Senin, 07 September 2026

Materi Ajar Kelas 4 Zainab, Selasa 8 September 2026

 

Identitas

  • - Nama Guru : Muhammad Solihin, S.Pd., Gr
  • - Mata Pelajaran :
    • Matematika
    • Seni Rupa
    • IPAS
  • - Hari / Tanggal : Selasa / 8 September 2026
  • - Fase / Kelas : B / 4 Zainab
  • - Materi :
    • Matematika : Pembagian Bilangan Cacah
    • Seni Rupa : Tekstur
    • IPAS : Menyelidiki Gaya gesek
  • - Pertemuan Ke :
    • Matematika : Ke 2
    • Seni Rupa : Ke 3
    • IPAS : Ke 2

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala

الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا ۖ مَا تَرَىٰ فِي خَلْقِ الرَّحْمَٰنِ مِنْ تَفَاوُتٍ"Alladhī khalaqa sab‘a samāwātin ṭibāqā, mā tarā fī khalqir-raḥmāni min tafāwut."

Artinya: "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang." (QS. Al-Mulk: 3)

Keterkaitan: Ayat ini menegaskan kesempurnaan ciptaan Allah. Dalam Seni Rupa, kita belajar tentang Tekstur sebagai bagian dari keindahan ciptaan-Nya. Dalam IPAS, kita melihat keteraturan hukum alam melalui Gaya Gesek, dan dalam Matematika, kita belajar Pembagian sebagai bentuk keseimbangan dan keadilan dalam berhitung.

I. Matematika: Pembagian Bilangan Cacah

Capaian Pembelajaran (CP): Peserta didik dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 1000 menggunakan benda-benda konkret, gambar dan simbol matematika.

Tujuan Pembelajaran (TP): Melakukan dan menyelesaikan masalah operasi pembagian bilangan cacah sampai 1000 dengan bantuan simbol.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy:
  • Mindful: Siswa fokus dan teliti dalam mengikuti langkah-langkah pembagian bersusun.
  • Meaningful: Memahami pembagian sebagai cara berbagi yang adil dalam kehidupan sehari-hari.
  • Joyful: Merasa senang saat berhasil memecahkan tantangan soal pembagian ratusan.

ATP: 1. Melakukan pembagian bilangan ratusan dengan satuan menggunakan metode porogapit. 2. Menyelesaikan soal cerita kontekstual tentang pembagian (HOTS).

Materi Pengajaran

Pembagian adalah pengurangan berulang sampai nol. Untuk bilangan ratusan, kita menggunakan metode Porogapit. Langkahnya: Bagi, Kali, Kurang, Turunkan.

Contoh Soal:
1. 144 : 6 = ... (Jawab: 24)
2. Ibu memiliki 250 butir telur, ingin dimasukkan ke dalam 5 wadah sama banyak. Berapa isi tiap wadah? (Jawab: 50 butir).

📺 Video: Trik Cepat Pembagian Porogapit

Asesmen Formatif (HOTS)

1. Hasil dari 324 : 4 adalah... (a. 71 b. 81 c. 91 d. 84)
2. 600 : 8 = ... (a. 65 b. 75 c. 85 d. 95)
3. Bilangan 1000 jika dibagi 5 menjadi... (a. 150 b. 200 c. 250 d. 300)
4. 168 : 7 = ... (a. 24 b. 26 c. 28 d. 30)
5. Hasil dari 900 : 6 adalah... (a. 120 b. 140 c. 150 d. 160)

Isian: 1. 125 : 5 = ____. 2. 480 : 8 = ____. 3. 210 : 7 = ____.

Esai: 1. Pak Tani memanen 750 buah jeruk. Jeruk tersebut akan dibagikan kepada 6 pedagang sama banyak. Berapa jeruk yang diterima setiap pedagang? 2. Jelaskan langkah porogapit dari 156 : 3!

Kesimpulan: Pembagian bersusun memudahkan kita menghitung angka besar dengan langkah yang sistematis.

Refleksi: 
II. Seni Rupa: Tekstur

Capaian Pembelajaran (CP): Peserta didik mampu mengenal dan menggunakan elemen rupa (garis, bentuk, warna, tekstur) dalam karya seni dua atau tiga dimensi.

Tujuan Pembelajaran (TP): Membuat tekstur sesuai rancangan yang dibuat.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy:
  • Mindful: Menyadari keunikan tekstur benda-benda di sekitar sekolah.
  • Meaningful: Menghargai keindahan permukaan benda sebagai karya seni alami.
  • Joyful: Bereksperimen dengan teknik tempel dan jiplak yang seru.

ATP: 1. Memilih bahan alam atau buatan untuk membuat tekstur nyata. 2. Mengaplikasikan teknik cetak atau tempel untuk menghasilkan tekstur sesuai rancangan (HOTS).

Materi Pengajaran

Tekstur adalah nilai raba dari suatu permukaan benda. Ada tekstur nyata (terasa kasar/halus saat diraba) dan tekstur semu (hanya terlihat kasar tapi terasa halus). Kita bisa membuat tekstur dengan teknik frottage (menjiplak) atau grattage (menggores).

Contoh Soal: 1. Sebutkan benda yang memiliki tekstur nyata kasar! (Jawab: Kulit kayu). 2. Apa fungsi tekstur pada karya seni? (Jawab: Memberikan kesan dimensi).

📺 Video: Membuat Tekstur dengan Teknik Grattage

Asesmen Formatif (HOTS)

1. Tekstur yang terasa kasar saat diraba disebut tekstur... (a. Semu b. Nyata c. Halus d. Buatan)
2. Teknik menjiplak tekstur koin ke kertas disebut... (a. Kolase b. Frottage c. Grattage d. Mozaik)
3. Benda yang memiliki tekstur halus adalah... (a. Pasir b. Kaca c. Batu d. Ban mobil)
4. Teknik menggores lapisan krayon hitam untuk memunculkan warna disebut... (a. Frottage b. Grattage c. Cetak d. Lukis)
5. Tekstur semu sering ditemukan pada... (a. Lukisan b. Patung c. Keramik d. Anyaman)

Isian: 1. Nilai raba permukaan benda disebut ____. 2. Kulit salak memiliki tekstur ____. 3. Kertas HVS memiliki tekstur ____.

Esai: 1. Rancanglah sebuah ide karya seni yang menggabungkan tekstur nyata dari daun kering dan pasir! 2. Apa perbedaan utama antara tekstur nyata dan tekstur semu?

Kesimpulan: Tekstur menambah keindahan dan detail pada karya seni rupa.

Refleksi: .
III. IPAS: Menyelidiki Gaya Gesek

Capaian Pembelajaran (CP): Peserta didik mengidentifikasi ragam gaya dalam kehidupan sehari-hari dan pengaruhnya terhadap gerak benda.

Tujuan Pembelajaran (TP): Membedakan jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy:
  • Mindful: Mengamati gaya gesek yang terjadi saat berjalan atau menulis.
  • Meaningful: Memahami pentingnya gaya gesek untuk keamanan berkendara.
  • Joyful: Eksperimen meluncurkan benda di berbagai permukaan (licin vs kasar).

ATP: 1. Mendefinisikan gaya gesek dan faktor yang mempengaruhinya. 2. Menganalisis manfaat dan kerugian gaya gesek dalam kehidupan (HOTS).

Materi Pengajaran

Gaya gesek adalah gaya yang muncul saat dua benda bersentuhan. Arahnya berlawanan dengan arah gerak benda. Permukaan yang kasar menghasilkan gaya gesek yang lebih besar daripada permukaan yang licin.

Contoh Soal: 1. Mengapa ban mobil beralur? (Jawab: Untuk memperbesar gesekan agar tidak slip). 2. Apa yang terjadi jika lantai diberi sabun? (Jawab: Gaya gesek berkurang, lantai jadi licin).

📺 Video: Eksperimen Gaya Gesek Seru

Asesmen Formatif (HOTS)

1. Gaya yang menghambat gerak benda disebut gaya... 

(a. Otot b. Gesek c. Pegas d. Magnet)


2. Sepatu bola memiliki pul di bawahnya untuk... 

(a. Gaya-gayaan b. Memperbesar gesekan c. Memperkecil gesekan d. Mempercepat lari)


3. Permukaan yang menghasilkan gesekan paling kecil adalah... 

(a. Aspal b. Tanah c. Es licin d. Pasir)


4. Cara memperkecil gaya gesek adalah dengan... 

(a. Diberi pelumas b. Dibuat kasar c. Ditekan d. Diberi pasir)


5. Contoh gaya gesek yang merugikan adalah... 

(a. Rem sepeda b. Ban mobil aus c. Korek api d. Berjalan)


Isian: 1. Arah gaya gesek selalu ____ dengan gerak benda. 

2. Permukaan kasar membuat gesekan semakin ____. 

3. Oli pada mesin motor berfungsi untuk ____ gaya gesek.

Esai: 1. Mengapa saat hujan jalanan menjadi lebih berbahaya bagi pengendara motor? Hubungkan dengan gaya gesek! 

2. Sebutkan 3 cara memperbesar gaya gesek dalam kehidupan sehari-hari!

Kesimpulan: Gaya gesek sangat penting untuk mengontrol gerak benda dan menjaga keamanan.

Refleksi: .

Dibuat oleh: Muhammad Solihin, S.Pd., Gr
SD Al Azhar 1 Bandar Lampung | Materi Ajar Digital 2026

Minggu, 06 September 2026

Materi Ajar Kelas 4 Zainab, Senin 7 September 2026

Identitas

  • - Nama Guru : Muhammad Solihin, S.Pd., Gr
  • - Mata Pelajaran :
    • Pendidikan Pancasila
    • Matematika
    • IPAS
  • - Hari / Tanggal : Senin / 7 September 2026
  • - Fase / Kelas : B / 4 Zainab
  • - Materi :
    • Pendidikan Pancasila : Menjelajah Lingkungan tempat tinggalku
    • Matematika : Pembagian Bilangan Cacah
    • IPAS : Menyelidiki Gaya gesek
  • - Pertemuan Ke : 1

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ ۖ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ"Huwalladhī ja‘ala lakumul-arḍa dhalūlan famshū fī manākibihā wa kulū mir-rizqih, wa ilaihin-nushūr."

Artinya: "Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagimu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan." (QS. Al-Mulk: 15)

Keterkaitan: Ayat ini mengajak kita untuk Menjelajah Lingkungan tempat tinggal kita (Pendidikan Pancasila) untuk mensyukuri rezeki Allah. Keteraturan bumi yang "mudah dijalani" juga berkaitan dengan hukum Gaya Gesek (IPAS) yang memungkinkan kita berjalan tanpa terpeleset, serta perlunya ketelitian dalam Pembagian (Matematika) rezeki-Nya secara adil.

I. Pendidikan Pancasila

Capaian Pembelajaran (CP): Peserta didik mengenal lingkungan tempat tinggal (RT, RW, desa/kelurahan, kecamatan) sebagai bagian dari wilayah NKRI.

Tujuan Pembelajaran (TP): Murid dapat mengenal dan mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal (desa/kelurahan, kecamatan) sebagai bagian tidak terpisahkan dari NKRI.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy:
  • Mindful: Siswa sadar dan peduli terhadap kondisi lingkungan sekitarnya.
  • Meaningful: Memahami peran penting perangkat desa dalam kehidupan bermasyarakat.
  • Joyful: Belajar melalui pengamatan langsung yang menyenangkan di sekitar sekolah/rumah.

ATP: 1. Mengidentifikasi batas wilayah desa/kelurahan. 2. Mengenal peran kepala desa/lurah dalam NKRI.

Model: Contextual Teaching & Learning (Sesuai lingkungan nyata siswa).

Materi Pengajaran

Lingkungan tempat tinggal kita adalah unit terkecil dari negara kita, Indonesia. Dimulai dari RT (Rukun Tetangga), RW (Rukun Warga), Desa atau Kelurahan, hingga Kecamatan. Desa dipimpin oleh Kepala Desa (dipilih rakyat), sedangkan Kelurahan dipimpin oleh Lurah (PNS yang ditunjuk pemerintah).

Contoh Soal: 1. Apa perbedaan Kepala Desa dan Lurah? 2. Sebutkan nama kecamatan tempat tinggalmu!

📺 Video: Mengenal Lingkungan Tempat Tinggal

Asesmen Formatif (HOTS)

1. Pemimpin kelurahan disebut... (a. Camat b. Lurah c. Kades d. RT)
2. Wilayah gabungan beberapa RT disebut... (a. RW b. Desa c. Dusun d. Kota)
3. Mengapa kita harus menjaga kebersihan lingkungan? (a. Agar dihargai b. Kewajiban warga c. Perintah Camat d. Takut denda)
4. Kepala Desa dipilih secara... (a. Ditunjuk b. Warisan c. Langsung oleh rakyat d. Undian)
5. NKRI singkatan dari... (a. Negara Kesatuan Rakyat Indonesia b. Negara Kesatuan Republik Indonesia c. Negara Keadilan Republik Indonesia d. Negara Kebangsaan Republik Indonesia)

Isian: 1. Pemimpin kecamatan adalah ____. 2. Desa dipimpin oleh ____. 3. RT singkatan dari ____.

Esai: 1. Jelaskan mengapa desa/kelurahan disebut bagian tak terpisahkan dari NKRI! 2. Apa yang akan terjadi jika di sebuah desa tidak ada pemimpin?

Klik untuk Kunci Jawaban
PG: 1.b, 2.a, 3.b, 4.c, 5.b | Isian: 1. Camat, 2. Kepala Desa, 3. Rukun Tetangga | Esai: 1. Karena wilayah terkecil membentuk kedaulatan negara secara utuh. 2. Pelayanan masyarakat terganggu dan tidak ada keteraturan.
Kesimpulan: Mengenal lingkungan tempat tinggal adalah wujud cinta tanah air dan tanggung jawab sebagai warga NKRI.

Refleksi: Sebagian besar murid memahami perbedaan desa dan kelurahan dengan baik
II. Matematika

Capaian Pembelajaran (CP): Peserta didik dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 1000.

Tujuan Pembelajaran (TP): Melakukan dan menyelesaikan masalah operasi pembagian bilangan cacah sampai 1000 dengan bantuan simbol.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy:
  • Mindful: Fokus dalam mengikuti langkah-langkah pembagian bersusun.
  • Meaningful: Menerapkan pembagian dalam berbagi barang secara adil.
  • Joyful: Menyelesaikan tantangan "Teka-teki Angka" secara berkelompok.

ATP: 1. Melakukan pembagian puluhan dengan satuan. 2. Menyelesaikan soal cerita pembagian ratusan (HOTS).

Model: Problem Based Learning (Belajar melalui pemecahan masalah soal cerita).

Materi Pengajaran

Pembagian adalah pengurangan berulang sampai habis (nol). Untuk angka besar, kita menggunakan metode Porogapit (Pembagian Bersusun). Contoh: 144 : 6 = 24.

Contoh Soal: 1. 120 : 5 = ... 2. Ibu punya 48 permen, dibagi ke 4 anak. Berapa masing-masing? (12 permen).

📺 Video: Trik Pembagian Porogapit Cepat

Asesmen Formatif (HOTS)

1. Hasil dari 72 : 3 adalah... (a. 21 b. 24 c. 26 d. 28)
2. 450 : 9 = ... (a. 40 b. 50 c. 60 d. 70)
3. Bilangan 100 jika dibagi 4 menjadi... (a. 20 b. 25 c. 30 d. 40)
4. 144 : 12 = ... (a. 10 b. 11 c. 12 d. 14)
5. 800 : 8 = ... (a. 10 b. 100 c. 1000 d. 80)

Isian: 1. 36 : 4 = ____. 2. 150 : 3 = ____. 3. 240 : 6 = ____.

Esai: 1. Pak Budi punya 675 bibit pohon, ingin dibagi ke 5 desa. Berapa bibit tiap desa? 2. Jelaskan langkah pembagian porogapit 125 : 5!

Klik untuk Kunci Jawaban
PG: 1.b, 2.b, 3.b, 4.c, 5.b | Isian: 1. 9, 2. 50, 3. 40 | Esai: 1. 135 bibit. 2. 12 dibagi 5 dapat 2 sisa 2, turunkan 5 jadi 25, 25 dibagi 5 dapat 5. Hasil 25.
Kesimpulan: Pembagian bersusun (porogapit) memudahkan kita menghitung pembagian bilangan ratusan secara akurat.

Refleksi: Sebagian kecil murid masih perlu bimbingan dalam menentukan nilai tempat saat membagi bersusun.
III. IPAS (Gaya Gesek)

Capaian Pembelajaran (CP): Peserta didik mengidentifikasi ragam gaya dalam kehidupan sehari-hari dan pengaruhnya terhadap benda.

Tujuan Pembelajaran (TP): Membedakan jenis gaya dan pengaruhnya (khususnya gaya gesek) terhadap gerak benda.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy:
  • Mindful: Mengamati tekstur permukaan benda yang mempengaruhi gesekan.
  • Meaningful: Memahami mengapa ban kendaraan memiliki alur (untuk keamanan).
  • Joyful: Eksperimen meluncurkan kelereng di berbagai permukaan (lantai, karpet, pasir).

ATP: 1. Mendefinisikan gaya gesek. 2. Menganalisis cara memperbesar/memperkecil gaya gesek (HOTS).

Model: Inkuiri Terbimbing (Siswa melakukan eksperimen untuk menemukan konsep).

Materi Pengajaran

Gaya gesek adalah gaya yang muncul saat dua benda bersentuhan dan arahnya berlawanan dengan arah gerak. Permukaan kasar membuat gaya gesek besar, permukaan licin membuat gaya gesek kecil.

Contoh Soal: 1. Mengapa lantai kamar mandi dibuat kasar? 2. Apa fungsi oli pada mesin motor?

📺 Video: Mengenal Gaya Gesek & Manfaatnya

Asesmen Formatif (HOTS)

1. Gaya yang menghambat gerak benda disebut... (a. Magnet b. Gesek c. Pegas d. Gravitasi)
2. Sepatu bola memiliki pul (paku) di bawahnya untuk... (a. Gaya-gayaan b. Memperbesar gesekan c. Memperkecil gesekan d. Biar awet)
3. Permukaan yang menghasilkan gesekan terkecil adalah... (a. Aspal b. Tanah c. Es licin d. Karpet)
4. Cara memperkecil gaya gesek adalah dengan... (a. Diberi pelumas b. Dibuat kasar c. Ditekan d. Diberi pasir)
5. Contoh gaya gesek yang merugikan adalah... (a. Rem sepeda b. Ban mobil aus c. Korek api d. Berjalan)

Isian: 1. Arah gaya gesek selalu ____ dengan gerak benda. 2. Ban mobil beralur agar tidak ____. 3. Gaya gesek pada mesin diperkecil dengan ____.

Esai: 1. Mengapa saat hujan jalanan menjadi lebih licin? Jelaskan hubungannya dengan gaya gesek! 2. Sebutkan 3 manfaat gaya gesek dalam kehidupan sehari-hari!

Klik untuk Kunci Jawaban
PG: 1.b, 2.b, 3.c, 4.a, 5.b | Isian: 1. Berlawanan, 2. Tergelincir/Slip, 3. Oli/Pelumas | Esai: 1. Air hujan menutupi pori-pori aspal sehingga permukaan menjadi lebih rata/licin dan gaya gesek berkurang. 2. Berjalan tanpa terpeleset, mengerem kendaraan, menyalakan korek api.
Kesimpulan: Gaya gesek sangat penting untuk keamanan dan membantu aktivitas manusia, namun juga bisa merugikan jika tidak dikelola (seperti keausan mesin).

Refleksi: Seluruh murid sangat antusias saat melakukan eksperimen meluncurkan benda di berbagai permukaan.

Dibuat oleh: Muhammad Solihin, S.Pd., Gr
SD Al Azhar 1 Bandar Lampung | Materi Ajar Digital 2026

Jumlah Siswa Paham: ________ | Belum Paham: ________

Kamis, 03 September 2026

Materi Ajar Kelas 4 Zainab, Jum'at 4 September 2026

 

Materi Pembelajaran Matematika

Identitas 


- Nama Guru : Muhammad Solihin, S.Pd., Gr

- Hari / Tanggal : Jum'at / 4 September 2026

- Fase / Kelas : B / 4 Zainab

- Mata Pelajaran : Matematika

- Materi : Pembagian Bilangan Cacah

- Pertemuan Ke : 3

Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala

وَنَبِّئْهُمْ أَنَّ الْمَاءَ قِسْمَةٌ بَيْنَهُمْ ۖ كُلُّ شِرْبٍ مُحْتَضَرٌ"Wa nabbi'hum anna al-ma'a qismatun baynahum, kullu syirbin muḥtaḍar."

Artinya: "Dan beritahukanlah kepada mereka bahwa air itu dibagi di antara mereka; setiap bagian air dihadiri (oleh yang berhak)." (QS. Al-Qamar: 28)


Keterkaitan Materi: Ayat ini menceritakan tentang perintah Allah untuk membagi air secara adil. Dalam Matematika, kita belajar Pembagian sebagai cara untuk mendistribusikan atau membagi sesuatu menjadi bagian-bagian yang sama besar secara adil dan tepat.

Capaian & Tujuan Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP):
Peserta didik dapat menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000. Mereka dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000. Mereka dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda-benda konkret, gambar dan simbol matematika.

Tujuan Pembelajaran (TP):
Melakukan dan menyelesaikan masalah operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 1000 dengan bantuan benda konkret, gambar dan simbol.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  1. Memahami konsep pembagian sebagai pengurangan berulang sampai nol.
  2. Melakukan pembagian bilangan puluhan dengan satuan tanpa sisa.
  3. Menggunakan metode pembagian bersusun (Porogapit) untuk bilangan ratusan.
  4. Menyelesaikan soal cerita pembagian yang berkaitan dengan pembagian barang secara adil (HOTS).

Model / Metode Pembelajaran:
Model: Problem Based Learning (PBL).
Metode: Demonstrasi, Diskusi, dan Latihan Porogapit.
Alasan: Model PBL membantu siswa melihat relevansi pembagian dalam kehidupan sehari-hari, sementara metode Porogapit memberikan prosedur yang sistematis untuk menghitung angka besar.

Penjabaran Materi

1. Video Pembelajaran:
📺 Tonton: Cara Mudah Pembagian Bersusun (Porogapit)

2. Ringkasan Materi:
Pembagian adalah proses memecah suatu bilangan menjadi beberapa bagian yang sama besar. Pembagian juga sering disebut sebagai kebalikan dari perkalian.

Contoh 1 (Pembagian Sederhana):
Ibu memiliki 15 buah jeruk. Jeruk tersebut akan dibagikan kepada 3 orang anaknya sama banyak. Berapa jeruk yang diterima setiap anak?
Penyelesaian: 15 : 3 = 15 - 5 - 5 - 5 = 0 (Pengurangan 5 sebanyak 3 kali).
Jadi, 15 : 3 = 5.

Contoh 2 (Pembagian Bersusun/Porogapit):
Hitunglah 456 : 4!
1. 4 dibagi 4 = 1. Tulis 1 di atas.
2. 5 dibagi 4 = 1 (sisa 1). Tulis 1 di atas, turunkan 1.
3. Gabungkan sisa 1 dengan angka 6 menjadi 16. 16 dibagi 4 = 4.
Hasil akhir: 114.

Asesmen Formatif (HOTS)

A. Pilihan Ganda

  1. Hasil dari 144 : 6 adalah...
    a. 22   b. 24   c. 26   d. 28
  2. Sebuah toko roti memproduksi 250 donat. Donat tersebut akan dimasukkan ke dalam 5 kotak sama banyak. Isi setiap kotak adalah...
    a. 40   b. 50   c. 60   d. 70
  3. Jika 12 x 9 = 108, maka 108 : 9 adalah...
    a. 9   b. 12   c. 18   d. 21
  4. Pak Budi memiliki 480 butir telur. Telur tersebut akan dikemas dalam wadah yang masing-masing berisi 8 butir. Banyak wadah yang diperlukan adalah...
    a. 50   b. 60   c. 70   d. 80
  5. Hasil dari 728 : 7 adalah...
    a. 14   b. 104   c. 140   d. 100

B. Isian

  1. Hasil dari 360 : 4 = __________.
  2. Bilangan 125 jika dibagi 5 menghasilkan __________.
  3. Pembagian 84 : 7 dapat diselesaikan dengan pengurangan berulang angka 7 sebanyak __________ kali.

C. Esai

  1. Sekolah menerima bantuan 900 buku cerita. Buku tersebut akan dibagikan ke 6 kelas sama banyak. Berapa buku yang diterima setiap kelas? Tunjukkan cara porogapitnya!
  2. Seorang petani memanen 672 buah mangga. Mangga tersebut dimasukkan ke dalam 4 keranjang besar. Jika setiap keranjang berisi jumlah yang sama, berapa buah mangga di setiap keranjang?
👉 Klik untuk Kunci Jawaban

Pilihan Ganda: 1.b, 2.b, 3.b, 4.b, 5.b

Isian: 1. 90, 2. 25, 3. 12

Esai:
1. 900 : 6 = 150 buku.
2. 672 : 4 = 168 buah mangga.

Dibuat oleh: Muhammad Solihin, S.Pd., Gr
SD Al Azhar 1 Bandar Lampung | Materi Digital 2026

Rabu, 02 September 2026

Materi Ajar Kelas 4 Zainab, Kamis 3 September 2026

 

Materi Pembelajaran Kelas 4 ZAINAB

Identitas


- Nama Guru : Muhammad Solihin, S.Pd., Gr

- Hari / Tanggal : Kamis / 3 September 2026

- Fase / Kelas : B / 4 Zainab

- Mata Pelajaran : IPAS & Bahasa Indonesia

- Materi : Gaya & Ide Pokok

- Pertemuan Ke : 2

Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala

وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا"Wa khalaqa kulla syai'in fa qaddarahū taqdīrā."

Artinya: "Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya." (QS. Al-Furqan: 2)


Keterkaitan Materi: Ayat ini mengingatkan kita bahwa Allah menciptakan alam dengan perhitungan yang sangat teliti. Dalam IPAS, kita mempelajari hukum-hukum Gaya yang menggerakkan benda secara teratur. Dalam Bahasa Indonesia, kita belajar menemukan Ide Pokok untuk memahami inti atau "ukuran" dari sebuah informasi yang disampaikan.

1. IPAS: Gaya dan Pengaruhnya

Capaian Pembelajaran (CP): Peserta didik mengidentifikasi ragam gaya yang terlibat dalam aktivitas sehari-hari dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda.

Tujuan Pembelajaran (TP): Membedakan jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  • Mengidentifikasi pengertian gaya sebagai tarikan atau dorongan.
  • Menyebutkan ragam jenis gaya (otot, gesek, magnet, gravitasi, pegas, listrik).
  • Mengamati pengaruh gaya yang membuat benda diam menjadi bergerak atau sebaliknya.
  • Menganalisis pengaruh gaya terhadap perubahan bentuk dan arah gerak benda (HOTS).

Model / Metode Pembelajaran: Model Inkuiri Terbimbing dengan metode Eksperimen Sederhana. Alasan: Agar siswa dapat menemukan sendiri konsep pengaruh gaya melalui pengamatan langsung pada benda di sekitar mereka.

Penjabaran Materi

Video Pembelajaran:
📺 Tonton: Gaya Memengaruhi Gerak Benda

Ringkasan Materi:
Gaya adalah tarikan atau dorongan yang diberikan pada benda. Gaya tidak dapat dilihat, tetapi pengaruhnya dapat dirasakan. Pengaruh gaya meliputi:

  • Mengubah bentuk benda: Menekan botol plastik, meremas kertas.
  • Mengubah arah gerak benda: Menangkis bola, memutar kemudi sepeda.
  • Membuat benda diam menjadi bergerak: Mendorong meja, menendang bola.
  • Membuat benda bergerak menjadi diam: Mengerem sepeda, menangkap bola.

Contoh Soal:
1. Apa yang terjadi jika plastisin ditekan dengan tangan? (Jawab: Plastisin berubah bentuk).
2. Gaya apa yang digunakan saat kita menendang bola? (Jawab: Gaya Otot).

Asesmen Formatif (HOTS)

A. Pilihan Ganda

  1. Kegiatan yang membuktikan gaya dapat mengubah bentuk benda adalah...
    a. Mengerem sepeda   b. Menendang bola   c. Meremas kaleng   d. Mendorong lemari
  2. Kiper menangkap bola yang melaju ke arah gawang. Pengaruh gaya yang terjadi adalah...
    a. Benda diam jadi bergerak   b. Benda bergerak jadi diam   c. Benda berubah bentuk   d. Benda berubah arah
  3. Gaya yang bekerja pada saat kita menggunakan katapel adalah gaya...
    a. Magnet   b. Otot   c. Pegas   d. Gravitasi
  4. Semakin kasar permukaan benda, maka gaya gesek akan semakin...
    a. Kecil   b. Besar   c. Hilang   d. Lemah
  5. Buah mangga yang jatuh dari pohon ke tanah dipengaruhi oleh gaya...
    a. Gesek   b. Otot   c. Gravitasi   d. Magnet

B. Isian

  1. Tarikan atau dorongan yang diberikan pada benda disebut __________.
  2. Gaya yang terjadi saat dua permukaan benda saling bersentuhan adalah gaya __________.
  3. Menangkis bola yang datang ke arah kita menunjukkan bahwa gaya dapat mengubah __________ benda.

C. Esai

  1. Jelaskan 3 pengaruh gaya terhadap benda yang sering kamu temukan di sekolah!
  2. Mengapa pemain bola harus memberikan gaya pada bola yang sedang diam agar bisa mencetak gol? Jelaskan prosesnya!
[ Klik untuk Kunci Jawaban IPAS ]

PG: 1.c, 2.b, 3.c, 4.b, 5.c

Isian: 1. Gaya, 2. Gesek, 3. Arah Gerak

Esai: 1. Mendorong kursi (diam ke gerak), Menghapus papan tulis (gesek), Meraut pensil (berubah bentuk). 2. Bola diam memiliki energi potensial, dengan gaya otot (tendangan), bola mendapatkan energi kinetik sehingga bergerak menuju gawang.

2. Bahasa Indonesia: Ide Pokok

Capaian Pembelajaran (CP): Peserta didik mampu memahami ide pokok (gagasan utama) dan ide pendukung pada teks informatif serta teks narasi yang dibacakan atau didengar.

Tujuan Pembelajaran (TP): Peserta didik mampu memahami ide pokok dari teks narasi yang dibacakan guru.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  • Menyimak teks narasi yang dibacakan dengan seksama.
  • Menemukan kalimat utama dalam setiap paragraf.
  • Membedakan antara ide pokok dan ide pendukung.
  • Menyusun ringkasan teks berdasarkan ide pokok yang ditemukan (HOTS).

Model / Metode Pembelajaran: Model Diskusi Terbimbing dengan metode Tanya Jawab. Alasan: Membantu siswa melatih fokus pendengaran dan kemampuan menyimpulkan informasi secara kritis.

Penjabaran Materi

Video Pembelajaran:
📺 Tonton: Menentukan Ide Pokok Paragraf

Ringkasan Materi:
Ide pokok adalah gagasan utama atau inti pembahasan dalam sebuah paragraf. Ide pokok biasanya terdapat dalam kalimat utama. Kalimat utama bisa berada di awal paragraf (deduktif), di akhir paragraf (induktif), atau di awal dan akhir (campuran).
Ide pendukung adalah informasi tambahan yang menjelaskan ide pokok agar paragraf lebih jelas.

Contoh Soal:
Teks: "Beni rajin belajar setiap hari. Ia selalu mengerjakan PR tepat waktu. Beni juga sering membaca buku di perpustakaan."
1. Apa ide pokok paragraf tersebut? (Jawab: Beni anak yang rajin belajar).
2. Sebutkan satu ide pendukungnya! (Jawab: Beni mengerjakan PR tepat waktu).

Asesmen Formatif (HOTS)

A. Pilihan Ganda

  1. Inti dari sebuah paragraf disebut...
    a. Kalimat penjelas   b. Ide pokok   c. Judul   d. Tema
  2. Kalimat yang menjelaskan ide pokok disebut kalimat...
    a. Utama   b. Penjelas   c. Tanya   d. Perintah
  3. Paragraf yang ide pokoknya terletak di awal disebut paragraf...
    a. Induktif   b. Deduktif   c. Campuran   d. Deskriptif
  4. "Pagi hari yang cerah, Lani bersiap pergi ke sekolah. Ia merapikan tas dan memakai seragam dengan rapi. Lani sangat semangat menyambut hari pertama sekolah." Ide pokoknya adalah...
    a. Pagi hari yang cerah   b. Lani memakai seragam   c. Lani semangat ke sekolah   d. Lani merapikan tas
  5. Langkah pertama untuk menemukan ide pokok adalah...
    a. Membuat judul   b. Membaca teks dengan seksama   c. Menulis ringkasan   d. Menghitung jumlah kata

B. Isian

  1. Gagasan utama biasanya terdapat dalam kalimat __________.
  2. Ide pokok paragraf induktif terletak di __________ paragraf.
  3. Nama lain dari ide pokok adalah __________ utama.

C. Esai

  1. Bacalah teks berikut, lalu tentukan ide pokoknya: "Hutan memiliki banyak manfaat bagi manusia. Pohon-pohon di hutan menghasilkan oksigen untuk bernapas. Hutan juga menjadi tempat tinggal berbagai jenis hewan."
  2. Mengapa kita perlu menemukan ide pokok saat membaca atau mendengarkan sebuah cerita? Jelaskan!
[ Klik untuk Kunci Jawaban Bahasa Indonesia ]

PG: 1.b, 2.b, 3.b, 4.c, 5.b

Isian: 1. Utama, 2. Akhir, 3. Gagasan

Esai: 1. Manfaat hutan bagi manusia. 2. Agar kita dapat memahami inti informasi yang disampaikan penulis tanpa harus membaca seluruh detail yang berulang.

Dibuat oleh: Muhammad Solihin, S.Pd., Gr
SD Al Azhar 1 Bandar Lampung | 2026

Selasa, 01 September 2026

Materi Ajar Kelas 4 Zainab, Rabu 2 September 2026

 

Materi Pembelajaran Kelas 4 ZAINAB

Identitas 


- Nama Guru : Muhammad Solihin, S.Pd., Gr

- Hari / Tanggal : Rabu / 2 September 2026

- Fase / Kelas : B / 4 Zainab

- Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia, Seni Rupa, Pendidikan Pancasila

- Materi : Ide Pokok, Tekstur, Lingkungan Tempat Tinggalku

- Pertemuan Ke : 2

Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala

أَفَلَا يَنْظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ"A falā yanẓurūna ilal-ibili kaifa khuliqat."

Artinya: "Maka tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana ia diciptakan?" (QS. Al-Ghashiyah: 17)


Keterkaitan Materi: Ayat ini mengajak kita untuk mengamati ciptaan Allah dengan teliti. Hal ini relevan dengan materi Ide Pokok (memperhatikan isi teks), Tekstur (mengamati permukaan benda), dan Lingkungan (mengenali tempat tinggal kita sebagai bagian dari bumi Allah).

1. Bahasa Indonesia: Ide Pokok

Capaian Pembelajaran (CP): Peserta didik mampu memahami ide pokok (gagasan utama) dan ide pendukung pada teks informatif serta teks narasi yang dibacakan atau didengar.

Tujuan Pembelajaran (TP): Peserta didik mampu memahami ide pokok dari teks narasi yang dibacakan guru.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  • Menyimak teks narasi yang dibacakan dengan seksama.
  • Mengidentifikasi kalimat utama dalam setiap paragraf.
  • Membedakan antara ide pokok dan ide pendukung.
  • Menyimpulkan isi teks narasi berdasarkan ide pokok yang ditemukan (HOTS).

Model / Metode: Model Scaffolding dengan metode Diskusi Terbimbing. Alasan: Membantu siswa menemukan ide pokok secara bertahap melalui bimbingan guru hingga mereka mampu mandiri.

Penjabaran Materi

Video Pembelajaran:
📺 Tonton: Cara Menentukan Ide Pokok

Ringkasan Materi:
Ide pokok adalah gagasan utama atau inti dari sebuah paragraf. Ide pokok biasanya terletak di dalam kalimat utama. Kalimat utama bisa berada di awal paragraf (deduktif), akhir paragraf (induktif), atau di awal dan akhir (campuran).

Langkah Menemukan Ide PokokContoh Analisis
1. Baca/simak seluruh paragraf.
2. Cari kalimat yang menjadi inti pembahasan.
3. Ringkas kalimat tersebut menjadi gagasan utama.
Teks: "Beni rajin belajar setiap hari. Ia selalu mengerjakan PR tepat waktu. Beni juga sering membaca buku di perpustakaan."
Ide Pokok: Beni anak yang rajin belajar.

Asesmen Formatif (HOTS)

A. Pilihan Ganda

  1. Gagasan utama yang menjadi inti dari sebuah paragraf disebut...
    a. Kalimat penjelas   b. Ide pokok   c. Judul   d. Tema
  2. Ide pokok biasanya dapat ditemukan pada...
    a. Kalimat utama   b. Kalimat pengembang   c. Kata kunci   d. Daftar pustaka
  3. Paragraf yang ide pokoknya terletak di awal disebut paragraf...
    a. Induktif   b. Campuran   c. Deduktif   d. Deskriptif
  4. "Kucing adalah hewan peliharaan yang populer. Ia memiliki bulu lembut dan tingkah yang lucu. Banyak orang menyukai kucing karena setia." Ide pokoknya adalah...
    a. Bulu kucing lembut   b. Orang menyukai kucing   c. Kucing hewan peliharaan populer   d. Kucing setia
  5. Fungsi ide pendukung dalam sebuah paragraf adalah...
    a. Menjadi inti cerita   b. Menjelaskan ide pokok   c. Menjadi judul teks   d. Mengakhiri paragraf

B. Isian

  1. Kalimat yang berisi ide pokok disebut kalimat __________.
  2. Ide pokok paragraf induktif terletak di __________ paragraf.
  3. Untuk menemukan ide pokok, kita harus membaca teks dengan __________.

C. Esai

  1. Bacalah teks narasi singkat berikut, lalu tentukan ide pokoknya: "Pagi itu, Lani bersiap-siap pergi ke sekolah. Ia merapikan buku dan alat tulisnya ke dalam tas. Tak lupa Lani berpamitan kepada ayah dan ibu sebelum berangkat."
  2. Mengapa ide pokok sangat penting dalam sebuah teks? Jelaskan menurut pendapatmu!
Klik untuk Kunci Jawaban

1. Kesimpulan Materi: Menemukan ide pokok membantu kita memahami inti cerita dengan lebih mudah dan cepat.

2. Refleksi Pembelajaran: Apakah kamu sudah bisa membedakan mana kalimat utama dan mana kalimat penjelas?

3. Kendala: Siswa terkadang bingung jika kalimat utama tidak terletak di awal paragraf.

4. Tindak Lanjut: Memberikan latihan teks dengan letak kalimat utama yang bervariasi.

5. Jumlah Siswa Paham: [ ] | Belum Paham: [ ]

2. Seni Rupa: Merancang Tekstur

Capaian Pembelajaran (CP): Peserta didik mampu merancang, membuat, dan memamerkan karya seni rupa dua atau tiga dimensi dengan menggunakan berbagai bahan dan teknik yang dipelajari.

Tujuan Pembelajaran (TP): Merancang sebuah tekstur berdasarkan ide, pengetahuan, bahan dan teknik yang dipelajari.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  • Mengamati berbagai jenis tekstur nyata dan semu di sekitar.
  • Menentukan bahan (alami/buatan) untuk membuat tekstur.
  • Membuat sketsa rancangan tekstur pada buku gambar.
  • Mengaplikasikan teknik frottage atau grattage pada rancangan karya (HOTS).

Model / Metode: Model Project Based Learning (PjBL) dengan metode Eksperimen. Alasan: Siswa belajar melalui proses mencipta langsung sehingga kreativitas mereka terasah.

Penjabaran Materi

Video Pembelajaran:
📺 Tonton: Eksperimen Membuat Tekstur

Ringkasan Materi:
Tekstur adalah nilai raba dari suatu permukaan benda. Ada tekstur nyata (terasa kasar/halus saat diraba) dan tekstur semu (hanya terlihat kasar tapi terasa halus). Teknik merancang tekstur bisa menggunakan teknik tempel (kolase), teknik gores (grattage), atau teknik cetak (frottage).

Teknik PembuatanBahan yang Dibutuhkan
Frottage (Cetak)Kertas, krayon/pensil, benda bertekstur (koin, daun).
Grattage (Gores)Kertas, krayon warna-warni, krayon hitam, alat gores runcing.

Asesmen Formatif (HOTS)

A. Pilihan Ganda

  1. Nilai raba dari permukaan sebuah benda disebut...
    a. Warna   b. Bentuk   c. Tekstur   d. Garis
  2. Tekstur yang terlihat kasar namun terasa halus saat diraba disebut tekstur...
    a. Nyata   b. Semu   c. Asli   d. Buatan
  3. Teknik membuat tekstur dengan cara menggosok kertas di atas benda bertekstur disebut...
    a. Kolase   b. Grattage   c. Frottage   d. Mozaik
  4. Alat yang digunakan untuk teknik grattage biasanya bersifat...
    a. Tumpul   b. Basah   c. Runcing   d. Lunak
  5. Contoh benda yang memiliki tekstur nyata kasar adalah...
    a. Kaca   b. Kulit kayu   c. Plastik   d. Kertas HVS

B. Isian

  1. Krayon warna hitam pada teknik grattage berfungsi untuk __________ lapisan warna di bawahnya.
  2. Permukaan daun yang memiliki tulang daun menonjol termasuk tekstur __________.
  3. Langkah pertama dalam merancang tekstur adalah membuat __________.

C. Esai

  1. Jelaskan perbedaan antara teknik frottage dan grattage dalam pembuatan tekstur!
  2. Rancanglah sebuah ide karya seni yang menggunakan tekstur dari bahan alam. Bahan apa yang kamu pilih dan mengapa?
Klik untuk Kunci Jawaban

1. Kesimpulan Materi: Tekstur memberikan dimensi keindahan dan keunikan pada sebuah karya seni rupa.

2. Refleksi Pembelajaran: Teknik manakah yang paling kamu sukai untuk membuat tekstur?

3. Kendala: Beberapa siswa kesulitan menggores krayon tanpa merobek kertas.

4. Tindak Lanjut: Memberikan arahan penggunaan alat gores secara perlahan dan hati-hati.

5. Jumlah Siswa Paham: [ ] | Belum Paham: [ ]

3. Pendidikan Pancasila: Lingkungan Tempat Tinggalku

Capaian Pembelajaran (CP): Peserta didik mampu mengenal lingkungan tempat tinggalnya (desa/kelurahan, kecamatan) sebagai bagian dari wilayah NKRI dan menunjukkan sikap cinta tanah air.

Tujuan Pembelajaran (TP): Murid dapat mengenal dan mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal (desa atau kelurahan, dan kecamatan) sebagai bagian tidak terpisahkan dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  • Menyebutkan nama desa/kelurahan dan kecamatan tempat tinggal masing-masing.
  • Mengidentifikasi struktur kepemimpinan di tingkat desa (Kepala Desa) dan kelurahan (Lurah).
  • Menjelaskan peran penting lingkungan tempat tinggal dalam menjaga persatuan NKRI.
  • Menganalisis cara menjaga kebersihan dan ketertiban di lingkungan tempat tinggal (HOTS).

Model / Metode: Model Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan metode Tanya Jawab. Alasan: Menghubungkan materi dengan pengalaman nyata siswa di lingkungan rumah mereka.

Penjabaran Materi

Video Pembelajaran:
📺 Tonton: Mengenal Desa & Kelurahan

Ringkasan Materi:
Lingkungan tempat tinggal kita terdiri dari susunan wilayah yang terkecil hingga terbesar. Dimulai dari RT (Rukun Tetangga), RW (Rukun Warga), kemudian menjadi Desa atau Kelurahan. Gabungan beberapa desa/kelurahan membentuk Kecamatan. Semua wilayah ini adalah bagian dari NKRI yang harus kita jaga.

Tingkat WilayahPemimpin / Kepala
DesaKepala Desa (Dipilih oleh rakyat)
KelurahanLurah (Ditunjuk oleh pemerintah)
KecamatanCamat

Asesmen Formatif (HOTS)

A. Pilihan Ganda

  1. Pemimpin sebuah kelurahan disebut...
    a. Kepala Desa   b. Lurah   c. Camat   d. Bupati
  2. Gabungan dari beberapa desa atau kelurahan akan membentuk wilayah...
    a. Kabupaten   b. Provinsi   c. Kecamatan   d. Dusun
  3. Kepala Desa dipilih secara langsung oleh...
    a. Presiden   b. Camat   c. Rakyat desa   d. Gubernur
  4. Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal merupakan tanggung jawab...
    a. Kepala Desa saja   b. Petugas kebersihan   c. Seluruh warga   d. Anak-anak saja
  5. NKRI adalah singkatan dari...
    a. Negara Kesatuan Rakyat Indonesia   b. Negara Kelompok Republik Indonesia   c. Negara Kesatuan Republik Indonesia   d. Negara Kedaulatan Republik Indonesia

B. Isian

  1. Pemimpin di tingkat kecamatan adalah seorang __________.
  2. Unit wilayah terkecil di bawah RW adalah __________.
  3. Kita harus menjaga persatuan di lingkungan tempat tinggal agar NKRI tetap __________.

C. Esai

  1. Apa perbedaan utama antara Desa dan Kelurahan dalam hal kepemimpinannya?
  2. Sebutkan 3 cara yang bisa kamu lakukan untuk mencintai lingkungan tempat tinggalmu sebagai wujud cinta NKRI!
Klik untuk Kunci Jawaban

1. Kesimpulan Materi: Mengenal lingkungan tempat tinggal membuat kita lebih menghargai wilayah bagian dari NKRI.

2. Refleksi Pembelajaran: Apakah kamu sudah tahu siapa nama Pak RT atau Pak RW di rumahmu?

3. Kendala: Siswa sering tertukar antara istilah Kecamatan dan Kabupaten.

4. Tindak Lanjut: Membuat peta sederhana lingkungan sekitar rumah masing-masing.

5. Jumlah Siswa Paham: [ ] | Belum Paham: [ ]

Dibuat oleh: Muhammad Solihin, S.Pd., Gr
SD Al Azhar 1 Bandar Lampung | Materi Digital 2026

Senin, 31 Agustus 2026

Materi Ajar Kelas 4 Zainab, Selasa 1 September 2026


Identitas 


Nama Guru             : Muhammad Solihin, S.Pd., Gr

Hari / Tanggal        : Selasa / 1 September 2026

Fase / Kelas             : B / 4 Zainab

Mata Pelajaran       : Matematika, Seni Rupa, IPAS

Materi                     : Perkalian, Tekstur, Gaya

Pertemuan Ke        : 2

Apersepsi:
Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan.

وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا"Wa khalaqa kulla syai'in fa qaddarahū taqdīrā."

Artinya: "Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya." (QS. Al-Furqan: 2)

Keterkaitan: Ayat ini mengingatkan kita bahwa Allah menciptakan alam semesta dengan perhitungan yang teliti (Matematika), keindahan bentuk dan tekstur (Seni Rupa), serta hukum-hukum gerak dan gaya (IPAS) yang sangat teratur.

1. Matematika: Perkalian Bilangan Cacah

Capaian Pembelajaran (CP): Peserta didik dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 1.000.

Tujuan Pembelajaran (TP): Melakukan dan menyelesaikan masalah operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 1000 dengan bantuan benda konkret, gambar dan simbol.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  • Mengingat kembali konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang.
  • Melakukan perkalian bilangan dua angka dengan satu angka menggunakan teknik susun pendek.
  • Melakukan perkalian bilangan tiga angka dengan satu angka menggunakan teknik menyimpan.
  • Menyelesaikan soal cerita kontekstual tentang perkalian dalam kehidupan sehari-hari (HOTS).

Model / Metode Pembelajaran: Problem Based Learning (PBL) dengan metode Drill (Latihan Terbimbing). Alasan: Keterampilan menghitung memerlukan latihan berulang agar siswa mahir dalam prosedur perkalian susun.

Penjabaran Materi

📺 Video Pembelajaran: Perkalian Bilangan Cacah

Konsep Perkalian Susun Pendek:
Perkalian bilangan besar lebih mudah dikerjakan dengan cara bersusun. Pastikan nilai tempat (satuan, puluhan, ratusan) sejajar.

Contoh Soal:

Contoh 1: 125 x 4Contoh 2: 234 x 3
1. 5 x 4 = 20 (tulis 0, simpan 2)
2. 2 x 4 = 8. Tambahkan simpanan: 8 + 2 = 10 (tulis 0, simpan 1)
3. 1 x 4 = 4. Tambahkan simpanan: 4 + 1 = 5.
Hasil: 500
1. 4 x 3 = 12 (tulis 2, simpan 1)
2. 3 x 3 = 9. Tambahkan simpanan: 9 + 1 = 10 (tulis 0, simpan 1)
3. 2 x 3 = 6. Tambahkan simpanan: 6 + 1 = 7.
Hasil: 702

Asesmen Formatif (HOTS)

I. Pilihan Ganda

  1. Hasil dari 150 x 6 adalah... (A. 800, B. 900, C. 850, D. 950)
  2. Sebuah toko memiliki 12 kotak apel. Setiap kotak berisi 25 buah apel. Jumlah seluruh apel adalah... (A. 250, B. 300, C. 350, D. 400)
  3. Bilangan 215 dikalikan 4 menghasilkan... (A. 840, B. 850, C. 860, D. 870)
  4. Jika satu mobil dapat mengangkut 8 orang, maka 112 mobil dapat mengangkut... orang. (A. 896, B. 886, C. 876, D. 866)
  5. Hasil perkalian 42 x 8 adalah... (A. 326, B. 336, C. 346, D. 356)

II. Isian

  1. 125 x 5 = ____
  2. 208 x 3 = ____
  3. Hasil dari 75 dikali 6 adalah ____

III. Esai

  1. Sebuah perpustakaan menerima 8 kardus buku baru. Setiap kardus berisi 112 buku. Berapa total buku baru yang diterima perpustakaan tersebut?
  2. Sebuah mobil melaju dengan kecepatan 65 km per jam. Berapa jarak yang ditempuh mobil tersebut setelah berjalan selama 8 jam?
Klik untuk Kunci Jawaban Matematika

PG: 1. B, 2. B, 3. C, 4. A, 5. B

Isian: 1. 625, 2. 624, 3. 450

Esai: 1. 8 x 112 = 896 buku. 2. 65 x 8 = 520 km.

1. Kesimpulan Materi: Perkalian adalah penjumlahan berulang. Teknik susun pendek memudahkan kita menghitung bilangan ratusan dengan cepat.

2. Refleksi Pembelajaran: Bagian mana yang menurutmu paling sulit dalam perkalian susun?

3. Kendala: Siswa terkadang lupa menjumlahkan angka yang disimpan.

4. Tindak Lanjut: Memberikan latihan tambahan bagi siswa yang belum lancar menyimpan angka.

5. Jumlah Siswa Paham:  | Belum Paham: 

2. Seni Rupa: Eksplorasi Tekstur

Capaian Pembelajaran (CP): Peserta didik mampu mengidentifikasi, mengeksplorasi, dan menciptakan karya seni rupa dengan memanfaatkan unsur-unsur rupa (garis, bentuk, warna, tekstur).

Tujuan Pembelajaran (TP): Mengetahui teknik pembuatan tekstur.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  • Mengidentifikasi berbagai jenis tekstur (kasar, halus, licin) di lingkungan sekolah.
  • Mempelajari teknik Frottage (menjiplak tekstur benda nyata).
  • Mempelajari teknik Grattage (menggores lapisan warna krayon).
  • Menciptakan karya seni rupa kreatif menggunakan teknik tekstur (HOTS).

Model / Metode Pembelajaran: Discovery Learning dengan metode Demonstrasi dan Praktik. Alasan: Seni rupa adalah mata pelajaran psikomotorik yang memerlukan praktek langsung untuk memahami teknik.

Penjabaran Materi

📺 Video Pembelajaran: Teknik Membuat Tekstur

Teknik Pembuatan Tekstur:
1. Frottage: Meletakkan kertas di atas benda bertekstur (daun, koin) lalu mengarsirnya dengan pensil/krayon.
2. Grattage: Mewarnai kertas dengan krayon warna-warni, menutupnya dengan krayon hitam, lalu menggoresnya dengan alat runcing.

Contoh Eksperimen:

Teknik FrottageTeknik Grattage
Menjiplak permukaan uang logam atau daun kering.Membuat gambar pemandangan dengan goresan pada lapisan krayon hitam.

Asesmen Formatif (HOTS)

I. Pilihan Ganda

  1. Teknik membuat tekstur dengan cara menjiplak permukaan benda disebut... (A. Grattage, B. Frottage, C. Mozaik, D. Kolase)
  2. Alat yang digunakan untuk teknik grattage biasanya bersifat... (A. Tumpul, B. Runcing, C. Lembut, D. Basah)
  3. Tekstur yang dapat dirasakan dengan sentuhan tangan disebut tekstur... (A. Maya, B. Nyata, C. Visual, D. Semu)
  4. Krayon hitam pada teknik grattage berfungsi sebagai... (A. Dasar warna, B. Penutup lapisan, C. Hiasan, D. Perekat)
  5. Contoh benda yang memiliki tekstur kasar adalah... (A. Kaca, B. Kulit kayu, C. Plastik, D. Kertas HVS)

II. Isian

  1. Tekstur yang hanya bisa dilihat tapi terasa halus saat disentuh disebut tekstur ____
  2. Menggores lapisan warna krayon untuk membuat pola disebut teknik ____
  3. Permukaan daun yang menonjol akan menghasilkan tekstur ____ saat dijiplak.

III. Esai

  1. Jelaskan langkah-langkah membuat karya seni dengan teknik Grattage!
  2. Mengapa seorang seniman perlu memberikan tekstur pada karya lukisannya? Jelaskan alasannya!
Klik untuk Kunci Jawaban Seni Rupa

PG: 1. B, 2. B, 3. B, 4. B, 5. B

Isian: 1. Maya/Visual, 2. Grattage, 3. Kasar/Berpola

Esai: 1. Mewarnai dasar dengan krayon warna cerah, tutup dengan krayon hitam pekat, gores pola menggunakan lidi/tusuk gigi. 2. Untuk memberikan kesan lebih hidup, nyata, dan menarik secara visual maupun perabaan.

1. Kesimpulan Materi: Tekstur menambah nilai keindahan pada karya. Teknik frottage dan grattage adalah cara sederhana namun kreatif untuk mengeksplorasi tekstur.

2. Refleksi Pembelajaran: Teknik manakah yang lebih kamu sukai, Frottage atau Grattage? Mengapa?

3. Kendala: Krayon hitam seringkali kurang menutupi warna dasar dengan sempurna.

4. Tindak Lanjut: Menggunakan krayon yang lebih lunak (oil pastel) agar teknik grattage lebih mudah.

5. Jumlah Siswa Paham:  | Belum Paham: 

3. IPAS: Gaya di Sekitar Kita

Capaian Pembelajaran (CP): Peserta didik mengidentifikasi ragam gaya yang terlibat dalam aktivitas sehari-hari dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda.

Tujuan Pembelajaran (TP): Membedakan jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  • Mendefinisikan gaya sebagai tarikan atau dorongan pada benda.
  • Mengklasifikasikan jenis-jenis gaya (otot, gesek, magnet, gravitasi, pegas, listrik).
  • Menganalisis pengaruh gaya terhadap perubahan gerak dan bentuk benda.
  • Menerapkan konsep gaya untuk memecahkan masalah mekanik sederhana (HOTS).

Model / Metode Pembelajaran: Inkuiri Terbimbing dengan metode Eksperimen Sederhana. Alasan: Siswa akan lebih paham pengaruh gaya jika mereka mencobanya sendiri pada benda-benda nyata.

Penjabaran Materi

📺 Video Pembelajaran: Pengaruh Gaya

Jenis Gaya dan Pengaruhnya:
Gaya dapat menyebabkan benda diam menjadi bergerak, benda bergerak menjadi diam, berubah arah, atau berubah bentuk.

Jenis GayaContoh Aktivitas
Gaya OtotMenendang bola, mengangkat tas sekolah.
Gaya GesekMengerem sepeda, menghapus papan tulis.
Gaya PegasMenarik katapel, menggunakan pulpen cetek.
Gaya GravitasiBuah jatuh dari pohon ke tanah.

Asesmen Formatif (HOTS)

I. Pilihan Ganda

  1. Gaya yang digunakan saat kita menarik pintu adalah gaya... (A. Magnet, B. Otot, C. Gravitasi, D. Pegas)
  2. Pengaruh gaya saat kita meremas kaleng bekas adalah... (A. Berubah arah, B. Berubah bentuk, C. Menjadi diam, D. Menjadi cepat)
  3. Gaya yang bekerja pada kompas untuk menunjukkan arah utara adalah... (A. Gesek, B. Otot, C. Magnet, D. Listrik)
  4. Seorang kiper menangkap bola yang ditendang lawan. Hal ini menunjukkan gaya dapat membuat... (A. Benda diam jadi bergerak, B. Benda bergerak jadi diam, C. Benda berubah bentuk, D. Benda bertambah panas)
  5. Gaya gesek akan semakin besar jika permukaan benda bersifat... (A. Licin, B. Halus, C. Kasar, D. Basah)

II. Isian

  1. Gaya tarik bumi yang menyebabkan benda jatuh ke bawah disebut gaya ____
  2. Menekan plastisin hingga pipih menunjukkan bahwa gaya dapat mengubah ____ benda.
  3. Ban mobil dibuat beralur agar gaya ____ dengan jalan semakin besar.

III. Esai

  1. Sebutkan 3 aktivitas di sekolah yang memanfaatkan gaya gesek! Jelaskan manfaatnya!
  2. Mengapa saat kita melempar bola ke atas, bola tersebut akan selalu kembali ke bawah? Gaya apa yang bekerja? Jelaskan!
Klik untuk Kunci Jawaban IPAS

PG: 1. B, 2. B, 3. C, 4. B, 5. C

Isian: 1. Gravitasi, 2. Bentuk, 3. Gesek

Esai: 1. Menghapus papan tulis (membersihkan tulisan), Berjalan di lantai (agar tidak terpeleset), Mengerem sepeda (untuk berhenti). 2. Karena adanya gaya gravitasi bumi yang menarik semua benda ke pusat bumi.

1. Kesimpulan Materi: Gaya adalah tarikan atau dorongan. Tanpa gaya, benda tidak dapat bergerak atau berubah bentuk.

2. Refleksi Pembelajaran: Gaya manakah yang menurutmu paling bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari?

3. Kendala: Beberapa siswa kesulitan membedakan gaya magnet dan gaya listrik statis.

4. Tindak Lanjut: Melakukan demonstrasi listrik statis dengan penggaris plastik dan potongan kertas.

5. Jumlah Siswa Paham:  | Belum Paham: 

© 2026 Muhammad Solihin, S.Pd., Gr | SD Al Azhar 1 Bandar Lampung