hari ini kita akan mempelajari bagaimana gaya magnet bekerja menarik benda-benda seperti besi di sekitar kita.

2. Pengajaran Materi

a. Materi

Gaya adalah tarikan atau dorongan yang dapat memengaruhi arah, gerak, dan bentuk suatu benda. Beberapa jenis gaya di sekitar kita antara lain gaya otot, gaya gesek, gaya pegas, gaya gravitasi, dan gaya magnet. Hari ini kita akan mempelajari gaya magnet secara khusus.

Magnet adalah benda yang dapat menarik benda-benda tertentu di sekitarnya. Berdasarkan sifatnya terhadap magnet, benda dibedakan menjadi:

  • Benda magnetis: benda yang dapat ditarik oleh magnet, terbuat dari besi, baja, nikel, atau kobalt. Contoh: paku, jarum jahit, gunting besi.
  • Benda non-magnetis: benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet, contohnya benda dari plastik, kayu, kaca, karet, dan kertas.

Magnet memiliki dua kutub, yaitu kutub utara (U) dan kutub selatan (S). Beberapa sifat gaya magnet:

  1. Hanya menarik benda-benda magnetis tertentu di sekitarnya.
  2. Memiliki gaya tarik dan gaya tolak: kutub yang sama (U-U atau S-S) akan saling tolak-menolak, sedangkan kutub yang berbeda (U-S) akan saling tarik-menarik.
  3. Gaya magnet dapat menembus benda tertentu, misalnya kertas atau kaca tipis.
  4. Gaya magnet paling kuat berada di kedua kutubnya.
  5. Kekuatan magnet dapat melemah jika sering dijatuhkan, dipukul-pukul, atau terkena panas berlebih.

Magnet memiliki berbagai bentuk, misalnya magnet batang, magnet U (tapal kuda), magnet jarum (kompas), magnet silinder, dan magnet cincin. Manfaat gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari antara lain: kompas untuk menunjukkan arah, dinamo sepeda untuk menghasilkan listrik, gerendel magnet pada pintu lemari/kulkas, serta alat pengangkut besi tua (crane magnet).

Contoh Soal 1: Kelompokkan benda berikut menjadi benda magnetis dan non-magnetis: paku besi, penggaris plastik, jarum jahit, karet penghapus, gunting besi, kertas!

Pembahasan: Benda magnetis: paku besi, jarum jahit, gunting besi (terbuat dari logam besi). Benda non-magnetis: penggaris plastik, karet penghapus, kertas (bukan dari logam besi/baja/nikel/kobalt).

Contoh Soal 2: Dua buah magnet didekatkan pada posisi kutub utara bertemu kutub utara. Apa yang akan terjadi? Jelaskan alasannya!

Pembahasan: Kedua magnet akan saling tolak-menolak, karena kutub magnet yang sejenis (sama-sama kutub utara) akan saling menolak. Jika yang didekatkan adalah kutub yang berbeda (utara-selatan), maka keduanya akan saling tarik-menarik.

b. Video Pembelajaran

Video Gaya Magnet IPAS Kelas 4Gaya Magnet – Materi IPAS Kelas 4 Kurikulum MerdekaKlik untuk menonton di YouTube

c. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)

I. Pilihan Ganda

  1. Berikut ini benda yang bersifat magnetis (dapat ditarik magnet) adalah ...
    • A. penggaris plastik
    • B. paku besi
    • C. karet penghapus
    • D. kertas
  2. Jika kutub utara sebuah magnet didekatkan dengan kutub selatan magnet lain, yang akan terjadi adalah ...
    • A. tarik-menarik
    • B. tolak-menolak
    • C. tidak terjadi apa-apa
    • D. kedua magnet pecah
  3. Bagian magnet yang memiliki gaya tarik paling kuat terletak di ...
    • A. tengah magnet
    • B. kedua ujung (kutub) magnet
    • C. seluruh permukaan sama kuat
    • D. hanya di kutub selatan
  4. Alat berikut yang memanfaatkan gaya magnet untuk menunjukkan arah mata angin adalah ...
    • A. termometer
    • B. kompas
    • C. jam dinding
    • D. penggaris
  5. Berikut ini yang BUKAN cara menjaga agar magnet tidak cepat melemah adalah ...
    • A. tidak dijatuhkan berulang kali
    • B. tidak dipukul-pukul
    • C. disimpan di tempat yang aman
    • D. dijatuhkan dari tempat tinggi berkali-kali

II. Isian Singkat

  1. Benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet disebut benda ...
  2. Magnet memiliki dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub ...
  3. Sifat magnet yang menyebabkan magnet tetap dapat menarik paku meskipun dilapisi selembar kertas disebut sifat magnet dapat ... benda.

III. Esai

  1. Sebutkan tiga contoh benda di sekitarmu yang bersifat magnetis dan tiga contoh benda yang bersifat non-magnetis!
  2. Jelaskan tiga manfaat gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari!
Lihat Kunci Jawaban

Pilihan Ganda: 1. B   2. A   3. B   4. B   5. D

Isian:

  1. non-magnetis
  2. selatan
  3. menembus

Esai:

  1. Contoh benda magnetis: paku, gunting besi, peniti. Contoh benda non-magnetis: penggaris plastik, buku, karet penghapus. (Jawaban dapat bervariasi sesuai benda di sekitar siswa.)
  2. Contoh manfaat: (1) kompas untuk menunjukkan arah mata angin, (2) dinamo sepeda untuk menghasilkan listrik, (3) gerendel magnet pada pintu lemari/kulkas agar tertutup rapat.

Kesimpulan

Gaya magnet adalah salah satu jenis gaya yang dapat menarik benda-benda magnetis (besi, baja, nikel, kobalt), namun tidak menarik benda non-magnetis. Magnet memiliki dua kutub (utara dan selatan) yang saling tarik-menarik jika berbeda dan tolak-menolak jika sejenis, serta memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Refleksi Pembelajaran

Sebagian besar murid antusias dan mampu membedakan benda magnetis dan non-magnetis melalui percobaan langsung, namun sebagian kecil murid masih perlu bimbingan dalam memahami konsep tolak-menolak dan tarik-menarik antar kutub magnet.