Senin, 17 Agustus 2026

Materi Ajar Kelas 4 Zainab, Selasa 18 Agustus 2026


IDENTITAS

Nama Guru

Muhammad Solihin, S.Pd.,Gr

Hari / Tanggal

Selasa / 18 Agustus 2026

Fase / Kelas

B / 4 Zainab

Mata Pelajaran

1. Matematika

2. Seni Rupa

3. IPAS

Materi

1. Pengurangan Bilangan Cacah sampai 1.000

2. Berkarya dengan Sampah Plastik

3. Manusia Mengubah Energi

Pertemuan Ke

3


APERSEPSI

Bismillahirrahmanirrohim,

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu yang bermanfaat. Sudahkah kalian salat Subuh hari ini? Jangan lupa, karena salat adalah kewajiban setiap muslim. Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khalik yang telah menciptakan kita. Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan.

Hari ini kita akan belajar bahwa matematika, seni, dan IPAS dapat saling terhubung. Saat kita menghitung sampah plastik, membuat karya dari bahan bekas, dan mengamati perubahan energi, kita sedang menggunakan ilmu untuk menjaga ciptaan Allah.

Pertanyaan Pemantik:  Bagaimana cara kita menghitung jumlah benda dengan tepat, mengubah sampah plastik menjadi karya, dan menjelaskan perubahan energi yang kita lihat setiap hari?

FIRMAN ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA

Ayat

Makna dan keterkaitan

QS. Al-Mujadilah [58]: 11

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

“Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”

Keterkaitan: kita belajar dengan sungguh-sungguh dan menggunakan ilmu untuk kebaikan.

QS. Al-A’raf [7]: 56

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا

“Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diperbaiki.”

Keterkaitan: sampah plastik perlu dikurangi, digunakan kembali, atau diolah menjadi karya.

QS. Az-Zumar [39]: 21

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَسَلَكَهُ يَنَابِيعَ فِي الْأَرْضِ

“Tidakkah engkau memperhatikan bahwa Allah menurunkan air dari langit lalu mengalirkannya menjadi sumber-sumber air di bumi?”

Keterkaitan: kita mengamati gejala alam dan perubahan energi dengan rasa syukur.

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Mata Pelajaran

Rumusan CP Fase B yang Relevan

Matematika

Peserta didik memahami bilangan cacah dan nilai tempat, menggunakan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan dalam berbagai konteks, serta menyelesaikan masalah sehari-hari dengan strategi dan penalaran yang tepat. Fokus pertemuan ini: pengurangan bilangan cacah sampai 1.000.

Seni Rupa

Peserta didik mampu mengalami, mengeksplorasi, menciptakan, dan merefleksikan karya seni rupa dengan menggunakan alat dan bahan yang tersedia secara aman, kreatif, dan bertanggung jawab. Fokus pertemuan ini: kerajinan sederhana dari sampah plastik.

IPAS

Peserta didik memahami berbagai sumber dan bentuk energi, perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari, serta menunjukkan sikap peduli terhadap lingkungan melalui pengamatan dan penyelidikan sederhana. Fokus pertemuan ini: manusia mengubah energi.

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Mata Pelajaran

Tujuan Pembelajaran

Matematika

Murid dapat melakukan dan menyelesaikan masalah operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000, khususnya pengurangan dengan dan tanpa teknik meminjam.

Seni Rupa

Murid dapat membuat satu karya seni kerajinan sederhana dengan memanfaatkan sampah plastik secara aman, kreatif, dan bertanggung jawab.

IPAS

Murid dapat menjelaskan bahwa manusia dapat mengubah bentuk energi untuk memenuhi kebutuhan, serta memberikan contoh perubahan energi dalam kehidupan sehari-hari.

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Mata Pelajaran

Kriteria Pembelajaran

Matematika

1. Mengidentifikasi bilangan yang dikurangi dan pengurang.

2. Menyelesaikan pengurangan tanpa meminjam sampai 1.000.

3. Menyelesaikan pengurangan dengan meminjam pada satuan, puluhan, atau ratusan.

4. Memilih operasi yang tepat pada soal cerita.

5. Memeriksa jawaban menggunakan penjumlahan atau estimasi.

Seni Rupa

1. Mengidentifikasi jenis sampah plastik yang aman digunakan.

2. Menjelaskan prinsip 3R: reduce, reuse, recycle.

3. Merancang karya sederhana dari sampah plastik.

4. Membuat karya dengan memperhatikan kebersihan dan keselamatan.

5. Menjelaskan ide dan manfaat karya.

IPAS

1. Mengidentifikasi bentuk energi: panas, cahaya, bunyi, gerak, listrik, dan kimia.

2. Menjelaskan contoh perubahan energi.

3. Menghubungkan perubahan energi dengan alat di rumah/sekolah.

4. Membuat diagram perubahan energi sederhana.

5. Menunjukkan sikap hemat energi.

MODEL / METODE PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran

Model dan Metode yang Cocok

Matematika

Model Problem Based Learning; metode demonstrasi nilai tempat, latihan terbimbing, permainan kartu bilangan, diskusi, dan pemecahan soal cerita.

Seni Rupa

Model Project Based Learning; metode demonstrasi, eksplorasi bahan, praktik berkarya, kerja kelompok, galeri karya, dan refleksi.

IPAS

Model Inquiry Learning; metode mengamati, menanya, mencoba, mengelompokkan, membuat diagram alir, diskusi, dan presentasi.

PENJABARAN MATERI

1. MATEMATIKA – PENGURANGAN BILANGAN CACAH SAMPAI 1.000

A. Video Pembelajaran

Video yang disarankan: video demonstrasi “Pengurangan Bersusun sampai 1.000” dari sumber belajar sekolah atau kanal edukasi yang telah ditinjau guru. Tautan pencarian pendukung: https://www.youtube.com/results?search_query=pengurangan+bilangan+cacah+sampai+1000+kelas+4

B. Materi

Pengurangan adalah proses mencari selisih atau sisa. Pada 846 − 235, bilangan 846 disebut bilangan yang dikurangi, 235 disebut pengurang, dan hasilnya disebut selisih. Gunakan nilai tempat satuan, puluhan, dan ratusan agar setiap angka berada pada posisi yang tepat.

Langkah

Penjelasan

1. Susun bersusun

Tuliskan angka satuan di bawah satuan, puluhan di bawah puluhan, dan ratusan di bawah ratusan.

2. Kurangi satuan

Jika angka satuan atas cukup, kurangi langsung. Jika tidak cukup, pinjam 1 puluhan yang bernilai 10 satuan.

3. Kurangi puluhan

Setelah meminjam, nilai puluhan berkurang 1. Jika belum cukup, pinjam 1 ratusan yang bernilai 10 puluhan.

4. Kurangi ratusan

Kurangi angka ratusan setelah memperhatikan peminjaman.

5. Periksa

Jumlahkan hasil dengan pengurang. Jika kembali menjadi bilangan semula, perhitungan kemungkinan benar.

Contoh: 742 − 368. Satuan: 2 tidak dapat dikurangi 8, pinjam 1 puluhan menjadi 12 − 8 = 4. Puluhan tersisa 3; 3 tidak dapat dikurangi 6, pinjam 1 ratusan menjadi 13 − 6 = 7. Ratusan tersisa 6; 6 − 3 = 3. Jadi 742 − 368 = 374. Pemeriksaan: 374 + 368 = 742.

Ayo Berpikir:  Jika perpustakaan memiliki 900 buku dan 275 buku dipinjam, apakah sisa buku lebih dekat ke 600 atau 700? Jelaskan perkiraanmu.

C. Asesmen Formatif HOTS

Pilihan Ganda

1. Hasil dari 804 − 276 adalah .... A. 528  B. 538  C. 628  D. 678

2. Perpustakaan memiliki 735 buku. Sebanyak 248 buku dipinjam. Sisa buku adalah .... A. 477  B. 487  C. 497  D. 577

3. Dika menghitung 652 − 278 = 484. Kesalahan Dika kemungkinan terjadi karena .... A. salah menyusun nilai tempat  B. hasil terlalu kecil  C. tidak menjumlahkan  D. memakai penjumlahan

4. Bilangan yang tepat untuk melengkapi 900 − .... = 456 adalah .... A. 444  B. 454  C. 544  D. 554

5. Sebuah sekolah mengumpulkan 1.000 botol plastik. Sebanyak 637 botol diolah. Pernyataan yang benar adalah .... A. tersisa 363 botol  B. tersisa 373 botol  C. diolah 363 botol  D. jumlah awal 637 botol

Isian

1. 821 − 456 = ....

2. Jika 673 − 289 = 384, maka 384 + 289 = ....

3. Ibu mempunyai 950 gram bahan dan menggunakan 375 gram. Sisa bahan adalah .... gram.

Esai

1. Jelaskan langkah menyelesaikan 703 − 458 dengan teknik meminjam pada satuan dan puluhan.

2. Toko memiliki 1.000 pensil. Hari pertama terjual 368 pensil dan hari kedua terjual 257 pensil. Berapa pensil yang tersisa? Tuliskan cara dan pemeriksaan jawabanmu.


2. SENI RUPA – BERKARYA DENGAN SAMPAH PLASTIK

A. Video Pembelajaran

Video yang disarankan: demonstrasi membuat pot mini, tempat pensil, atau hiasan dari botol plastik bekas. Tautan pencarian pendukung: https://www.youtube.com/results?search_query=kerajinan+sampah+plastik+kelas+4+sd

B. Materi

Sampah plastik adalah benda berbahan plastik yang sudah tidak digunakan, seperti botol, gelas plastik, tutup botol, kantong plastik, dan kemasan. Tidak semua sampah aman diolah. Pilih plastik yang bersih, tidak tajam, tidak berbau bahan berbahaya, dan sudah dicuci serta dikeringkan.

Konsep

Makna

Contoh di kelas

Reduce

Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Membawa botol minum sendiri.

Reuse

Menggunakan kembali benda yang masih layak.

Menggunakan botol bekas sebagai tempat alat tulis.

Recycle

Mengolah bahan bekas menjadi benda baru.

Membuat pot atau hiasan dari botol plastik.

Prosedur karya tempat pensil dari botol plastik: (1) cuci dan keringkan botol; (2) minta bantuan guru/orang dewasa saat memotong; (3) haluskan atau tutup bagian tepi yang tajam; (4) bungkus atau hias dengan kertas, kain, atau cat; (5) tambahkan label nama dan fungsi; (6) rapikan meja serta buang sisa bahan pada tempatnya. Hindari membakar plastik karena asapnya berbahaya.

Ayo Berkreasi:  Rancang karya yang menjawab kebutuhan nyata di kelas. Misalnya tempat pensil untuk meja kelompok atau wadah kecil untuk mengumpulkan tutup botol.

C. Asesmen Formatif HOTS

Pilihan Ganda

1. Bahan plastik paling tepat untuk karya kelas adalah .... A. botol bersih dan kering  B. plastik berbau tajam  C. plastik berminyak  D. plastik dengan tepi tajam

2. Tindakan yang menunjukkan reuse adalah .... A. membakar botol  B. membuang botol  C. memakai botol bekas sebagai pot  D. membeli banyak kantong

3. Mengapa tepi botol harus dibuat aman? A. agar karya lebih berat  B. agar tidak melukai pengguna  C. agar cepat rusak  D. agar sulit dihias

4. Ide terbaik untuk mengurangi sampah plastik di kelas adalah .... A. memakai botol sekali pakai  B. membawa wadah minum dan mengolah botol bekas  C. membuang plastik ke selokan  D. membakar semua plastik

5. Jika karya dari plastik kurang kuat, perbaikan yang paling tepat adalah .... A. menambah penyangga dan merekatkan bagian sambungan  B. membuangnya  C. menambah sampah  D. membasahinya

Isian

1. Kepanjangan dari 3R adalah reduce, reuse, dan ....

2. Sebelum digunakan, sampah plastik harus dicuci dan ....

3. Saat memotong botol, kita meminta bantuan .... atau orang dewasa.

Esai

1. Jelaskan rancangan karya dari sampah plastik yang ingin kamu buat. Sebutkan bahan, alat, langkah, fungsi, dan cara menjaganya tetap aman.

2. Mengapa sampah plastik sebaiknya tidak dibakar? Jelaskan kaitannya dengan kesehatan dan lingkungan.


3. IPAS – MANUSIA MENGUBAH BENTUK ENERGI

A. Video Pembelajaran

Video yang disarankan: demonstrasi perubahan energi pada lampu, kipas angin, senter, radio, atau panel surya. Tautan pencarian pendukung: https://www.youtube.com/results?search_query=perubahan+bentuk+energi+kelas+4+sd

B. Materi

Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja atau menyebabkan perubahan. Energi dapat berubah bentuk. Manusia memanfaatkan perubahan energi untuk menyalakan alat, menghasilkan gerak, memperoleh panas, melihat cahaya, dan mendengar bunyi.

Alat/Peristiwa

Perubahan Energi

Lampu

Energi listrik → energi cahaya dan sedikit panas.

Kipas angin

Energi listrik → energi gerak dan bunyi.

Setrika

Energi listrik → energi panas.

Senter

Energi kimia dalam baterai → listrik → cahaya.

Tubuh saat berlari

Energi kimia dari makanan → energi gerak dan panas.

Panel surya

Energi cahaya matahari → energi listrik.

Manusia tidak menciptakan energi dari tidak ada, tetapi mengubah dan memanfaatkannya. Gunakan energi secara hemat: matikan lampu saat tidak diperlukan, cabut pengisi daya, manfaatkan cahaya matahari, dan gunakan alat sesuai kebutuhan.

Ayo Menyelidiki:  Pilih satu alat di rumah. Tuliskan sumber energi, perubahan energi, manfaat, dan cara menghemat penggunaannya.

C. Asesmen Formatif HOTS

Pilihan Ganda

1. Pada kipas angin terjadi perubahan energi .... A. listrik menjadi gerak  B. gerak menjadi kimia  C. panas menjadi listrik  D. bunyi menjadi cahaya

2. Senter dapat menyala karena energi .... A. kimia baterai berubah menjadi listrik lalu cahaya  B. cahaya berubah menjadi makanan  C. bunyi berubah menjadi gerak  D. panas hilang

3. Panel surya menunjukkan bahwa energi cahaya dapat diubah menjadi .... A. listrik  B. tanah  C. makanan secara langsung  D. bunyi saja

4. Cara menghemat energi listrik adalah .... A. menyalakan semua lampu  B. mematikan alat setelah digunakan  C. membuka kulkas terus-menerus  D. membiarkan televisi menyala

5. Rina mengayuh sepeda. Perubahan energi yang paling tepat adalah .... A. kimia dari makanan menjadi gerak  B. listrik menjadi cahaya  C. cahaya menjadi bunyi  D. bunyi menjadi kimia

Isian

1. Setrika mengubah energi listrik menjadi energi ....

2. Energi yang tersimpan dalam makanan disebut energi ....

3. Pada lampu, energi listrik berubah terutama menjadi energi ....

Esai

1. Jelaskan dua contoh perubahan energi yang terjadi di rumah dan manfaatnya bagi manusia.

2. Sebuah kelas menggunakan lampu pada siang hari meskipun cahaya matahari cukup. Analisis masalah tersebut dan usulkan dua tindakan hemat energi.


KESIMPULAN

1. Kesimpulan Materi

Mata Pelajaran

Kesimpulan

Matematika

Pengurangan sampai 1.000 dilakukan dengan memperhatikan nilai tempat. Jika angka yang dikurangi lebih kecil, kita dapat meminjam dari puluhan atau ratusan. Jawaban dapat diperiksa dengan penjumlahan.

Seni Rupa

Sampah plastik yang bersih dan aman dapat digunakan kembali atau diolah menjadi karya kerajinan. Kegiatan berkarya perlu memperhatikan 3R, keselamatan, kebersihan, dan manfaat karya.

IPAS

Manusia memanfaatkan perubahan energi, misalnya listrik menjadi cahaya, gerak, atau panas. Energi harus digunakan secara hemat dan bertanggung jawab.

2. Refleksi Pembelajaran

Komponen

Catatan Guru

Kendala

........................................................................................................................

........................................................................................................................

Tindak Lanjut

Murid yang belum paham mengikuti bimbingan kelompok kecil dengan benda konkret, garis bilangan, contoh sampah aman, dan pengamatan alat sederhana. Murid yang sudah paham diberi tantangan membuat soal cerita, memperbaiki rancangan karya, atau membuat diagram perubahan energi.

Jumlah Siswa yang paham/belum paham

Paham: ........ siswa

Belum paham: ........ siswa

Perlu pendampingan khusus: ........ siswa


Kamis, 13 Agustus 2026

Materi Ajar Kelas 4 Zainab, Jum'at 14 Agustus 2026

     


Identitas :

Nama Guru

Muhammad Solihin, S.Pd., Gr

Hari / Tanggal

Jum'at, 14 Agustus 2026

Fase / Kelas

B / 4 Zainab

Mata Pelajaran

Matematika

Materi

Penjumlahan dengan Menyimpan

Pertemuan Ke

3

 

APERSEPSI

Bismillahirrahmanirrohim,

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan selalu ditambahkan ilmu yang bermanfaat. Sudahkah kalian salat Subuh hari ini? Jangan lupa, ya, karena salat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang telah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baik keadaan.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

لِّتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ فَصَّلْنَاهُ تَفْصِيلًا

"...agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami jelaskan dengan sejelas-jelasnya." (QS. Al-Isra: 12)

Anak-anak, dari ayat tadi kita belajar bahwa Allah mengajarkan manusia untuk mengenal bilangan dan berhitung (hisab) agar hidup kita lebih teratur. Berhitung, termasuk penjumlahan, adalah kemampuan yang sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saat berbelanja, menghitung uang, atau menghitung barang.

Mari kita ingat kembali, pernahkah kalian menjumlahkan dua bilangan besar dan hasil satuannya lebih dari 9? Bagaimana cara kalian menuliskannya? Hari ini kita akan belajar teknik penjumlahan dengan menyimpan agar bisa menjumlahkan bilangan sampai 1.000 dengan tepat!

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Matematika: Pada akhir Fase B, peserta didik mampu menunjukkan pemahaman bilangan cacah hingga 10.000, serta melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000 dalam menyelesaikan berbagai permasalahan sehari-hari.

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Matematika: Peserta didik mampu melakukan dan menyelesaikan masalah operasi bilangan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000.

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Peserta didik dapat:

1. Memahami konsep nilai tempat (satuan, puluhan, ratusan) sebagai dasar penjumlahan bersusun.

2. Melakukan penjumlahan bersusun dengan teknik menyimpan pada bilangan cacah sampai 1.000.

3. Menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan penjumlahan dengan teknik menyimpan.

 

MODEL / METODE PEMBELAJARAN

Model: Problem Based Learning dengan pendekatan Concrete-Pictorial-Abstract (CPA), yaitu memperkenalkan konsep menyimpan mulai dari benda konkret, gambar, hingga simbol angka.

Metode: Demonstrasi menggunakan alat peraga nilai tempat, tanya jawab, latihan soal berjenjang, dan diskusi kelompok.

PENJABARAN MATERI

1. Video Pembelajaran

Sebagai pengantar, tayangkan video berikut kepada peserta didik untuk membangun gambaran awal tentang penjumlahan bersusun dengan teknik menyimpan:

"Penjumlahan Bersusun Kelas 4 SD dengan Menyimpan Lebih dari Satu" (Kurikulum Merdeka) Tautan: https://www.youtube.com/watch?v=uVQmrATn0dU

2. Materi

A. Mengenal Nilai Tempat

Setiap bilangan cacah tersusun atas nilai tempat: ratusan, puluhan, dan satuan. Ketika hasil penjumlahan pada satu nilai tempat mencapai 10 atau lebih, angka puluhannya perlu “disimpan” dan ditambahkan ke nilai tempat berikutnya. Perhatikan ilustrasi berikut:



B. Langkah Penjumlahan Bersusun dengan Menyimpan

1. Susun kedua bilangan sesuai nilai tempatnya (satuan di bawah satuan, puluhan di bawah puluhan, ratusan di bawah ratusan).

2. Jumlahkan angka satuan. Jika hasilnya 10 atau lebih, tulis angka satuannya dan simpan 1 ke nilai puluhan.

3. Jumlahkan angka puluhan beserta simpanan. Jika hasilnya 10 atau lebih, tulis angka satuannya dan simpan 1 ke nilai ratusan.

4. Jumlahkan angka ratusan beserta simpanan untuk memperoleh hasil akhir.

Contoh 1: 248 + 175 = ...

 

Ratusan

Puluhan

Satuan

Simpan

¹

¹

 

248

2

4

8

+  175

1

7

5

Hasil

4

2

3

Langkah: satuan 8 + 5 = 13 (tulis 3, simpan 1) → puluhan 4 + 7 + 1 = 12 (tulis 2, simpan 1) → ratusan 2 + 1 + 1 = 4. Jadi, 248 + 175 = 423.

Contoh 2: 356 + 289 = ...

 

Ratusan

Puluhan

Satuan

Simpan

¹

¹

 

356

3

5

6

+  289

2

8

9

Hasil

6

4

5

Langkah: satuan 6 + 9 = 15 (tulis 5, simpan 1) → puluhan 5 + 8 + 1 = 14 (tulis 4, simpan 1) → ratusan 3 + 2 + 1 = 6. Jadi, 356 + 289 = 645.

3. Asesmen Formatif (Soal HOTS)

Pilihan Ganda (5 soal)

1. Ibu membeli 275 butir telur di pagi hari, kemudian membeli lagi 168 butir telur di sore hari. Pada penjumlahan bersusun 275 + 168, proses menyimpan terjadi pada nilai tempat ....

a. Satuan dan puluhan

b. Puluhan dan ratusan

c. Satuan saja

d. Tidak terjadi penyimpanan

2. Sebuah penjumlahan bersusun menghasilkan 623. Jika salah satu bilangan yang dijumlahkan adalah 358, maka bilangan lainnya adalah ....

a. 265

b. 275

c. 256

d. 285

3. Dalam penjumlahan bersusun 456 + 287, pada langkah menjumlahkan angka puluhan (5 + 8 + simpanan), berapa banyak yang perlu disimpan ke nilai ratusan?

a. 0

b. 1

c. 2

d. 3

4. Sebuah toko buah menjual 468 kg apel dan 275 kg jeruk dalam sehari. Berapa total berat buah yang terjual, dan berapa kali proses menyimpan terjadi selama penjumlahan bersusun tersebut?

a. 743 kg, 2 kali

b. 733 kg, 1 kali

c. 743 kg, 1 kali

d. 753 kg, 2 kali

5. Manakah pasangan bilangan berikut yang akan menghasilkan proses menyimpan sebanyak dua kali ketika dijumlahkan secara bersusun?

a. 358 + 276

b. 123 + 234

c. 145 + 132

d. 250 + 130

Isian (3 soal)

6. Pada penjumlahan bersusun 268 + 154, hasil penjumlahan satuan adalah 8 + 4 = 12. Angka yang ditulis adalah 2, dan angka yang disimpan ke puluhan adalah ______________.

7. Hasil dari 379 + 246 adalah ______________.

8. Jika sebuah penjumlahan bersusun tidak menghasilkan angka lebih dari 9 pada tiap nilai tempat, maka penjumlahan tersebut ______________ memerlukan teknik menyimpan.

Esai (2 soal)

9. Seorang pedagang memiliki 385 kelereng merah dan membeli lagi 247 kelereng biru. Hitunglah total kelereng pedagang tersebut menggunakan penjumlahan bersusun dengan teknik menyimpan. Tuliskan langkah-langkahnya secara lengkap!

10. Made memiliki dua kotak pensil. Kotak pertama berisi 456 pensil dan kotak kedua berisi 378 pensil. Made mengatakan bahwa hasil penjumlahannya adalah 724. Menurutmu, benarkah jawaban Made? Jelaskan alasanmu dan tunjukkan hasil yang benar dengan langkah penjumlahan bersusun!

4. Kunci Jawaban

Pilihan Ganda:

1. A     2. A     3. B     4. A     5. A

Isian:

6. 1

7. 625

8. Tidak

 

Esai:

9.

Satuan: 5 + 7 = 12, tulis 2 simpan 1. Puluhan: 8 + 4 + 1 = 13, tulis 3 simpan 1. Ratusan: 3 + 2 + 1 = 6. Hasil: 385 + 247 = 632 kelereng.

10.

Jawaban Made kurang tepat. Langkah yang benar: Satuan 6 + 8 = 14, tulis 4 simpan 1; Puluhan 5 + 7 + 1 = 13, tulis 3 simpan 1; Ratusan 4 + 3 + 1 = 8. Hasil yang benar adalah 456 + 378 = 834, bukan 724.


KESIMPULAN

1. Kesimpulan Materi

        Penjumlahan dengan menyimpan digunakan ketika hasil penjumlahan pada suatu nilai tempat (satuan/puluhan) bernilai 10 atau lebih.

        Angka yang “disimpan” selalu bernilai 1 dan ditambahkan ke nilai tempat di sebelah kirinya (satuan ke puluhan, puluhan ke ratusan).

        Teknik ini membantu kita menjumlahkan bilangan cacah sampai 1.000 dengan cepat dan tepat.

2. Refleksi Pembelajaran

Kendala: Alhamdulillah tidk ada kendla dalam pembelajaran ini

Tindak Lanjut: Memberikan motivasi kepada ananda untuk lebih fokus dan giat belajar

Jumlah Siswa yang Paham/Belum Paham: 22 siswa paham   /   0 siswa belum paham


Rabu, 12 Agustus 2026

Materi Ajar Kelas 4 Zainab, Kamis 13 Agustus 2026

     

 Identitas :

Nama Guru

Muhammad Solihin, S.Pd., Gr

Hari / Tanggal

Kamis, 13 Agustus 2026

Fase / Kelas

B / 4 Zainab

Mata Pelajaran

Bahasa Indonesia, IPAS

Materi

Kosakata Baru & Manusia Mengubah Bentuk Energi

Pertemuan Ke

2

APERSEPSI

Bismillahirrahmanirrohim,

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan selalu ditambahkan ilmu yang bermanfaat. Sudahkah kalian salat Subuh hari ini? Jangan lupa, ya, karena salat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang telah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baik keadaan.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

وَجَعَلْنَا سِرَاجًا وَهَّاجًا

"Dan Kami jadikan (matahari) sebagai pelita yang sangat terang." (QS. An-Naba: 13)

Anak-anak, pernahkah kalian merasakan hangatnya sinar matahari di pagi hari? Matahari adalah salah satu nikmat Allah yang luar biasa besar. Cahaya dan panasnya menjadi salah satu sumber energi terbesar bagi kehidupan kita. Hari ini, kita akan belajar tentang bagaimana manusia memanfaatkan dan mengubah energi, termasuk energi dari matahari, sambil menambah kosakata baru dari bacaan yang akan kita pelajari bersama.

Sebelum melanjutkan, mari kita ingat kembali pelajaran pertemuan sebelumnya tentang kamus. Masih ingatkah kalian bagaimana cara mencari arti kata di dalam kamus? Hari ini kita akan menggunakan kemampuan tersebut untuk memaknai kosakata baru yang berkaitan dengan energi!

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Bahasa Indonesia: Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa.

IPAS: Menjelaskan sumber dan bentuk energi, serta proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari.

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Bahasa Indonesia: Peserta didik mampu menggunakan kosakata baru dengan makna denotatif dalam kalimat dan memahami cara mencari kata di dalam kamus.

IPAS: Peserta didik mampu menjelaskan proses manusia mengubah bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari.

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Peserta didik dapat:

1. Menemukan dan memaknai kosakata baru bertema energi dari teks yang dibaca dengan makna denotatif.

2. Menggunakan kosakata baru tersebut secara tepat dalam kalimat.

3. Menjelaskan sumber dan bentuk-bentuk energi serta proses perubahan bentuk energi yang dilakukan manusia dalam kehidupan sehari-hari.

MODEL / METODE PEMBELAJARAN

Model: Discovery Learning dengan pendekatan tematik-integratif (memadukan Bahasa Indonesia dan IPAS melalui satu teks bacaan bertema energi).

Metode: Membaca, tanya jawab, diskusi kelompok, dan penugasan.

PENJABARAN MATERI

1. Video Pembelajaran

Sebagai pengantar, tayangkan video berikut kepada peserta didik untuk membangun gambaran awal tentang perubahan bentuk energi:

"Perubahan Energi - Materi IPAS Kelas 4 Kurikulum Merdeka" Tautan: 

https://www.youtube.com/watch?v=S-qVnsPIS54

2. Materi

A. Bahasa Indonesia — Memaknai Kosakata Baru dengan Makna Denotatif



        Makna denotatif adalah makna kata yang sebenarnya, sesuai dengan yang tertulis di kamus, tanpa tambahan makna kiasan.

        Contoh: kata "panas" secara denotatif berarti "bersuhu tinggi", bukan makna kiasan seperti pada "suasana hatinya sedang panas".

        Langkah memaknai kosakata baru: (1) baca kalimat yang memuat kata tersebut secara utuh, (2) perkirakan makna dari konteks kalimat, (3) pastikan makna denotatifnya dengan membuka kamus.

Bacalah teks berikut untuk berlatih:

"Setiap hari, manusia memanfaatkan berbagai sumber energi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan, tetapi dapat mengalami transformasi dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Sebagai contoh, panel surya dapat mengonversi energi cahaya matahari menjadi energi listrik yang digunakan untuk menyalakan lampu di rumah."

Kosakata baru dari teks di atas:

        Memanfaatkan: menggunakan sesuatu agar mendatangkan guna/manfaat.

        Transformasi: perubahan bentuk, rupa, sifat, atau fungsi.

        Mengonversi: mengubah dari satu bentuk/satuan ke bentuk/satuan lain.

B. IPAS — Manusia Mengubah Bentuk Energi



        Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha atau kerja.

        Sumber energi antara lain: matahari, angin, air, bahan bakar (minyak bumi, gas), listrik, dan makanan.

        Bentuk-bentuk energi antara lain: energi panas, energi cahaya, energi gerak (kinetik), energi bunyi, energi listrik, dan energi kimia.

        Hukum kekekalan energi menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan, tetapi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lain.

Contoh perubahan bentuk energi yang dilakukan manusia:

        Panel surya: energi cahaya matahari → energi listrik.

        Kincir angin (PLTB): energi gerak angin → energi listrik.

        PLTA: energi gerak air → energi listrik.

        Setrika: energi listrik → energi panas.

        Lampu: energi listrik → energi cahaya.

        Radio/pengeras suara: energi listrik → energi bunyi.

        Tubuh manusia mencerna makanan: energi kimia → energi gerak dan panas.

3. Asesmen Formatif (Soal HOTS)

Pilihan Ganda (5 soal)

1. Bacalah kalimat berikut: "Panel surya dapat mengonversi energi cahaya matahari menjadi energi listrik yang siap digunakan." Berdasarkan konteks kalimat tersebut, kata "mengonversi" paling tepat bermakna denotatif ....

a. Menyimpan

b. Mengubah

c. Menghasilkan

d. Menghilangkan

2. Perhatikan alat-alat berikut: (1) kincir angin, (2) turbin PLTA, (3) setrika, (4) lampu. Alat yang mengubah energi gerak menjadi energi listrik ditunjukkan oleh nomor ....

a. 1 dan 2

b. 2 dan 3

c. 3 dan 4

d. 1 dan 4

3. Ban mobil yang bergesekan dengan jalan saat direm mendadak akan terasa panas. Peristiwa ini menunjukkan perubahan energi ....

a. Kimia menjadi listrik

b. Gerak menjadi panas

c. Panas menjadi cahaya

d. Bunyi menjadi gerak

4. Perhatikan kalimat berikut: "Tubuh manusia memanfaatkan energi kimia dari makanan untuk bergerak dan beraktivitas." Makna denotatif kata "memanfaatkan" pada kalimat tersebut adalah ....

a. Menyimpan untuk kebutuhan lain

b. Menggunakan sesuatu agar berguna

c. Membuang yang tidak diperlukan

d. Menukar dengan benda lain

5. Mengapa manusia perlu mengubah energi angin menjadi energi listrik, padahal angin sudah tersedia secara alami?

a. Karena energi angin tidak dapat langsung digunakan untuk kebutuhan seperti menyalakan lampu

b. Karena energi angin akan habis jika tidak diubah

c. Karena energi listrik lebih murah dihasilkan tanpa alat apa pun

d. Karena energi angin berbahaya bagi manusia

Isian (3 soal)

6. Kata "transformasi" pada kalimat "Energi mengalami transformasi dari cahaya matahari menjadi listrik" memiliki makna denotatif, yaitu ______________.

7. Alat yang mengubah energi gerak air menjadi energi listrik disebut ______________.

8. Ketika lampu menyala, terjadi perubahan energi listrik menjadi energi ______________.

Esai (2 soal)

9. Perhatikan kalimat berikut: "Nelayan itu memanfaatkan energi angin untuk menggerakkan perahu layarnya menuju tengah laut." Jelaskan makna denotatif kata "memanfaatkan" berdasarkan konteks kalimat tersebut, lalu jelaskan pula perubahan bentuk energi yang terjadi pada peristiwa tersebut!

10. Made mematikan lampu kamar saat siang hari dan memilih membuka jendela agar cahaya matahari masuk ke dalam ruangan. Menurutmu, mengapa tindakan Made termasuk cara menghemat energi? Kaitkan jawabanmu dengan sumber dan bentuk energi yang telah kamu pelajari! 

4. Kunci Jawaban

Pilihan Ganda:

1. B     2. A     3. B     4. B     5. A

Isian:

6. Perubahan bentuk

7. PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air)

8. Cahaya

Esai:

9.

"Memanfaatkan" bermakna denotatif menggunakan sesuatu agar berguna/mendatangkan manfaat. Perubahan energi yang terjadi: energi gerak angin dimanfaatkan untuk menggerakkan layar, sehingga menghasilkan energi gerak pada perahu.

10.

Kebijakan guru; inti jawaban: Made memanfaatkan cahaya matahari (sumber energi alami) sebagai penerangan sehingga tidak perlu menyalakan lampu (energi listrik). Dengan begitu, penggunaan energi listrik berkurang dan energi dapat dihemat.

KESIMPULAN

1. Kesimpulan Materi

        Makna denotatif adalah makna kata yang sebenarnya sesuai kamus, dan dapat diperkirakan melalui konteks kalimat sebelum dipastikan dengan kamus.

        Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lain melalui berbagai alat yang diciptakan manusia, seperti panel surya, kincir angin, dan PLTA.

2. Refleksi Pembelajaran

Kendala: Masih ada siswa yang belum mandiri dan karakter tidak fokus dalam belajar

Tindak Lanjut: Membimbing dan mendampingi siswa dengan sabar agar mendapatkan ha belajar yang sama

Jumlah Siswa yang Paham/Belum Paham: 22 siswa paham   /   0 siswa belum paham