Kamis, 17 September 2026

Materi Ajar Kelas 4 Zainab, Jum'at 18 September 2026

 

MATERI AJAR HARIAN

Matematika

Fase B / Kelas 4 Zainab — Jum'at, 18 September 2026

PELAJARAN 1

Matematika — Mengenal Kelipatan dan Faktor

Identitas

Nama Guru:Muhammad Solihin, S.Pd., Gr
Mata Pelajaran:Matematika
Hari / Tanggal:Jum'at / 18 September 2026
Fase / Kelas:B / 4 Zainab
Materi:Mengenal Kelipatan dan Faktor
Pertemuan Ke:3

Capaian Pembelajaran (CP)

Fase B (Kelas III–IV) — Matematika, elemen Bilangan (Kurikulum Merdeka, BSKAP Kemdikbudristek):

"Pada akhir Fase B, peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000. Peserta didik dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000. Mereka dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda-benda konkret, gambar, dan simbol matematika. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah berkaitan dengan kelipatan dan faktor."

Tujuan Pembelajaran (TP)

Murid mengenal kelipatan dan faktor.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

Mainful: peserta didik bermain "lompat kelipatan" di lantai kelas menggunakan angka-angka yang ditempel, melompati bilangan kelipatan sambil menyebutkannya dengan suara lantang.

Meaningful: peserta didik menyadari bahwa konsep kelipatan dan faktor membantu mereka membagi barang secara adil dan menemukan pola bilangan dalam kehidupan sehari-hari.

Joyful: pembelajaran dikemas melalui permainan "Tepuk Kelipatan" — siswa berhitung berurutan, dan bertepuk tangan setiap kali menyebutkan bilangan kelipatan tertentu.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Peserta didik mengenal konsep kelipatan suatu bilangan melalui pola penjumlahan berulang, kemudian mengenal konsep faktor suatu bilangan melalui pembagian habis, lalu berlatih menentukan kelipatan dan faktor dari beberapa bilangan cacah sederhana.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

QS. Al-An'am (6): 160 (penggalan)

مَن جَآءَ بِٱلْحَسَنَةِ فَلَهُۥ عَشْرُ أَمْثَالِهَا

"Man jaa a bil-hasanati fa lahuu 'asyru amtsaalihaa"

Artinya: "Barangsiapa berbuat kebaikan, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya."

Keterkaitan: Ayat ini menyebutkan konsep "sepuluh kali lipat", yang sebenarnya berkaitan dengan konsep kelipatan yang akan kita pelajari hari ini — yaitu bagaimana suatu bilangan dapat dikalikan berulang menjadi bilangan yang lebih besar. Allah menjanjikan kebaikan kita akan "dilipatgandakan", maka mari kita pelajari makna kelipatan dalam matematika dengan semangat!

2. Pengajaran Materi

a. Materi

Kelipatan suatu bilangan adalah hasil kali bilangan tersebut dengan bilangan asli (1, 2, 3, 4, dan seterusnya). Kelipatan juga bisa dicari dengan cara menjumlahkan bilangan itu sendiri secara berulang.

Kelipatan dariCara MencariHasil
41×4, 2×4, 3×4, 4×4, ...4, 8, 12, 16, 20, ...
61×6, 2×6, 3×6, 4×6, ...6, 12, 18, 24, 30, ...

Faktor suatu bilangan adalah semua bilangan yang dapat membagi habis bilangan tersebut (tidak bersisa). Cara mencari faktor adalah dengan menguraikan bilangan tersebut menjadi perkalian dua bilangan.

Faktor dariPerkalian PenyusunHasil
121×12, 2×6, 3×41, 2, 3, 4, 6, 12
201×20, 2×10, 4×51, 2, 4, 5, 10, 20

Perbedaan mendasar: kelipatan jumlahnya tidak terbatas (semakin dikalikan semakin besar dan terus berlanjut), sedangkan faktor suatu bilangan jumlahnya terbatas (hanya bilangan-bilangan tertentu yang dapat membaginya habis).

Contoh Soal 1: Tuliskan lima bilangan kelipatan 6 yang pertama!

Pembahasan: Kelipatan 6 diperoleh dari 1×6=6, 2×6=12, 3×6=18, 4×6=24, 5×6=30. Jadi, lima kelipatan pertama dari 6 adalah 6, 12, 18, 24, dan 30.

Contoh Soal 2: Tentukan semua faktor dari bilangan 20!

Pembahasan: Uraikan 20 menjadi perkalian dua bilangan: 20 = 1×20, 20 = 2×10, 20 = 4×5. Jadi, faktor dari 20 adalah 1, 2, 4, 5, 10, dan 20.

b. Video Pembelajaran

Video Faktor dan Kelipatan Matematika Kelas 4Faktor dan Kelipatan – Matematika Kelas 4 Kurikulum MerdekaKlik untuk menonton di YouTube

c. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)

I. Pilihan Ganda

  1. Kelipatan dari bilangan 5 yang kurang dari 30 adalah ...
    • A. 5, 10, 15, 20, 25
    • B. 5, 10, 20, 25, 30
    • C. 5, 15, 20, 25
    • D. 10, 15, 20, 25, 30
  2. Faktor dari bilangan 15 adalah ...
    • A. 1, 3, 5, 15
    • B. 1, 3, 5, 7, 15
    • C. 1, 5, 15
    • D. 3, 5, 15
  3. Bilangan berikut yang merupakan kelipatan 7 adalah ...
    • A. 27
    • B. 35
    • C. 40
    • D. 45
  4. Bilangan 12 habis dibagi 4 tanpa sisa. Maka 12 disebut ... dari 4.
    • A. faktor
    • B. kelipatan
    • C. akar
    • D. pangkat
  5. Manakah bilangan berikut yang BUKAN termasuk faktor dari 24?
    • A. 4
    • B. 6
    • C. 9
    • D. 8

II. Isian Singkat

  1. Tiga kelipatan pertama dari bilangan 9 adalah ...
  2. Faktor dari bilangan 16 adalah ...
  3. Sebutkan dua bilangan yang merupakan faktor dari 18!

III. Esai

  1. Bu Guru mempunyai 24 permen yang akan dibagikan sama rata kepada beberapa siswa tanpa ada sisa. Sebutkan semua kemungkinan jumlah siswa yang bisa menerima permen tersebut, beserta alasannya menggunakan konsep faktor!
  2. Sebuah lampu hias berkedip setiap kelipatan 5 detik, dan lampu hias lainnya berkedip setiap kelipatan 8 detik. Tuliskan tiga waktu (dalam detik) di mana kedua lampu tersebut kemungkinan berkedip bersamaan, lalu jelaskan bagaimana caramu menemukannya!

Kesimpulan

Kelipatan suatu bilangan adalah hasil kali bilangan tersebut dengan bilangan asli (1, 2, 3, ...) dan jumlahnya tidak terbatas. Faktor suatu bilangan adalah bilangan-bilangan yang dapat membagi habis bilangan tersebut, dan jumlahnya terbatas.

Refleksi Pembelajaran


Rabu, 16 September 2026

Materi Ajar Kelas 4 Zainab, Kamis 17 September 2026 ( Outing Class )

Materi Ajar IPAS Kelas 4 Zainab

IPAS — Outing Class
Kamis, 17 September 2026

Belajar melalui pengamatan, praktik, dan pengalaman langsung

Pelajaran 1 — IPAS (Outing Class)

Identitas

Nama Guru : Muhammad Solihin, S.Pd., Gr

Mata Pelajaran : IPAS (Outing Class)

Hari / Tanggal : Kamis / 17 September 2026

Fase / Kelas : B / 4 Zainab

Materi : Fotosintesis (Menanam Sayuran)

Pertemuan Ke : 1

Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase B, peserta didik mampu mengidentifikasi bagian tubuh tumbuhan dan mendeskripsikan fungsinya. Peserta didik memahami proses fotosintesis secara sederhana sebagai proses tumbuhan membuat makanan, serta mampu mengaitkan kebutuhan tumbuhan untuk tumbuh dengan hasil pengamatan atau penyelidikan sederhana di lingkungan sekitar.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Murid mengidentifikasi fotosintesis pada saat menanam sayuran.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

  • Mindful: murid mengamati dengan sadar kebutuhan tanaman, seperti cahaya, air, tanah, dan udara, tanpa merusak tanaman.
  • Meaningful: murid menghubungkan proses fotosintesis dengan kegiatan menanam sayuran dan kebutuhan pangan sehari-hari.
  • Joyful: murid bekerja dalam kelompok menanam sayuran, memberi label tanaman, dan mencatat pertumbuhannya dengan cara yang menyenangkan.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid mengamati kebutuhan dasar tanaman sayuran dan mengidentifikasi peran cahaya matahari, air, udara, serta media tanam.
  2. Murid menjelaskan hubungan kegiatan menanam sayuran dengan proses fotosintesis berdasarkan hasil pengamatan sederhana.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang Maha Pemberi Rezeki.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

وَهُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ

Wa huwal-ladzī anzala minas-samā'i mā'an fa akhrajnā bihī nabāta kulli syai'in.

“Dan Dialah yang menurunkan air dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan.” (QS. Al-An'am: 99)

Ayat ini mengingatkan kita bahwa air merupakan salah satu nikmat Allah yang membantu tumbuhan tumbuh. Saat menanam sayuran, kita belajar merawat ciptaan Allah dan memahami bahwa tumbuhan memerlukan air, cahaya, udara, serta perawatan agar dapat hidup.

2. Pengajaran Materi

A. Apa itu fotosintesis?

Fotosintesis adalah proses tumbuhan hijau membuat makanan sendiri. Proses ini terutama berlangsung di daun karena daun mengandung klorofil, yaitu zat hijau daun yang membantu menangkap energi cahaya matahari.

Secara sederhana, tumbuhan menggunakan air dari tanah dan karbon dioksida dari udara. Dengan bantuan cahaya matahari dan klorofil, tumbuhan menghasilkan makanan berupa gula serta melepaskan oksigen ke udara.

Air + karbon dioksida + cahaya matahari → makanan (gula) + oksigen

B. Hubungan fotosintesis dengan menanam sayuran

Yang DiamatiPeran bagi tanamanContoh saat outing class
Cahaya matahariSumber energi untuk fotosintesis.Meletakkan pot di tempat yang mendapat cahaya cukup.
AirMembantu proses kehidupan dan menjadi bahan fotosintesis.Menyiram secukupnya, tidak menggenangi pot.
UdaraMenyediakan karbon dioksida yang digunakan dalam fotosintesis.Tidak menutup tanaman rapat-rapat.
Daun hijauTempat utama fotosintesis karena mengandung klorofil.Mengamati warna dan jumlah daun.
Tanah/media tanamTempat akar tumbuh dan memperoleh air serta mineral.Menggunakan tanah gembur dan wadah berlubang.

C. Langkah kegiatan menanam sayuran

  1. Siapkan wadah berlubang, tanah atau media tanam, benih sayuran, air, sekop kecil, dan label.
  2. Masukkan media tanam ke dalam wadah tanpa memadatkannya terlalu keras.
  3. Tanam benih sesuai kedalaman yang dianjurkan dan tutup tipis dengan tanah.
  4. Siram secukupnya menggunakan air bersih.
  5. Letakkan tanaman di tempat yang memperoleh cahaya matahari cukup.
  6. Amati pertumbuhan setiap hari, lalu catat tinggi tanaman, jumlah daun, dan kondisi tanah.
  7. Rawat tanaman dengan menyiram sesuai kebutuhan dan menjaga kebersihan area.

D. Contoh soal

Contoh 1: Tanaman sayur A diletakkan di tempat yang mendapat cahaya, sedangkan tanaman B diletakkan di dalam lemari tertutup. Tanaman manakah yang lebih mungkin tumbuh baik? Jelaskan.
Jawaban: Tanaman A, karena memperoleh cahaya yang diperlukan dalam fotosintesis. Tanaman B kekurangan cahaya dan udara sehingga pertumbuhannya dapat terganggu.
Contoh 2: Mengapa tanaman tidak boleh disiram terlalu banyak meskipun air diperlukan untuk fotosintesis?
Jawaban: Air memang diperlukan, tetapi air berlebihan dapat membuat tanah becek, mengurangi udara di sekitar akar, dan menyebabkan akar membusuk.

E. Catatan pengamatan outing class

HariTinggi tanamanJumlah daunWarna/kondisiPerawatan
Hari 1_____ cm_____ helai________________________________
Hari 3_____ cm_____ helai________________________________
Hari 5_____ cm_____ helai________________________________

Asesmen Formatif Berbasis HOTS

A. Pilihan Ganda

1. Kelompok A menanam kangkung di dua tempat. Pot pertama mendapat cahaya pagi dan disiram secukupnya. Pot kedua diletakkan di ruang gelap dan disiram sangat banyak. Prediksi yang paling tepat adalah …
A. pot kedua pasti paling subur karena airnya banyak
B. pot pertama lebih berpeluang tumbuh baik karena mendapat cahaya dan air yang cukup
C. kedua pot pasti tumbuh sama
D. pot pertama tidak dapat tumbuh karena tidak disiram terus-menerus
2. Setelah beberapa hari, daun tanaman tampak layu meskipun tanahnya sangat basah. Penjelasan yang paling masuk akal adalah …
A. akar mungkin kekurangan udara karena tanah terlalu tergenang
B. tanaman pasti tidak membutuhkan cahaya
C. fotosintesis berlangsung terlalu cepat
D. daun tidak pernah berhubungan dengan pertumbuhan
3. Untuk mengetahui pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan sayuran, rancangan penyelidikan yang paling adil adalah …
A. menggunakan jenis tanaman, jumlah air, dan media yang sama, tetapi tempat cahayanya berbeda
B. menggunakan tanaman berbeda dan air berbeda sekaligus
C. hanya mengamati satu tanaman tanpa catatan
D. mengganti semua kondisi setiap hari
4. Daun merupakan bagian penting dalam fotosintesis karena …
A. daun menyimpan semua air hujan
B. daun mengandung klorofil yang membantu menangkap cahaya
C. daun selalu berada di dalam tanah
D. daun tidak memerlukan udara
5. Jika tanaman diletakkan di tempat sangat gelap selama seminggu, perubahan yang paling mungkin terjadi adalah …
A. tanaman tetap membuat makanan sebanyak tanaman yang mendapat cahaya
B. pertumbuhan tanaman dapat terganggu karena fotosintesis tidak berjalan optimal
C. akar berubah menjadi daun
D. tanaman tidak membutuhkan air lagi

B. Isian

6. Proses tumbuhan membuat makanan sendiri disebut …
7. Zat hijau daun yang membantu fotosintesis disebut …
8. Gas yang dilepaskan tumbuhan sebagai salah satu hasil fotosintesis adalah …

C. Esai

9. Jelaskan hubungan antara kegiatan menanam sayuran, cahaya matahari, air, dan fotosintesis dengan bahasamu sendiri.
10. Kelompokmu memiliki dua pot sayuran. Pot A tumbuh segar, sedangkan Pot B berwarna pucat dan pertumbuhannya lambat. Tuliskan dua dugaan penyebab dan dua tindakan perbaikan yang dapat dilakukan.
Klik untuk membuka kunci jawaban IPAS

Pilihan ganda: 1. B, 2. A, 3. A, 4. B, 5. B.

Isian: 6. fotosintesis, 7. klorofil, 8. oksigen.

Esai: 9. Tanaman sayuran menggunakan air dari tanah dan karbon dioksida dari udara. Dengan bantuan cahaya matahari dan klorofil pada daun, tanaman membuat makanan melalui fotosintesis serta menghasilkan oksigen. 10. Dugaan penyebab: Pot B kurang mendapat cahaya, kekurangan air, terlalu banyak air, media kurang baik, atau akar terganggu. Tindakan perbaikan: memindahkan ke tempat bercahaya cukup, mengatur penyiraman, memperbaiki media tanam, atau memeriksa drainase. Jawaban lain yang logis diterima.

Kesimpulan

Ringkasan inti materi: Fotosintesis adalah proses tumbuhan hijau membuat makanan dengan memanfaatkan air, karbon dioksida, dan cahaya matahari dengan bantuan klorofil. Kegiatan menanam sayuran membantu murid melihat secara langsung bahwa tanaman memerlukan cahaya, air, udara, media tanam, dan perawatan yang tepat untuk tumbuh.

Refleksi Pembelajaran

Sebagian besar murid mampu mengidentifikasi kebutuhan tanaman dan menjelaskan hubungan kegiatan menanam sayuran dengan fotosintesis. Sebagian kecil murid mungkin masih memerlukan bimbingan dalam membedakan bahan dan hasil fotosintesis. Guru dapat menggunakan gambar alur fotosintesis dan pengamatan tanaman secara berulang sebagai tindak lanjut.

Selasa, 15 September 2026

Materi Ajar Kelas 4 Zainab, Rabu 16 September 2026

Materi Ajar Kelas 4 Zainab

SD Al Azhar 1 Bandar Lampung
Rabu, 16 September 2026

Belajar dengan pendekatan Mindful, Meaningful, dan Joyful

Pelajaran 1 — Pendidikan Pancasila

Identitas

Nama Guru : Muhammad Solihin, S.Pd., Gr

Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila

Hari / Tanggal : Rabu / 16 September 2026

Fase / Kelas : B / 4 Zainab

Materi : Aturan di lingkungan sekitar

Pertemuan Ke : 2

Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase B, peserta didik mampu mengidentifikasi dan melaksanakan aturan, hak, dan kewajiban sebagai anggota keluarga, warga sekolah, dan bagian dari masyarakat. Peserta didik mampu menunjukkan sikap bertanggung jawab, menghargai kesepakatan, serta bekerja sama dalam kehidupan sehari-hari sesuai nilai-nilai Pancasila.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Murid dapat memahami dan membuat aturan di lingkungan tempat tinggal.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

  • Mindful: murid menyadari aturan yang sudah dipatuhi dan dampaknya terhadap kenyamanan bersama.
  • Meaningful: murid menghubungkan aturan dengan pengalaman di rumah dan lingkungan tempat tinggal.
  • Joyful: murid menyusun kartu aturan melalui permainan kelompok dan mempresentasikannya dengan percaya diri.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid mengidentifikasi contoh aturan di lingkungan tempat tinggal dan menjelaskan tujuan setiap aturan.
  2. Murid menyusun serta menyepakati aturan sederhana untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan tempat tinggal.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang Maha Pemberi Rezeki.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ

Yā ayyuhallażīna āmanū aufū bil-‘uqūd.

“Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji.” (QS. Al-Mā’idah: 1)

Ayat ini mengajarkan bahwa kesepakatan harus dipenuhi. Aturan lingkungan merupakan kesepakatan bersama yang perlu ditaati agar kehidupan menjadi tertib, aman, dan nyaman.

2. Pengajaran Materi

Aturan adalah ketentuan atau kesepakatan yang dibuat untuk mengatur perilaku agar kehidupan bersama berjalan tertib. Aturan dapat dibuat di rumah, sekolah, maupun lingkungan tempat tinggal.

Jenis dan contoh aturan

LingkunganContoh AturanManfaat
RumahMerapikan tempat tidur dan meminta izin sebelum keluar.Melatih tanggung jawab dan menjaga kepercayaan.
SekolahDatang tepat waktu, antre, dan menjaga kebersihan.Menciptakan suasana belajar yang tertib.
Tempat tinggalMembuang sampah pada tempatnya dan menjaga ketenangan.Lingkungan bersih, sehat, dan nyaman.

Aturan yang baik sebaiknya jelas, adil, dapat dilakukan, disepakati bersama, dan memiliki konsekuensi yang mendidik. Saat membuat aturan, kita perlu mendengarkan pendapat orang lain serta memikirkan kepentingan bersama.

Contoh penerapan dan pertanyaan pemantik

Contoh 1: Di sebuah gang, banyak warga membuang sampah setelah hujan sehingga selokan tersumbat. Aturan apa yang dapat dibuat?
Jawaban contoh: Warga wajib membuang sampah pada tempatnya dan melaksanakan kerja bakti membersihkan selokan secara berkala.
Contoh 2: Beberapa anak bermain bola hingga larut malam dan mengganggu tetangga. Bagaimana aturan yang adil?
Jawaban contoh: Menentukan waktu bermain, misalnya sampai pukul 17.30, dengan tetap menyediakan waktu bermain yang cukup dan menjaga ketenangan warga.

Asesmen Formatif Berbasis HOTS

A. Pilihan Ganda

1. Warga RT ingin membuat aturan tentang kebersihan. Usulan yang paling adil adalah …
A. hanya anak-anak yang bertugas
B. setiap keluarga mendapat jadwal sesuai kesepakatan
C. keluarga yang rumahnya paling dekat jalan bekerja setiap hari
D. aturan ditentukan oleh satu orang saja
2. Setelah aturan “tidak membuang sampah ke selokan” dibuat, masih ada warga yang melanggarnya. Tindakan terbaik adalah …
A. memarahi dan menyebarkan namanya
B. membiarkan karena bukan urusan kita
C. mengingatkan dengan sopan dan mencari penyebabnya bersama
D. membuang sampahnya ke rumah orang tersebut
3. Mengapa aturan lingkungan perlu dibuat melalui musyawarah?
A. agar hanya orang tertentu yang menang
B. agar semua pihak dapat menyampaikan pendapat dan merasa bertanggung jawab
C. agar aturan menjadi lebih panjang
D. agar tidak ada yang boleh bertanya
4. Di lingkunganmu ada aturan jam tenang, tetapi seorang tetangga bekerja malam dan hanya bisa memperbaiki rumah pada siang hari. Solusi paling bijak adalah …
A. melarang semua perbaikan rumah
B. membicarakan waktu yang tidak mengganggu dan menyepakatinya
C. membiarkan suara bising kapan saja
D. langsung melaporkan tanpa berbicara
5. Kelompokmu diminta membuat aturan taman warga. Aturan yang paling menunjukkan tanggung jawab adalah …
A. hanya boleh digunakan oleh kelompokmu
B. boleh merusak tanaman asal meminta maaf
C. menggunakan taman dengan tertib dan ikut merawatnya
D. semua tanaman boleh dipetik untuk dibawa pulang

B. Isian

6. Kesepakatan yang mengatur perilaku warga disebut …
7. Membahas suatu masalah untuk mencapai keputusan bersama disebut …
8. Salah satu manfaat menaati aturan kebersihan adalah lingkungan menjadi …

C. Esai

9. Di dekat rumahmu ada anak-anak yang sering bermain di jalan raya. Buatlah satu aturan yang aman dan jelaskan alasanmu.
10. Warga ingin membuat aturan penggunaan lapangan agar semua kelompok dapat bermain. Tuliskan dua aturan dan jelaskan cara agar aturan itu dijalankan dengan adil.
Klik untuk membuka kunci jawaban Pendidikan Pancasila

Pilihan ganda: 1. B, 2. C, 3. B, 4. B, 5. C.

Isian: 6. aturan, 7. musyawarah, 8. bersih/sehat/nyaman (jawaban sepadan diterima).

Esai: 9. Contoh: bermain di tempat aman, bukan di jalan raya, karena dapat mencegah kecelakaan. 10. Contoh: penggunaan lapangan berdasarkan jadwal yang disepakati dan setiap kelompok wajib menjaga kebersihan; pelaksanaan dipantau bersama secara bergiliran. Jawaban lain yang logis dan menunjukkan keadilan diterima.

Kesimpulan

Ringkasan inti materi: Aturan adalah kesepakatan yang dibuat untuk menciptakan ketertiban, keamanan, dan kenyamanan. Aturan harus dipahami, disepakati, dan dilaksanakan dengan tanggung jawab.

Refleksi Pembelajaran

Sebagian besar murid diharapkan mampu membedakan aturan dan manfaatnya. Murid yang masih kesulitan akan dibimbing melalui contoh aturan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Pelajaran 2 — Seni Rupa

Identitas

Nama Guru : Muhammad Solihin, S.Pd., Gr

Mata Pelajaran : Seni Rupa

Hari / Tanggal : Rabu / 16 September 2026

Fase / Kelas : B / 4 Zainab

Materi : Bendera Hias

Pertemuan Ke : 2

Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase B, peserta didik mampu mengamati, mengenali, dan mengeksplorasi unsur rupa seperti garis, bentuk, warna, tekstur, dan komposisi. Peserta didik mampu menciptakan karya dua dimensi menggunakan bahan dan teknik yang sesuai, menjelaskan proses berkarya, serta menghargai karya sendiri dan karya orang lain.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Mengidentifikasi dan mengklasifikasi bendera berdasarkan bentuk dan fungsinya.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

  • Mindful: murid mengamati bentuk, warna, pola, dan fungsi bendera dengan teliti.
  • Meaningful: murid memahami bahwa bendera dapat menjadi penanda identitas, perayaan, atau penghias ruang.
  • Joyful: murid merancang bendera hias dengan warna dan pola pilihan sendiri secara kreatif.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid mengidentifikasi bentuk, warna, pola, dan fungsi beberapa bendera melalui pengamatan.
  2. Murid mengklasifikasikan bendera berdasarkan bentuk dan fungsinya serta menjelaskan alasan pengelompokan.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang Maha Pemberi Rezeki.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَانِكُمْ

Wa min āyātihī khalqus-samāwāti wal-arḍi wakhtilāfu alsinatikum wa alwānikum.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah penciptaan langit dan bumi serta berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu.” (QS. Ar-Rūm: 22)

Ayat ini mengingatkan kita untuk menghargai keberagaman warna dan bentuk. Dalam seni, keberagaman tersebut dapat diolah menjadi karya bendera hias yang indah dan bermakna.

2. Pengajaran Materi

Bendera hias adalah karya dekoratif berbentuk bendera yang dibuat untuk memperindah tempat atau memeriahkan kegiatan. Bendera hias dapat dibuat dari kertas, kain, plastik bekas yang bersih, atau bahan lain yang aman.

Unsur yang diamati

UnsurPenjelasanContoh
BentukWujud dasar bendera atau potongannya.Segitiga, persegi panjang, trapesium.
WarnaMemberikan kesan dan daya tarik.Warna cerah untuk suasana meriah.
PolaSusunan bentuk atau gambar yang berulang.Garis, titik, zig-zag, bunga.
FungsiTujuan penggunaan bendera.Hiasan ulang tahun, kelas, atau perayaan.

Cara membuat bendera hias

  1. Tentukan tema, ukuran, dan bentuk bendera.
  2. Gambar pola pada kertas dengan pensil dan penggaris.
  3. Warnai atau hias menggunakan krayon, pensil warna, atau kertas tempel.
  4. Gunting mengikuti garis dengan hati-hati.
  5. Lubangi atau tempelkan bendera pada tali menggunakan perekat.
  6. Rapikan dan pajang hasil karya dengan aman.
Contoh 1: Bendera berbentuk segitiga dipasang berulang pada tali untuk menghias kelas. Berdasarkan bentuk dan fungsinya, bendera tersebut termasuk bendera hias berbentuk segitiga yang berfungsi sebagai dekorasi.
Contoh 2: Kelompok A memilih warna merah, kuning, dan biru dengan pola berulang. Apa yang perlu diperhatikan?
Jawaban contoh: Keseimbangan susunan warna, kerapian pola, keamanan bahan, dan kesesuaian dengan tema kegiatan.

Asesmen Formatif Berbasis HOTS

A. Pilihan Ganda

1. Kelompokmu akan menghias kelas bertema “Lingkungan Bersih”. Rancangan yang paling sesuai adalah …
A. gambar sampah berserakan tanpa pesan
B. pola daun dan tempat sampah dengan warna yang harmonis
C. semua bendera dibuat tanpa warna
D. bendera dipasang menutup jalan keluar
2. Dua bendera memiliki ukuran sama. Bendera A memakai pola berulang rapi, sedangkan B memakai gambar berbeda-beda tanpa susunan. Bendera yang lebih menunjukkan pola adalah …
A. A, karena bentuk atau motifnya tersusun berulang
B. B, karena semakin banyak gambar pasti lebih baik
C. A, karena tidak memiliki warna
D. B, karena tidak perlu direncanakan
3. Agar bendera hias tidak mudah robek saat dipasang, pilihan terbaik adalah …
A. menggunakan kertas sangat tipis dan membasahinya
B. memperkuat bagian lubang dengan selotip atau melipat tepinya
C. menempelkan hanya satu sudut
D. memotong tali lebih pendek dari bendera
4. Jika bendera akan dipasang di luar ruangan saat gerimis, bahan yang paling tepat adalah …
A. kertas tisu
B. kertas yang sangat mudah hancur
C. bahan yang lebih tahan air dan dipasang dengan kuat
D. kapas tanpa pelindung
5. Saat menilai karya teman, sikap yang paling tepat adalah …
A. menertawakan karya yang berbeda
B. memberi komentar sopan berdasarkan warna, bentuk, fungsi, dan kerapian
C. mengatakan semua karya jelek
D. menyalin karya teman tanpa izin

B. Isian

6. Susunan bentuk atau gambar yang berulang disebut …
7. Bendera hias yang dipasang untuk memperindah ruangan memiliki fungsi …
8. Alat untuk membantu membuat garis lurus adalah …

C. Esai

9. Rancanglah konsep bendera hias untuk kegiatan kelas bertema “Persahabatan”. Jelaskan bentuk, warna, dan pola yang kamu pilih.
10. Kelompokmu memiliki kertas terbatas, tetapi harus menghias kelas. Jelaskan strategi agar karya tetap menarik, hemat bahan, dan tidak mengganggu keselamatan.
Klik untuk membuka kunci jawaban Seni Rupa

Pilihan ganda: 1. B, 2. A, 3. B, 4. C, 5. B.

Isian: 6. pola, 7. dekorasi/hiasan, 8. penggaris.

Esai: 9. Jawaban bervariasi; harus memuat tema persahabatan, pilihan bentuk/warna/pola, dan alasan yang logis. 10. Contoh: membuat bendera ukuran sedang dengan pola sederhana berulang, memanfaatkan potongan kertas, memakai tali yang kuat, dan memasang di tempat yang tidak menutup pintu atau mengganggu jalan. Jawaban kreatif dan aman diterima.

Kesimpulan

Ringkasan inti materi: Bendera hias merupakan karya dekoratif yang dapat diklasifikasikan berdasarkan bentuk dan fungsi. Keindahan karya dibangun melalui pemilihan warna, pola, komposisi, kerapian, kreativitas, dan keamanan penggunaan.

Refleksi Pembelajaran

Sebagian besar murid diharapkan mampu mengidentifikasi bentuk dan fungsi bendera serta menjelaskan rancangan karyanya. Murid yang masih kesulitan akan dibantu dengan contoh pola sederhana dan kerja berpasangan.

Pelajaran 3 — Bahasa Indonesia

Identitas

Nama Guru : Muhammad Solihin, S.Pd., Gr

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Hari / Tanggal : Rabu / 16 September 2026

Fase / Kelas : B / 4 Zainab

Materi : Imbuhan Me-

Pertemuan Ke : 1

Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase B, peserta didik mampu memahami informasi dari teks lisan, tulis, dan visual serta menyampaikan gagasan secara lisan dan tertulis dengan runtut, santun, dan sesuai konteks. Peserta didik mampu menggunakan kosakata dan kaidah kebahasaan untuk menghasilkan kalimat atau teks sederhana yang bermakna.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Peserta didik mampu menggunakan kaidah kebahasaan awalan “me-” dengan benar, termasuk aturan peluluhan huruf awal.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

  • Mindful: murid memperhatikan perubahan kata dasar ketika mendapat awalan me-.
  • Meaningful: murid menghubungkan kata berimbuhan me- dengan kegiatan nyata, seperti membaca, menulis, menyapu, dan mengamati.
  • Joyful: murid bermain kartu kata untuk membentuk kata dan kalimat berimbuhan me-.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid mengenali fungsi awalan me- sebagai pembentuk kata kerja dan memasangkan kata dasar dengan bentuk berimbuhannya.
  2. Murid menerapkan aturan peluluhan huruf awal pada awalan me- dalam kalimat sesuai konteks.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang Maha Pemberi Rezeki.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

Wa qul rabbi zidnī ‘ilmā.

“Dan katakanlah, ‘Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.’” (QS. Ṭāhā: 114)

Ayat ini mengajarkan pentingnya terus belajar. Dengan memahami imbuhan, kita dapat menambah kosakata dan menyampaikan gagasan dengan kalimat yang lebih tepat.

2. Pengajaran Materi

Awalan me- adalah imbuhan yang diletakkan di awal kata dasar. Awalan ini umumnya membentuk kata kerja aktif, yaitu kata yang menunjukkan kegiatan yang dilakukan oleh subjek.

Contoh perubahan kata

Kata DasarKata BerimbuhanContoh Kalimat
bacamembacaSiti membaca buku cerita.
tulismenulisRafi menulis surat.
sapumenyapuAyah menyapu halaman.
kirimmengirimDina mengirim tugas.
catmengecatPaman mengecat pagar.
lihatmelihatKami melihat pelangi.

Aturan sederhana peluluhan huruf awal

  • Kata dasar berawalan b, f, v umumnya menjadi mem-: me- + baca → membaca, me- + foto → memfoto.
  • Kata dasar berawalan p biasanya luluh menjadi mem-: me- + pilih → memilih, me- + pakai → memakai.
  • Kata dasar berawalan t biasanya luluh menjadi men-: me- + tulis → menulis, me- + tari → menari.
  • Kata dasar berawalan s biasanya luluh menjadi meny-: me- + sapu → menyapu, me- + sebut → menyebut.
  • Kata dasar berawalan c, j umumnya menjadi men-: me- + cari → mencari, me- + jual → menjual.
  • Kata dasar berawalan k biasanya luluh menjadi meng-: me- + kirim → mengirim, me- + kupas → mengupas.

Perhatikan makna dan bentuk kata dalam kalimat. Tidak semua kata harus dihafalkan sekaligus; gunakan contoh dan kamus jika ragu.

Contoh 1: Bentuk kata berimbuhan me- dari kata dasar tulis adalah menulis. Kalimat: “Lani menulis pengalaman liburannya.”
Contoh 2: Bentuk kata berimbuhan me- dari kata dasar sapu adalah menyapu. Kalimat: “Beni menyapu lantai kelas sebelum belajar.”

Asesmen Formatif Berbasis HOTS

A. Pilihan Ganda

1. Kalimat yang menggunakan kata berimbuhan me- dengan tepat adalah …
A. Rina menyapu halaman.
B. Rina mensapu halaman.
C. Rina mesapu halaman.
D. Rina memsapu halaman.
2. Kata berimbuhan yang tepat untuk melengkapi kalimat “Doni … cerita di depan kelas” adalah …
A. membacakan
B. menbacakan
C. mengbacakan
D. memacakan
3. Kata dasar yang tepat untuk kata “menggambar” adalah …
A. gambar
B. gambar-kan
C. anggambar
D. menggambar
4. Sinta ingin menulis kalimat tentang kegiatan mengirim pesan. Kalimat yang tepat adalah …
A. Sinta mengirim pesan kepada ibu.
B. Sinta mengkirim pesan kepada ibu.
C. Sinta menkirim pesan kepada ibu.
D. Sinta mekirim pesan kepada ibu.
5. Dalam kalimat “Kakak memilih buku cerita”, alasan bentuk “memilih” tepat adalah …
A. kata dasar pilih mendapat awalan me- dan huruf p luluh
B. kata dasar lih mendapat awalan mem-
C. kata memilih tidak memiliki imbuhan
D. huruf m dihilangkan dari kata dasar

B. Isian

6. Kata berimbuhan me- dari kata dasar “tari” adalah …
7. Kata dasar dari “menyebut” adalah …
8. Lengkapilah kalimat: “Ibu … sayur untuk makan siang.” (masak)

C. Esai

9. Ubahlah kata dasar berikut menjadi kata berimbuhan me-, lalu buat satu kalimat untuk masing-masing: tulis, sapu, dan kirim.
10. Perhatikan kalimat “Raka mensapu teras dan mengkirim surat.” Perbaikilah kalimat tersebut dan jelaskan perubahan yang kamu lakukan.
Klik untuk membuka kunci jawaban Bahasa Indonesia

Pilihan ganda: 1. A, 2. A, 3. A, 4. A, 5. A.

Isian: 6. menari, 7. sebut, 8. memasak.

Esai: 9. Contoh: menulis — Rani menulis cerita; menyapu — Adik menyapu kamar; mengirim — Budi mengirim kartu kepada nenek. 10. Perbaikannya: “Raka menyapu teras dan mengirim surat.” Huruf awal kata dasar sapu luluh menjadi menyapu, sedangkan kata dasar kirim menjadi mengirim. Jawaban setara diterima.

Kesimpulan

Ringkasan inti materi: Awalan me- membentuk kata kerja aktif. Bentuknya dapat berubah menjadi mem-, men-, meny-, atau meng- sesuai huruf awal kata dasar. Penggunaan kata berimbuhan harus memperhatikan aturan dan konteks kalimat.

Refleksi Pembelajaran

Sebagian besar murid diharapkan mampu membentuk kata berimbuhan me- dan menggunakannya dalam kalimat. Sebagian kecil murid mungkin masih tertukar dalam peluluhan huruf awal; mereka akan berlatih menggunakan kartu kata dan tabel contoh secara bertahap.