Rabu, 02 September 2026

Materi Ajar Kelas 4 Zainab, Kamis 3 September 2026

 

Materi Pembelajaran Kelas 4 ZAINAB

Identitas


- Nama Guru : Muhammad Solihin, S.Pd., Gr

- Hari / Tanggal : Kamis / 3 September 2026

- Fase / Kelas : B / 4 Zainab

- Mata Pelajaran : IPAS & Bahasa Indonesia

- Materi : Gaya & Ide Pokok

- Pertemuan Ke : 2

Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala

وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا"Wa khalaqa kulla syai'in fa qaddarahū taqdīrā."

Artinya: "Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya." (QS. Al-Furqan: 2)


Keterkaitan Materi: Ayat ini mengingatkan kita bahwa Allah menciptakan alam dengan perhitungan yang sangat teliti. Dalam IPAS, kita mempelajari hukum-hukum Gaya yang menggerakkan benda secara teratur. Dalam Bahasa Indonesia, kita belajar menemukan Ide Pokok untuk memahami inti atau "ukuran" dari sebuah informasi yang disampaikan.

1. IPAS: Gaya dan Pengaruhnya

Capaian Pembelajaran (CP): Peserta didik mengidentifikasi ragam gaya yang terlibat dalam aktivitas sehari-hari dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda.

Tujuan Pembelajaran (TP): Membedakan jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  • Mengidentifikasi pengertian gaya sebagai tarikan atau dorongan.
  • Menyebutkan ragam jenis gaya (otot, gesek, magnet, gravitasi, pegas, listrik).
  • Mengamati pengaruh gaya yang membuat benda diam menjadi bergerak atau sebaliknya.
  • Menganalisis pengaruh gaya terhadap perubahan bentuk dan arah gerak benda (HOTS).

Model / Metode Pembelajaran: Model Inkuiri Terbimbing dengan metode Eksperimen Sederhana. Alasan: Agar siswa dapat menemukan sendiri konsep pengaruh gaya melalui pengamatan langsung pada benda di sekitar mereka.

Penjabaran Materi

Video Pembelajaran:
📺 Tonton: Gaya Memengaruhi Gerak Benda

Ringkasan Materi:
Gaya adalah tarikan atau dorongan yang diberikan pada benda. Gaya tidak dapat dilihat, tetapi pengaruhnya dapat dirasakan. Pengaruh gaya meliputi:

  • Mengubah bentuk benda: Menekan botol plastik, meremas kertas.
  • Mengubah arah gerak benda: Menangkis bola, memutar kemudi sepeda.
  • Membuat benda diam menjadi bergerak: Mendorong meja, menendang bola.
  • Membuat benda bergerak menjadi diam: Mengerem sepeda, menangkap bola.

Contoh Soal:
1. Apa yang terjadi jika plastisin ditekan dengan tangan? (Jawab: Plastisin berubah bentuk).
2. Gaya apa yang digunakan saat kita menendang bola? (Jawab: Gaya Otot).

Asesmen Formatif (HOTS)

A. Pilihan Ganda

  1. Kegiatan yang membuktikan gaya dapat mengubah bentuk benda adalah...
    a. Mengerem sepeda   b. Menendang bola   c. Meremas kaleng   d. Mendorong lemari
  2. Kiper menangkap bola yang melaju ke arah gawang. Pengaruh gaya yang terjadi adalah...
    a. Benda diam jadi bergerak   b. Benda bergerak jadi diam   c. Benda berubah bentuk   d. Benda berubah arah
  3. Gaya yang bekerja pada saat kita menggunakan katapel adalah gaya...
    a. Magnet   b. Otot   c. Pegas   d. Gravitasi
  4. Semakin kasar permukaan benda, maka gaya gesek akan semakin...
    a. Kecil   b. Besar   c. Hilang   d. Lemah
  5. Buah mangga yang jatuh dari pohon ke tanah dipengaruhi oleh gaya...
    a. Gesek   b. Otot   c. Gravitasi   d. Magnet

B. Isian

  1. Tarikan atau dorongan yang diberikan pada benda disebut __________.
  2. Gaya yang terjadi saat dua permukaan benda saling bersentuhan adalah gaya __________.
  3. Menangkis bola yang datang ke arah kita menunjukkan bahwa gaya dapat mengubah __________ benda.

C. Esai

  1. Jelaskan 3 pengaruh gaya terhadap benda yang sering kamu temukan di sekolah!
  2. Mengapa pemain bola harus memberikan gaya pada bola yang sedang diam agar bisa mencetak gol? Jelaskan prosesnya!
[ Klik untuk Kunci Jawaban IPAS ]

PG: 1.c, 2.b, 3.c, 4.b, 5.c

Isian: 1. Gaya, 2. Gesek, 3. Arah Gerak

Esai: 1. Mendorong kursi (diam ke gerak), Menghapus papan tulis (gesek), Meraut pensil (berubah bentuk). 2. Bola diam memiliki energi potensial, dengan gaya otot (tendangan), bola mendapatkan energi kinetik sehingga bergerak menuju gawang.

2. Bahasa Indonesia: Ide Pokok

Capaian Pembelajaran (CP): Peserta didik mampu memahami ide pokok (gagasan utama) dan ide pendukung pada teks informatif serta teks narasi yang dibacakan atau didengar.

Tujuan Pembelajaran (TP): Peserta didik mampu memahami ide pokok dari teks narasi yang dibacakan guru.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  • Menyimak teks narasi yang dibacakan dengan seksama.
  • Menemukan kalimat utama dalam setiap paragraf.
  • Membedakan antara ide pokok dan ide pendukung.
  • Menyusun ringkasan teks berdasarkan ide pokok yang ditemukan (HOTS).

Model / Metode Pembelajaran: Model Diskusi Terbimbing dengan metode Tanya Jawab. Alasan: Membantu siswa melatih fokus pendengaran dan kemampuan menyimpulkan informasi secara kritis.

Penjabaran Materi

Video Pembelajaran:
📺 Tonton: Menentukan Ide Pokok Paragraf

Ringkasan Materi:
Ide pokok adalah gagasan utama atau inti pembahasan dalam sebuah paragraf. Ide pokok biasanya terdapat dalam kalimat utama. Kalimat utama bisa berada di awal paragraf (deduktif), di akhir paragraf (induktif), atau di awal dan akhir (campuran).
Ide pendukung adalah informasi tambahan yang menjelaskan ide pokok agar paragraf lebih jelas.

Contoh Soal:
Teks: "Beni rajin belajar setiap hari. Ia selalu mengerjakan PR tepat waktu. Beni juga sering membaca buku di perpustakaan."
1. Apa ide pokok paragraf tersebut? (Jawab: Beni anak yang rajin belajar).
2. Sebutkan satu ide pendukungnya! (Jawab: Beni mengerjakan PR tepat waktu).

Asesmen Formatif (HOTS)

A. Pilihan Ganda

  1. Inti dari sebuah paragraf disebut...
    a. Kalimat penjelas   b. Ide pokok   c. Judul   d. Tema
  2. Kalimat yang menjelaskan ide pokok disebut kalimat...
    a. Utama   b. Penjelas   c. Tanya   d. Perintah
  3. Paragraf yang ide pokoknya terletak di awal disebut paragraf...
    a. Induktif   b. Deduktif   c. Campuran   d. Deskriptif
  4. "Pagi hari yang cerah, Lani bersiap pergi ke sekolah. Ia merapikan tas dan memakai seragam dengan rapi. Lani sangat semangat menyambut hari pertama sekolah." Ide pokoknya adalah...
    a. Pagi hari yang cerah   b. Lani memakai seragam   c. Lani semangat ke sekolah   d. Lani merapikan tas
  5. Langkah pertama untuk menemukan ide pokok adalah...
    a. Membuat judul   b. Membaca teks dengan seksama   c. Menulis ringkasan   d. Menghitung jumlah kata

B. Isian

  1. Gagasan utama biasanya terdapat dalam kalimat __________.
  2. Ide pokok paragraf induktif terletak di __________ paragraf.
  3. Nama lain dari ide pokok adalah __________ utama.

C. Esai

  1. Bacalah teks berikut, lalu tentukan ide pokoknya: "Hutan memiliki banyak manfaat bagi manusia. Pohon-pohon di hutan menghasilkan oksigen untuk bernapas. Hutan juga menjadi tempat tinggal berbagai jenis hewan."
  2. Mengapa kita perlu menemukan ide pokok saat membaca atau mendengarkan sebuah cerita? Jelaskan!
[ Klik untuk Kunci Jawaban Bahasa Indonesia ]

PG: 1.b, 2.b, 3.b, 4.c, 5.b

Isian: 1. Utama, 2. Akhir, 3. Gagasan

Esai: 1. Manfaat hutan bagi manusia. 2. Agar kita dapat memahami inti informasi yang disampaikan penulis tanpa harus membaca seluruh detail yang berulang.

Dibuat oleh: Muhammad Solihin, S.Pd., Gr
SD Al Azhar 1 Bandar Lampung | 2026

Selasa, 01 September 2026

Materi Ajar Kelas 4 Zainab, Rabu 2 September 2026

 

Materi Pembelajaran Kelas 4 ZAINAB

Identitas 


- Nama Guru : Muhammad Solihin, S.Pd., Gr

- Hari / Tanggal : Rabu / 2 September 2026

- Fase / Kelas : B / 4 Zainab

- Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia, Seni Rupa, Pendidikan Pancasila

- Materi : Ide Pokok, Tekstur, Lingkungan Tempat Tinggalku

- Pertemuan Ke : 2

Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala

أَفَلَا يَنْظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ"A falā yanẓurūna ilal-ibili kaifa khuliqat."

Artinya: "Maka tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana ia diciptakan?" (QS. Al-Ghashiyah: 17)


Keterkaitan Materi: Ayat ini mengajak kita untuk mengamati ciptaan Allah dengan teliti. Hal ini relevan dengan materi Ide Pokok (memperhatikan isi teks), Tekstur (mengamati permukaan benda), dan Lingkungan (mengenali tempat tinggal kita sebagai bagian dari bumi Allah).

1. Bahasa Indonesia: Ide Pokok

Capaian Pembelajaran (CP): Peserta didik mampu memahami ide pokok (gagasan utama) dan ide pendukung pada teks informatif serta teks narasi yang dibacakan atau didengar.

Tujuan Pembelajaran (TP): Peserta didik mampu memahami ide pokok dari teks narasi yang dibacakan guru.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  • Menyimak teks narasi yang dibacakan dengan seksama.
  • Mengidentifikasi kalimat utama dalam setiap paragraf.
  • Membedakan antara ide pokok dan ide pendukung.
  • Menyimpulkan isi teks narasi berdasarkan ide pokok yang ditemukan (HOTS).

Model / Metode: Model Scaffolding dengan metode Diskusi Terbimbing. Alasan: Membantu siswa menemukan ide pokok secara bertahap melalui bimbingan guru hingga mereka mampu mandiri.

Penjabaran Materi

Video Pembelajaran:
📺 Tonton: Cara Menentukan Ide Pokok

Ringkasan Materi:
Ide pokok adalah gagasan utama atau inti dari sebuah paragraf. Ide pokok biasanya terletak di dalam kalimat utama. Kalimat utama bisa berada di awal paragraf (deduktif), akhir paragraf (induktif), atau di awal dan akhir (campuran).

Langkah Menemukan Ide PokokContoh Analisis
1. Baca/simak seluruh paragraf.
2. Cari kalimat yang menjadi inti pembahasan.
3. Ringkas kalimat tersebut menjadi gagasan utama.
Teks: "Beni rajin belajar setiap hari. Ia selalu mengerjakan PR tepat waktu. Beni juga sering membaca buku di perpustakaan."
Ide Pokok: Beni anak yang rajin belajar.

Asesmen Formatif (HOTS)

A. Pilihan Ganda

  1. Gagasan utama yang menjadi inti dari sebuah paragraf disebut...
    a. Kalimat penjelas   b. Ide pokok   c. Judul   d. Tema
  2. Ide pokok biasanya dapat ditemukan pada...
    a. Kalimat utama   b. Kalimat pengembang   c. Kata kunci   d. Daftar pustaka
  3. Paragraf yang ide pokoknya terletak di awal disebut paragraf...
    a. Induktif   b. Campuran   c. Deduktif   d. Deskriptif
  4. "Kucing adalah hewan peliharaan yang populer. Ia memiliki bulu lembut dan tingkah yang lucu. Banyak orang menyukai kucing karena setia." Ide pokoknya adalah...
    a. Bulu kucing lembut   b. Orang menyukai kucing   c. Kucing hewan peliharaan populer   d. Kucing setia
  5. Fungsi ide pendukung dalam sebuah paragraf adalah...
    a. Menjadi inti cerita   b. Menjelaskan ide pokok   c. Menjadi judul teks   d. Mengakhiri paragraf

B. Isian

  1. Kalimat yang berisi ide pokok disebut kalimat __________.
  2. Ide pokok paragraf induktif terletak di __________ paragraf.
  3. Untuk menemukan ide pokok, kita harus membaca teks dengan __________.

C. Esai

  1. Bacalah teks narasi singkat berikut, lalu tentukan ide pokoknya: "Pagi itu, Lani bersiap-siap pergi ke sekolah. Ia merapikan buku dan alat tulisnya ke dalam tas. Tak lupa Lani berpamitan kepada ayah dan ibu sebelum berangkat."
  2. Mengapa ide pokok sangat penting dalam sebuah teks? Jelaskan menurut pendapatmu!
Klik untuk Kunci Jawaban

1. Kesimpulan Materi: Menemukan ide pokok membantu kita memahami inti cerita dengan lebih mudah dan cepat.

2. Refleksi Pembelajaran: Apakah kamu sudah bisa membedakan mana kalimat utama dan mana kalimat penjelas?

3. Kendala: Siswa terkadang bingung jika kalimat utama tidak terletak di awal paragraf.

4. Tindak Lanjut: Memberikan latihan teks dengan letak kalimat utama yang bervariasi.

5. Jumlah Siswa Paham: [ ] | Belum Paham: [ ]

2. Seni Rupa: Merancang Tekstur

Capaian Pembelajaran (CP): Peserta didik mampu merancang, membuat, dan memamerkan karya seni rupa dua atau tiga dimensi dengan menggunakan berbagai bahan dan teknik yang dipelajari.

Tujuan Pembelajaran (TP): Merancang sebuah tekstur berdasarkan ide, pengetahuan, bahan dan teknik yang dipelajari.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  • Mengamati berbagai jenis tekstur nyata dan semu di sekitar.
  • Menentukan bahan (alami/buatan) untuk membuat tekstur.
  • Membuat sketsa rancangan tekstur pada buku gambar.
  • Mengaplikasikan teknik frottage atau grattage pada rancangan karya (HOTS).

Model / Metode: Model Project Based Learning (PjBL) dengan metode Eksperimen. Alasan: Siswa belajar melalui proses mencipta langsung sehingga kreativitas mereka terasah.

Penjabaran Materi

Video Pembelajaran:
📺 Tonton: Eksperimen Membuat Tekstur

Ringkasan Materi:
Tekstur adalah nilai raba dari suatu permukaan benda. Ada tekstur nyata (terasa kasar/halus saat diraba) dan tekstur semu (hanya terlihat kasar tapi terasa halus). Teknik merancang tekstur bisa menggunakan teknik tempel (kolase), teknik gores (grattage), atau teknik cetak (frottage).

Teknik PembuatanBahan yang Dibutuhkan
Frottage (Cetak)Kertas, krayon/pensil, benda bertekstur (koin, daun).
Grattage (Gores)Kertas, krayon warna-warni, krayon hitam, alat gores runcing.

Asesmen Formatif (HOTS)

A. Pilihan Ganda

  1. Nilai raba dari permukaan sebuah benda disebut...
    a. Warna   b. Bentuk   c. Tekstur   d. Garis
  2. Tekstur yang terlihat kasar namun terasa halus saat diraba disebut tekstur...
    a. Nyata   b. Semu   c. Asli   d. Buatan
  3. Teknik membuat tekstur dengan cara menggosok kertas di atas benda bertekstur disebut...
    a. Kolase   b. Grattage   c. Frottage   d. Mozaik
  4. Alat yang digunakan untuk teknik grattage biasanya bersifat...
    a. Tumpul   b. Basah   c. Runcing   d. Lunak
  5. Contoh benda yang memiliki tekstur nyata kasar adalah...
    a. Kaca   b. Kulit kayu   c. Plastik   d. Kertas HVS

B. Isian

  1. Krayon warna hitam pada teknik grattage berfungsi untuk __________ lapisan warna di bawahnya.
  2. Permukaan daun yang memiliki tulang daun menonjol termasuk tekstur __________.
  3. Langkah pertama dalam merancang tekstur adalah membuat __________.

C. Esai

  1. Jelaskan perbedaan antara teknik frottage dan grattage dalam pembuatan tekstur!
  2. Rancanglah sebuah ide karya seni yang menggunakan tekstur dari bahan alam. Bahan apa yang kamu pilih dan mengapa?
Klik untuk Kunci Jawaban

1. Kesimpulan Materi: Tekstur memberikan dimensi keindahan dan keunikan pada sebuah karya seni rupa.

2. Refleksi Pembelajaran: Teknik manakah yang paling kamu sukai untuk membuat tekstur?

3. Kendala: Beberapa siswa kesulitan menggores krayon tanpa merobek kertas.

4. Tindak Lanjut: Memberikan arahan penggunaan alat gores secara perlahan dan hati-hati.

5. Jumlah Siswa Paham: [ ] | Belum Paham: [ ]

3. Pendidikan Pancasila: Lingkungan Tempat Tinggalku

Capaian Pembelajaran (CP): Peserta didik mampu mengenal lingkungan tempat tinggalnya (desa/kelurahan, kecamatan) sebagai bagian dari wilayah NKRI dan menunjukkan sikap cinta tanah air.

Tujuan Pembelajaran (TP): Murid dapat mengenal dan mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal (desa atau kelurahan, dan kecamatan) sebagai bagian tidak terpisahkan dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  • Menyebutkan nama desa/kelurahan dan kecamatan tempat tinggal masing-masing.
  • Mengidentifikasi struktur kepemimpinan di tingkat desa (Kepala Desa) dan kelurahan (Lurah).
  • Menjelaskan peran penting lingkungan tempat tinggal dalam menjaga persatuan NKRI.
  • Menganalisis cara menjaga kebersihan dan ketertiban di lingkungan tempat tinggal (HOTS).

Model / Metode: Model Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan metode Tanya Jawab. Alasan: Menghubungkan materi dengan pengalaman nyata siswa di lingkungan rumah mereka.

Penjabaran Materi

Video Pembelajaran:
📺 Tonton: Mengenal Desa & Kelurahan

Ringkasan Materi:
Lingkungan tempat tinggal kita terdiri dari susunan wilayah yang terkecil hingga terbesar. Dimulai dari RT (Rukun Tetangga), RW (Rukun Warga), kemudian menjadi Desa atau Kelurahan. Gabungan beberapa desa/kelurahan membentuk Kecamatan. Semua wilayah ini adalah bagian dari NKRI yang harus kita jaga.

Tingkat WilayahPemimpin / Kepala
DesaKepala Desa (Dipilih oleh rakyat)
KelurahanLurah (Ditunjuk oleh pemerintah)
KecamatanCamat

Asesmen Formatif (HOTS)

A. Pilihan Ganda

  1. Pemimpin sebuah kelurahan disebut...
    a. Kepala Desa   b. Lurah   c. Camat   d. Bupati
  2. Gabungan dari beberapa desa atau kelurahan akan membentuk wilayah...
    a. Kabupaten   b. Provinsi   c. Kecamatan   d. Dusun
  3. Kepala Desa dipilih secara langsung oleh...
    a. Presiden   b. Camat   c. Rakyat desa   d. Gubernur
  4. Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal merupakan tanggung jawab...
    a. Kepala Desa saja   b. Petugas kebersihan   c. Seluruh warga   d. Anak-anak saja
  5. NKRI adalah singkatan dari...
    a. Negara Kesatuan Rakyat Indonesia   b. Negara Kelompok Republik Indonesia   c. Negara Kesatuan Republik Indonesia   d. Negara Kedaulatan Republik Indonesia

B. Isian

  1. Pemimpin di tingkat kecamatan adalah seorang __________.
  2. Unit wilayah terkecil di bawah RW adalah __________.
  3. Kita harus menjaga persatuan di lingkungan tempat tinggal agar NKRI tetap __________.

C. Esai

  1. Apa perbedaan utama antara Desa dan Kelurahan dalam hal kepemimpinannya?
  2. Sebutkan 3 cara yang bisa kamu lakukan untuk mencintai lingkungan tempat tinggalmu sebagai wujud cinta NKRI!
Klik untuk Kunci Jawaban

1. Kesimpulan Materi: Mengenal lingkungan tempat tinggal membuat kita lebih menghargai wilayah bagian dari NKRI.

2. Refleksi Pembelajaran: Apakah kamu sudah tahu siapa nama Pak RT atau Pak RW di rumahmu?

3. Kendala: Siswa sering tertukar antara istilah Kecamatan dan Kabupaten.

4. Tindak Lanjut: Membuat peta sederhana lingkungan sekitar rumah masing-masing.

5. Jumlah Siswa Paham: [ ] | Belum Paham: [ ]

Dibuat oleh: Muhammad Solihin, S.Pd., Gr
SD Al Azhar 1 Bandar Lampung | Materi Digital 2026

Senin, 31 Agustus 2026

Materi Ajar Kelas 4 Zainab, Selasa 1 September 2026


Identitas 


Nama Guru             : Muhammad Solihin, S.Pd., Gr

Hari / Tanggal        : Selasa / 1 September 2026

Fase / Kelas             : B / 4 Zainab

Mata Pelajaran       : Matematika, Seni Rupa, IPAS

Materi                     : Perkalian, Tekstur, Gaya

Pertemuan Ke        : 2

Apersepsi:
Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan.

وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا"Wa khalaqa kulla syai'in fa qaddarahū taqdīrā."

Artinya: "Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya." (QS. Al-Furqan: 2)

Keterkaitan: Ayat ini mengingatkan kita bahwa Allah menciptakan alam semesta dengan perhitungan yang teliti (Matematika), keindahan bentuk dan tekstur (Seni Rupa), serta hukum-hukum gerak dan gaya (IPAS) yang sangat teratur.

1. Matematika: Perkalian Bilangan Cacah

Capaian Pembelajaran (CP): Peserta didik dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 1.000.

Tujuan Pembelajaran (TP): Melakukan dan menyelesaikan masalah operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 1000 dengan bantuan benda konkret, gambar dan simbol.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  • Mengingat kembali konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang.
  • Melakukan perkalian bilangan dua angka dengan satu angka menggunakan teknik susun pendek.
  • Melakukan perkalian bilangan tiga angka dengan satu angka menggunakan teknik menyimpan.
  • Menyelesaikan soal cerita kontekstual tentang perkalian dalam kehidupan sehari-hari (HOTS).

Model / Metode Pembelajaran: Problem Based Learning (PBL) dengan metode Drill (Latihan Terbimbing). Alasan: Keterampilan menghitung memerlukan latihan berulang agar siswa mahir dalam prosedur perkalian susun.

Penjabaran Materi

📺 Video Pembelajaran: Perkalian Bilangan Cacah

Konsep Perkalian Susun Pendek:
Perkalian bilangan besar lebih mudah dikerjakan dengan cara bersusun. Pastikan nilai tempat (satuan, puluhan, ratusan) sejajar.

Contoh Soal:

Contoh 1: 125 x 4Contoh 2: 234 x 3
1. 5 x 4 = 20 (tulis 0, simpan 2)
2. 2 x 4 = 8. Tambahkan simpanan: 8 + 2 = 10 (tulis 0, simpan 1)
3. 1 x 4 = 4. Tambahkan simpanan: 4 + 1 = 5.
Hasil: 500
1. 4 x 3 = 12 (tulis 2, simpan 1)
2. 3 x 3 = 9. Tambahkan simpanan: 9 + 1 = 10 (tulis 0, simpan 1)
3. 2 x 3 = 6. Tambahkan simpanan: 6 + 1 = 7.
Hasil: 702

Asesmen Formatif (HOTS)

I. Pilihan Ganda

  1. Hasil dari 150 x 6 adalah... (A. 800, B. 900, C. 850, D. 950)
  2. Sebuah toko memiliki 12 kotak apel. Setiap kotak berisi 25 buah apel. Jumlah seluruh apel adalah... (A. 250, B. 300, C. 350, D. 400)
  3. Bilangan 215 dikalikan 4 menghasilkan... (A. 840, B. 850, C. 860, D. 870)
  4. Jika satu mobil dapat mengangkut 8 orang, maka 112 mobil dapat mengangkut... orang. (A. 896, B. 886, C. 876, D. 866)
  5. Hasil perkalian 42 x 8 adalah... (A. 326, B. 336, C. 346, D. 356)

II. Isian

  1. 125 x 5 = ____
  2. 208 x 3 = ____
  3. Hasil dari 75 dikali 6 adalah ____

III. Esai

  1. Sebuah perpustakaan menerima 8 kardus buku baru. Setiap kardus berisi 112 buku. Berapa total buku baru yang diterima perpustakaan tersebut?
  2. Sebuah mobil melaju dengan kecepatan 65 km per jam. Berapa jarak yang ditempuh mobil tersebut setelah berjalan selama 8 jam?
Klik untuk Kunci Jawaban Matematika

PG: 1. B, 2. B, 3. C, 4. A, 5. B

Isian: 1. 625, 2. 624, 3. 450

Esai: 1. 8 x 112 = 896 buku. 2. 65 x 8 = 520 km.

1. Kesimpulan Materi: Perkalian adalah penjumlahan berulang. Teknik susun pendek memudahkan kita menghitung bilangan ratusan dengan cepat.

2. Refleksi Pembelajaran: Bagian mana yang menurutmu paling sulit dalam perkalian susun?

3. Kendala: Siswa terkadang lupa menjumlahkan angka yang disimpan.

4. Tindak Lanjut: Memberikan latihan tambahan bagi siswa yang belum lancar menyimpan angka.

5. Jumlah Siswa Paham:  | Belum Paham: 

2. Seni Rupa: Eksplorasi Tekstur

Capaian Pembelajaran (CP): Peserta didik mampu mengidentifikasi, mengeksplorasi, dan menciptakan karya seni rupa dengan memanfaatkan unsur-unsur rupa (garis, bentuk, warna, tekstur).

Tujuan Pembelajaran (TP): Mengetahui teknik pembuatan tekstur.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  • Mengidentifikasi berbagai jenis tekstur (kasar, halus, licin) di lingkungan sekolah.
  • Mempelajari teknik Frottage (menjiplak tekstur benda nyata).
  • Mempelajari teknik Grattage (menggores lapisan warna krayon).
  • Menciptakan karya seni rupa kreatif menggunakan teknik tekstur (HOTS).

Model / Metode Pembelajaran: Discovery Learning dengan metode Demonstrasi dan Praktik. Alasan: Seni rupa adalah mata pelajaran psikomotorik yang memerlukan praktek langsung untuk memahami teknik.

Penjabaran Materi

📺 Video Pembelajaran: Teknik Membuat Tekstur

Teknik Pembuatan Tekstur:
1. Frottage: Meletakkan kertas di atas benda bertekstur (daun, koin) lalu mengarsirnya dengan pensil/krayon.
2. Grattage: Mewarnai kertas dengan krayon warna-warni, menutupnya dengan krayon hitam, lalu menggoresnya dengan alat runcing.

Contoh Eksperimen:

Teknik FrottageTeknik Grattage
Menjiplak permukaan uang logam atau daun kering.Membuat gambar pemandangan dengan goresan pada lapisan krayon hitam.

Asesmen Formatif (HOTS)

I. Pilihan Ganda

  1. Teknik membuat tekstur dengan cara menjiplak permukaan benda disebut... (A. Grattage, B. Frottage, C. Mozaik, D. Kolase)
  2. Alat yang digunakan untuk teknik grattage biasanya bersifat... (A. Tumpul, B. Runcing, C. Lembut, D. Basah)
  3. Tekstur yang dapat dirasakan dengan sentuhan tangan disebut tekstur... (A. Maya, B. Nyata, C. Visual, D. Semu)
  4. Krayon hitam pada teknik grattage berfungsi sebagai... (A. Dasar warna, B. Penutup lapisan, C. Hiasan, D. Perekat)
  5. Contoh benda yang memiliki tekstur kasar adalah... (A. Kaca, B. Kulit kayu, C. Plastik, D. Kertas HVS)

II. Isian

  1. Tekstur yang hanya bisa dilihat tapi terasa halus saat disentuh disebut tekstur ____
  2. Menggores lapisan warna krayon untuk membuat pola disebut teknik ____
  3. Permukaan daun yang menonjol akan menghasilkan tekstur ____ saat dijiplak.

III. Esai

  1. Jelaskan langkah-langkah membuat karya seni dengan teknik Grattage!
  2. Mengapa seorang seniman perlu memberikan tekstur pada karya lukisannya? Jelaskan alasannya!
Klik untuk Kunci Jawaban Seni Rupa

PG: 1. B, 2. B, 3. B, 4. B, 5. B

Isian: 1. Maya/Visual, 2. Grattage, 3. Kasar/Berpola

Esai: 1. Mewarnai dasar dengan krayon warna cerah, tutup dengan krayon hitam pekat, gores pola menggunakan lidi/tusuk gigi. 2. Untuk memberikan kesan lebih hidup, nyata, dan menarik secara visual maupun perabaan.

1. Kesimpulan Materi: Tekstur menambah nilai keindahan pada karya. Teknik frottage dan grattage adalah cara sederhana namun kreatif untuk mengeksplorasi tekstur.

2. Refleksi Pembelajaran: Teknik manakah yang lebih kamu sukai, Frottage atau Grattage? Mengapa?

3. Kendala: Krayon hitam seringkali kurang menutupi warna dasar dengan sempurna.

4. Tindak Lanjut: Menggunakan krayon yang lebih lunak (oil pastel) agar teknik grattage lebih mudah.

5. Jumlah Siswa Paham:  | Belum Paham: 

3. IPAS: Gaya di Sekitar Kita

Capaian Pembelajaran (CP): Peserta didik mengidentifikasi ragam gaya yang terlibat dalam aktivitas sehari-hari dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda.

Tujuan Pembelajaran (TP): Membedakan jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  • Mendefinisikan gaya sebagai tarikan atau dorongan pada benda.
  • Mengklasifikasikan jenis-jenis gaya (otot, gesek, magnet, gravitasi, pegas, listrik).
  • Menganalisis pengaruh gaya terhadap perubahan gerak dan bentuk benda.
  • Menerapkan konsep gaya untuk memecahkan masalah mekanik sederhana (HOTS).

Model / Metode Pembelajaran: Inkuiri Terbimbing dengan metode Eksperimen Sederhana. Alasan: Siswa akan lebih paham pengaruh gaya jika mereka mencobanya sendiri pada benda-benda nyata.

Penjabaran Materi

📺 Video Pembelajaran: Pengaruh Gaya

Jenis Gaya dan Pengaruhnya:
Gaya dapat menyebabkan benda diam menjadi bergerak, benda bergerak menjadi diam, berubah arah, atau berubah bentuk.

Jenis GayaContoh Aktivitas
Gaya OtotMenendang bola, mengangkat tas sekolah.
Gaya GesekMengerem sepeda, menghapus papan tulis.
Gaya PegasMenarik katapel, menggunakan pulpen cetek.
Gaya GravitasiBuah jatuh dari pohon ke tanah.

Asesmen Formatif (HOTS)

I. Pilihan Ganda

  1. Gaya yang digunakan saat kita menarik pintu adalah gaya... (A. Magnet, B. Otot, C. Gravitasi, D. Pegas)
  2. Pengaruh gaya saat kita meremas kaleng bekas adalah... (A. Berubah arah, B. Berubah bentuk, C. Menjadi diam, D. Menjadi cepat)
  3. Gaya yang bekerja pada kompas untuk menunjukkan arah utara adalah... (A. Gesek, B. Otot, C. Magnet, D. Listrik)
  4. Seorang kiper menangkap bola yang ditendang lawan. Hal ini menunjukkan gaya dapat membuat... (A. Benda diam jadi bergerak, B. Benda bergerak jadi diam, C. Benda berubah bentuk, D. Benda bertambah panas)
  5. Gaya gesek akan semakin besar jika permukaan benda bersifat... (A. Licin, B. Halus, C. Kasar, D. Basah)

II. Isian

  1. Gaya tarik bumi yang menyebabkan benda jatuh ke bawah disebut gaya ____
  2. Menekan plastisin hingga pipih menunjukkan bahwa gaya dapat mengubah ____ benda.
  3. Ban mobil dibuat beralur agar gaya ____ dengan jalan semakin besar.

III. Esai

  1. Sebutkan 3 aktivitas di sekolah yang memanfaatkan gaya gesek! Jelaskan manfaatnya!
  2. Mengapa saat kita melempar bola ke atas, bola tersebut akan selalu kembali ke bawah? Gaya apa yang bekerja? Jelaskan!
Klik untuk Kunci Jawaban IPAS

PG: 1. B, 2. B, 3. C, 4. B, 5. C

Isian: 1. Gravitasi, 2. Bentuk, 3. Gesek

Esai: 1. Menghapus papan tulis (membersihkan tulisan), Berjalan di lantai (agar tidak terpeleset), Mengerem sepeda (untuk berhenti). 2. Karena adanya gaya gravitasi bumi yang menarik semua benda ke pusat bumi.

1. Kesimpulan Materi: Gaya adalah tarikan atau dorongan. Tanpa gaya, benda tidak dapat bergerak atau berubah bentuk.

2. Refleksi Pembelajaran: Gaya manakah yang menurutmu paling bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari?

3. Kendala: Beberapa siswa kesulitan membedakan gaya magnet dan gaya listrik statis.

4. Tindak Lanjut: Melakukan demonstrasi listrik statis dengan penggaris plastik dan potongan kertas.

5. Jumlah Siswa Paham:  | Belum Paham: 

© 2026 Muhammad Solihin, S.Pd., Gr | SD Al Azhar 1 Bandar Lampung

Minggu, 30 Agustus 2026

Materi Ajar Kelas 4 Zainab, Senin 31 Agustus 2026

 

MATERI PEMBELAJARAN KELAS 4 ZAINAB

IDENTITAS :


- Nama Guru         : Muhammad Solihin, S.Pd., Gr

- Hari / Tanggal     : Senin / 31 Agustus 2026

- Fase / Kelas         : B / 4 Zainab

- Mata Pelajaran     : Pendidikan Pancasila, Matematika, IPAS

- Materi                 : Perangkat Desa & Kelurahan, Perkalian, Gaya

- Pertemuan Ke     : 1

Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ"Yā ayyuhallażīna āmanū aṭī‘ullāha wa aṭī‘ur-rasūla wa ulil-amri minkum."

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu." (QS. An-Nisa: 59)

Keterkaitan: Ayat ini memerintahkan kita untuk taat kepada pemimpin. Dalam lingkup terkecil, pemimpin kita adalah Perangkat Desa atau Kelurahan. Dengan memahami struktur dan tugas mereka, kita belajar menjadi warga negara yang baik dan tertib.

I. Pendidikan Pancasila: Perangkat Desa dan Kelurahan

Capaian Pembelajaran (CP):
Peserta didik mengenal lingkungan tempat tinggal (RT, RW, desa atau kelurahan, dan kecamatan) sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Peserta didik dapat mengenal perangkat desa dan kelurahan yang berperan di lingkungan masyarakat.

Tujuan Pembelajaran (TP):
Murid dapat mengenal perangkat desa dan kelurahan yang berperan di lingkungan masyarakat.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  • Menjelaskan perbedaan wilayah desa dan kelurahan.
  • Mengidentifikasi struktur organisasi pemerintahan desa (Kepala Desa, BPD, Perangkat Desa).
  • Mengidentifikasi struktur organisasi pemerintahan kelurahan (Lurah, Sekretaris, Kasi).
  • Menganalisis tugas dan fungsi perangkat wilayah dalam melayani masyarakat (HOTS).

Model / Metode Pembelajaran:
Model Problem Based Learning (PBL) dengan metode diskusi kelompok. Alasan: Agar siswa dapat memecahkan masalah nyata terkait pelayanan publik di lingkungan sekitar mereka.

Penjabaran Materi

1. Video Pembelajaran:
Tonton Video: Perangkat Desa & Kelurahan

2. Ringkasan Materi:
Desa dipimpin oleh seorang Kepala Desa yang dipilih langsung oleh rakyat. Sedangkan Kelurahan dipimpin oleh seorang Lurah yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan ditunjuk oleh Bupati/Walikota. Perangkat desa terdiri dari Sekretaris Desa, Kepala Urusan (Kaur), dan Kepala Dusun. Perangkat kelurahan terdiri dari Sekretaris Lurah dan Kepala Seksi (Kasi).

Contoh Soal:
1. Siapa pemimpin tertinggi di tingkat desa? (Jawab: Kepala Desa)
2. Apa perbedaan utama antara Kepala Desa dan Lurah dalam cara pemilihannya? (Jawab: Kepala desa dipilih rakyat, Lurah ditunjuk pemerintah).

Asesmen Formatif (HOTS)

A. Pilihan Ganda

  1. Lembaga yang bertugas mengawasi kinerja Kepala Desa adalah...
    a. Lurah b. BPD c. Camat d. RT
  2. Seorang PNS yang memimpin wilayah kelurahan disebut...
    a. Kepala Desa b. Sekdes c. Lurah d. Kepala Dusun
  3. Wilayah gabungan dari beberapa RT disebut...
    a. RW b. Desa c. Kecamatan d. Kelurahan
  4. Perangkat desa yang membantu urusan administrasi dan surat-menyurat adalah...
    a. Kaur b. Sekdes c. Kepala Dusun d. BPD
  5. Berikut yang bukan merupakan perangkat kelurahan adalah...
    a. Sekretaris Lurah b. Kasi Pemerintahan c. Kasi Pemberdayaan d. Badan Permusyawaratan Desa

B. Isian

  1. Masa jabatan Kepala Desa menurut aturan terbaru adalah ____ tahun.
  2. Lurah bertanggung jawab kepada ____ melalui Camat.
  3. Kepala Dusun bertugas membantu Kepala Desa di wilayah ____.

C. Esai

  1. Mengapa di sebuah desa diperlukan adanya Badan Permusyawaratan Desa (BPD)? Jelaskan fungsinya!
  2. Bayangkan jika di desamu tidak ada perangkat desa. Apa yang akan terjadi dengan pelayanan administrasi warga? Berikan analisismu!
Klik untuk Lihat Kunci Jawaban

PG: 1.b, 2.c, 3.a, 4.b, 5.d
Isian: 1. 8 Tahun (sesuai UU Desa terbaru), 2. Bupati/Walikota, 3. Dusun/Lingkungan.
Esai: 1. BPD diperlukan untuk menampung aspirasi warga dan mengawasi jalannya pemerintahan desa agar transparan. 2. Pelayanan akan lumpuh, warga kesulitan mengurus surat penting, dan pembangunan desa tidak terorganisir.

Kesimpulan & Refleksi

1. Kesimpulan Materi: Desa dan Kelurahan adalah ujung tombak pemerintahan yang melayani kebutuhan warga secara langsung.

2. Refleksi Pembelajaran: Apakah kamu sudah mengenal siapa Kepala Desa atau Lurah di tempat tinggalmu?

3. Kendala: Siswa sering tertukar antara istilah perangkat desa dan perangkat kelurahan.

4. Tindak Lanjut: Membuat bagan struktur organisasi desa/kelurahan masing-masing siswa.

5. Jumlah Siswa Paham: [ 22 ] | Belum Paham: [ 0 ]

II. Matematika: Perkalian Bilangan Cacah

Capaian Pembelajaran (CP):
Peserta didik dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 1000 menggunakan benda konkret, gambar, dan simbol matematika.

Tujuan Pembelajaran (TP):
Melakukan dan menyelesaikan masalah operasi perkalian bilangan cacah sampai 1000 dengan bantuan benda konkret, gambar dan simbol.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  • Mengingat kembali konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang.
  • Melakukan perkalian bilangan dua angka dengan satu angka (tanpa menyimpan).
  • Melakukan perkalian bilangan tiga angka dengan satu angka (dengan teknik menyimpan).
  • Menyelesaikan soal cerita kompleks yang melibatkan perkalian dalam kehidupan sehari-hari (HOTS).

Model / Metode Pembelajaran:
Model Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan metode Drill. Alasan: Keterampilan berhitung memerlukan latihan rutin agar siswa mahir dalam teknik perkalian susun.

Penjabaran Materi

1. Video Pembelajaran:
Tonton Video: Trik Perkalian Susun

2. Ringkasan Materi:
Perkalian adalah penjumlahan berulang dari bilangan yang sama. Untuk bilangan besar, kita menggunakan metode Perkalian Bersusun.
Contoh: 125 x 4
- Langkah 1: 5 x 4 = 20 (tulis 0, simpan 2)
- Langkah 2: 2 x 4 = 8. Tambahkan simpanan: 8 + 2 = 10 (tulis 0, simpan 1)
- Langkah 3: 1 x 4 = 4. Tambahkan simpanan: 4 + 1 = 5.
Hasilnya: 500.

Contoh Soal:
1. 45 x 6 = ... (Jawab: 270)
2. 210 x 3 = ... (Jawab: 630)

Asesmen Formatif (HOTS)

A. Pilihan Ganda

  1. Hasil dari 150 x 5 adalah...
    a. 650 b. 700 c. 750 d. 800
  2. Jika 12 x 8 = 96, maka 120 x 8 adalah...
    a. 96 b. 960 c. 9.600 d. 906
  3. Sebuah toko memiliki 7 rak buku. Setiap rak berisi 115 buku. Jumlah seluruh buku adalah...
    a. 705 b. 805 c. 905 d. 775
  4. Hasil perkalian 25 x 12 adalah...
    a. 250 b. 300 c. 350 d. 400
  5. Bilangan yang jika dikalikan 9 menghasilkan 108 adalah...
    a. 11 b. 12 c. 13 d. 14

B. Isian

  1. Hasil dari 234 x 2 = ____.
  2. Dalam perkalian 15 x 7, angka yang disimpan pada langkah pertama adalah ____.
  3. Jika 1 kg apel berisi 8 buah, maka 12 kg apel berisi ____ buah.

C. Esai

  1. Pak Budi membeli 6 keranjang telur. Setiap keranjang berisi 144 butir telur. Di perjalanan, 25 butir telur pecah. Berapa sisa telur Pak Budi sekarang?
  2. Gunakan cara susun pendek untuk menghitung 312 x 3 dan jelaskan langkah-langkahnya!
Klik untuk Lihat Kunci Jawaban

PG: 1.c, 2.b, 3.b, 4.b, 5.b
Isian: 1. 468, 2. 3 (karena 5x7=35), 3. 96.
Esai: 1. (6 x 144) - 25 = 864 - 25 = 839 butir. 2. 312 x 3 = 936 (2x3=6, 1x3=3, 3x3=9).

Kesimpulan & Refleksi

1. Kesimpulan Materi: Perkalian susun memudahkan kita menghitung bilangan ratusan dengan cepat dan akurat.

2. Refleksi Pembelajaran: Apakah kamu sudah hafal perkalian 1 sampai 10?

3. Kendala: Siswa sering lupa menambahkan angka yang disimpan.

4. Tindak Lanjut: Latihan perkalian 5 menit setiap awal pelajaran.

5. Jumlah Siswa Paham: [ 22 ] | Belum Paham: [ 0 ]

III. IPAS: Gaya dan Pengaruhnya

Capaian Pembelajaran (CP):
Peserta didik mengidentifikasi ragam gaya yang terlibat dalam aktivitas sehari-hari dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda.

Tujuan Pembelajaran (TP):
Membedakan jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  • Mendefinisikan gaya sebagai tarikan atau dorongan.
  • Mengklasifikasikan jenis-jenis gaya (otot, listrik, magnet, gravitasi, pegas, gesek).
  • Mendemonstrasikan pengaruh gaya terhadap benda diam dan bergerak.
  • Menganalisis fenomena gaya dalam kehidupan sehari-hari, seperti pengereman dan penggunaan katapel (HOTS).

Model / Metode Pembelajaran:
Model Discovery Learning dengan metode eksperimen. Alasan: Agar siswa menemukan sendiri konsep gaya melalui percobaan langsung dengan benda-benda di sekitar.

Penjabaran Materi

1. Video Pembelajaran:
Tonton Video: Gaya & Gerak

2. Ringkasan Materi:
Gaya adalah tarikan atau dorongan yang diberikan pada benda. Gaya tidak dapat dilihat, tapi pengaruhnya dapat dirasakan.
Jenis Gaya: Gaya Otot (manusia), Gaya Gesek (permukaan benda), Gaya Magnet, Gaya Gravitasi (bumi), Gaya Pegas (karet/per), Gaya Listrik.
Pengaruh Gaya: Benda diam jadi bergerak, benda bergerak jadi diam, benda berubah arah, dan benda berubah bentuk.

Contoh Soal:
1. Gaya apa yang digunakan saat kita menendang bola? (Jawab: Gaya Otot)
2. Apa yang terjadi jika plastisin ditekan dengan tangan? (Jawab: Berubah bentuk).

Asesmen Formatif (HOTS)

A. Pilihan Ganda

  1. Buah mangga yang jatuh dari pohonnya dipengaruhi oleh gaya...
    a. Otot b. Magnet c. Gravitasi d. Gesek
  2. Alat yang bekerja menggunakan gaya pegas adalah...
    a. Kipas angin b. Katapel c. Kompas d. Lampu
  3. Kegiatan mengerem sepeda membuktikan bahwa gaya dapat membuat...
    a. Benda berubah bentuk b. Benda bergerak jadi diam c. Benda diam jadi bergerak d. Benda bertambah cepat
  4. Permukaan ban mobil dibuat kasar dan beralur bertujuan untuk memperbesar gaya...
    a. Magnet b. Pegas c. Gesek d. Otot
  5. Gaya yang dihasilkan oleh muatan listrik disebut gaya...
    a. Magnet b. Listrik c. Gravitasi d. Pegas

B. Isian

  1. Tarikan atau dorongan disebut ____.
  2. Gaya yang terjadi saat dua permukaan benda saling bersentuhan adalah gaya ____.
  3. Benda yang dapat ditarik oleh magnet disebut benda ____.

C. Esai

  1. Sebutkan 3 contoh pengaruh gaya terhadap benda yang kamu temukan di sekolah!
  2. Mengapa pemain bola harus memberikan gaya pada bola yang sedang meluncur ke arahnya? Jelaskan pengaruh gaya yang terjadi!
Klik untuk Lihat Kunci Jawaban

PG: 1.c, 2.b, 3.b, 4.c, 5.b
Isian: 1. Gaya, 2. Gesek, 3. Magnetis (seperti besi/baja).
Esai: 1. Mendorong meja (diam jadi gerak), Menangkap bola (gerak jadi diam), Membuat prakarya tanah liat (berubah bentuk). 2. Untuk mengubah arah gerak bola agar tidak masuk ke gawang atau mengoper ke teman.

Kesimpulan & Refleksi

1. Kesimpulan Materi: Gaya ada di mana-mana dan sangat membantu pekerjaan manusia sehari-hari.

2. Refleksi Pembelajaran: Gaya apa yang paling unik menurutmu?

3. Kendala: Siswa sulit membedakan gaya magnet dan gaya listrik statis.

4. Tindak Lanjut: Melakukan percobaan listrik statis menggunakan penggaris plastik dan rambut.

5. Jumlah Siswa Paham: [ 22 ] | Belum Paham: [ 0 ]

Dibuat oleh: Muhammad Solihin, S.Pd., Gr
SD Al Azhar 1 Bandar Lampung | 2026

Kamis, 27 Agustus 2026

Materi Ajar Kelas 4 Zainab, Jumat 28 Agustus 2026

 MATERI AJAR PER MATA PELAJARAN

Matematika Kelas 4 SD

Topik: Perkalian | Pertemuan ke-1

Identitas

Nama GuruMuhammad Solihin, S.Pd., Gr
Hari / TanggalJum'at / 28 Agustus 2026
Fase / KelasB / 4 Zainab
Mata PelajaranMatematika
MateriPerkalian
Pertemuan Ke1

Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Mathalul-ladzīna yunfiqūna amwālahum fī sabīlillāhi kamatsali habbatin ambatat sab'a sanābila fī kulli sumbulatin mi'atu habbah, wallāhu yudā'ifu limay yasyā', wallāhu wāsi'un 'alīm.

Artinya: “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai; pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)

Keterkaitan dengan materi: Ayat tersebut memuat contoh banyaknya biji yang dapat dihitung dengan perkalian, yaitu 7 × 100 = 700. Perkalian membantu kita menghitung jumlah yang sama secara cepat, teratur, dan teliti.

Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase B, peserta didik mampu memahami, menggunakan, dan menjelaskan bilangan cacah serta operasi hitungnya. Dalam konteks materi ini, peserta didik mengembangkan pemahaman perkalian bilangan cacah melalui benda konkret, gambar, penjumlahan berulang, dan simbol matematika; memilih strategi yang sesuai; serta menyelesaikan masalah sehari-hari dan mengomunikasikan alasan atau langkah penyelesaiannya secara runtut.

Catatan rujukan: CP Matematika tetap mengacu pada Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025. Rilis resmi Kemendikdasmen pada 23 Juni 2026 menyatakan bahwa perubahan CP tahun 2026 hanya mencakup Agama dan Budi Pekerti.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan perkalian sebagai penjumlahan berulang dan kelompok yang sama banyak.
  2. Menghubungkan model konkret, gambar, kalimat perkalian, dan hasil perkalian.
  3. Menggunakan strategi perkalian, termasuk perkalian bersusun sederhana, dengan nilai tempat yang benar.
  4. Menyelesaikan soal cerita perkalian dan memeriksa kewajaran jawabannya.
  5. Menjelaskan strategi penyelesaian serta membandingkan dua cara yang berbeda secara percaya diri.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

1
Mengamati: Peserta didik mengidentifikasi beberapa kelompok benda yang jumlah anggotanya sama.
2
Memodelkan: Peserta didik mengubah kelompok benda menjadi penjumlahan berulang, misalnya 4 + 4 + 4 = 12.
3
Menuliskan simbol: Peserta didik menyatakan penjumlahan berulang sebagai 3 × 4 = 12 dan menjelaskan arti setiap bilangan.
4
Menghitung: Peserta didik menggunakan fakta perkalian, sifat distributif, dan perkalian bersusun sederhana secara tepat.
5
Menerapkan: Peserta didik menyelesaikan soal cerita satu langkah dan dua langkah dengan memilih operasi yang sesuai.
6
Bernalar/HOTS: Peserta didik menganalisis kesalahan, membandingkan strategi, membuat kemungkinan soal, dan memberi alasan mengapa jawabannya masuk akal.

Model / Metode Pembelajaran

Model: Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan konkret–gambar–simbol (CPA).

Metode: Tanya jawab, demonstrasi, diskusi berpasangan/kelompok, latihan terbimbing, pemecahan masalah, dan refleksi.

Alasan pemilihan: Perkalian lebih mudah dipahami apabila peserta didik berangkat dari situasi nyata dan benda yang dapat dikelompokkan, kemudian beralih ke gambar dan simbol. PBL mendorong peserta didik memilih strategi, menjelaskan alasan, memeriksa jawaban, dan menerapkan konsep pada masalah kontekstual.

Penjabaran Materi

1. Video Pembelajaran

Judul: Perkalian Bersusun Kelas 4 | Matematika Kelas 4

Buka video pembelajaran di YouTube →
https://www.youtube.com/watch?v=D4SGJsRk0-k

Guru disarankan memeriksa ketersediaan video sebelum pembelajaran. Tautan alternatif: Perkalian Bilangan Cacah Sampai 100.

2. Materi: Memahami Perkalian

Perkalian adalah cara singkat untuk menyatakan penjumlahan berulang dari bilangan yang sama. Pada kalimat 4 × 3 = 12, angka 4 dapat dipahami sebagai banyak kelompok dan angka 3 sebagai banyak benda di setiap kelompok. Dalam beberapa buku, urutan penjelasan dapat dibalik; yang terpenting adalah makna kelompoknya konsisten.

4 × 3 = 3 + 3 + 3 + 3 = 12

Perkalian juga dapat ditunjukkan dengan susunan baris dan kolom. Empat baris yang masing-masing berisi tiga titik menghasilkan 12 titik. Model ini membantu kita melihat bahwa perkalian berkaitan dengan kelompok yang sama banyak.

Sifat penting: Pada bilangan cacah, perkalian bersifat komutatif: 4 × 3 = 3 × 4. Namun, ketika menyelesaikan soal cerita, tetap perhatikan arti setiap faktor sesuai situasi.

Strategi Menghitung

StrategiContohPenjelasan
Penjumlahan berulang5 × 6 = 6 + 6 + 6 + 6 + 6Lima kelompok yang masing-masing berisi enam.
Memecah bilangan7 × 8 = (5 × 8) + (2 × 8)Menggunakan bilangan yang lebih mudah dihitung: 40 + 16 = 56.
Perkalian bersusun23 × 4Kalikan satuan, lalu puluhan, dengan memperhatikan nilai tempat.

Perkalian Bersusun Sederhana

Untuk menghitung 23 × 4, kalikan angka satuan terlebih dahulu, kemudian angka puluhan.

23 × 4 = (20 × 4) + (3 × 4) = 80 + 12 = 92

Langkah bersusun: 4 × 3 = 12, tulis 2 satuan dan simpan 1 puluhan. Lalu 4 × 2 = 8 puluhan, ditambah 1 puluhan simpanan menjadi 9 puluhan. Jadi hasilnya 92.

Contoh Soal dan Pembahasan

Contoh 1. Perpustakaan memiliki 6 rak. Setiap rak berisi 24 buku cerita. Berapa jumlah buku cerita seluruhnya?

Penyelesaian: 6 × 24 = 6 × (20 + 4) = 120 + 24 = 144 buku.

Contoh 2. Ibu menyiapkan 8 piring. Setiap piring berisi 3 kue. Sebanyak 5 kue diberikan kepada tetangga. Berapa kue yang tersisa?

Penyelesaian: Jumlah awal = 8 × 3 = 24 kue. Sisa = 24 − 5 = 19 kue.

3. Asesmen Formatif Berbasis HOTS

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat.

1. Dalam satu kotak terdapat 6 pensil. Rani membeli 4 kotak dan memberikan 3 pensil kepada adiknya. Pernyataan yang benar adalah …
  1. 4 + 6 − 3 = 7 pensil
  2. 4 × 6 − 3 = 21 pensil
  3. 6 × 3 − 4 = 14 pensil
  4. 4 × 6 + 3 = 27 pensil
2. Pak Hasan menyusun 7 baris kursi. Setiap baris berisi 8 kursi. Jika 6 kursi rusak, jumlah kursi yang dapat digunakan adalah …
  1. 48
  2. 50
  3. 56
  4. 62
3. Dito menghitung 18 × 5 dengan cara 10 × 5 + 8 × 5. Alasan strategi Dito tepat adalah …
  1. Perkalian tidak memerlukan nilai tempat
  2. 18 dapat diuraikan menjadi 10 dan 8
  3. 5 harus ditambah 18 kali
  4. Hasil perkalian selalu lebih kecil
4. Siti berkata bahwa 3 × 9 lebih besar daripada 4 × 7 karena 9 lebih besar dari 7. Tanggapan yang paling tepat adalah …
  1. Benar, karena cukup membandingkan faktor terakhir
  2. Salah, karena 3 × 9 = 27 sedangkan 4 × 7 = 28
  3. Benar, karena 3 lebih besar dari 4
  4. Salah, karena semua perkalian hasilnya sama
5. Ada 5 kantong jeruk. Setiap kantong berisi 12 jeruk. Jeruk itu dibagikan sama rata kepada 3 kelompok. Kalimat matematika yang sesuai adalah …
  1. 5 + 12 + 3
  2. (5 × 12) + 3
  3. (5 × 12) ÷ 3
  4. (12 ÷ 3) − 5

B. Isian

1. Sebuah peternakan memiliki 9 kandang. Setiap kandang berisi 7 ayam. Jumlah ayam seluruhnya adalah  ekor.
2. Hasil dari 32 × 3 dapat ditemukan dengan (30 × 3) + (2 × 3) = .
3. Toko memiliki 4 dus, setiap dus berisi 25 botol. Setelah terjual 18 botol, sisa botol adalah  botol.

C. Esai

1. Panitia menyiapkan 8 meja. Setiap meja memiliki 4 kursi. Pada hari kegiatan, 5 kursi tidak dapat digunakan. Jelaskan langkahmu untuk menentukan jumlah kursi yang masih dapat digunakan dan tuliskan jawabannya.
2. Kelas 4 Zainab mengumpulkan 6 kantong buku. Setiap kantong berisi 15 buku. Sebanyak 20 buku disumbangkan ke kelas lain. Sisa buku akan dibagi rata ke 5 rak. Berapa buku pada setiap rak? Jelaskan mengapa operasi yang kamu gunakan sudah sesuai.

4. Kunci Jawaban

Klik bagian berikut untuk membuka kunci jawaban setelah peserta didik menyelesaikan asesmen.

Buka Kunci Jawaban Lengkap

Pilihan Ganda

1. B. 4 × 6 − 3 = 24 − 3 = 21 pensil.
2. B. 7 × 8 − 6 = 56 − 6 = 50 kursi.
3. B. Bilangan 18 diuraikan menjadi 10 dan 8 sesuai sifat distributif: (10 × 5) + (8 × 5) = 50 + 40 = 90.
4. B. 3 × 9 = 27, sedangkan 4 × 7 = 28; jadi 4 × 7 lebih besar.
5. C. Jumlah awal 5 × 12 = 60, lalu dibagi 3 kelompok: 60 ÷ 3.

Isian

1. 63 ekor. 9 × 7 = 63.
2. 96. (30 × 3) + (2 × 3) = 90 + 6 = 96.
3. 82 botol. 4 × 25 = 100, lalu 100 − 18 = 82.

Esai

1. Jumlah kursi awal = 8 × 4 = 32 kursi. Kursi yang dapat digunakan = 32 − 5 = 27 kursi. Perkalian digunakan untuk menemukan jumlah kursi dalam kelompok meja yang sama, kemudian pengurangan digunakan karena ada kursi yang rusak.
2. Jumlah buku awal = 6 × 15 = 90 buku. Setelah disumbangkan, tersisa 90 − 20 = 70 buku. Buku per rak = 70 ÷ 5 = 14 buku. Urutan operasi sesuai karena buku dihitung dahulu, dikurangi yang disumbangkan, lalu sisanya dibagi rata.

Kesimpulan

1. Kesimpulan Materi

Perkalian merupakan penjumlahan berulang dari bilangan yang sama. Perkalian dapat direpresentasikan melalui benda konkret, gambar, penjumlahan berulang, dan simbol. Untuk menyelesaikan masalah, kita perlu memahami situasi, memilih operasi yang tepat, menghitung dengan teliti, serta memeriksa kewajaran hasil.

2. Refleksi Pembelajaran

Lengkapi refleksi berikut: Hari ini saya memahami … 

Strategi perkalian yang paling membantu saya adalah … 

Hal yang masih ingin saya tanyakan … 

3. Kendala

Kendala umum yang mungkin terjadi adalah sebagian peserta didik masih tertukar memahami makna kedua faktor dan kurang teliti saat melakukan perkalian bersusun, terutama ketika harus menyimpan angka.

4. Tindak Lanjut

Guru memberikan penguatan menggunakan benda konkret atau gambar kelompok, melatih fakta perkalian secara bertahap, lalu membimbing peserta didik menyelesaikan perkalian bersusun dengan kotak nilai tempat. Peserta didik yang sudah paham diberi tantangan soal cerita dua langkah, sedangkan peserta didik yang belum paham mendapat latihan remedial dengan bilangan yang lebih kecil dan pendampingan teman sebaya.

5. Jumlah Siswa yang Paham / Belum Paham

KategoriJumlah SiswaCatatan Guru
Paham
Belum Paham

Referensi

  1. Kemendikdasmen — Capaian Pembelajaran Baru Telah Terbit, yang Berubah Hanya Mata Pelajaran Agama dan Budi Pekerti.
  2. Kejarcita — Capaian Pembelajaran Matematika Fase B.
  3. YouTube — Perkalian Bersusun Kelas 4 | Matematika Kelas 4.
Materi ajar Matematika Kelas 4 SD • Perkalian • Siap digunakan dan disalin ke mode HTML Blogger.