MATERI AJAR HARIAN
Bahasa Indonesia • Seni Rupa • Pendidikan Pancasila
Fase B / Kelas 4 Zainab — Rabu, 9 September 2026
PELAJARAN 1
Bahasa Indonesia — Awalan Me-
Identitas
| Nama Guru | : | Muhammad Solihin, S.Pd., Gr |
| Mata Pelajaran | : | Bahasa Indonesia |
| Hari / Tanggal | : | Rabu / 9 September 2026 |
| Fase / Kelas | : | B / 4 Zainab |
| Materi | : | Awalan Me- |
| Pertemuan Ke | : | 1 |
Capaian Pembelajaran (CP)
Fase B (Kelas III–IV) — Bahasa Indonesia (Kurikulum Merdeka, BSKAP Kemdikbudristek):
"Peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar, sesuai dengan tujuan, kepada teman sebaya dan orang dewasa tentang hal-hal menarik di lingkungan sekitarnya. Peserta didik menunjukkan minat terhadap teks, mampu memahami dan menyampaikan gagasan dari teks informatif, serta mampu mengungkapkan gagasan dalam kerja kelompok dan diskusi, serta memaparkan pendapatnya secara lisan dan tertulis."
Elemen Menulis: peserta didik mampu menulis teks dengan rangkaian kalimat yang beragam dan informasi yang rinci dan akurat — salah satu penunjangnya adalah penguasaan kaidah kebahasaan, termasuk penggunaan imbuhan (awalan) yang tepat.
Tujuan Pembelajaran (TP)
Peserta didik mampu menggunakan kaidah kebahasaan awalan ‘me-’ dengan benar, termasuk aturan peluluhan huruf awal.
Tujuan Pembelajaran Mamijoy
Mainful: peserta didik bermain kartu kata untuk mengubah kata dasar menjadi kata berimbuhan me- secara berkelompok.
Meaningful: peserta didik menyadari bahwa kaidah awalan me- membantu mereka menulis dan berbicara dengan lebih jelas dan benar dalam kehidupan sehari-hari.
Joyful: suasana belajar dibangun lewat tantangan tebak-kata dan tepuk semangat setiap kali kelompok berhasil menjawab benar.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Peserta didik mengenal bentuk-bentuk awalan me- (me-, mem-, men-, meng-, meny-) melalui contoh kata dalam teks sederhana, lalu memahami kapan huruf awal kata dasar mengalami peluluhan, kemudian berlatih menerapkannya dalam kalimat lisan dan tulisan sehari-hari.
Pembahasan Materi
1. Apersepsi
Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
QS. Al-Ahzab (33): 70
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًۭا سَدِيدًۭا
"Yaa ayyuhal-ladziina aamanuttaqullaaha wa quuluu qaulan sadiidaa"
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar."
Keterkaitan: Ayat ini mengingatkan kita untuk selalu berkata benar dan tepat (qaulan sadidan). Salah satu cara berbahasa Indonesia dengan benar adalah menguasai kaidah kebahasaan, termasuk aturan awalan me- yang akan kita pelajari hari ini, agar tulisan dan ucapan kita jelas dan tidak salah makna.
2. Pengajaran Materi
a. Materi
Awalan (prefiks) me- adalah imbuhan yang ditambahkan pada awal kata dasar untuk membentuk kata kerja (verba) aktif. Bentuk awalan me- akan berubah menyesuaikan huruf pertama kata dasarnya, dan pada huruf-huruf tertentu (k, t, s, p) huruf tersebut akan luluh atau hilang.
| Bentuk Awalan | Berlaku untuk huruf awal | Contoh |
|---|---|---|
| meng- | vokal (a,i,u,e,o), k, g, h, kh | kirim → mengirim (k luluh) |
| mem- | b, p, f, v | pukul → memukul (p luluh); baca → membaca (b tetap) |
| men- | c, d, j, t | tulis → menulis (t luluh); jual → menjual (j tetap) |
| meny- | s | sapu → menyapu (s luluh) |
| me- | l, m, n, r, w, y, ng, ny | lihat → melihat (tidak luluh) |
Aturan peluluhan: huruf k, t, s, p pada awal kata dasar akan hilang (luluh) dan digantikan oleh bunyi sengau yang sesuai (k→ng, t→n, s→ny, p→m) ketika diberi awalan me-.
Contoh Soal 1: Ubahlah kata dasar "kunci" menjadi kata berimbuhan me- yang tepat, lalu buatlah satu kalimat!
Pembahasan: Kata dasar "kunci" berawalan huruf k, sehingga huruf k luluh dan awalan menjadi meng-. Bentuk yang benar adalah mengunci. Contoh kalimat: "Ayah mengunci pintu pagar sebelum tidur."
Contoh Soal 2: Manakah penulisan yang benar, "mensapu" atau "menyapu"? Jelaskan alasannya!
Pembahasan: Penulisan yang benar adalah menyapu, karena kata dasar "sapu" berawalan huruf s, dan huruf s akan luluh menjadi bunyi "ny" ketika diberi awalan me- (meny-).
b. Video Pembelajaran
Bahasa Indonesia SD: Awalan Me-Klik untuk menonton di YouTubec. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)
I. Pilihan Ganda
- Kata dasar "kirim" jika diberi awalan me- yang tepat menjadi ...
- A. mekirim
- B. mengirim
- C. menkirim
- D. mengkirim
- "Ayah ... surat itu ke kantor pos." Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah ...
- A. mengirim
- B. mengkirim
- C. menirim
- D. mekirim
- Kata dasar manakah yang huruf awalnya TIDAK mengalami peluluhan ketika diberi awalan me-?
- A. sapu
- B. tulis
- C. lihat
- D. pukul
- Pasangan kata dasar dan kata berimbuhan me- berikut yang PALING TEPAT adalah ...
- A. sikat → mensikat
- B. cuci → mencuci
- C. tendang → metendang
- D. potong → mempotong
- "Kakak sedang ... baju kotor di kamar mandi." Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat itu adalah ...
- A. mencuci
- B. mensuci
- C. menyuci
- D. mecuci
II. Isian Singkat
- Kata dasar "sapu" jika diberi awalan me- menjadi ...
- Kata dasar "kunci" jika diberi awalan me- menjadi ...
- Kata dasar "pilih" jika diberi awalan me- menjadi ...
III. Esai
- Jelaskan aturan peluluhan huruf k, t, s, dan p pada awalan me-, lalu berikan masing-masing satu contoh kata!
- Buatlah dua kalimat menggunakan kata berimbuhan me- yang berasal dari kata dasar "baca" dan "tendang"!
Kesimpulan
Awalan me- adalah imbuhan yang berfungsi membentuk kata kerja aktif. Bentuknya berubah menjadi me-, mem-, men-, meng-, atau meny- tergantung huruf awal kata dasarnya, dan huruf k, t, s, p pada kata dasar akan luluh saat diberi awalan me-.
Refleksi Pembelajaran
PELAJARAN 2
Seni Rupa — Tekstur
Identitas
| Nama Guru | : | Muhammad Solihin, S.Pd., Gr |
| Mata Pelajaran | : | Seni Rupa |
| Hari / Tanggal | : | Rabu / 9 September 2026 |
| Fase / Kelas | : | B / 4 Zainab |
| Materi | : | Tekstur |
| Pertemuan Ke | : | 4 |
Capaian Pembelajaran (CP)
Fase B (Kelas 4–6) — Seni Rupa (Kurikulum Merdeka, Kemdikbudristek):
"Peserta didik terbiasa secara mandiri menggunakan prosedur dasar dalam menerapkan aneka keterampilan dan pengetahuan dasar mengenai bahan, medium, alat, teknik, teknologi, prosedur, dan proses dalam penciptaan karya seni rupa. Peserta didik terbiasa bereksperimen dengan aneka elemen dan prinsip seni serta medium yang tersedia untuk menciptakan karya, namun peserta didik sangat didukung untuk mengeksplorasi dan menemukan cara atau gayanya sendiri."
Tujuan Pembelajaran (TP)
Membuat tekstur sesuai rancangan yang dibuat.
Tujuan Pembelajaran Mamijoy
Mainful: peserta didik bereksperimen langsung meraba dan menciptakan berbagai jenis tekstur menggunakan bahan-bahan di sekitar mereka.
Meaningful: peserta didik menyadari bahwa tekstur ada di mana-mana di sekitar mereka dan dapat diubah menjadi karya seni yang bermakna.
Joyful: kegiatan dikemas dalam sesi "tebak tekstur tertutup mata" sebelum praktik berkarya, sehingga suasana kelas menjadi seru dan penuh rasa ingin tahu.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Peserta didik mengenal pengertian dan jenis-jenis tekstur (nyata dan semu) melalui pengamatan benda di sekitar, kemudian mempelajari teknik-teknik pembuatan tekstur, lalu merancang dan membuat sebuah karya tekstur sederhana sesuai idenya sendiri.
Pembahasan Materi
1. Apersepsi
Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
QS. An-Naml (27): 88 (penggalan)
صُنْعَ ٱللَّهِ ٱلَّذِىٓ أَتْقَنَ كُلَّ شَىْءٍ
"Shun'allaahil-ladzii atqana kulla syai'"
Artinya: "(Itulah) ciptaan Allah yang membuat dengan kokoh dan sempurna tiap-tiap sesuatu."
Keterkaitan: Coba perhatikan permukaan batu, kulit kayu, atau daun di sekitar kita – semuanya memiliki tekstur yang unik dan sempurna sebagai ciptaan Allah. Hari ini kita akan belajar meniru dan bereksperimen dengan keindahan tekstur alam tersebut ke dalam karya seni rupa.
2. Pengajaran Materi
a. Materi
Tekstur adalah corak permukaan suatu benda yang dapat diketahui atau dirasakan dengan cara diraba. Setiap benda – buku, kursi, tanah, bahkan wajah kita – memiliki teksturnya masing-masing, ada yang kasar, halus, atau bergelombang.
Tekstur dibedakan menjadi dua jenis:
- Tekstur nyata: tekstur yang benar-benar dapat dirasakan permukaannya dengan cara diraba (misalnya tempelan pasir atau kulit kayu di atas kertas).
- Tekstur semu (maya): kesan bertekstur yang muncul dari hasil gambar/lukisan, meskipun permukaan aslinya tetap rata (misalnya gambar batu yang tampak kasar padahal digambar di atas kertas halus).
Bahan alami yang bisa digunakan untuk membuat tekstur antara lain pasir, bubuk bata merah, serbuk gergaji kayu, dan tanah liat, biasanya dicampur dengan lem kayu agar dapat menempel dengan baik.
Beberapa teknik pembuatan tekstur:
- Frottage: meletakkan kertas di atas permukaan benda bertekstur, lalu ditekan dan diarsir dengan pensil/krayon.
- Grattage: melapisi cat gelap dengan cat terang, lalu digores-gores menggunakan benda runcing (paku, sisir, garpu).
- Teknik tempel: menempelkan bahan bertekstur kasar (pasir, serbuk kayu) dengan lem secara merata di atas permukaan kertas/papan.
Manfaat membuat tekstur antara lain mempertegas dan memperkuat sebuah karya seni, melatih kita bereksperimen dengan bahan-bahan alami di sekitar, serta melatih indera peraba dan penglihatan secara lebih peka.
Contoh Soal 1: Jelaskan perbedaan tekstur nyata dan tekstur semu, beserta satu contoh masing-masing!
Pembahasan: Tekstur nyata adalah tekstur yang benar-benar dapat dirasakan dengan cara diraba, contohnya tempelan pasir pada kertas yang terasa kasar saat disentuh. Tekstur semu (maya) adalah kesan bertekstur yang hanya muncul dari hasil gambar, contohnya gambar batu yang tampak kasar padahal permukaan kertasnya tetap halus dan rata.
Contoh Soal 2: Jelaskan langkah-langkah membuat tekstur dengan teknik frottage!
Pembahasan: (1) Letakkan selembar kertas tipis di atas permukaan benda bertekstur (misalnya daun atau papan kayu bercorak). (2) Tekan kertas tersebut dengan tangan. (3) Arsir permukaan kertas menggunakan pensil atau krayon hingga corak tekstur benda tersebut muncul di atas kertas.
b. Video Pembelajaran
Seni Rupa Kelas 4 Bab 3: Bereksperimen dengan TeksturKlik untuk menonton di YouTubec. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)
I. Pilihan Ganda
- Permukaan suatu benda yang dapat diketahui coraknya dengan cara diraba disebut ...
- A. warna
- B. tekstur
- C. bentuk
- D. ruang
- Kesan kasar/halus yang muncul hanya dari hasil gambar, meskipun permukaannya tetap rata, disebut tekstur ...
- A. nyata
- B. semu
- C. kasar
- D. asli
- Berikut ini yang termasuk bahan alami untuk membuat tekstur nyata adalah ...
- A. plastik dan kaca
- B. pasir dan serbuk kayu
- C. kertas HVS polos
- D. cat poster saja
- Teknik membuat tekstur dengan cara meletakkan kertas di atas benda bertekstur lalu diarsir disebut teknik ...
- A. grattage
- B. tempel
- C. frottage
- D. ebru
- Manakah urutan langkah teknik grattage yang benar?
- A. Menempel pasir → melapisi cat → menjemur
- B. Melapisi cat gelap dengan cat terang → menggores permukaannya
- C. Mengarsir kertas → menempel di papan
- D. Mencelupkan kertas ke cat → mengangkatnya
II. Isian Singkat
- Tekstur yang dapat dirasakan langsung dengan cara diraba disebut tekstur ...
- Teknik membuat tekstur dengan cara menggores cat gelap yang sudah dilapisi cat terang disebut teknik ...
- Salah satu manfaat membuat tekstur adalah melatih indera ... dan penglihatan.
III. Esai
- Sebutkan tiga bahan alami di sekitarmu yang bisa digunakan untuk membuat karya tekstur, lalu jelaskan cara menempelkannya agar melekat kuat pada kertas!
- Rancanglah sebuah ide karya tekstur sederhana menggunakan salah satu teknik (frottage, grattage, atau tempel). Jelaskan bahan, alat, dan langkah-langkahnya!
Kesimpulan
Tekstur adalah corak permukaan benda yang terdiri atas tekstur nyata (dapat diraba) dan tekstur semu (hanya kesan dari gambar). Tekstur dapat dibuat dari bahan-bahan alami melalui berbagai teknik seperti frottage, grattage, dan teknik tempel.
Refleksi Pembelajaran
PELAJARAN 3
Pendidikan Pancasila — Lingkungan Alami dan Buatan di Desa dan Kelurahan
Identitas
| Nama Guru | : | Muhammad Solihin, S.Pd., Gr |
| Mata Pelajaran | : | Pendidikan Pancasila |
| Hari / Tanggal | : | Rabu / 9 September 2026 |
| Fase / Kelas | : | B / 4 Zainab |
| Materi | : | Lingkungan Alami dan Buatan di Desa dan Kelurahan |
| Pertemuan Ke | : | 4 |
Capaian Pembelajaran (CP)
Fase B (Kelas III–IV) — Pendidikan Pancasila, elemen Negara Kesatuan Republik Indonesia (Kurikulum Merdeka, BSKAP Kemdikbudristek):
"Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menyajikan berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial budaya di lingkungan sekitar. Peserta didik mampu memahami lingkungan sekitar (RT/RW/desa/kelurahan, dan kecamatan) sebagai bagian tidak terpisahkan dari wilayah NKRI. Peserta didik mampu menampilkan sikap kerja sama dalam berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan."
Tujuan Pembelajaran (TP)
Murid dapat mengenal dan mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal (desa atau kelurahan, dan kecamatan) sebagai bagian tidak terpisahkan dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tujuan Pembelajaran Mamijoy
Mainful: peserta didik bermain "tebak gambar" membedakan lingkungan alami dan buatan yang ada di desa/kelurahan mereka sendiri.
Meaningful: peserta didik menyadari bahwa lingkungan tempat tinggalnya adalah bagian penting dari wilayah NKRI yang perlu dijaga dan dicintai.
Joyful: pembelajaran dikemas melalui diskusi kelompok bercerita tentang lingkungan rumah masing-masing, disertai sesi tunjuk foto/gambar lingkungan favorit.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Peserta didik mengenal pengertian dan contoh lingkungan alami serta lingkungan buatan di desa/kelurahan, kemudian memahami struktur pemerintahan desa dan kelurahan, lalu menyimpulkan bahwa lingkungan tersebut merupakan bagian tidak terpisahkan dari wilayah NKRI yang harus dijaga bersama.
Pembahasan Materi
1. Apersepsi
Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang maha pemberi rezeqi.
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
QS. Al-Hujurat (49): 13 (penggalan)
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍۢ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًۭا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟
"Yaa ayyuhan-naasu innaa khalaqnaakum min dzakariw wa untsaa wa ja'alnaakum syu'uubaw wa qabaa-ila lita'aarafuu"
Artinya: "Wahai manusia! Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal."
Keterkaitan: Ayat ini mengajarkan kita untuk saling mengenal keberagaman wilayah dan lingkungan tempat tinggal, termasuk desa atau kelurahan kita masing-masing, sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang beragam namun tetap satu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. Pengajaran Materi
a. Materi
Desa adalah wilayah pemerintahan terkecil yang dipimpin oleh kepala desa yang dipilih langsung oleh warga desa. Kepala desa dibantu oleh perangkat desa seperti sekretaris desa, kepala dusun, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Kelurahan adalah wilayah pemerintahan terkecil di daerah perkotaan yang dipimpin oleh seorang lurah, yaitu aparatur sipil negara (ASN) yang diangkat oleh pemerintah (bupati/wali kota), bukan dipilih oleh warga.
Lingkungan di sekitar desa/kelurahan dapat dibedakan menjadi:
- Lingkungan alami: lingkungan yang terbentuk secara alami tanpa campur tangan manusia, contohnya sungai, gunung, hutan, dan pantai.
- Lingkungan buatan: lingkungan hasil karya manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup, contohnya jalan, jembatan, sekolah, dan pasar.
Desa dan kelurahan merupakan bagian tidak terpisahkan dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Urutan wilayah administratif dari yang terkecil adalah: desa/kelurahan → kecamatan → kabupaten/kota → provinsi → negara. Menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan desa/kelurahan berarti turut menjaga keutuhan NKRI.
Contoh Soal 1: Sebutkan masing-masing tiga contoh lingkungan alami dan lingkungan buatan yang mungkin ada di desa atau kelurahanmu!
Pembahasan: Contoh lingkungan alami: sungai, sawah, dan perbukitan. Contoh lingkungan buatan: jalan raya, sekolah, dan jembatan. (Jawaban dapat bervariasi sesuai kondisi nyata tempat tinggal siswa.)
Contoh Soal 2: Jelaskan mengapa desa dan kelurahan disebut sebagai bagian tidak terpisahkan dari wilayah NKRI!
Pembahasan: Karena desa dan kelurahan adalah satuan wilayah terkecil dalam struktur pemerintahan Indonesia yang tergabung dalam kecamatan, lalu kabupaten/kota, kemudian provinsi, hingga membentuk satu kesatuan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menjaga desa/kelurahan berarti turut menjaga keutuhan NKRI.
b. Video Pembelajaran
Desa dan Kelurahan sebagai Bagian dari NKRIKlik untuk menonton di YouTubec. Asesmen Formatif (Berbasis HOTS)
I. Pilihan Ganda
- Kepala desa dipilih melalui ...
- A. penunjukan oleh bupati
- B. pemilihan langsung oleh warga desa
- C. pengangkatan sebagai ASN
- D. musyawarah DPRD
- Pemimpin wilayah kelurahan disebut ...
- A. kepala desa
- B. camat
- C. lurah
- D. gubernur
- Berikut yang termasuk contoh lingkungan alami adalah ...
- A. jembatan
- B. gedung sekolah
- C. sungai
- D. jalan tol
- Berikut yang termasuk contoh lingkungan buatan adalah ...
- A. gunung
- B. pasar
- C. hutan
- D. danau
- Urutan wilayah administratif dari yang terkecil ke yang lebih besar yang benar adalah ...
- A. kecamatan – desa/kelurahan – kabupaten/kota
- B. desa/kelurahan – kecamatan – kabupaten/kota
- C. kabupaten/kota – kecamatan – desa/kelurahan
- D. provinsi – kabupaten/kota – desa/kelurahan
II. Isian Singkat
- Lembaga yang membantu kepala desa dalam menyusun peraturan desa disebut ...
- Lingkungan yang terbentuk tanpa campur tangan manusia disebut lingkungan ...
- Desa dan kelurahan merupakan bagian tidak terpisahkan dari wilayah ...
III. Esai
- Bandingkan perbedaan antara desa dan kelurahan dari segi pemimpin dan cara pemilihannya!
- Sebagai warga desa/kelurahan, sebutkan sikap yang dapat kamu lakukan untuk menjaga lingkungan alami dan buatan di sekitarmu sebagai wujud cinta tanah air!
Kesimpulan
Desa dan kelurahan adalah wilayah pemerintahan terkecil yang memiliki lingkungan alami maupun buatan. Keduanya merupakan bagian tidak terpisahkan dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang perlu dikenal, dijaga, dan dicintai oleh setiap warganya.
0 komentar:
Posting Komentar