Rabu, 09 September 2026

Materi Ajar Kelas 4 Zainab, Kamis 10 September 2026

 

MATERI AJAR HARIAN

Bahasa Indonesia • IPAS

Fase B / Kelas 4 Zainab — 10 September 2026

PELAJARAN 1

Bahasa Indonesia — Awalan Me-

Identitas

Nama Guru:Muhammad Solihin, S.Pd., Gr
Mata Pelajaran:Bahasa Indonesia
Hari / Tanggal:Kamis / 10 September 2026
Fase / Kelas:B / 4 Zainab
Materi:Awalan Me-
Pertemuan Ke:2

Capaian Pembelajaran (CP)

Fase B (Kelas III–IV) — Bahasa Indonesia (Kurikulum Merdeka, BSKAP Kemdikbudristek):

"Peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar, sesuai dengan tujuan, kepada teman sebaya dan orang dewasa tentang hal-hal menarik di lingkungan sekitarnya. Peserta didik menunjukkan minat terhadap teks, mampu memahami dan menyampaikan gagasan dari teks informatif, serta mampu mengungkapkan gagasan dalam kerja kelompok dan diskusi, serta memaparkan pendapatnya secara lisan dan tertulis."

Elemen Menulis: peserta didik mampu menulis teks dengan rangkaian kalimat yang beragam dan informasi yang rinci dan akurat — salah satu penunjangnya adalah penguasaan kaidah kebahasaan, termasuk penggunaan imbuhan (awalan) yang tepat.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Peserta didik mampu menggunakan kaidah kebahasaan awalan ‘me-’ dengan benar, termasuk aturan peluluhan huruf awal.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

Mainful: peserta didik bermain "detektif kata" untuk menemukan kata berimbuhan me- yang salah tulis dalam sebuah teks pendek, lalu membetulkannya bersama kelompok.

Meaningful: peserta didik menyadari bahwa memahami pengecualian aturan awalan me- (kata bersuku satu dan kata serapan) membuat tulisan mereka semakin baku dan mudah dipahami pembaca.

Joyful: pembelajaran dikemas dengan kuis cepat tepat berkelompok menggunakan kartu jawaban, disertai tepuk "Luluh-Tidak Luluh" sebagai penanda jawaban benar.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Peserta didik mengulas kembali aturan dasar awalan me- dan peluluhan huruf k, t, s, p, kemudian mempelajari dua aturan khusus (kata dasar bersuku kata satu dan kata serapan berkonsonan rangkap), lalu berlatih menerapkan seluruh aturan tersebut dalam kalimat dan teks pendek.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

QS. Al-Ahzab (33): 70

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًۭا سَدِيدًۭا

"Yaa ayyuhal-ladziina aamanuttaqullaaha wa quuluu qaulan sadiidaa"

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar."

Keterkaitan: Pada pertemuan sebelumnya kita sudah belajar aturan dasar awalan me-. Hari ini kita akan memperdalam aturannya agar semakin "sadidan" (benar dan tepat) dalam berbahasa, termasuk memahami kata-kata yang tampak seperti pengecualian.

2. Pengajaran Materi

a. Materi

Sebagai penguatan, mari kita ulas kembali secara singkat: awalan me- berubah menjadi mem-, men-, meng-, meny-, atau tetap me-, tergantung huruf awal kata dasar, dan huruf k, t, s, p akan luluh jika langsung diikuti huruf vokal.

Selain aturan dasar tersebut, ada dua aturan khusus yang perlu kita pahami:

Aturan KhususPenjelasanContoh
Kata dasar bersuku kata satuMendapat sisipan bunyi "-nge-" agar mudah diucapkan, huruf awal TIDAK luluh.cat → mengecat; bom → mengebom; tik → mengetik; las → mengelas
Kata serapan berkonsonan rangkap di awalJika huruf k, p, t, s pada kata dasar diikuti oleh konsonan lain (bukan vokal), maka huruf tersebut TIDAK luluh.kritik → mengkritik (kr); praktik → mempraktikkan (pr); transfer → mentransfer (tr)

Contoh Soal 1: Manakah bentuk yang benar, "mengkritik" atau "mengeritik"? Jelaskan alasannya!

Pembahasan: Bentuk yang benar adalah mengkritik. Kata dasar "kritik" berawalan gugus dua konsonan "kr" (bukan k diikuti vokal), sehingga huruf k tidak luluh meskipun diberi awalan me- (meng-).

Contoh Soal 2: Kata dasar "cat" (satu suku kata) jika diberi awalan me- menjadi apa? Jelaskan aturannya!

Pembahasan: Menjadi mengecat. Kata dasar yang hanya terdiri dari satu suku kata mendapat sisipan bunyi "-nge-" ketika diberi awalan me-, agar lebih mudah diucapkan.

b. Video Pembelajaran

Video Awalan Me- Bahasa Indonesia Kelas 4Awalan Me- Bahasa Indonesia Kelas 4 SD Kurikulum MerdekaKlik untuk menonton di YouTube

c. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)

I. Pilihan Ganda

  1. Kata dasar "tik" (satu suku kata) jika diberi awalan me- menjadi ...
    • A. metik
    • B. mentik
    • C. mengetik
    • D. mengtik
  2. Kata dasar "transfer" jika diberi awalan me- menjadi ...
    • A. mentransfer
    • B. menransfer
    • C. mentranfer
    • D. mengtransfer
  3. Kata dasar "praktik" jika diberi awalan me- dan akhiran -kan menjadi ...
    • A. memraktikkan
    • B. mempraktikkan
    • C. mepraktikkan
    • D. mengpraktikkan
  4. "Adik ... origami menjadi bentuk burung." Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat itu adalah ...
    • A. melipat
    • B. mengelipat
    • C. menlipat
    • D. memlipat
  5. Manakah kalimat berikut yang PALING TEPAT penggunaan awalan me-?
    • A. Kakak sedang mengecat pagar rumah.
    • B. Kakak sedang mecat pagar rumah.
    • C. Kakak sedang mengcat pagar rumah.
    • D. Kakak sedang mencat pagar rumah.

II. Isian Singkat

  1. Kata dasar "bom" (satu suku kata) jika diberi awalan me- menjadi ...
  2. Kata dasar "cek" jika diberi awalan me- menjadi ...
  3. Huruf k pada kata "kritik" tidak luluh karena diikuti oleh huruf ... (bukan huruf vokal).

III. Esai

  1. Jelaskan mengapa kata dasar bersuku kata satu seperti "cat", "bom", dan "las" mendapat sisipan "-nge-" ketika diberi awalan me-! Berikan satu contoh tambahan!
  2. Mengapa kata "kritik" tidak berubah menjadi "mengeritik" (k luluh), melainkan tetap menjadi "mengkritik"? Jelaskan alasannya!

Kesimpulan

Selain aturan dasar peluluhan huruf k, t, s, p, awalan me- memiliki dua aturan khusus: kata dasar bersuku kata satu mendapat sisipan "-nge-" (misalnya cat → mengecat), dan kata dasar dengan gugus konsonan rangkap di awal tidak mengalami peluluhan (misalnya kritik → mengkritik).

Refleksi Pembelajaran


PELAJARAN 2

IPAS — Gaya Magnet

Identitas

Nama Guru:Muhammad Solihin, S.Pd., Gr
Mata Pelajaran:IPAS
Hari / Tanggal:Kamis / 10 September 2026
Fase / Kelas:B / 4 Zainab
Materi:Gaya Magnet
Pertemuan Ke:1

Capaian Pembelajaran (CP)

Fase B (Kelas III–IV) — IPAS, elemen Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial) (Kurikulum Merdeka, BSKAP Kemdikbudristek):

"Peserta didik memahami bentuk dan fungsi panca indra; siklus hidup makhluk hidup dan upaya pelestariannya; wujud zat dan perubahannya; sumber dan bentuk energi serta perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari; gejala kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari, jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda; peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial di sekitar tempat tinggal dan sekolah; ragam bentang alam serta keterkaitannya dengan profesi masyarakat."

Tujuan Pembelajaran (TP)

Membedakan jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

Mainful: peserta didik langsung bereksperimen menggunakan magnet untuk menguji berbagai benda di kelas, termasuk permainan "mancing" benda logam menggunakan magnet.

Meaningful: peserta didik menyadari bahwa gaya magnet dimanfaatkan dalam banyak alat yang mereka gunakan sehari-hari, seperti kompas dan gerendel kulkas.

Joyful: suasana belajar dibangun melalui sesi tebak-tebakan "magnetis atau bukan?" sebelum benda-benda diuji langsung dengan magnet.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Peserta didik mengenal berbagai jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari, kemudian secara khusus mengidentifikasi sifat-sifat gaya magnet melalui percobaan sederhana mengelompokkan benda magnetis dan non-magnetis, lalu menyimpulkan pengaruh gaya magnet terhadap gerak benda serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

QS. Al-Hadid (57): 25 (penggalan)

وَأَنزَلْنَا ٱلْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ

"Wa anzalnal-hadiida fiihi ba'sun syadiidun wa manaafi'u lin-naas"

Artinya: "Dan Kami ciptakan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia."

Keterkaitan: Besi adalah salah satu logam ciptaan Allah yang memiliki banyak manfaat, termasuk sifatnya yang dapat ditarik oleh magnet (bersifat magnetis). Hari ini kita akan mempelajari bagaimana gaya magnet bekerja menarik benda-benda seperti besi di sekitar kita.

2. Pengajaran Materi

a. Materi

Gaya adalah tarikan atau dorongan yang dapat memengaruhi arah, gerak, dan bentuk suatu benda. Beberapa jenis gaya di sekitar kita antara lain gaya otot, gaya gesek, gaya pegas, gaya gravitasi, dan gaya magnet. Hari ini kita akan mempelajari gaya magnet secara khusus.

Magnet adalah benda yang dapat menarik benda-benda tertentu di sekitarnya. Berdasarkan sifatnya terhadap magnet, benda dibedakan menjadi:

  • Benda magnetis: benda yang dapat ditarik oleh magnet, terbuat dari besi, baja, nikel, atau kobalt. Contoh: paku, jarum jahit, gunting besi.
  • Benda non-magnetis: benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet, contohnya benda dari plastik, kayu, kaca, karet, dan kertas.

Magnet memiliki dua kutub, yaitu kutub utara (U) dan kutub selatan (S). Beberapa sifat gaya magnet:

  1. Hanya menarik benda-benda magnetis tertentu di sekitarnya.
  2. Memiliki gaya tarik dan gaya tolak: kutub yang sama (U-U atau S-S) akan saling tolak-menolak, sedangkan kutub yang berbeda (U-S) akan saling tarik-menarik.
  3. Gaya magnet dapat menembus benda tertentu, misalnya kertas atau kaca tipis.
  4. Gaya magnet paling kuat berada di kedua kutubnya.
  5. Kekuatan magnet dapat melemah jika sering dijatuhkan, dipukul-pukul, atau terkena panas berlebih.

Magnet memiliki berbagai bentuk, misalnya magnet batang, magnet U (tapal kuda), magnet jarum (kompas), magnet silinder, dan magnet cincin. Manfaat gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari antara lain: kompas untuk menunjukkan arah, dinamo sepeda untuk menghasilkan listrik, gerendel magnet pada pintu lemari/kulkas, serta alat pengangkut besi tua (crane magnet).

Contoh Soal 1: Kelompokkan benda berikut menjadi benda magnetis dan non-magnetis: paku besi, penggaris plastik, jarum jahit, karet penghapus, gunting besi, kertas!

Pembahasan: Benda magnetis: paku besi, jarum jahit, gunting besi (terbuat dari logam besi). Benda non-magnetis: penggaris plastik, karet penghapus, kertas (bukan dari logam besi/baja/nikel/kobalt).

Contoh Soal 2: Dua buah magnet didekatkan pada posisi kutub utara bertemu kutub utara. Apa yang akan terjadi? Jelaskan alasannya!

Pembahasan: Kedua magnet akan saling tolak-menolak, karena kutub magnet yang sejenis (sama-sama kutub utara) akan saling menolak. Jika yang didekatkan adalah kutub yang berbeda (utara-selatan), maka keduanya akan saling tarik-menarik.

b. Video Pembelajaran

Video Gaya Magnet IPAS Kelas 4Gaya Magnet – Materi IPAS Kelas 4 Kurikulum MerdekaKlik untuk menonton di YouTube

c. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)

I. Pilihan Ganda

  1. Berikut ini benda yang bersifat magnetis (dapat ditarik magnet) adalah ...
    • A. penggaris plastik
    • B. paku besi
    • C. karet penghapus
    • D. kertas
  2. Jika kutub utara sebuah magnet didekatkan dengan kutub selatan magnet lain, yang akan terjadi adalah ...
    • A. tarik-menarik
    • B. tolak-menolak
    • C. tidak terjadi apa-apa
    • D. kedua magnet pecah
  3. Bagian magnet yang memiliki gaya tarik paling kuat terletak di ...
    • A. tengah magnet
    • B. kedua ujung (kutub) magnet
    • C. seluruh permukaan sama kuat
    • D. hanya di kutub selatan
  4. Alat berikut yang memanfaatkan gaya magnet untuk menunjukkan arah mata angin adalah ...
    • A. termometer
    • B. kompas
    • C. jam dinding
    • D. penggaris
  5. Berikut ini yang BUKAN cara menjaga agar magnet tidak cepat melemah adalah ...
    • A. tidak dijatuhkan berulang kali
    • B. tidak dipukul-pukul
    • C. disimpan di tempat yang aman
    • D. dijatuhkan dari tempat tinggi berkali-kali

II. Isian Singkat

  1. Benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet disebut benda ...
  2. Magnet memiliki dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub ...
  3. Sifat magnet yang menyebabkan magnet tetap dapat menarik paku meskipun dilapisi selembar kertas disebut sifat magnet dapat ... benda.

III. Esai

  1. Sebutkan tiga contoh benda di sekitarmu yang bersifat magnetis dan tiga contoh benda yang bersifat non-magnetis!
  2. Jelaskan tiga manfaat gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari!

Kesimpulan

Gaya magnet adalah salah satu jenis gaya yang dapat menarik benda-benda magnetis (besi, baja, nikel, kobalt), namun tidak menarik benda non-magnetis. Magnet memiliki dua kutub (utara dan selatan) yang saling tarik-menarik jika berbeda dan tolak-menolak jika sejenis, serta memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Refleksi Pembelajaran

Selasa, 08 September 2026

Materi Ajar Kelas 4 Zainab, Rabu 9 September 2026

MATERI AJAR HARIAN

Bahasa Indonesia • Seni Rupa • Pendidikan Pancasila

Fase B / Kelas 4 Zainab — Rabu, 9 September 2026

PELAJARAN 1

Bahasa Indonesia — Awalan Me-

Identitas

Nama Guru:Muhammad Solihin, S.Pd., Gr
Mata Pelajaran:Bahasa Indonesia
Hari / Tanggal:Rabu / 9 September 2026
Fase / Kelas:B / 4 Zainab
Materi:Awalan Me-
Pertemuan Ke:1

Capaian Pembelajaran (CP)

Fase B (Kelas III–IV) — Bahasa Indonesia (Kurikulum Merdeka, BSKAP Kemdikbudristek):

"Peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar, sesuai dengan tujuan, kepada teman sebaya dan orang dewasa tentang hal-hal menarik di lingkungan sekitarnya. Peserta didik menunjukkan minat terhadap teks, mampu memahami dan menyampaikan gagasan dari teks informatif, serta mampu mengungkapkan gagasan dalam kerja kelompok dan diskusi, serta memaparkan pendapatnya secara lisan dan tertulis."

Elemen Menulis: peserta didik mampu menulis teks dengan rangkaian kalimat yang beragam dan informasi yang rinci dan akurat — salah satu penunjangnya adalah penguasaan kaidah kebahasaan, termasuk penggunaan imbuhan (awalan) yang tepat.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Peserta didik mampu menggunakan kaidah kebahasaan awalan ‘me-’ dengan benar, termasuk aturan peluluhan huruf awal.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

Mainful: peserta didik bermain kartu kata untuk mengubah kata dasar menjadi kata berimbuhan me- secara berkelompok.

Meaningful: peserta didik menyadari bahwa kaidah awalan me- membantu mereka menulis dan berbicara dengan lebih jelas dan benar dalam kehidupan sehari-hari.

Joyful: suasana belajar dibangun lewat tantangan tebak-kata dan tepuk semangat setiap kali kelompok berhasil menjawab benar.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Peserta didik mengenal bentuk-bentuk awalan me- (me-, mem-, men-, meng-, meny-) melalui contoh kata dalam teks sederhana, lalu memahami kapan huruf awal kata dasar mengalami peluluhan, kemudian berlatih menerapkannya dalam kalimat lisan dan tulisan sehari-hari.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

QS. Al-Ahzab (33): 70

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًۭا سَدِيدًۭا

"Yaa ayyuhal-ladziina aamanuttaqullaaha wa quuluu qaulan sadiidaa"

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar."

Keterkaitan: Ayat ini mengingatkan kita untuk selalu berkata benar dan tepat (qaulan sadidan). Salah satu cara berbahasa Indonesia dengan benar adalah menguasai kaidah kebahasaan, termasuk aturan awalan me- yang akan kita pelajari hari ini, agar tulisan dan ucapan kita jelas dan tidak salah makna.

2. Pengajaran Materi

a. Materi

Awalan (prefiks) me- adalah imbuhan yang ditambahkan pada awal kata dasar untuk membentuk kata kerja (verba) aktif. Bentuk awalan me- akan berubah menyesuaikan huruf pertama kata dasarnya, dan pada huruf-huruf tertentu (k, t, s, p) huruf tersebut akan luluh atau hilang.

Bentuk AwalanBerlaku untuk huruf awalContoh
meng-vokal (a,i,u,e,o), k, g, h, khkirim → mengirim (k luluh)
mem-b, p, f, vpukul → memukul (p luluh); baca → membaca (b tetap)
men-c, d, j, ttulis → menulis (t luluh); jual → menjual (j tetap)
meny-ssapu → menyapu (s luluh)
me-l, m, n, r, w, y, ng, nylihat → melihat (tidak luluh)

Aturan peluluhan: huruf k, t, s, p pada awal kata dasar akan hilang (luluh) dan digantikan oleh bunyi sengau yang sesuai (k→ng, t→n, s→ny, p→m) ketika diberi awalan me-.

Contoh Soal 1: Ubahlah kata dasar "kunci" menjadi kata berimbuhan me- yang tepat, lalu buatlah satu kalimat!

Pembahasan: Kata dasar "kunci" berawalan huruf k, sehingga huruf k luluh dan awalan menjadi meng-. Bentuk yang benar adalah mengunci. Contoh kalimat: "Ayah mengunci pintu pagar sebelum tidur."

Contoh Soal 2: Manakah penulisan yang benar, "mensapu" atau "menyapu"? Jelaskan alasannya!

Pembahasan: Penulisan yang benar adalah menyapu, karena kata dasar "sapu" berawalan huruf s, dan huruf s akan luluh menjadi bunyi "ny" ketika diberi awalan me- (meny-).

b. Video Pembelajaran

Video Awalan Me-Bahasa Indonesia SD: Awalan Me-Klik untuk menonton di YouTube

c. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)

I. Pilihan Ganda

  1. Kata dasar "kirim" jika diberi awalan me- yang tepat menjadi ...
    • A. mekirim
    • B. mengirim
    • C. menkirim
    • D. mengkirim
  2. "Ayah ... surat itu ke kantor pos." Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah ...
    • A. mengirim
    • B. mengkirim
    • C. menirim
    • D. mekirim
  3. Kata dasar manakah yang huruf awalnya TIDAK mengalami peluluhan ketika diberi awalan me-?
    • A. sapu
    • B. tulis
    • C. lihat
    • D. pukul
  4. Pasangan kata dasar dan kata berimbuhan me- berikut yang PALING TEPAT adalah ...
    • A. sikat → mensikat
    • B. cuci → mencuci
    • C. tendang → metendang
    • D. potong → mempotong
  5. "Kakak sedang ... baju kotor di kamar mandi." Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat itu adalah ...
    • A. mencuci
    • B. mensuci
    • C. menyuci
    • D. mecuci

II. Isian Singkat

  1. Kata dasar "sapu" jika diberi awalan me- menjadi ...
  2. Kata dasar "kunci" jika diberi awalan me- menjadi ...
  3. Kata dasar "pilih" jika diberi awalan me- menjadi ...

III. Esai

  1. Jelaskan aturan peluluhan huruf k, t, s, dan p pada awalan me-, lalu berikan masing-masing satu contoh kata!
  2. Buatlah dua kalimat menggunakan kata berimbuhan me- yang berasal dari kata dasar "baca" dan "tendang"!
Lihat Kunci Jawaban

Pilihan Ganda: 1. B   2. A   3. C   4. B   5. A

Isian:

  1. menyapu (s luluh menjadi ny)
  2. mengunci (k luluh menjadi ng)
  3. memilih (p luluh menjadi m)

Esai:

  1. Huruf k, t, s, dan p pada kata dasar akan hilang (luluh) dan digantikan bunyi sengau saat diberi awalan me-: k→ng (kirim→mengirim), t→n (tulis→menulis), s→ny (sapu→menyapu), p→m (pukul→memukul).
  2. Contoh: "Adik membaca buku cerita di teras rumah." (baca→membaca, huruf b tidak luluh). "Kakak menendang bola ke arah gawang." (tendang→menendang, huruf t luluh menjadi n).

Kesimpulan

Awalan me- adalah imbuhan yang berfungsi membentuk kata kerja aktif. Bentuknya berubah menjadi me-, mem-, men-, meng-, atau meny- tergantung huruf awal kata dasarnya, dan huruf k, t, s, p pada kata dasar akan luluh saat diberi awalan me-.

Refleksi Pembelajaran

Sebagian besar murid sudah mampu mengidentifikasi bentuk awalan me- yang tepat, namun sebagian kecil murid masih perlu bimbingan khusus dalam memahami aturan peluluhan huruf k, t, s, dan p. Perlu latihan tambahan berupa permainan kartu kata pada pertemuan berikutnya.

PELAJARAN 2

Seni Rupa — Tekstur

Identitas

Nama Guru:Muhammad Solihin, S.Pd., Gr
Mata Pelajaran:Seni Rupa
Hari / Tanggal:Rabu / 9 September 2026
Fase / Kelas:B / 4 Zainab
Materi:Tekstur
Pertemuan Ke:4

Capaian Pembelajaran (CP)

Fase B (Kelas 4–6) — Seni Rupa (Kurikulum Merdeka, Kemdikbudristek):

"Peserta didik terbiasa secara mandiri menggunakan prosedur dasar dalam menerapkan aneka keterampilan dan pengetahuan dasar mengenai bahan, medium, alat, teknik, teknologi, prosedur, dan proses dalam penciptaan karya seni rupa. Peserta didik terbiasa bereksperimen dengan aneka elemen dan prinsip seni serta medium yang tersedia untuk menciptakan karya, namun peserta didik sangat didukung untuk mengeksplorasi dan menemukan cara atau gayanya sendiri."

Tujuan Pembelajaran (TP)

Membuat tekstur sesuai rancangan yang dibuat.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

Mainful: peserta didik bereksperimen langsung meraba dan menciptakan berbagai jenis tekstur menggunakan bahan-bahan di sekitar mereka.

Meaningful: peserta didik menyadari bahwa tekstur ada di mana-mana di sekitar mereka dan dapat diubah menjadi karya seni yang bermakna.

Joyful: kegiatan dikemas dalam sesi "tebak tekstur tertutup mata" sebelum praktik berkarya, sehingga suasana kelas menjadi seru dan penuh rasa ingin tahu.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Peserta didik mengenal pengertian dan jenis-jenis tekstur (nyata dan semu) melalui pengamatan benda di sekitar, kemudian mempelajari teknik-teknik pembuatan tekstur, lalu merancang dan membuat sebuah karya tekstur sederhana sesuai idenya sendiri.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

QS. An-Naml (27): 88 (penggalan)

صُنْعَ ٱللَّهِ ٱلَّذِىٓ أَتْقَنَ كُلَّ شَىْءٍ

"Shun'allaahil-ladzii atqana kulla syai'"

Artinya: "(Itulah) ciptaan Allah yang membuat dengan kokoh dan sempurna tiap-tiap sesuatu."

Keterkaitan: Coba perhatikan permukaan batu, kulit kayu, atau daun di sekitar kita – semuanya memiliki tekstur yang unik dan sempurna sebagai ciptaan Allah. Hari ini kita akan belajar meniru dan bereksperimen dengan keindahan tekstur alam tersebut ke dalam karya seni rupa.

2. Pengajaran Materi

a. Materi

Tekstur adalah corak permukaan suatu benda yang dapat diketahui atau dirasakan dengan cara diraba. Setiap benda – buku, kursi, tanah, bahkan wajah kita – memiliki teksturnya masing-masing, ada yang kasar, halus, atau bergelombang.

Tekstur dibedakan menjadi dua jenis:

  • Tekstur nyata: tekstur yang benar-benar dapat dirasakan permukaannya dengan cara diraba (misalnya tempelan pasir atau kulit kayu di atas kertas).
  • Tekstur semu (maya): kesan bertekstur yang muncul dari hasil gambar/lukisan, meskipun permukaan aslinya tetap rata (misalnya gambar batu yang tampak kasar padahal digambar di atas kertas halus).

Bahan alami yang bisa digunakan untuk membuat tekstur antara lain pasir, bubuk bata merah, serbuk gergaji kayu, dan tanah liat, biasanya dicampur dengan lem kayu agar dapat menempel dengan baik.

Beberapa teknik pembuatan tekstur:

  • Frottage: meletakkan kertas di atas permukaan benda bertekstur, lalu ditekan dan diarsir dengan pensil/krayon.
  • Grattage: melapisi cat gelap dengan cat terang, lalu digores-gores menggunakan benda runcing (paku, sisir, garpu).
  • Teknik tempel: menempelkan bahan bertekstur kasar (pasir, serbuk kayu) dengan lem secara merata di atas permukaan kertas/papan.

Manfaat membuat tekstur antara lain mempertegas dan memperkuat sebuah karya seni, melatih kita bereksperimen dengan bahan-bahan alami di sekitar, serta melatih indera peraba dan penglihatan secara lebih peka.

Contoh Soal 1: Jelaskan perbedaan tekstur nyata dan tekstur semu, beserta satu contoh masing-masing!

Pembahasan: Tekstur nyata adalah tekstur yang benar-benar dapat dirasakan dengan cara diraba, contohnya tempelan pasir pada kertas yang terasa kasar saat disentuh. Tekstur semu (maya) adalah kesan bertekstur yang hanya muncul dari hasil gambar, contohnya gambar batu yang tampak kasar padahal permukaan kertasnya tetap halus dan rata.

Contoh Soal 2: Jelaskan langkah-langkah membuat tekstur dengan teknik frottage!

Pembahasan: (1) Letakkan selembar kertas tipis di atas permukaan benda bertekstur (misalnya daun atau papan kayu bercorak). (2) Tekan kertas tersebut dengan tangan. (3) Arsir permukaan kertas menggunakan pensil atau krayon hingga corak tekstur benda tersebut muncul di atas kertas.

b. Video Pembelajaran

Video Bereksperimen dengan TeksturSeni Rupa Kelas 4 Bab 3: Bereksperimen dengan TeksturKlik untuk menonton di YouTube

c. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)

I. Pilihan Ganda

  1. Permukaan suatu benda yang dapat diketahui coraknya dengan cara diraba disebut ...
    • A. warna
    • B. tekstur
    • C. bentuk
    • D. ruang
  2. Kesan kasar/halus yang muncul hanya dari hasil gambar, meskipun permukaannya tetap rata, disebut tekstur ...
    • A. nyata
    • B. semu
    • C. kasar
    • D. asli
  3. Berikut ini yang termasuk bahan alami untuk membuat tekstur nyata adalah ...
    • A. plastik dan kaca
    • B. pasir dan serbuk kayu
    • C. kertas HVS polos
    • D. cat poster saja
  4. Teknik membuat tekstur dengan cara meletakkan kertas di atas benda bertekstur lalu diarsir disebut teknik ...
    • A. grattage
    • B. tempel
    • C. frottage
    • D. ebru
  5. Manakah urutan langkah teknik grattage yang benar?
    • A. Menempel pasir → melapisi cat → menjemur
    • B. Melapisi cat gelap dengan cat terang → menggores permukaannya
    • C. Mengarsir kertas → menempel di papan
    • D. Mencelupkan kertas ke cat → mengangkatnya

II. Isian Singkat

  1. Tekstur yang dapat dirasakan langsung dengan cara diraba disebut tekstur ...
  2. Teknik membuat tekstur dengan cara menggores cat gelap yang sudah dilapisi cat terang disebut teknik ...
  3. Salah satu manfaat membuat tekstur adalah melatih indera ... dan penglihatan.

III. Esai

  1. Sebutkan tiga bahan alami di sekitarmu yang bisa digunakan untuk membuat karya tekstur, lalu jelaskan cara menempelkannya agar melekat kuat pada kertas!
  2. Rancanglah sebuah ide karya tekstur sederhana menggunakan salah satu teknik (frottage, grattage, atau tempel). Jelaskan bahan, alat, dan langkah-langkahnya!
Lihat Kunci Jawaban

Pilihan Ganda: 1. B   2. B   3. B   4. C   5. B

Isian:

  1. nyata
  2. grattage
  3. peraba

Esai:

  1. Contoh bahan: pasir, dedaunan kering, serbuk gergaji kayu. Cara menempel: bahan tersebut dicampur/dioles dengan lem kayu terlebih dahulu, kemudian ditaburkan atau ditempelkan pada kertas/papan sesuai rancangan, lalu dibiarkan mengering agar melekat kuat.
  2. Jawaban bersifat kreatif; dinilai dari kejelasan bahan, alat, dan langkah-langkah yang logis serta sesuai dengan salah satu teknik yang dipilih (frottage, grattage, atau tempel).

Kesimpulan

Tekstur adalah corak permukaan benda yang terdiri atas tekstur nyata (dapat diraba) dan tekstur semu (hanya kesan dari gambar). Tekstur dapat dibuat dari bahan-bahan alami melalui berbagai teknik seperti frottage, grattage, dan teknik tempel.

Refleksi Pembelajaran

Sebagian besar murid antusias dan mampu membedakan tekstur nyata dan tekstur semu, namun sebagian kecil murid masih perlu bimbingan dalam praktik menempelkan bahan agar hasil karyanya lebih rapi.

PELAJARAN 3

Pendidikan Pancasila — Lingkungan Alami dan Buatan di Desa dan Kelurahan

Identitas

Nama Guru:Muhammad Solihin, S.Pd., Gr
Mata Pelajaran:Pendidikan Pancasila
Hari / Tanggal:Rabu / 9 September 2026
Fase / Kelas:B / 4 Zainab
Materi:Lingkungan Alami dan Buatan di Desa dan Kelurahan
Pertemuan Ke:4

Capaian Pembelajaran (CP)

Fase B (Kelas III–IV) — Pendidikan Pancasila, elemen Negara Kesatuan Republik Indonesia (Kurikulum Merdeka, BSKAP Kemdikbudristek):

"Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menyajikan berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial budaya di lingkungan sekitar. Peserta didik mampu memahami lingkungan sekitar (RT/RW/desa/kelurahan, dan kecamatan) sebagai bagian tidak terpisahkan dari wilayah NKRI. Peserta didik mampu menampilkan sikap kerja sama dalam berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan."

Tujuan Pembelajaran (TP)

Murid dapat mengenal dan mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal (desa atau kelurahan, dan kecamatan) sebagai bagian tidak terpisahkan dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

Mainful: peserta didik bermain "tebak gambar" membedakan lingkungan alami dan buatan yang ada di desa/kelurahan mereka sendiri.

Meaningful: peserta didik menyadari bahwa lingkungan tempat tinggalnya adalah bagian penting dari wilayah NKRI yang perlu dijaga dan dicintai.

Joyful: pembelajaran dikemas melalui diskusi kelompok bercerita tentang lingkungan rumah masing-masing, disertai sesi tunjuk foto/gambar lingkungan favorit.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Peserta didik mengenal pengertian dan contoh lingkungan alami serta lingkungan buatan di desa/kelurahan, kemudian memahami struktur pemerintahan desa dan kelurahan, lalu menyimpulkan bahwa lingkungan tersebut merupakan bagian tidak terpisahkan dari wilayah NKRI yang harus dijaga bersama.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

QS. Al-Hujurat (49): 13 (penggalan)

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍۢ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًۭا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟

"Yaa ayyuhan-naasu innaa khalaqnaakum min dzakariw wa untsaa wa ja'alnaakum syu'uubaw wa qabaa-ila lita'aarafuu"

Artinya: "Wahai manusia! Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal."

Keterkaitan: Ayat ini mengajarkan kita untuk saling mengenal keberagaman wilayah dan lingkungan tempat tinggal, termasuk desa atau kelurahan kita masing-masing, sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang beragam namun tetap satu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

2. Pengajaran Materi

a. Materi

Desa adalah wilayah pemerintahan terkecil yang dipimpin oleh kepala desa yang dipilih langsung oleh warga desa. Kepala desa dibantu oleh perangkat desa seperti sekretaris desa, kepala dusun, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Kelurahan adalah wilayah pemerintahan terkecil di daerah perkotaan yang dipimpin oleh seorang lurah, yaitu aparatur sipil negara (ASN) yang diangkat oleh pemerintah (bupati/wali kota), bukan dipilih oleh warga.

Lingkungan di sekitar desa/kelurahan dapat dibedakan menjadi:

  • Lingkungan alami: lingkungan yang terbentuk secara alami tanpa campur tangan manusia, contohnya sungai, gunung, hutan, dan pantai.
  • Lingkungan buatan: lingkungan hasil karya manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup, contohnya jalan, jembatan, sekolah, dan pasar.

Desa dan kelurahan merupakan bagian tidak terpisahkan dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Urutan wilayah administratif dari yang terkecil adalah: desa/kelurahan → kecamatan → kabupaten/kota → provinsi → negara. Menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan desa/kelurahan berarti turut menjaga keutuhan NKRI.

Contoh Soal 1: Sebutkan masing-masing tiga contoh lingkungan alami dan lingkungan buatan yang mungkin ada di desa atau kelurahanmu!

Pembahasan: Contoh lingkungan alami: sungai, sawah, dan perbukitan. Contoh lingkungan buatan: jalan raya, sekolah, dan jembatan. (Jawaban dapat bervariasi sesuai kondisi nyata tempat tinggal siswa.)

Contoh Soal 2: Jelaskan mengapa desa dan kelurahan disebut sebagai bagian tidak terpisahkan dari wilayah NKRI!

Pembahasan: Karena desa dan kelurahan adalah satuan wilayah terkecil dalam struktur pemerintahan Indonesia yang tergabung dalam kecamatan, lalu kabupaten/kota, kemudian provinsi, hingga membentuk satu kesatuan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menjaga desa/kelurahan berarti turut menjaga keutuhan NKRI.

b. Video Pembelajaran

Video Desa dan Kelurahan Bagian dari NKRIDesa dan Kelurahan sebagai Bagian dari NKRIKlik untuk menonton di YouTube

c. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)

I. Pilihan Ganda

  1. Kepala desa dipilih melalui ...
    • A. penunjukan oleh bupati
    • B. pemilihan langsung oleh warga desa
    • C. pengangkatan sebagai ASN
    • D. musyawarah DPRD
  2. Pemimpin wilayah kelurahan disebut ...
    • A. kepala desa
    • B. camat
    • C. lurah
    • D. gubernur
  3. Berikut yang termasuk contoh lingkungan alami adalah ...
    • A. jembatan
    • B. gedung sekolah
    • C. sungai
    • D. jalan tol
  4. Berikut yang termasuk contoh lingkungan buatan adalah ...
    • A. gunung
    • B. pasar
    • C. hutan
    • D. danau
  5. Urutan wilayah administratif dari yang terkecil ke yang lebih besar yang benar adalah ...
    • A. kecamatan – desa/kelurahan – kabupaten/kota
    • B. desa/kelurahan – kecamatan – kabupaten/kota
    • C. kabupaten/kota – kecamatan – desa/kelurahan
    • D. provinsi – kabupaten/kota – desa/kelurahan

II. Isian Singkat

  1. Lembaga yang membantu kepala desa dalam menyusun peraturan desa disebut ...
  2. Lingkungan yang terbentuk tanpa campur tangan manusia disebut lingkungan ...
  3. Desa dan kelurahan merupakan bagian tidak terpisahkan dari wilayah ...

III. Esai

  1. Bandingkan perbedaan antara desa dan kelurahan dari segi pemimpin dan cara pemilihannya!
  2. Sebagai warga desa/kelurahan, sebutkan sikap yang dapat kamu lakukan untuk menjaga lingkungan alami dan buatan di sekitarmu sebagai wujud cinta tanah air!
Lihat Kunci Jawaban

Pilihan Ganda: 1. B   2. C   3. C   4. B   5. B

Isian:

  1. Badan Permusyawaratan Desa (BPD)
  2. alami
  3. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Esai:

  1. Desa dipimpin oleh kepala desa yang dipilih langsung oleh warga desa melalui pemilihan kepala desa (Pilkades), sedangkan kelurahan dipimpin oleh lurah yang merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang diangkat oleh pemerintah (bupati/wali kota).
  2. Jawaban bersifat kreatif, misalnya: menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar, tidak merusak fasilitas umum, ikut serta dalam kegiatan kerja bakti, serta menghormati aturan yang berlaku di desa/kelurahan.

Kesimpulan

Desa dan kelurahan adalah wilayah pemerintahan terkecil yang memiliki lingkungan alami maupun buatan. Keduanya merupakan bagian tidak terpisahkan dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang perlu dikenal, dijaga, dan dicintai oleh setiap warganya.

Refleksi Pembelajaran

Sebagian besar murid sudah dapat membedakan lingkungan alami dan buatan di sekitar tempat tinggalnya, namun sebagian kecil murid masih perlu bimbingan dalam memahami perbedaan struktur pemerintahan desa dan kelurahan.