Minggu, 30 Agustus 2026

Materi Ajar Kelas 4 Zainab, Senin 31 Agustus 2026

 

MATERI PEMBELAJARAN KELAS 4 ZAINAB

IDENTITAS :


- Nama Guru         : Muhammad Solihin, S.Pd., Gr

- Hari / Tanggal     : Senin / 31 Agustus 2026

- Fase / Kelas         : B / 4 Zainab

- Mata Pelajaran     : Pendidikan Pancasila, Matematika, IPAS

- Materi                 : Perangkat Desa & Kelurahan, Perkalian, Gaya

- Pertemuan Ke     : 1

Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ"Yā ayyuhallażīna āmanū aṭī‘ullāha wa aṭī‘ur-rasūla wa ulil-amri minkum."

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu." (QS. An-Nisa: 59)

Keterkaitan: Ayat ini memerintahkan kita untuk taat kepada pemimpin. Dalam lingkup terkecil, pemimpin kita adalah Perangkat Desa atau Kelurahan. Dengan memahami struktur dan tugas mereka, kita belajar menjadi warga negara yang baik dan tertib.

I. Pendidikan Pancasila: Perangkat Desa dan Kelurahan

Capaian Pembelajaran (CP):
Peserta didik mengenal lingkungan tempat tinggal (RT, RW, desa atau kelurahan, dan kecamatan) sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Peserta didik dapat mengenal perangkat desa dan kelurahan yang berperan di lingkungan masyarakat.

Tujuan Pembelajaran (TP):
Murid dapat mengenal perangkat desa dan kelurahan yang berperan di lingkungan masyarakat.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  • Menjelaskan perbedaan wilayah desa dan kelurahan.
  • Mengidentifikasi struktur organisasi pemerintahan desa (Kepala Desa, BPD, Perangkat Desa).
  • Mengidentifikasi struktur organisasi pemerintahan kelurahan (Lurah, Sekretaris, Kasi).
  • Menganalisis tugas dan fungsi perangkat wilayah dalam melayani masyarakat (HOTS).

Model / Metode Pembelajaran:
Model Problem Based Learning (PBL) dengan metode diskusi kelompok. Alasan: Agar siswa dapat memecahkan masalah nyata terkait pelayanan publik di lingkungan sekitar mereka.

Penjabaran Materi

1. Video Pembelajaran:
Tonton Video: Perangkat Desa & Kelurahan

2. Ringkasan Materi:
Desa dipimpin oleh seorang Kepala Desa yang dipilih langsung oleh rakyat. Sedangkan Kelurahan dipimpin oleh seorang Lurah yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan ditunjuk oleh Bupati/Walikota. Perangkat desa terdiri dari Sekretaris Desa, Kepala Urusan (Kaur), dan Kepala Dusun. Perangkat kelurahan terdiri dari Sekretaris Lurah dan Kepala Seksi (Kasi).

Contoh Soal:
1. Siapa pemimpin tertinggi di tingkat desa? (Jawab: Kepala Desa)
2. Apa perbedaan utama antara Kepala Desa dan Lurah dalam cara pemilihannya? (Jawab: Kepala desa dipilih rakyat, Lurah ditunjuk pemerintah).

Asesmen Formatif (HOTS)

A. Pilihan Ganda

  1. Lembaga yang bertugas mengawasi kinerja Kepala Desa adalah...
    a. Lurah b. BPD c. Camat d. RT
  2. Seorang PNS yang memimpin wilayah kelurahan disebut...
    a. Kepala Desa b. Sekdes c. Lurah d. Kepala Dusun
  3. Wilayah gabungan dari beberapa RT disebut...
    a. RW b. Desa c. Kecamatan d. Kelurahan
  4. Perangkat desa yang membantu urusan administrasi dan surat-menyurat adalah...
    a. Kaur b. Sekdes c. Kepala Dusun d. BPD
  5. Berikut yang bukan merupakan perangkat kelurahan adalah...
    a. Sekretaris Lurah b. Kasi Pemerintahan c. Kasi Pemberdayaan d. Badan Permusyawaratan Desa

B. Isian

  1. Masa jabatan Kepala Desa menurut aturan terbaru adalah ____ tahun.
  2. Lurah bertanggung jawab kepada ____ melalui Camat.
  3. Kepala Dusun bertugas membantu Kepala Desa di wilayah ____.

C. Esai

  1. Mengapa di sebuah desa diperlukan adanya Badan Permusyawaratan Desa (BPD)? Jelaskan fungsinya!
  2. Bayangkan jika di desamu tidak ada perangkat desa. Apa yang akan terjadi dengan pelayanan administrasi warga? Berikan analisismu!
Klik untuk Lihat Kunci Jawaban

PG: 1.b, 2.c, 3.a, 4.b, 5.d
Isian: 1. 8 Tahun (sesuai UU Desa terbaru), 2. Bupati/Walikota, 3. Dusun/Lingkungan.
Esai: 1. BPD diperlukan untuk menampung aspirasi warga dan mengawasi jalannya pemerintahan desa agar transparan. 2. Pelayanan akan lumpuh, warga kesulitan mengurus surat penting, dan pembangunan desa tidak terorganisir.

Kesimpulan & Refleksi

1. Kesimpulan Materi: Desa dan Kelurahan adalah ujung tombak pemerintahan yang melayani kebutuhan warga secara langsung.

2. Refleksi Pembelajaran: Apakah kamu sudah mengenal siapa Kepala Desa atau Lurah di tempat tinggalmu?

3. Kendala: Siswa sering tertukar antara istilah perangkat desa dan perangkat kelurahan.

4. Tindak Lanjut: Membuat bagan struktur organisasi desa/kelurahan masing-masing siswa.

5. Jumlah Siswa Paham: [ ] | Belum Paham: [ ]

II. Matematika: Perkalian Bilangan Cacah

Capaian Pembelajaran (CP):
Peserta didik dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 1000 menggunakan benda konkret, gambar, dan simbol matematika.

Tujuan Pembelajaran (TP):
Melakukan dan menyelesaikan masalah operasi perkalian bilangan cacah sampai 1000 dengan bantuan benda konkret, gambar dan simbol.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  • Mengingat kembali konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang.
  • Melakukan perkalian bilangan dua angka dengan satu angka (tanpa menyimpan).
  • Melakukan perkalian bilangan tiga angka dengan satu angka (dengan teknik menyimpan).
  • Menyelesaikan soal cerita kompleks yang melibatkan perkalian dalam kehidupan sehari-hari (HOTS).

Model / Metode Pembelajaran:
Model Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan metode Drill. Alasan: Keterampilan berhitung memerlukan latihan rutin agar siswa mahir dalam teknik perkalian susun.

Penjabaran Materi

1. Video Pembelajaran:
Tonton Video: Trik Perkalian Susun

2. Ringkasan Materi:
Perkalian adalah penjumlahan berulang dari bilangan yang sama. Untuk bilangan besar, kita menggunakan metode Perkalian Bersusun.
Contoh: 125 x 4
- Langkah 1: 5 x 4 = 20 (tulis 0, simpan 2)
- Langkah 2: 2 x 4 = 8. Tambahkan simpanan: 8 + 2 = 10 (tulis 0, simpan 1)
- Langkah 3: 1 x 4 = 4. Tambahkan simpanan: 4 + 1 = 5.
Hasilnya: 500.

Contoh Soal:
1. 45 x 6 = ... (Jawab: 270)
2. 210 x 3 = ... (Jawab: 630)

Asesmen Formatif (HOTS)

A. Pilihan Ganda

  1. Hasil dari 150 x 5 adalah...
    a. 650 b. 700 c. 750 d. 800
  2. Jika 12 x 8 = 96, maka 120 x 8 adalah...
    a. 96 b. 960 c. 9.600 d. 906
  3. Sebuah toko memiliki 7 rak buku. Setiap rak berisi 115 buku. Jumlah seluruh buku adalah...
    a. 705 b. 805 c. 905 d. 775
  4. Hasil perkalian 25 x 12 adalah...
    a. 250 b. 300 c. 350 d. 400
  5. Bilangan yang jika dikalikan 9 menghasilkan 108 adalah...
    a. 11 b. 12 c. 13 d. 14

B. Isian

  1. Hasil dari 234 x 2 = ____.
  2. Dalam perkalian 15 x 7, angka yang disimpan pada langkah pertama adalah ____.
  3. Jika 1 kg apel berisi 8 buah, maka 12 kg apel berisi ____ buah.

C. Esai

  1. Pak Budi membeli 6 keranjang telur. Setiap keranjang berisi 144 butir telur. Di perjalanan, 25 butir telur pecah. Berapa sisa telur Pak Budi sekarang?
  2. Gunakan cara susun pendek untuk menghitung 312 x 3 dan jelaskan langkah-langkahnya!
Klik untuk Lihat Kunci Jawaban

PG: 1.c, 2.b, 3.b, 4.b, 5.b
Isian: 1. 468, 2. 3 (karena 5x7=35), 3. 96.
Esai: 1. (6 x 144) - 25 = 864 - 25 = 839 butir. 2. 312 x 3 = 936 (2x3=6, 1x3=3, 3x3=9).

Kesimpulan & Refleksi

1. Kesimpulan Materi: Perkalian susun memudahkan kita menghitung bilangan ratusan dengan cepat dan akurat.

2. Refleksi Pembelajaran: Apakah kamu sudah hafal perkalian 1 sampai 10?

3. Kendala: Siswa sering lupa menambahkan angka yang disimpan.

4. Tindak Lanjut: Latihan perkalian 5 menit setiap awal pelajaran.

5. Jumlah Siswa Paham: [ ] | Belum Paham: [ ]

III. IPAS: Gaya dan Pengaruhnya

Capaian Pembelajaran (CP):
Peserta didik mengidentifikasi ragam gaya yang terlibat dalam aktivitas sehari-hari dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda.

Tujuan Pembelajaran (TP):
Membedakan jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  • Mendefinisikan gaya sebagai tarikan atau dorongan.
  • Mengklasifikasikan jenis-jenis gaya (otot, listrik, magnet, gravitasi, pegas, gesek).
  • Mendemonstrasikan pengaruh gaya terhadap benda diam dan bergerak.
  • Menganalisis fenomena gaya dalam kehidupan sehari-hari, seperti pengereman dan penggunaan katapel (HOTS).

Model / Metode Pembelajaran:
Model Discovery Learning dengan metode eksperimen. Alasan: Agar siswa menemukan sendiri konsep gaya melalui percobaan langsung dengan benda-benda di sekitar.

Penjabaran Materi

1. Video Pembelajaran:
Tonton Video: Gaya & Gerak

2. Ringkasan Materi:
Gaya adalah tarikan atau dorongan yang diberikan pada benda. Gaya tidak dapat dilihat, tapi pengaruhnya dapat dirasakan.
Jenis Gaya: Gaya Otot (manusia), Gaya Gesek (permukaan benda), Gaya Magnet, Gaya Gravitasi (bumi), Gaya Pegas (karet/per), Gaya Listrik.
Pengaruh Gaya: Benda diam jadi bergerak, benda bergerak jadi diam, benda berubah arah, dan benda berubah bentuk.

Contoh Soal:
1. Gaya apa yang digunakan saat kita menendang bola? (Jawab: Gaya Otot)
2. Apa yang terjadi jika plastisin ditekan dengan tangan? (Jawab: Berubah bentuk).

Asesmen Formatif (HOTS)

A. Pilihan Ganda

  1. Buah mangga yang jatuh dari pohonnya dipengaruhi oleh gaya...
    a. Otot b. Magnet c. Gravitasi d. Gesek
  2. Alat yang bekerja menggunakan gaya pegas adalah...
    a. Kipas angin b. Katapel c. Kompas d. Lampu
  3. Kegiatan mengerem sepeda membuktikan bahwa gaya dapat membuat...
    a. Benda berubah bentuk b. Benda bergerak jadi diam c. Benda diam jadi bergerak d. Benda bertambah cepat
  4. Permukaan ban mobil dibuat kasar dan beralur bertujuan untuk memperbesar gaya...
    a. Magnet b. Pegas c. Gesek d. Otot
  5. Gaya yang dihasilkan oleh muatan listrik disebut gaya...
    a. Magnet b. Listrik c. Gravitasi d. Pegas

B. Isian

  1. Tarikan atau dorongan disebut ____.
  2. Gaya yang terjadi saat dua permukaan benda saling bersentuhan adalah gaya ____.
  3. Benda yang dapat ditarik oleh magnet disebut benda ____.

C. Esai

  1. Sebutkan 3 contoh pengaruh gaya terhadap benda yang kamu temukan di sekolah!
  2. Mengapa pemain bola harus memberikan gaya pada bola yang sedang meluncur ke arahnya? Jelaskan pengaruh gaya yang terjadi!
Klik untuk Lihat Kunci Jawaban

PG: 1.c, 2.b, 3.b, 4.c, 5.b
Isian: 1. Gaya, 2. Gesek, 3. Magnetis (seperti besi/baja).
Esai: 1. Mendorong meja (diam jadi gerak), Menangkap bola (gerak jadi diam), Membuat prakarya tanah liat (berubah bentuk). 2. Untuk mengubah arah gerak bola agar tidak masuk ke gawang atau mengoper ke teman.

Kesimpulan & Refleksi

1. Kesimpulan Materi: Gaya ada di mana-mana dan sangat membantu pekerjaan manusia sehari-hari.

2. Refleksi Pembelajaran: Gaya apa yang paling unik menurutmu?

3. Kendala: Siswa sulit membedakan gaya magnet dan gaya listrik statis.

4. Tindak Lanjut: Melakukan percobaan listrik statis menggunakan penggaris plastik dan rambut.

5. Jumlah Siswa Paham: [ ] | Belum Paham: [ ]

Dibuat oleh: Muhammad Solihin, S.Pd., Gr
SD Al Azhar 1 Bandar Lampung | 2026

Kamis, 27 Agustus 2026

Materi Ajar Kelas 4 Zainab, Jumat 28 Agustus 2026

 MATERI AJAR PER MATA PELAJARAN

Matematika Kelas 4 SD

Topik: Perkalian | Pertemuan ke-1

Identitas

Nama GuruMuhammad Solihin, S.Pd., Gr
Hari / TanggalJum'at / 28 Agustus 2026
Fase / KelasB / 4 Zainab
Mata PelajaranMatematika
MateriPerkalian
Pertemuan Ke1

Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Mathalul-ladzīna yunfiqūna amwālahum fī sabīlillāhi kamatsali habbatin ambatat sab'a sanābila fī kulli sumbulatin mi'atu habbah, wallāhu yudā'ifu limay yasyā', wallāhu wāsi'un 'alīm.

Artinya: “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai; pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)

Keterkaitan dengan materi: Ayat tersebut memuat contoh banyaknya biji yang dapat dihitung dengan perkalian, yaitu 7 × 100 = 700. Perkalian membantu kita menghitung jumlah yang sama secara cepat, teratur, dan teliti.

Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase B, peserta didik mampu memahami, menggunakan, dan menjelaskan bilangan cacah serta operasi hitungnya. Dalam konteks materi ini, peserta didik mengembangkan pemahaman perkalian bilangan cacah melalui benda konkret, gambar, penjumlahan berulang, dan simbol matematika; memilih strategi yang sesuai; serta menyelesaikan masalah sehari-hari dan mengomunikasikan alasan atau langkah penyelesaiannya secara runtut.

Catatan rujukan: CP Matematika tetap mengacu pada Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025. Rilis resmi Kemendikdasmen pada 23 Juni 2026 menyatakan bahwa perubahan CP tahun 2026 hanya mencakup Agama dan Budi Pekerti.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan perkalian sebagai penjumlahan berulang dan kelompok yang sama banyak.
  2. Menghubungkan model konkret, gambar, kalimat perkalian, dan hasil perkalian.
  3. Menggunakan strategi perkalian, termasuk perkalian bersusun sederhana, dengan nilai tempat yang benar.
  4. Menyelesaikan soal cerita perkalian dan memeriksa kewajaran jawabannya.
  5. Menjelaskan strategi penyelesaian serta membandingkan dua cara yang berbeda secara percaya diri.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

1
Mengamati: Peserta didik mengidentifikasi beberapa kelompok benda yang jumlah anggotanya sama.
2
Memodelkan: Peserta didik mengubah kelompok benda menjadi penjumlahan berulang, misalnya 4 + 4 + 4 = 12.
3
Menuliskan simbol: Peserta didik menyatakan penjumlahan berulang sebagai 3 × 4 = 12 dan menjelaskan arti setiap bilangan.
4
Menghitung: Peserta didik menggunakan fakta perkalian, sifat distributif, dan perkalian bersusun sederhana secara tepat.
5
Menerapkan: Peserta didik menyelesaikan soal cerita satu langkah dan dua langkah dengan memilih operasi yang sesuai.
6
Bernalar/HOTS: Peserta didik menganalisis kesalahan, membandingkan strategi, membuat kemungkinan soal, dan memberi alasan mengapa jawabannya masuk akal.

Model / Metode Pembelajaran

Model: Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan konkret–gambar–simbol (CPA).

Metode: Tanya jawab, demonstrasi, diskusi berpasangan/kelompok, latihan terbimbing, pemecahan masalah, dan refleksi.

Alasan pemilihan: Perkalian lebih mudah dipahami apabila peserta didik berangkat dari situasi nyata dan benda yang dapat dikelompokkan, kemudian beralih ke gambar dan simbol. PBL mendorong peserta didik memilih strategi, menjelaskan alasan, memeriksa jawaban, dan menerapkan konsep pada masalah kontekstual.

Penjabaran Materi

1. Video Pembelajaran

Judul: Perkalian Bersusun Kelas 4 | Matematika Kelas 4

Buka video pembelajaran di YouTube →
https://www.youtube.com/watch?v=D4SGJsRk0-k

Guru disarankan memeriksa ketersediaan video sebelum pembelajaran. Tautan alternatif: Perkalian Bilangan Cacah Sampai 100.

2. Materi: Memahami Perkalian

Perkalian adalah cara singkat untuk menyatakan penjumlahan berulang dari bilangan yang sama. Pada kalimat 4 × 3 = 12, angka 4 dapat dipahami sebagai banyak kelompok dan angka 3 sebagai banyak benda di setiap kelompok. Dalam beberapa buku, urutan penjelasan dapat dibalik; yang terpenting adalah makna kelompoknya konsisten.

4 × 3 = 3 + 3 + 3 + 3 = 12

Perkalian juga dapat ditunjukkan dengan susunan baris dan kolom. Empat baris yang masing-masing berisi tiga titik menghasilkan 12 titik. Model ini membantu kita melihat bahwa perkalian berkaitan dengan kelompok yang sama banyak.

Sifat penting: Pada bilangan cacah, perkalian bersifat komutatif: 4 × 3 = 3 × 4. Namun, ketika menyelesaikan soal cerita, tetap perhatikan arti setiap faktor sesuai situasi.

Strategi Menghitung

StrategiContohPenjelasan
Penjumlahan berulang5 × 6 = 6 + 6 + 6 + 6 + 6Lima kelompok yang masing-masing berisi enam.
Memecah bilangan7 × 8 = (5 × 8) + (2 × 8)Menggunakan bilangan yang lebih mudah dihitung: 40 + 16 = 56.
Perkalian bersusun23 × 4Kalikan satuan, lalu puluhan, dengan memperhatikan nilai tempat.

Perkalian Bersusun Sederhana

Untuk menghitung 23 × 4, kalikan angka satuan terlebih dahulu, kemudian angka puluhan.

23 × 4 = (20 × 4) + (3 × 4) = 80 + 12 = 92

Langkah bersusun: 4 × 3 = 12, tulis 2 satuan dan simpan 1 puluhan. Lalu 4 × 2 = 8 puluhan, ditambah 1 puluhan simpanan menjadi 9 puluhan. Jadi hasilnya 92.

Contoh Soal dan Pembahasan

Contoh 1. Perpustakaan memiliki 6 rak. Setiap rak berisi 24 buku cerita. Berapa jumlah buku cerita seluruhnya?

Penyelesaian: 6 × 24 = 6 × (20 + 4) = 120 + 24 = 144 buku.

Contoh 2. Ibu menyiapkan 8 piring. Setiap piring berisi 3 kue. Sebanyak 5 kue diberikan kepada tetangga. Berapa kue yang tersisa?

Penyelesaian: Jumlah awal = 8 × 3 = 24 kue. Sisa = 24 − 5 = 19 kue.

3. Asesmen Formatif Berbasis HOTS

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat.

1. Dalam satu kotak terdapat 6 pensil. Rani membeli 4 kotak dan memberikan 3 pensil kepada adiknya. Pernyataan yang benar adalah …
  1. 4 + 6 − 3 = 7 pensil
  2. 4 × 6 − 3 = 21 pensil
  3. 6 × 3 − 4 = 14 pensil
  4. 4 × 6 + 3 = 27 pensil
2. Pak Hasan menyusun 7 baris kursi. Setiap baris berisi 8 kursi. Jika 6 kursi rusak, jumlah kursi yang dapat digunakan adalah …
  1. 48
  2. 50
  3. 56
  4. 62
3. Dito menghitung 18 × 5 dengan cara 10 × 5 + 8 × 5. Alasan strategi Dito tepat adalah …
  1. Perkalian tidak memerlukan nilai tempat
  2. 18 dapat diuraikan menjadi 10 dan 8
  3. 5 harus ditambah 18 kali
  4. Hasil perkalian selalu lebih kecil
4. Siti berkata bahwa 3 × 9 lebih besar daripada 4 × 7 karena 9 lebih besar dari 7. Tanggapan yang paling tepat adalah …
  1. Benar, karena cukup membandingkan faktor terakhir
  2. Salah, karena 3 × 9 = 27 sedangkan 4 × 7 = 28
  3. Benar, karena 3 lebih besar dari 4
  4. Salah, karena semua perkalian hasilnya sama
5. Ada 5 kantong jeruk. Setiap kantong berisi 12 jeruk. Jeruk itu dibagikan sama rata kepada 3 kelompok. Kalimat matematika yang sesuai adalah …
  1. 5 + 12 + 3
  2. (5 × 12) + 3
  3. (5 × 12) ÷ 3
  4. (12 ÷ 3) − 5

B. Isian

1. Sebuah peternakan memiliki 9 kandang. Setiap kandang berisi 7 ayam. Jumlah ayam seluruhnya adalah  ekor.
2. Hasil dari 32 × 3 dapat ditemukan dengan (30 × 3) + (2 × 3) = .
3. Toko memiliki 4 dus, setiap dus berisi 25 botol. Setelah terjual 18 botol, sisa botol adalah  botol.

C. Esai

1. Panitia menyiapkan 8 meja. Setiap meja memiliki 4 kursi. Pada hari kegiatan, 5 kursi tidak dapat digunakan. Jelaskan langkahmu untuk menentukan jumlah kursi yang masih dapat digunakan dan tuliskan jawabannya.
2. Kelas 4 Zainab mengumpulkan 6 kantong buku. Setiap kantong berisi 15 buku. Sebanyak 20 buku disumbangkan ke kelas lain. Sisa buku akan dibagi rata ke 5 rak. Berapa buku pada setiap rak? Jelaskan mengapa operasi yang kamu gunakan sudah sesuai.

4. Kunci Jawaban

Klik bagian berikut untuk membuka kunci jawaban setelah peserta didik menyelesaikan asesmen.

Buka Kunci Jawaban Lengkap

Pilihan Ganda

1. B. 4 × 6 − 3 = 24 − 3 = 21 pensil.
2. B. 7 × 8 − 6 = 56 − 6 = 50 kursi.
3. B. Bilangan 18 diuraikan menjadi 10 dan 8 sesuai sifat distributif: (10 × 5) + (8 × 5) = 50 + 40 = 90.
4. B. 3 × 9 = 27, sedangkan 4 × 7 = 28; jadi 4 × 7 lebih besar.
5. C. Jumlah awal 5 × 12 = 60, lalu dibagi 3 kelompok: 60 ÷ 3.

Isian

1. 63 ekor. 9 × 7 = 63.
2. 96. (30 × 3) + (2 × 3) = 90 + 6 = 96.
3. 82 botol. 4 × 25 = 100, lalu 100 − 18 = 82.

Esai

1. Jumlah kursi awal = 8 × 4 = 32 kursi. Kursi yang dapat digunakan = 32 − 5 = 27 kursi. Perkalian digunakan untuk menemukan jumlah kursi dalam kelompok meja yang sama, kemudian pengurangan digunakan karena ada kursi yang rusak.
2. Jumlah buku awal = 6 × 15 = 90 buku. Setelah disumbangkan, tersisa 90 − 20 = 70 buku. Buku per rak = 70 ÷ 5 = 14 buku. Urutan operasi sesuai karena buku dihitung dahulu, dikurangi yang disumbangkan, lalu sisanya dibagi rata.

Kesimpulan

1. Kesimpulan Materi

Perkalian merupakan penjumlahan berulang dari bilangan yang sama. Perkalian dapat direpresentasikan melalui benda konkret, gambar, penjumlahan berulang, dan simbol. Untuk menyelesaikan masalah, kita perlu memahami situasi, memilih operasi yang tepat, menghitung dengan teliti, serta memeriksa kewajaran hasil.

2. Refleksi Pembelajaran

Lengkapi refleksi berikut: Hari ini saya memahami … 

Strategi perkalian yang paling membantu saya adalah … 

Hal yang masih ingin saya tanyakan … 

3. Kendala

Kendala umum yang mungkin terjadi adalah sebagian peserta didik masih tertukar memahami makna kedua faktor dan kurang teliti saat melakukan perkalian bersusun, terutama ketika harus menyimpan angka.

4. Tindak Lanjut

Guru memberikan penguatan menggunakan benda konkret atau gambar kelompok, melatih fakta perkalian secara bertahap, lalu membimbing peserta didik menyelesaikan perkalian bersusun dengan kotak nilai tempat. Peserta didik yang sudah paham diberi tantangan soal cerita dua langkah, sedangkan peserta didik yang belum paham mendapat latihan remedial dengan bilangan yang lebih kecil dan pendampingan teman sebaya.

5. Jumlah Siswa yang Paham / Belum Paham

KategoriJumlah SiswaCatatan Guru
Paham
Belum Paham

Referensi

  1. Kemendikdasmen — Capaian Pembelajaran Baru Telah Terbit, yang Berubah Hanya Mata Pelajaran Agama dan Budi Pekerti.
  2. Kejarcita — Capaian Pembelajaran Matematika Fase B.
  3. YouTube — Perkalian Bersusun Kelas 4 | Matematika Kelas 4.
Materi ajar Matematika Kelas 4 SD • Perkalian • Siap digunakan dan disalin ke mode HTML Blogger.

Rabu, 26 Agustus 2026

Materi Ajar Kelas 4 Zainab, Kamis 27 Agustus 2026

 

Materi Pembelajaran Kelas 4 Zainab

Identitas

Nama Guru : Muhammad Solihin, S.Pd., Gr

Hari / Tanggal : Kamis / 27 Agustus 2026

Fase / Kelas : B / 4 Zainab

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia & IPAS

Materi : Menulis Surat (B.Indo) & Gaya (IPAS)

Pertemuan Ke : 1

Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan.

Firman Allah SWT

ن ۚ وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَNun, wal-qalami wa mā yasṭurūn.

"Nun. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan." (QS. Al-Qalam: 1)


Keterkaitan: Ayat ini menekankan pentingnya aktivitas menulis sebagai sarana penyampaian ilmu dan pesan. Dalam Bahasa Indonesia, kita belajar menulis surat untuk berkomunikasi, sementara dalam IPAS, mencatat hasil pengamatan gaya adalah bentuk pendokumentasian ilmu pengetahuan.

1. BAHASA INDONESIA

Capaian Pembelajaran (CP):
Peserta didik mampu menulis teks narasi, deskripsi, rekon, prosedur, dan eksposisi dengan rangkaian kalimat yang beragam, informasi yang lebih rinci dan akurat dengan struktur yang berpola. Peserta didik terampil menulis tegak bersambung.

Tujuan Pembelajaran (TP):
Peserta didik mampu menulis kalimat dalam bentuk surat dengan tulisan tegak bersambung.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  • Mengenal struktur dan bagian-bagian surat pribadi (tempat/tanggal, salam, isi, penutup).
  • Berlatih menulis huruf abjad tegak bersambung secara individu.
  • Menyusun kalimat sederhana menggunakan tulisan tegak bersambung.
  • Menulis satu paragraf isi surat dengan memperhatikan kerapian dan keterbacaan.
  • Menghasilkan satu surat utuh untuk teman/keluarga dengan tulisan tegak bersambung (HOTS).

Model / Metode Pembelajaran:
Model: Project Based Learning (PjBL).
Metode: Demonstrasi dan Latihan Terbimbing. Alasan: Menulis tegak bersambung memerlukan contoh langsung (demonstrasi) dan latihan berulang agar motorik halus siswa terasah dengan baik.

Penjabaran Materi

1. Video Pembelajaran:
📺 Tonton: Cara Menulis Tegak Bersambung Rapi

2. Ringkasan Materi:
Surat pribadi adalah surat yang dikirimkan kepada teman atau keluarga. Bagian-bagiannya meliputi:
1. Tempat & Tanggal: Contoh: Jakarta, 27 Agustus 2026
2. Salam Pembuka: Contoh: Halo sahabatku,
3. Isi: Pesan yang ingin disampaikan.
4. Penutup: Contoh: Sekian dulu ya, sampai jumpa!

Contoh Latihan:
1. Salinlah kata "Sahabat" ke dalam tulisan tegak bersambung.
2. Salinlah kalimat "Apa kabar?" dengan memperhatikan kemiringan huruf.

3. Asesmen Formatif (HOTS):

A. Pilihan Ganda
1. Bagian surat yang berisi pesan utama disebut... (a. Salam b. Isi c. Tanggal d. Alamat)
2. Menulis tegak bersambung melatih... (a. Kecepatan b. Kerapian c. Kekuatan d. Suara)
3. Penulisan tanggal surat yang benar adalah... (a. jakarta 27 agustus b. Jakarta, 27 Agustus 2026 c. 27-08-26 d. JAKARTA 2026)
4. Salam pembuka yang santun untuk teman adalah... (a. Woi b. Halo kawan c. Dengan hormat d. Kepada Yth)
5. Huruf kapital pada tulisan tegak bersambung digunakan di... (a. Akhir kata b. Tengah kalimat c. Awal kalimat/nama d. Semua huruf)

B. Isian
1. Tulisan yang hurufnya saling menyambung disebut tulisan __________.
2. Bagian surat setelah isi adalah __________.
3. Alat tulis yang paling baik untuk latihan tegak bersambung adalah __________.

C. Esai
1. Mengapa kita perlu menulis surat dengan tulisan yang rapi dan terbaca? Jelaskan!
2. Buatlah satu kalimat ajakan untuk bermain kepada temanmu menggunakan tulisan tegak bersambung!

4. Kunci Jawaban:
(Klik/Arahkan kursor ke area bawah untuk melihat jawaban)

Kesimpulan Bahasa Indonesia

  1. Kesimpulan Materi: Menulis surat pribadi memerlukan struktur yang benar dan tulisan tegak bersambung meningkatkan estetika serta kerapian pesan.
  2. Refleksi Pembelajaran: Apakah siswa merasa kesulitan menyambungkan huruf tertentu?
  3. Kendala: Siswa sering lupa memberikan jarak antar kata pada tulisan bersambung.
  4. Tindak Lanjut: Memberikan buku halus kasar untuk latihan di rumah.
  5. Jumlah Siswa Paham: ____ | Belum Paham: ____
2. IPAS (ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL)

Capaian Pembelajaran (CP):
Peserta didik mengidentifikasi ragam gaya yang terlibat dalam aktivitas sehari-hari dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda.

Tujuan Pembelajaran (TP):
Membedakan jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  • Mengidentifikasi pengertian gaya sebagai tarikan atau dorongan.
  • Menyebutkan ragam gaya (otot, gesek, magnet, gravitasi, pegas, listrik).
  • Mengamati pengaruh gaya yang menyebabkan benda diam menjadi bergerak atau sebaliknya.
  • Menganalisis pengaruh gaya terhadap perubahan bentuk benda (misal: plastisin).
  • Memecahkan masalah kontekstual tentang pemanfaatan gaya dalam kehidupan (HOTS).

Model / Metode Pembelajaran:
Model: Inkuiri Terbimbing.
Metode: Eksperimen Sederhana. Alasan: Konsep gaya sangat abstrak jika hanya dijelaskan, maka siswa perlu melakukan percobaan (menarik/mendorong benda) untuk memahami pengaruhnya.

Penjabaran Materi

1. Video Pembelajaran:
📺 Tonton: Mengenal Gaya & Pengaruhnya

2. Ringkasan Materi:
Gaya adalah tarikan atau dorongan yang diberikan pada suatu benda.

Pengaruh Gaya:

  • Mengubah bentuk benda (Contoh: meremas kaleng).
  • Mengubah arah gerak benda (Contoh: menangkis bola).
  • Membuat benda diam menjadi bergerak (Contoh: mendorong meja).
  • Membuat benda bergerak menjadi diam (Contoh: mengerem sepeda).

Contoh Soal:
1. Saat kita membuat kerajinan dari tanah liat, gaya apa yang kita gunakan? (Gaya Otot)
2. Mengapa buah jatuh selalu ke bawah? (Karena Gaya Gravitasi)

3. Asesmen Formatif (HOTS):

A. Pilihan Ganda
1. Kegiatan mendorong pintu menggunakan gaya... (a. Magnet b. Otot c. Listrik d. Pegas)
2. Ban sepeda dibuat beralur agar gaya ... semakin besar. (a. Gravitasi b. Gesek c. Pegas d. Magnet)
3. Contoh gaya yang mengubah bentuk benda adalah... (a. Menendang bola b. Mengerem motor c. Membuat asbak dari tanah liat d. Menarik gerobak)
4. Gaya yang bekerja pada kompas adalah... (a. Otot b. Magnet c. Gesek d. Gravitasi)
5. Jika gaya dorong lebih kecil dari gaya gesek, maka benda akan... (a. Meluncur b. Diam c. Berputar d. Hancur)

B. Isian
1. Tarikan atau dorongan disebut __________.
2. Gaya yang menarik semua benda ke pusat bumi adalah __________.
3. Ketapel bekerja menggunakan prinsip gaya __________.

C. Esai
1. Bagaimana cara memperkecil gaya gesek pada lemari yang berat agar mudah dipindahkan? Jelaskan!
2. Sebutkan 3 aktivitas di sekolah yang menggunakan gaya otot dan jelaskan pengaruhnya!

4. Kunci Jawaban:
(Klik/Arahkan kursor ke area bawah untuk melihat jawaban)

Kesimpulan IPAS

  1. Kesimpulan Materi: Gaya adalah tarikan atau dorongan yang dapat mengubah posisi, arah, dan bentuk benda. Ada berbagai jenis gaya di alam yang membantu aktivitas manusia.
  2. Refleksi Pembelajaran: Gaya mana yang paling sering siswa gunakan setiap hari?
  3. Kendala: Siswa sulit membedakan antara gaya gesek dan gaya otot dalam satu aktivitas.
  4. Tindak Lanjut: Melakukan demonstrasi menggunakan berbagai permukaan lantai untuk mengamati gaya gesek.
  5. Jumlah Siswa Paham: __22__ | Belum Paham: _0___

Materi Ajar Digital - SD Al Azhar 1 Bandar Lampung
Dibuat oleh: Muhammad Solihin, S.Pd., Gr

Selasa, 25 Agustus 2026

Materi Ajar Kelas 4 Zainab, Rabu 26 Agustus 2026

Materi Pembelajaran Kelas 4 Zainab

Bahasa Indonesia, Seni Rupa, dan Pendidikan Pancasila | Pertemuan Ke-1

Identitas

Nama GuruMuhammad Solihin, S.Pd., Gr
Hari / TanggalRabu / 26 Agustus 2026
Fase / KelasB / 4 Zainab
Pertemuan Ke1
Mata PelajaranBahasa Indonesia
Seni Rupa
Pendidikan Pancasila
MateriBahasa Indonesia: Menulis Surat
Seni Rupa: Tekstur
Pendidikan Pancasila: Perangkat Desa dan Kelurahan

Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu yang bermanfaat. Sudahkah kalian salat Subuh hari ini? Jangan lupa, karena salat adalah kewajiban setiap muslim. Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang telah menciptakan kita dan Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
Wa qul rabbi zidnii ‘ilmaa.
“Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.” (QS. Taha: 114)

Ayat tersebut mengajarkan bahwa peserta didik hendaknya memiliki semangat untuk terus belajar. Menulis surat, mengamati tekstur, dan mengenal perangkat pemerintahan di lingkungan sekitar merupakan kegiatan untuk menambah ilmu, melatih ketelitian, serta membangun kepedulian terhadap masyarakat.

1. Bahasa Indonesia — Menulis Surat dengan Tulisan Tegak Bersambung

Capaian Pembelajaran: Peserta didik mampu berkomunikasi melalui tulisan dengan menggunakan kosakata yang sesuai, kalimat yang jelas, serta memperhatikan kaidah dasar ejaan dan keterbacaan.

Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menulis kalimat dalam bentuk surat dengan tulisan tegak bersambung secara tepat, rapi, terbaca, dan santun.

Alur Tujuan Pembelajaran:

  1. Mengenali tujuan dan bagian-bagian surat pribadi.
  2. Mengidentifikasi salam pembuka, isi surat, salam penutup, serta nama pengirim.
  3. Menyalin kata dan kalimat sederhana menggunakan tulisan tegak bersambung.
  4. Menyusun surat pribadi singkat sebanyak 5–7 kalimat.
  5. Memeriksa huruf kapital, tanda baca, kerapian, keterbacaan, dan kesantunan bahasa.

Model / Metode: Model pembelajaran berbasis produk dengan pendekatan komunikatif. Metode yang digunakan adalah demonstrasi, pemodelan, latihan terbimbing, latihan mandiri, diskusi berpasangan, dan refleksi. Model ini dipilih karena peserta didik perlu melihat contoh, berlatih bertahap, lalu menghasilkan produk surat secara mandiri.

Video Pembelajaran: Cursive Writing – Menulis Tegak Bersambung.

Materi

Surat pribadi digunakan untuk menyampaikan kabar, pengalaman, perasaan, atau pesan kepada orang yang dikenal. Bagian surat pribadi yang sederhana meliputi tempat dan tanggal surat, salam pembuka, isi surat, salam penutup, dan nama pengirim. Tulisan tegak bersambung dibuat dengan menghubungkan huruf-huruf dalam satu kata secara teratur.

Bagian SuratContoh
Tempat dan tanggalBandar Lampung, 26 Agustus 2026
Salam pembukaUntuk sahabatku, Rani
Isi suratApa kabar? Aku berharap kamu selalu sehat.
Salam penutupSampai jumpa dan salam sayang.
Nama pengirimSahabatmu,
Fahmi

Asesmen Formatif

Pilihan Ganda
1. Bagian surat yang berisi kabar atau cerita disebut …
A. salam pembuka   B. isi surat   C. tanggal surat   D. nama pengirim
2. Kalimat yang paling tepat untuk membuka surat kepada teman adalah …
A. Dengan hormat, Bapak Kepala Sekolah
B. Hai, Rina! Apa kabarmu?
C. Demikian surat keputusan ini
D. Kepada seluruh warga
3. Tulisan tegak bersambung yang baik harus …
A. sulit dibaca   B. tidak berjarak   C. rapi dan terbaca   D. selalu berukuran besar
4. Penulisan yang benar adalah …
A. bandar lampung, 26 Agustus 2026
B. Bandar Lampung, 26 agustus 2026
C. Bandar Lampung, 26 Agustus 2026
D. bandar Lampung 26 agustus 2026
5. Kalimat penutup surat yang santun adalah …
A. Cepat balas!
B. Sudah dulu, ya. Semoga kamu sehat selalu.
C. Jangan lupa sekarang juga.
D. Aku pergi.

Isian: 6. Sebutkan dua bagian surat pribadi!
7. Tulisan yang menghubungkan huruf-huruf dalam satu kata disebut tulisan …
8. Huruf pada awal kalimat harus ditulis dengan huruf …

Esai: 9. Susunlah tiga kalimat untuk menceritakan pengalamanmu kepada seorang teman.
10. Tulislah surat pribadi 5–7 kalimat kepada anggota keluarga dengan tulisan tegak bersambung.

Kunci Jawaban

1. B; 2. B; 3. C; 4. C; 5. B. 6. Contoh: tanggal surat, salam pembuka, isi surat, salam penutup, dan nama pengirim. 7. tegak bersambung. 8. kapital. 9–10. Jawaban bervariasi, dinilai berdasarkan kelengkapan struktur, isi, kesantunan, ejaan, keterbacaan, dan kerapian tulisan.

Kesimpulan :

Kesimpulan Materi: Surat pribadi memiliki bagian-bagian yang jelas. Kalimat dalam surat perlu ditulis dengan bahasa santun, huruf kapital, tanda baca, serta tulisan tegak bersambung yang rapi dan terbaca.

Refleksi Pembelajaran: Bagian tulisan apa yang paling mudah? Huruf apa yang masih perlu dilatih?

Kendala: Sebagian peserta didik belum konsisten menghubungkan huruf, mengatur jarak antarkata, dan menjaga ukuran tulisan.

Tindak Lanjut: Guru memberikan lembar pola huruf, latihan menyalin kata secara bertahap, dan bimbingan individual. Peserta didik yang sudah lancar diberi tugas menulis surat dengan tema yang lebih luas.

Jumlah Siswa: Paham: __22____ orang    Belum Paham: ____0__ orang

2. Seni Rupa — Mengenal Tekstur dari Bahan Alami

Capaian Pembelajaran: Peserta didik mampu mengamati, mengenali, mengeksplorasi, dan menciptakan karya seni rupa dengan memanfaatkan pengalaman serta lingkungan sekitar.

Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu mengetahui dan membedakan bahan-bahan alami yang dapat digunakan untuk membuat tekstur serta menggunakannya dalam karya sederhana.

Alur Tujuan Pembelajaran:

  1. Mengamati tekstur pada benda di lingkungan sekitar.
  2. Membedakan tekstur kasar, halus, licin, bergelombang, dan berpori.
  3. Mengidentifikasi bahan alami, seperti daun, kulit kayu, batu, pasir, biji-bijian, dan kulit buah.
  4. Membuat gos rubbing atau cetak tekstur sederhana dengan aman.
  5. Merefleksikan keunikan tekstur dan proses berkarya.

Model / Metode: Inkuiri terbimbing dan eksperimen seni. Metode pengamatan, tanya jawab, demonstrasi, praktik, diskusi, dan apresiasi dipilih agar peserta didik belajar melalui pengalaman langsung.

Video Pembelajaran: Pencarian Video Tekstur Alami Seni Rupa Kelas 4

Materi

Tekstur adalah sifat permukaan suatu benda yang dapat dirasakan melalui perabaan atau diamati melalui penglihatan. Tekstur alami berasal dari benda yang tersedia di alam. Daun dapat memiliki tulang daun yang menonjol, kulit kayu terasa kasar, batu dapat terasa keras dan tidak rata, sedangkan pasir tersusun atas butiran kecil.

Bahan AlamiPerkiraan TeksturContoh Karya
DaunHalus atau berpola tulang daunCetak tekstur daun
Kulit kayuKasar dan beralurKolase tekstur
Batu kecilKeras dan tidak rataPola tempel
PasirBerbutir dan kasarLukisan pasir
Biji-bijianKeras, kecil, dan beragam bentukMozaik sederhana

Asesmen Formatif

Pilihan Ganda: 1. Permukaan kulit kayu biasanya terasa … A. licin B. kasar C. lunak D. cair
2. Contoh bahan alami untuk membuat tekstur adalah … A. daun B. plastik baru C. kaca layar D. kabel
3. Karya yang dibuat dengan menempelkan biji-bijian disebut … A. mozaik B. dialog C. surat D. denah
4. Saat menggunakan bahan alam, kita harus … A. membuang sembarangan B. menjaga kebersihan C. merusak tanaman D. berebut
5. Tekstur dapat dikenali melalui … A. perabaan dan penglihatan B. pendengaran saja C. penciuman saja D. hitungan.
Isian: 6. Sifat permukaan benda disebut … 7. Daun, batu, dan pasir termasuk bahan … 8. Tekstur dengan permukaan tidak rata disebut tekstur …
Esai: 9. Jelaskan perbedaan tekstur daun dan kulit kayu! 10. Rancanglah karya sederhana yang menggunakan dua bahan alami dan jelaskan cara membuatnya!

Kunci Jawaban

1. B; 2. A; 3. A; 4. B; 5. A. 6. tekstur. 7. alami. 8. kasar. 9. Daun umumnya lebih tipis dan dapat berpola tulang daun, sedangkan kulit kayu lebih tebal, kasar, dan beralur. 10. Jawaban bervariasi; harus memuat dua bahan alami, langkah kerja, keamanan, dan kerapian.

Kesimpulan, Refleksi, Kendala, dan Tindak Lanjut

Kesimpulan Materi: Tekstur merupakan sifat permukaan benda. Bahan alami di sekitar dapat digunakan untuk mengeksplorasi dan menciptakan karya seni.

Refleksi Pembelajaran: Bahan alami apa yang menghasilkan tekstur paling menarik? Bagaimana cara menjaga bahan dan lingkungan saat berkarya?

Kendala: Peserta didik dapat kesulitan membedakan istilah tekstur dan menggunakan bahan secara rapi.

Tindak Lanjut: Guru menyediakan benda pembanding, mengajak peserta didik meraba dengan mata tertutup secara aman, dan memberi contoh karya bertahap.

Jumlah Siswa: Paham: __22____ orang    Belum Paham: ___0___ orang

3. Pendidikan Pancasila — Perangkat Desa dan Kelurahan

Capaian Pembelajaran: Peserta didik mengenal lingkungan tempat tinggal, memahami peran warga dan lembaga pemerintahan di sekitarnya, serta menunjukkan sikap kerja sama dan tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat.

Tujuan Pembelajaran: Murid dapat mengenal perangkat desa dan kelurahan yang berperan di lingkungan masyarakat serta menjelaskan tugasnya secara sederhana.

Alur Tujuan Pembelajaran:

  1. Mengidentifikasi perbedaan umum desa dan kelurahan.
  2. Mengenal kepala desa atau lurah serta perangkat yang membantu pelayanan masyarakat.
  3. Menjelaskan contoh pelayanan di kantor desa atau kelurahan.
  4. Menghubungkan peran perangkat wilayah dengan kebutuhan warga.
  5. Menunjukkan sikap menghargai, tertib, dan bertanggung jawab sebagai warga masyarakat.

Model / Metode: Pembelajaran kontekstual dan bermain peran. Diskusi, pengamatan lingkungan, tanya jawab, peta konsep, dan simulasi pelayanan dipilih karena materi akan lebih mudah dipahami melalui contoh yang dekat dengan kehidupan peserta didik.

Video Pembelajaran: Pencarian Video Perangkat Desa dan Kelurahan Kelas 4.

Materi

Desa dan kelurahan merupakan wilayah tempat masyarakat tinggal dan memperoleh pelayanan. Desa biasanya dipimpin oleh kepala desa, sedangkan kelurahan dipimpin oleh lurah. Dalam menjalankan tugasnya, kepala desa atau lurah dibantu oleh perangkat sesuai ketentuan dan struktur wilayahnya. Contoh pelayanan yang dapat dikenal peserta didik antara lain surat pengantar, pendataan warga, informasi kegiatan masyarakat, dan pelayanan administrasi.

WilayahPimpinanContoh Peran
DesaKepala DesaMenyelenggarakan pemerintahan desa dan melayani kebutuhan masyarakat desa.
KelurahanLurahMengoordinasikan pelayanan pemerintahan dan kemasyarakatan di kelurahan.
Perangkat / staf pelayananMembantu pimpinan wilayahMembantu administrasi, pendataan, informasi, dan pelayanan warga sesuai tugasnya.

Asesmen Formatif

Pilihan Ganda: 1. Pemimpin desa disebut … A. lurah B. kepala desa C. camat D. ketua kelas
2. Pemimpin kelurahan disebut … A. lurah B. kepala desa C. kepala sekolah D. ketua RT
3. Salah satu contoh pelayanan masyarakat adalah … A. membuat keributan B. pelayanan administrasi C. merusak fasilitas D. mengabaikan warga
4. Sikap yang tepat saat menerima pelayanan adalah … A. tertib dan sopan B. menyerobot C. berteriak D. membuang sampah
5. Perangkat wilayah membantu … A. masyarakat B. hanya dirinya sendiri C. tidak siapa-siapa D. hewan peliharaan.
Isian: 6. Wilayah yang dipimpin oleh lurah disebut … 7. Pemimpin desa disebut … 8. Saat berada di kantor desa atau kelurahan, kita harus bersikap …
Esai: 9. Jelaskan perbedaan kepala desa dan lurah secara sederhana! 10. Jika kamu membutuhkan surat pengantar, apa yang sebaiknya kamu lakukan?

Kunci Jawaban

1. B; 2. A; 3. B; 4. A; 5. A. 6. kelurahan. 7. kepala desa. 8. tertib/sopan. 9. Kepala desa memimpin desa, sedangkan lurah memimpin kelurahan. 10. Menyampaikan kebutuhan kepada orang tua/wali, menyiapkan informasi yang diperlukan, datang ke tempat pelayanan, mengikuti prosedur, serta berbicara dengan sopan.

Kesimpulan, Refleksi, Kendala, dan Tindak Lanjut

Kesimpulan Materi: Desa dipimpin oleh kepala desa dan kelurahan dipimpin oleh lurah. Keduanya memiliki perangkat atau staf yang membantu pelayanan masyarakat sesuai tugasnya.

Refleksi Pembelajaran: Pelayanan apa yang pernah kamu lihat di lingkungan desa atau kelurahan? Sikap apa yang harus kamu tunjukkan sebagai warga?

Kendala: Peserta didik dapat tertukar antara istilah desa, kelurahan, kepala desa, dan lurah.

Tindak Lanjut: Guru menggunakan kartu pasangan istilah dan gambar, membuat peta konsep, serta melakukan bermain peran pelayanan sederhana.

Jumlah Siswa: Paham: ___22___ orang    Belum Paham: ___0___ orang

Pengingat untuk Peserta Didik

Belajarlah dengan tekun, tulislah dengan rapi, gunakan bahan alam dengan bijak, dan hormati perangkat serta warga yang membantu kehidupan masyarakat. Ilmu akan semakin bermanfaat jika disertai sikap santun, tanggung jawab, dan kepedulian.