Selasa, 15 September 2026

Materi Ajar Kelas 4 Zainab, Rabu 16 September 2026

 

Materi Ajar Kelas 4 Zainab

SD Al Azhar 1 Bandar Lampung
Rabu, 16 September 2026

Belajar dengan pendekatan Mindful, Meaningful, dan Joyful

Pelajaran 1 — Pendidikan Pancasila

Identitas

Nama Guru : Muhammad Solihin, S.Pd., Gr

Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila

Hari / Tanggal : Rabu / 16 September 2026

Fase / Kelas : B / 4 Zainab

Materi : Aturan di lingkungan sekitar

Pertemuan Ke : 2

Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase B, peserta didik mampu mengidentifikasi dan melaksanakan aturan, hak, dan kewajiban sebagai anggota keluarga, warga sekolah, dan bagian dari masyarakat. Peserta didik mampu menunjukkan sikap bertanggung jawab, menghargai kesepakatan, serta bekerja sama dalam kehidupan sehari-hari sesuai nilai-nilai Pancasila.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Murid dapat memahami dan membuat aturan di lingkungan tempat tinggal.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

  • Mindful: murid menyadari aturan yang sudah dipatuhi dan dampaknya terhadap kenyamanan bersama.
  • Meaningful: murid menghubungkan aturan dengan pengalaman di rumah dan lingkungan tempat tinggal.
  • Joyful: murid menyusun kartu aturan melalui permainan kelompok dan mempresentasikannya dengan percaya diri.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid mengidentifikasi contoh aturan di lingkungan tempat tinggal dan menjelaskan tujuan setiap aturan.
  2. Murid menyusun serta menyepakati aturan sederhana untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan tempat tinggal.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang Maha Pemberi Rezeki.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ

Yā ayyuhallażīna āmanū aufū bil-‘uqūd.

“Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji.” (QS. Al-Mā’idah: 1)

Ayat ini mengajarkan bahwa kesepakatan harus dipenuhi. Aturan lingkungan merupakan kesepakatan bersama yang perlu ditaati agar kehidupan menjadi tertib, aman, dan nyaman.

2. Pengajaran Materi

Aturan adalah ketentuan atau kesepakatan yang dibuat untuk mengatur perilaku agar kehidupan bersama berjalan tertib. Aturan dapat dibuat di rumah, sekolah, maupun lingkungan tempat tinggal.

Jenis dan contoh aturan

LingkunganContoh AturanManfaat
RumahMerapikan tempat tidur dan meminta izin sebelum keluar.Melatih tanggung jawab dan menjaga kepercayaan.
SekolahDatang tepat waktu, antre, dan menjaga kebersihan.Menciptakan suasana belajar yang tertib.
Tempat tinggalMembuang sampah pada tempatnya dan menjaga ketenangan.Lingkungan bersih, sehat, dan nyaman.

Aturan yang baik sebaiknya jelas, adil, dapat dilakukan, disepakati bersama, dan memiliki konsekuensi yang mendidik. Saat membuat aturan, kita perlu mendengarkan pendapat orang lain serta memikirkan kepentingan bersama.

Contoh penerapan dan pertanyaan pemantik

Contoh 1: Di sebuah gang, banyak warga membuang sampah setelah hujan sehingga selokan tersumbat. Aturan apa yang dapat dibuat?
Jawaban contoh: Warga wajib membuang sampah pada tempatnya dan melaksanakan kerja bakti membersihkan selokan secara berkala.
Contoh 2: Beberapa anak bermain bola hingga larut malam dan mengganggu tetangga. Bagaimana aturan yang adil?
Jawaban contoh: Menentukan waktu bermain, misalnya sampai pukul 17.30, dengan tetap menyediakan waktu bermain yang cukup dan menjaga ketenangan warga.

Asesmen Formatif Berbasis HOTS

A. Pilihan Ganda

1. Warga RT ingin membuat aturan tentang kebersihan. Usulan yang paling adil adalah …
A. hanya anak-anak yang bertugas
B. setiap keluarga mendapat jadwal sesuai kesepakatan
C. keluarga yang rumahnya paling dekat jalan bekerja setiap hari
D. aturan ditentukan oleh satu orang saja
2. Setelah aturan “tidak membuang sampah ke selokan” dibuat, masih ada warga yang melanggarnya. Tindakan terbaik adalah …
A. memarahi dan menyebarkan namanya
B. membiarkan karena bukan urusan kita
C. mengingatkan dengan sopan dan mencari penyebabnya bersama
D. membuang sampahnya ke rumah orang tersebut
3. Mengapa aturan lingkungan perlu dibuat melalui musyawarah?
A. agar hanya orang tertentu yang menang
B. agar semua pihak dapat menyampaikan pendapat dan merasa bertanggung jawab
C. agar aturan menjadi lebih panjang
D. agar tidak ada yang boleh bertanya
4. Di lingkunganmu ada aturan jam tenang, tetapi seorang tetangga bekerja malam dan hanya bisa memperbaiki rumah pada siang hari. Solusi paling bijak adalah …
A. melarang semua perbaikan rumah
B. membicarakan waktu yang tidak mengganggu dan menyepakatinya
C. membiarkan suara bising kapan saja
D. langsung melaporkan tanpa berbicara
5. Kelompokmu diminta membuat aturan taman warga. Aturan yang paling menunjukkan tanggung jawab adalah …
A. hanya boleh digunakan oleh kelompokmu
B. boleh merusak tanaman asal meminta maaf
C. menggunakan taman dengan tertib dan ikut merawatnya
D. semua tanaman boleh dipetik untuk dibawa pulang

B. Isian

6. Kesepakatan yang mengatur perilaku warga disebut …
7. Membahas suatu masalah untuk mencapai keputusan bersama disebut …
8. Salah satu manfaat menaati aturan kebersihan adalah lingkungan menjadi …

C. Esai

9. Di dekat rumahmu ada anak-anak yang sering bermain di jalan raya. Buatlah satu aturan yang aman dan jelaskan alasanmu.
10. Warga ingin membuat aturan penggunaan lapangan agar semua kelompok dapat bermain. Tuliskan dua aturan dan jelaskan cara agar aturan itu dijalankan dengan adil.

Kesimpulan

Ringkasan inti materi: Aturan adalah kesepakatan yang dibuat untuk menciptakan ketertiban, keamanan, dan kenyamanan. Aturan harus dipahami, disepakati, dan dilaksanakan dengan tanggung jawab.

Refleksi Pembelajaran


Pelajaran 2 — Seni Rupa

Identitas

Nama Guru : Muhammad Solihin, S.Pd., Gr

Mata Pelajaran : Seni Rupa

Hari / Tanggal : Rabu / 16 September 2026

Fase / Kelas : B / 4 Zainab

Materi : Bendera Hias

Pertemuan Ke : 2

Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase B, peserta didik mampu mengamati, mengenali, dan mengeksplorasi unsur rupa seperti garis, bentuk, warna, tekstur, dan komposisi. Peserta didik mampu menciptakan karya dua dimensi menggunakan bahan dan teknik yang sesuai, menjelaskan proses berkarya, serta menghargai karya sendiri dan karya orang lain.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Mengidentifikasi dan mengklasifikasi bendera berdasarkan bentuk dan fungsinya.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

  • Mindful: murid mengamati bentuk, warna, pola, dan fungsi bendera dengan teliti.
  • Meaningful: murid memahami bahwa bendera dapat menjadi penanda identitas, perayaan, atau penghias ruang.
  • Joyful: murid merancang bendera hias dengan warna dan pola pilihan sendiri secara kreatif.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid mengidentifikasi bentuk, warna, pola, dan fungsi beberapa bendera melalui pengamatan.
  2. Murid mengklasifikasikan bendera berdasarkan bentuk dan fungsinya serta menjelaskan alasan pengelompokan.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang Maha Pemberi Rezeki.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَانِكُمْ

Wa min āyātihī khalqus-samāwāti wal-arḍi wakhtilāfu alsinatikum wa alwānikum.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah penciptaan langit dan bumi serta berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu.” (QS. Ar-Rūm: 22)

Ayat ini mengingatkan kita untuk menghargai keberagaman warna dan bentuk. Dalam seni, keberagaman tersebut dapat diolah menjadi karya bendera hias yang indah dan bermakna.

2. Pengajaran Materi

Bendera hias adalah karya dekoratif berbentuk bendera yang dibuat untuk memperindah tempat atau memeriahkan kegiatan. Bendera hias dapat dibuat dari kertas, kain, plastik bekas yang bersih, atau bahan lain yang aman.

Unsur yang diamati

UnsurPenjelasanContoh
BentukWujud dasar bendera atau potongannya.Segitiga, persegi panjang, trapesium.
WarnaMemberikan kesan dan daya tarik.Warna cerah untuk suasana meriah.
PolaSusunan bentuk atau gambar yang berulang.Garis, titik, zig-zag, bunga.
FungsiTujuan penggunaan bendera.Hiasan ulang tahun, kelas, atau perayaan.

Cara membuat bendera hias

  1. Tentukan tema, ukuran, dan bentuk bendera.
  2. Gambar pola pada kertas dengan pensil dan penggaris.
  3. Warnai atau hias menggunakan krayon, pensil warna, atau kertas tempel.
  4. Gunting mengikuti garis dengan hati-hati.
  5. Lubangi atau tempelkan bendera pada tali menggunakan perekat.
  6. Rapikan dan pajang hasil karya dengan aman.
Contoh 1: Bendera berbentuk segitiga dipasang berulang pada tali untuk menghias kelas. Berdasarkan bentuk dan fungsinya, bendera tersebut termasuk bendera hias berbentuk segitiga yang berfungsi sebagai dekorasi.
Contoh 2: Kelompok A memilih warna merah, kuning, dan biru dengan pola berulang. Apa yang perlu diperhatikan?
Jawaban contoh: Keseimbangan susunan warna, kerapian pola, keamanan bahan, dan kesesuaian dengan tema kegiatan.

Asesmen Formatif Berbasis HOTS

A. Pilihan Ganda

1. Kelompokmu akan menghias kelas bertema “Lingkungan Bersih”. Rancangan yang paling sesuai adalah …
A. gambar sampah berserakan tanpa pesan
B. pola daun dan tempat sampah dengan warna yang harmonis
C. semua bendera dibuat tanpa warna
D. bendera dipasang menutup jalan keluar
2. Dua bendera memiliki ukuran sama. Bendera A memakai pola berulang rapi, sedangkan B memakai gambar berbeda-beda tanpa susunan. Bendera yang lebih menunjukkan pola adalah …
A. A, karena bentuk atau motifnya tersusun berulang
B. B, karena semakin banyak gambar pasti lebih baik
C. A, karena tidak memiliki warna
D. B, karena tidak perlu direncanakan
3. Agar bendera hias tidak mudah robek saat dipasang, pilihan terbaik adalah …
A. menggunakan kertas sangat tipis dan membasahinya
B. memperkuat bagian lubang dengan selotip atau melipat tepinya
C. menempelkan hanya satu sudut
D. memotong tali lebih pendek dari bendera
4. Jika bendera akan dipasang di luar ruangan saat gerimis, bahan yang paling tepat adalah …
A. kertas tisu
B. kertas yang sangat mudah hancur
C. bahan yang lebih tahan air dan dipasang dengan kuat
D. kapas tanpa pelindung
5. Saat menilai karya teman, sikap yang paling tepat adalah …
A. menertawakan karya yang berbeda
B. memberi komentar sopan berdasarkan warna, bentuk, fungsi, dan kerapian
C. mengatakan semua karya jelek
D. menyalin karya teman tanpa izin

B. Isian

6. Susunan bentuk atau gambar yang berulang disebut …
7. Bendera hias yang dipasang untuk memperindah ruangan memiliki fungsi …
8. Alat untuk membantu membuat garis lurus adalah …

C. Esai

9. Rancanglah konsep bendera hias untuk kegiatan kelas bertema “Persahabatan”. Jelaskan bentuk, warna, dan pola yang kamu pilih.
10. Kelompokmu memiliki kertas terbatas, tetapi harus menghias kelas. Jelaskan strategi agar karya tetap menarik, hemat bahan, dan tidak mengganggu keselamatan.

Kesimpulan

Ringkasan inti materi: Bendera hias merupakan karya dekoratif yang dapat diklasifikasikan berdasarkan bentuk dan fungsi. Keindahan karya dibangun melalui pemilihan warna, pola, komposisi, kerapian, kreativitas, dan keamanan penggunaan.

Refleksi Pembelajaran


Pelajaran 3 — Bahasa Indonesia

Identitas

Nama Guru : Muhammad Solihin, S.Pd., Gr

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Hari / Tanggal : Rabu / 16 September 2026

Fase / Kelas : B / 4 Zainab

Materi : Imbuhan Me-

Pertemuan Ke : 1

Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase B, peserta didik mampu memahami informasi dari teks lisan, tulis, dan visual serta menyampaikan gagasan secara lisan dan tertulis dengan runtut, santun, dan sesuai konteks. Peserta didik mampu menggunakan kosakata dan kaidah kebahasaan untuk menghasilkan kalimat atau teks sederhana yang bermakna.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Peserta didik mampu menggunakan kaidah kebahasaan awalan “me-” dengan benar, termasuk aturan peluluhan huruf awal.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

  • Mindful: murid memperhatikan perubahan kata dasar ketika mendapat awalan me-.
  • Meaningful: murid menghubungkan kata berimbuhan me- dengan kegiatan nyata, seperti membaca, menulis, menyapu, dan mengamati.
  • Joyful: murid bermain kartu kata untuk membentuk kata dan kalimat berimbuhan me-.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid mengenali fungsi awalan me- sebagai pembentuk kata kerja dan memasangkan kata dasar dengan bentuk berimbuhannya.
  2. Murid menerapkan aturan peluluhan huruf awal pada awalan me- dalam kalimat sesuai konteks.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang Maha Pemberi Rezeki.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

Wa qul rabbi zidnī ‘ilmā.

“Dan katakanlah, ‘Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.’” (QS. Ṭāhā: 114)

Ayat ini mengajarkan pentingnya terus belajar. Dengan memahami imbuhan, kita dapat menambah kosakata dan menyampaikan gagasan dengan kalimat yang lebih tepat.

2. Pengajaran Materi

Awalan me- adalah imbuhan yang diletakkan di awal kata dasar. Awalan ini umumnya membentuk kata kerja aktif, yaitu kata yang menunjukkan kegiatan yang dilakukan oleh subjek.

Contoh perubahan kata

Kata DasarKata BerimbuhanContoh Kalimat
bacamembacaSiti membaca buku cerita.
tulismenulisRafi menulis surat.
sapumenyapuAyah menyapu halaman.
kirimmengirimDina mengirim tugas.
catmengecatPaman mengecat pagar.
lihatmelihatKami melihat pelangi.

Aturan sederhana peluluhan huruf awal

  • Kata dasar berawalan b, f, v umumnya menjadi mem-: me- + baca → membaca, me- + foto → memfoto.
  • Kata dasar berawalan p biasanya luluh menjadi mem-: me- + pilih → memilih, me- + pakai → memakai.
  • Kata dasar berawalan t biasanya luluh menjadi men-: me- + tulis → menulis, me- + tari → menari.
  • Kata dasar berawalan s biasanya luluh menjadi meny-: me- + sapu → menyapu, me- + sebut → menyebut.
  • Kata dasar berawalan c, j umumnya menjadi men-: me- + cari → mencari, me- + jual → menjual.
  • Kata dasar berawalan k biasanya luluh menjadi meng-: me- + kirim → mengirim, me- + kupas → mengupas.

Perhatikan makna dan bentuk kata dalam kalimat. Tidak semua kata harus dihafalkan sekaligus; gunakan contoh dan kamus jika ragu.

Contoh 1: Bentuk kata berimbuhan me- dari kata dasar tulis adalah menulis. Kalimat: “Lani menulis pengalaman liburannya.”
Contoh 2: Bentuk kata berimbuhan me- dari kata dasar sapu adalah menyapu. Kalimat: “Beni menyapu lantai kelas sebelum belajar.”

Asesmen Formatif Berbasis HOTS

A. Pilihan Ganda

1. Kalimat yang menggunakan kata berimbuhan me- dengan tepat adalah …
A. Rina menyapu halaman.
B. Rina mensapu halaman.
C. Rina mesapu halaman.
D. Rina memsapu halaman.
2. Kata berimbuhan yang tepat untuk melengkapi kalimat “Doni … cerita di depan kelas” adalah …
A. membacakan
B. menbacakan
C. mengbacakan
D. memacakan
3. Kata dasar yang tepat untuk kata “menggambar” adalah …
A. gambar
B. gambar-kan
C. anggambar
D. menggambar
4. Sinta ingin menulis kalimat tentang kegiatan mengirim pesan. Kalimat yang tepat adalah …
A. Sinta mengirim pesan kepada ibu.
B. Sinta mengkirim pesan kepada ibu.
C. Sinta menkirim pesan kepada ibu.
D. Sinta mekirim pesan kepada ibu.
5. Dalam kalimat “Kakak memilih buku cerita”, alasan bentuk “memilih” tepat adalah …
A. kata dasar pilih mendapat awalan me- dan huruf p luluh
B. kata dasar lih mendapat awalan mem-
C. kata memilih tidak memiliki imbuhan
D. huruf m dihilangkan dari kata dasar

B. Isian

6. Kata berimbuhan me- dari kata dasar “tari” adalah …
7. Kata dasar dari “menyebut” adalah …
8. Lengkapilah kalimat: “Ibu … sayur untuk makan siang.” (masak)

C. Esai

9. Ubahlah kata dasar berikut menjadi kata berimbuhan me-, lalu buat satu kalimat untuk masing-masing: tulis, sapu, dan kirim.
10. Perhatikan kalimat “Raka mensapu teras dan mengkirim surat.” Perbaikilah kalimat tersebut dan jelaskan perubahan yang kamu lakukan.

Kesimpulan

Ringkasan inti materi: Awalan me- membentuk kata kerja aktif. Bentuknya dapat berubah menjadi mem-, men-, meny-, atau meng- sesuai huruf awal kata dasar. Penggunaan kata berimbuhan harus memperhatikan aturan dan konteks kalimat.

Refleksi Pembelajaran


Senin, 14 September 2026

Materi Ajar Kelas 4 Zainab, Selasa 15 September 2026

MATERI AJAR HARIAN

Matematika • Seni Rupa • IPAS

Fase B / Kelas 4 Zainab — Selasa, 15 September 2026

PELAJARAN 1

Matematika — Mengenal Kelipatan dan Faktor

Identitas

Nama Guru:Muhammad Solihin, S.Pd., Gr
Mata Pelajaran:Matematika
Hari / Tanggal:Selasa / 15 September 2026
Fase / Kelas:B / 4 Zainab
Materi:Mengenal Kelipatan dan Faktor
Pertemuan Ke:2

Capaian Pembelajaran (CP)

Fase B (Kelas III–IV) — Matematika, elemen Bilangan (Kurikulum Merdeka, BSKAP Kemdikbudristek):

"Pada akhir Fase B, peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000. Peserta didik dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000. Mereka dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda-benda konkret, gambar, dan simbol matematika. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah berkaitan dengan kelipatan dan faktor."

Tujuan Pembelajaran (TP)

Murid mengenal kelipatan dan faktor.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

Mainful: peserta didik bermain "cari pasangan" — melingkari bilangan yang sama pada dua daftar kelipatan berbeda yang ditulis di papan tulis.

Meaningful: peserta didik menyadari bahwa mencari kesamaan (persekutuan) antara dua bilangan membantu menyelesaikan masalah sehari-hari, seperti menentukan jadwal yang bertepatan atau membagi barang secara merata.

Joyful: pembelajaran dikemas melalui permainan kelompok "Berburu Bilangan Kembar" menggunakan kartu angka kelipatan dan faktor.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Peserta didik mengulas kembali konsep kelipatan dan faktor suatu bilangan, kemudian mengenal konsep kelipatan persekutuan dan faktor persekutuan dari dua bilangan, lalu berlatih menentukan kelipatan persekutuan dan faktor persekutuan dalam soal sederhana.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

QS. Ya-Sin (36): 36

سُبْحَٰنَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْأَزْوَٰجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنۢبِتُ ٱلْأَرْضُ وَمِنْ أَنفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ

"Subhaanal-ladzii khalaqal-azwaaja kullahaa mimmaa tumbitul-ardhu wa min anfusihim wa mimmaa laa ya'lamuun"

Artinya: "Mahasuci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi, dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui."

Keterkaitan: Ayat ini menyebutkan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan. Hari ini kita juga akan mencari "pasangan" atau kesamaan nilai antara dua bilangan, yaitu kelipatan persekutuan dan faktor persekutuan.

2. Pengajaran Materi

a. Materi

Pada pertemuan sebelumnya kita sudah belajar mencari kelipatan dan faktor dari satu bilangan. Hari ini kita akan belajar mencari kelipatan dan faktor yang sama-sama dimiliki oleh dua bilangan.

Kelipatan persekutuan adalah kelipatan yang sama (bersekutu) dari dua bilangan atau lebih. Caranya: tuliskan kelipatan masing-masing bilangan, lalu cari bilangan yang muncul pada kedua daftar.

BilanganKelipatan
44, 8, 12, 16, 20, 24, 28, 32, 36, ...
66, 12, 18, 24, 30, 36, ...

Kelipatan persekutuan dari 4 dan 6 adalah 12, 24, 36, ... Kelipatan persekutuan yang paling kecil (12) disebut Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK).

Faktor persekutuan adalah faktor yang sama (bersekutu) dari dua bilangan atau lebih. Caranya: tuliskan faktor masing-masing bilangan, lalu cari bilangan yang muncul pada kedua daftar.

BilanganFaktor
121, 2, 3, 4, 6, 12
181, 2, 3, 6, 9, 18

Faktor persekutuan dari 12 dan 18 adalah 1, 2, 3, dan 6. Faktor persekutuan yang paling besar (6) disebut Faktor Persekutuan Terbesar (FPB).

Contoh Soal 1: Tentukan tiga kelipatan persekutuan pertama dari 3 dan 5!

Pembahasan: Kelipatan 3: 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27, 30, ... Kelipatan 5: 5, 10, 15, 20, 25, 30, ... Kelipatan persekutuan dari 3 dan 5 adalah 15, 30, dan 45.

Contoh Soal 2: Tentukan faktor persekutuan dari 16 dan 24!

Pembahasan: Faktor 16: 1, 2, 4, 8, 16. Faktor 24: 1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, 24. Faktor persekutuan dari 16 dan 24 adalah 1, 2, 4, dan 8.

b. Video Pembelajaran

Video Kelipatan Persekutuan dari Dua BilanganKelipatan Persekutuan dari Dua Bilangan – Matematika Kelas 4 SDKlik untuk menonton di YouTube

c. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)

I. Pilihan Ganda

  1. Kelipatan persekutuan dari 2 dan 3 yang pertama adalah ...
    • A. 4
    • B. 5
    • C. 6
    • D. 8
  2. Faktor persekutuan dari 8 dan 12 adalah ...
    • A. 1, 2, 4
    • B. 1, 2, 3, 4
    • C. 2, 4, 6
    • D. 1, 4, 8
  3. Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari 4 dan 10 adalah ...
    • A. 14
    • B. 20
    • C. 40
    • D. 10
  4. Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari 18 dan 24 adalah ...
    • A. 3
    • B. 6
    • C. 9
    • D. 12
  5. Dua kelipatan persekutuan pertama dari 6 dan 9 adalah ...
    • A. 12 dan 24
    • B. 18 dan 36
    • C. 9 dan 18
    • D. 18 dan 27

II. Isian Singkat

  1. Faktor persekutuan dari 10 dan 15 adalah ...
  2. Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari 3 dan 4 adalah ...
  3. Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari 20 dan 30 adalah ...

III. Esai

  1. Dua buah lonceng dibunyikan bersamaan. Lonceng A berbunyi setiap 4 menit, dan lonceng B berbunyi setiap 6 menit. Tentukan tiga kelipatan persekutuan pertama dari 4 dan 6, lalu tentukan pada menit ke berapa kedua lonceng akan berbunyi bersamaan lagi untuk pertama kalinya!
  2. Bu Ani mempunyai 18 apel dan 24 jeruk yang akan dibagikan sama rata ke beberapa keranjang tanpa sisa. Tentukan faktor persekutuan dari 18 dan 24, lalu tentukan jumlah keranjang paling banyak yang bisa digunakan!
Lihat Kunci Jawaban

Pilihan Ganda: 1. C   2. A   3. B   4. B   5. B

Isian:

  1. 1 dan 5
  2. 12
  3. 10

Esai:

  1. Kelipatan 4: 4, 8, 12, 16, 20, 24, ... Kelipatan 6: 6, 12, 18, 24, 30, ... Kelipatan persekutuan: 12, 24, dan 36. Kedua lonceng berbunyi bersamaan lagi pertama kali pada menit ke-12.
  2. Faktor 18: 1, 2, 3, 6, 9, 18. Faktor 24: 1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, 24. Faktor persekutuan: 1, 2, 3, dan 6. Jumlah keranjang paling banyak adalah 6 keranjang (Faktor Persekutuan Terbesar).

Kesimpulan

Kelipatan persekutuan adalah kelipatan yang sama dimiliki oleh dua bilangan atau lebih, sedangkan faktor persekutuan adalah faktor yang sama dimiliki oleh dua bilangan atau lebih. Kelipatan persekutuan terkecil disebut KPK, dan faktor persekutuan terbesar disebut FPB.

Refleksi Pembelajaran

Sebagian besar murid sudah mampu menemukan kelipatan dan faktor persekutuan dengan cara membandingkan dua daftar, namun sebagian kecil murid masih perlu bimbingan dalam menentukan bilangan mana yang merupakan KPK atau FPB.

PELAJARAN 2

Seni Rupa — Bendera Hias

Identitas

Nama Guru:Muhammad Solihin, S.Pd., Gr
Mata Pelajaran:Seni Rupa
Hari / Tanggal:Selasa / 15 September 2026
Fase / Kelas:B / 4 Zainab
Materi:Bendera Hias
Pertemuan Ke:1

Capaian Pembelajaran (CP)

Fase B (Kelas III–IV) — Seni Rupa (Kurikulum Merdeka, Kemdikbudristek), Unit 4 "Membuat Bendera Hias dari Kertas":

"Peserta didik terbiasa secara mandiri menggunakan prosedur dasar dalam menerapkan aneka keterampilan dan pengetahuan dasar mengenai bahan, medium, alat, teknik, teknologi, prosedur, dan proses dalam penciptaan karya seni rupa. Peserta didik terbiasa bereksperimen dengan aneka elemen dan prinsip seni serta medium yang tersedia untuk menciptakan karya, namun peserta didik sangat didukung untuk mengeksplorasi dan menemukan cara atau gayanya sendiri."

Tujuan Pembelajaran (TP)

Mengidentifikasi dan mengklasifikasi bendera berdasarkan bentuk dan fungsinya.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

Mainful: peserta didik bermain "tebak bendera" — mencocokkan gambar berbagai bendera dengan fungsinya masing-masing secara berkelompok.

Meaningful: peserta didik menyadari bahwa bendera bukan sekadar hiasan, melainkan juga simbol identitas dan pembawa pesan tertentu.

Joyful: pembelajaran dikemas melalui kegiatan memilah kartu gambar bendera ke dalam kategori bentuk dan fungsi yang tepat, ditemani musik ceria saat berdiskusi kelompok.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Peserta didik mengamati berbagai contoh bendera di sekitarnya, kemudian mengidentifikasi bentuk-bentuk bendera (persegi panjang, segitiga, dan bentuk khusus), lalu mengklasifikasikan bendera-bendera tersebut berdasarkan fungsinya (bendera negara, bendera hias, dan bendera isyarat).

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

QS. Fatir (35): 27 (penggalan)

وَمِنَ ٱلْجِبَالِ جُدَدٌۢ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ

"Wa minal-jibaali judadum biidhuw wa humrum mukhtalifun alwaanuhaa wa garaabiibu suud"

Artinya: "Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya, dan ada (pula) yang hitam pekat."

Keterkaitan: Ayat ini menunjukkan bahwa Allah menciptakan alam dengan beraneka warna, seperti merah, putih, dan hitam. Warna-warna ini juga sering digunakan manusia untuk membuat lambang atau bendera, seperti warna merah dan putih pada bendera Indonesia yang masing-masing memiliki makna tersendiri.

2. Pengajaran Materi

a. Materi

Bendera adalah sehelai kain (atau bahan lain) yang diberi warna dan/atau lambang tertentu, biasanya dikibarkan pada tiang sebagai tanda atau lambang sesuatu. Bendera merupakan produk seni rupa yang mengandung unsur desain (rancangan), warna, dan komposisi (susunan elemen agar terlihat serasi dan indah), sekaligus mengandung unsur budaya sebagai lambang identitas suatu negara atau kelompok.

Bentuk BenderaContoh Penggunaan
Persegi panjangBendera negara, seperti bendera Merah Putih Indonesia
Segitiga (pataka/umbul-umbul)Hiasan atau panji pada acara perayaan
Bentuk khususMisalnya bendera Nepal yang berbentuk dua segitiga bertumpuk sebagai identitas negaranya
Jenis Bendera (Fungsi)Contoh
Bendera negaraBendera Merah Putih – lambang identitas dan kedaulatan bangsa
Bendera organisasi/daerahBendera sekolah, bendera pramuka – lambang identitas kelompok
Bendera hiasUmbul-umbul warna-warni – mempercantik suasana perayaan
Bendera isyaratBendera start balapan, bendera di pelabuhan – sebagai tanda/sinyal

Bendera Merah Putih Indonesia memiliki makna khusus: warna merah melambangkan keberanian, dan warna putih melambangkan kesucian.

Contoh Soal 1: Sebutkan tiga bentuk bendera yang kamu ketahui, beserta satu contoh penggunaannya masing-masing!

Pembahasan: (1) Persegi panjang – digunakan pada bendera negara seperti bendera Merah Putih. (2) Segitiga (pataka/umbul-umbul) – digunakan sebagai hiasan pada acara perayaan. (3) Bentuk khusus – misalnya bendera Nepal yang berbentuk dua segitiga bertumpuk sebagai identitas negaranya.

Contoh Soal 2: Klasifikasikan bendera-bendera berikut berdasarkan fungsinya: bendera Merah Putih, umbul-umbul warna-warni untuk pesta ulang tahun, dan bendera start pada perlombaan lari!

Pembahasan: Bendera Merah Putih berfungsi sebagai lambang identitas negara. Umbul-umbul warna-warni berfungsi sebagai hiasan untuk mempercantik acara. Bendera start berfungsi sebagai isyarat/tanda dimulainya perlombaan.

b. Video Pembelajaran

Video Seni Rupa Kelas 4 Unit 4 Membuat Bendera HiasSeni Rupa Kelas 4 Unit 4 – Membuat Bendera HiasKlik untuk menonton di YouTube

c. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)

I. Pilihan Ganda

  1. Bendera yang berfungsi sebagai lambang identitas suatu negara disebut bendera ...
    • A. hias
    • B. negara
    • C. isyarat
    • D. organisasi
  2. Warna merah pada bendera Indonesia melambangkan ...
    • A. kesucian
    • B. keberanian
    • C. kedamaian
    • D. kemakmuran
  3. Bentuk bendera yang paling umum digunakan sebagai bendera negara adalah ...
    • A. lingkaran
    • B. segitiga
    • C. persegi panjang
    • D. bintang
  4. Umbul-umbul warna-warni yang dipasang saat acara ulang tahun berfungsi sebagai ...
    • A. lambang negara
    • B. hiasan/dekorasi
    • C. alat komunikasi
    • D. tanda bahaya
  5. Unsur seni rupa yang berkaitan dengan susunan warna dan bentuk pada bendera agar terlihat serasi disebut ...
    • A. komposisi
    • B. tekstur
    • C. gerak
    • D. ruang

II. Isian Singkat

  1. Warna putih pada bendera Indonesia melambangkan ...
  2. Bendera berbentuk segitiga yang sering digunakan sebagai hiasan atau panji disebut ...
  3. Bendera yang digunakan sebagai tanda dimulainya sebuah perlombaan disebut bendera ...

III. Esai

  1. Amati bendera sekolahmu atau bendera organisasi yang kamu ketahui. Jelaskan bentuk, warna, dan fungsinya!
  2. Jika kamu diminta merancang sebuah bendera hias untuk mewakili kelasmu, jelaskan bentuk, warna, dan lambang apa yang akan kamu gunakan beserta alasannya!
Lihat Kunci Jawaban

Pilihan Ganda: 1. B   2. B   3. C   4. B   5. A

Isian:

  1. kesucian
  2. umbul-umbul (pataka)
  3. isyarat (start)

Esai:

  1. Jawaban bersifat pengamatan pribadi; dinilai dari ketepatan penjelasan bentuk, warna, dan fungsi bendera yang diamati siswa.
  2. Jawaban bersifat kreatif; dinilai dari kejelasan ide rancangan bentuk, warna, dan makna lambang yang dipilih siswa untuk mewakili kelasnya.

Kesimpulan

Bendera adalah produk seni rupa yang mengandung unsur desain, warna, dan komposisi, serta memiliki berbagai bentuk (persegi panjang, segitiga, bentuk khusus) dan fungsi (bendera negara, organisasi, hias, dan isyarat) yang berbeda-beda.

Refleksi Pembelajaran

Sebagian besar murid sudah mampu mengidentifikasi bentuk dan fungsi bendera dengan baik, namun sebagian kecil murid masih perlu bimbingan dalam membedakan fungsi bendera hias dan bendera isyarat.

PELAJARAN 3

IPAS — Gaya Magnet

Identitas

Nama Guru:Muhammad Solihin, S.Pd., Gr
Mata Pelajaran:IPAS
Hari / Tanggal:Selasa / 15 September 2026
Fase / Kelas:B / 4 Zainab
Materi:Gaya Magnet
Pertemuan Ke:1

Capaian Pembelajaran (CP)

Fase B (Kelas III–IV) — IPAS, elemen Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial) (Kurikulum Merdeka, BSKAP Kemdikbudristek):

"Peserta didik memahami bentuk dan fungsi panca indra; siklus hidup makhluk hidup dan upaya pelestariannya; wujud zat dan perubahannya; sumber dan bentuk energi serta perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari; gejala kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari, jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda; peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial di sekitar tempat tinggal dan sekolah; ragam bentang alam serta keterkaitannya dengan profesi masyarakat."

Tujuan Pembelajaran (TP)

Membedakan jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

Mainful: peserta didik langsung bereksperimen menggunakan magnet untuk menguji berbagai benda di kelas, termasuk permainan "mancing" benda logam menggunakan magnet.

Meaningful: peserta didik menyadari bahwa gaya magnet dimanfaatkan dalam banyak alat yang mereka gunakan sehari-hari, seperti kompas dan gerendel kulkas.

Joyful: suasana belajar dibangun melalui sesi tebak-tebakan "magnetis atau bukan?" sebelum benda-benda diuji langsung dengan magnet.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Peserta didik mengenal berbagai jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari, kemudian secara khusus mengidentifikasi sifat-sifat gaya magnet melalui percobaan sederhana mengelompokkan benda magnetis dan non-magnetis, lalu menyimpulkan pengaruh gaya magnet terhadap gerak benda serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

QS. Al-Hadid (57): 25 (penggalan)

وَأَنزَلْنَا ٱلْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ

"Wa anzalnal-hadiida fiihi ba'sun syadiidun wa manaafi'u lin-naas"

Artinya: "Dan Kami ciptakan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia."

Keterkaitan: Besi adalah salah satu logam ciptaan Allah yang memiliki banyak manfaat, termasuk sifatnya yang dapat ditarik oleh magnet (bersifat magnetis). Hari ini kita akan mempelajari bagaimana gaya magnet bekerja menarik benda-benda seperti besi di sekitar kita.

2. Pengajaran Materi

a. Materi

Gaya adalah tarikan atau dorongan yang dapat memengaruhi arah, gerak, dan bentuk suatu benda. Beberapa jenis gaya di sekitar kita antara lain gaya otot, gaya gesek, gaya pegas, gaya gravitasi, dan gaya magnet. Hari ini kita akan mempelajari gaya magnet secara khusus.

Magnet adalah benda yang dapat menarik benda-benda tertentu di sekitarnya. Berdasarkan sifatnya terhadap magnet, benda dibedakan menjadi:

  • Benda magnetis: benda yang dapat ditarik oleh magnet, terbuat dari besi, baja, nikel, atau kobalt. Contoh: paku, jarum jahit, gunting besi.
  • Benda non-magnetis: benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet, contohnya benda dari plastik, kayu, kaca, karet, dan kertas.

Magnet memiliki dua kutub, yaitu kutub utara (U) dan kutub selatan (S). Beberapa sifat gaya magnet:

  1. Hanya menarik benda-benda magnetis tertentu di sekitarnya.
  2. Memiliki gaya tarik dan gaya tolak: kutub yang sama (U-U atau S-S) akan saling tolak-menolak, sedangkan kutub yang berbeda (U-S) akan saling tarik-menarik.
  3. Gaya magnet dapat menembus benda tertentu, misalnya kertas atau kaca tipis.
  4. Gaya magnet paling kuat berada di kedua kutubnya.
  5. Kekuatan magnet dapat melemah jika sering dijatuhkan, dipukul-pukul, atau terkena panas berlebih.

Magnet memiliki berbagai bentuk, misalnya magnet batang, magnet U (tapal kuda), magnet jarum (kompas), magnet silinder, dan magnet cincin. Manfaat gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari antara lain: kompas untuk menunjukkan arah, dinamo sepeda untuk menghasilkan listrik, gerendel magnet pada pintu lemari/kulkas, serta alat pengangkut besi tua (crane magnet).

Contoh Soal 1: Kelompokkan benda berikut menjadi benda magnetis dan non-magnetis: paku besi, penggaris plastik, jarum jahit, karet penghapus, gunting besi, kertas!

Pembahasan: Benda magnetis: paku besi, jarum jahit, gunting besi (terbuat dari logam besi). Benda non-magnetis: penggaris plastik, karet penghapus, kertas (bukan dari logam besi/baja/nikel/kobalt).

Contoh Soal 2: Dua buah magnet didekatkan pada posisi kutub utara bertemu kutub utara. Apa yang akan terjadi? Jelaskan alasannya!

Pembahasan: Kedua magnet akan saling tolak-menolak, karena kutub magnet yang sejenis (sama-sama kutub utara) akan saling menolak. Jika yang didekatkan adalah kutub yang berbeda (utara-selatan), maka keduanya akan saling tarik-menarik.

b. Video Pembelajaran

Video Gaya Magnet IPAS Kelas 4Gaya Magnet – Materi IPAS Kelas 4 Kurikulum MerdekaKlik untuk menonton di YouTube

c. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)

I. Pilihan Ganda

  1. Berikut ini benda yang bersifat magnetis (dapat ditarik magnet) adalah ...
    • A. penggaris plastik
    • B. paku besi
    • C. karet penghapus
    • D. kertas
  2. Jika kutub utara sebuah magnet didekatkan dengan kutub selatan magnet lain, yang akan terjadi adalah ...
    • A. tarik-menarik
    • B. tolak-menolak
    • C. tidak terjadi apa-apa
    • D. kedua magnet pecah
  3. Bagian magnet yang memiliki gaya tarik paling kuat terletak di ...
    • A. tengah magnet
    • B. kedua ujung (kutub) magnet
    • C. seluruh permukaan sama kuat
    • D. hanya di kutub selatan
  4. Alat berikut yang memanfaatkan gaya magnet untuk menunjukkan arah mata angin adalah ...
    • A. termometer
    • B. kompas
    • C. jam dinding
    • D. penggaris
  5. Berikut ini yang BUKAN cara menjaga agar magnet tidak cepat melemah adalah ...
    • A. tidak dijatuhkan berulang kali
    • B. tidak dipukul-pukul
    • C. disimpan di tempat yang aman
    • D. dijatuhkan dari tempat tinggi berkali-kali

II. Isian Singkat

  1. Benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet disebut benda ...
  2. Magnet memiliki dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub ...
  3. Sifat magnet yang menyebabkan magnet tetap dapat menarik paku meskipun dilapisi selembar kertas disebut sifat magnet dapat ... benda.

III. Esai

  1. Sebutkan tiga contoh benda di sekitarmu yang bersifat magnetis dan tiga contoh benda yang bersifat non-magnetis!
  2. Jelaskan tiga manfaat gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari!
Lihat Kunci Jawaban

Pilihan Ganda: 1. B   2. A   3. B   4. B   5. D

Isian:

  1. non-magnetis
  2. selatan
  3. menembus

Esai:

  1. Contoh benda magnetis: paku, gunting besi, peniti. Contoh benda non-magnetis: penggaris plastik, buku, karet penghapus. (Jawaban dapat bervariasi sesuai benda di sekitar siswa.)
  2. Contoh manfaat: (1) kompas untuk menunjukkan arah mata angin, (2) dinamo sepeda untuk menghasilkan listrik, (3) gerendel magnet pada pintu lemari/kulkas agar tertutup rapat.

Kesimpulan

Gaya magnet adalah salah satu jenis gaya yang dapat menarik benda-benda magnetis (besi, baja, nikel, kobalt), namun tidak menarik benda non-magnetis. Magnet memiliki dua kutub (utara dan selatan) yang saling tarik-menarik jika berbeda dan tolak-menolak jika sejenis, serta memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Refleksi Pembelajaran

Sebagian besar murid antusias dan mampu membedakan benda magnetis dan non-magnetis melalui percobaan langsung, namun sebagian kecil murid masih perlu bimbingan dalam memahami konsep tolak-menolak dan tarik-menarik antar kutub magnet.