Selasa, 15 September 2026

Materi Ajar Kelas 4 Zainab, Rabu 16 September 2026

 

Materi Ajar Kelas 4 Zainab

SD Al Azhar 1 Bandar Lampung
Rabu, 16 September 2026

Belajar dengan pendekatan Mindful, Meaningful, dan Joyful

Pelajaran 1 — Pendidikan Pancasila

Identitas

Nama Guru : Muhammad Solihin, S.Pd., Gr

Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila

Hari / Tanggal : Rabu / 16 September 2026

Fase / Kelas : B / 4 Zainab

Materi : Aturan di lingkungan sekitar

Pertemuan Ke : 2

Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase B, peserta didik mampu mengidentifikasi dan melaksanakan aturan, hak, dan kewajiban sebagai anggota keluarga, warga sekolah, dan bagian dari masyarakat. Peserta didik mampu menunjukkan sikap bertanggung jawab, menghargai kesepakatan, serta bekerja sama dalam kehidupan sehari-hari sesuai nilai-nilai Pancasila.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Murid dapat memahami dan membuat aturan di lingkungan tempat tinggal.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

  • Mindful: murid menyadari aturan yang sudah dipatuhi dan dampaknya terhadap kenyamanan bersama.
  • Meaningful: murid menghubungkan aturan dengan pengalaman di rumah dan lingkungan tempat tinggal.
  • Joyful: murid menyusun kartu aturan melalui permainan kelompok dan mempresentasikannya dengan percaya diri.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid mengidentifikasi contoh aturan di lingkungan tempat tinggal dan menjelaskan tujuan setiap aturan.
  2. Murid menyusun serta menyepakati aturan sederhana untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan tempat tinggal.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang Maha Pemberi Rezeki.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ

Yā ayyuhallażīna āmanū aufū bil-‘uqūd.

“Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji.” (QS. Al-Mā’idah: 1)

Ayat ini mengajarkan bahwa kesepakatan harus dipenuhi. Aturan lingkungan merupakan kesepakatan bersama yang perlu ditaati agar kehidupan menjadi tertib, aman, dan nyaman.

2. Pengajaran Materi

Aturan adalah ketentuan atau kesepakatan yang dibuat untuk mengatur perilaku agar kehidupan bersama berjalan tertib. Aturan dapat dibuat di rumah, sekolah, maupun lingkungan tempat tinggal.

Jenis dan contoh aturan

LingkunganContoh AturanManfaat
RumahMerapikan tempat tidur dan meminta izin sebelum keluar.Melatih tanggung jawab dan menjaga kepercayaan.
SekolahDatang tepat waktu, antre, dan menjaga kebersihan.Menciptakan suasana belajar yang tertib.
Tempat tinggalMembuang sampah pada tempatnya dan menjaga ketenangan.Lingkungan bersih, sehat, dan nyaman.

Aturan yang baik sebaiknya jelas, adil, dapat dilakukan, disepakati bersama, dan memiliki konsekuensi yang mendidik. Saat membuat aturan, kita perlu mendengarkan pendapat orang lain serta memikirkan kepentingan bersama.

Contoh penerapan dan pertanyaan pemantik

Contoh 1: Di sebuah gang, banyak warga membuang sampah setelah hujan sehingga selokan tersumbat. Aturan apa yang dapat dibuat?
Jawaban contoh: Warga wajib membuang sampah pada tempatnya dan melaksanakan kerja bakti membersihkan selokan secara berkala.
Contoh 2: Beberapa anak bermain bola hingga larut malam dan mengganggu tetangga. Bagaimana aturan yang adil?
Jawaban contoh: Menentukan waktu bermain, misalnya sampai pukul 17.30, dengan tetap menyediakan waktu bermain yang cukup dan menjaga ketenangan warga.

Asesmen Formatif Berbasis HOTS

A. Pilihan Ganda

1. Warga RT ingin membuat aturan tentang kebersihan. Usulan yang paling adil adalah …
A. hanya anak-anak yang bertugas
B. setiap keluarga mendapat jadwal sesuai kesepakatan
C. keluarga yang rumahnya paling dekat jalan bekerja setiap hari
D. aturan ditentukan oleh satu orang saja
2. Setelah aturan “tidak membuang sampah ke selokan” dibuat, masih ada warga yang melanggarnya. Tindakan terbaik adalah …
A. memarahi dan menyebarkan namanya
B. membiarkan karena bukan urusan kita
C. mengingatkan dengan sopan dan mencari penyebabnya bersama
D. membuang sampahnya ke rumah orang tersebut
3. Mengapa aturan lingkungan perlu dibuat melalui musyawarah?
A. agar hanya orang tertentu yang menang
B. agar semua pihak dapat menyampaikan pendapat dan merasa bertanggung jawab
C. agar aturan menjadi lebih panjang
D. agar tidak ada yang boleh bertanya
4. Di lingkunganmu ada aturan jam tenang, tetapi seorang tetangga bekerja malam dan hanya bisa memperbaiki rumah pada siang hari. Solusi paling bijak adalah …
A. melarang semua perbaikan rumah
B. membicarakan waktu yang tidak mengganggu dan menyepakatinya
C. membiarkan suara bising kapan saja
D. langsung melaporkan tanpa berbicara
5. Kelompokmu diminta membuat aturan taman warga. Aturan yang paling menunjukkan tanggung jawab adalah …
A. hanya boleh digunakan oleh kelompokmu
B. boleh merusak tanaman asal meminta maaf
C. menggunakan taman dengan tertib dan ikut merawatnya
D. semua tanaman boleh dipetik untuk dibawa pulang

B. Isian

6. Kesepakatan yang mengatur perilaku warga disebut …
7. Membahas suatu masalah untuk mencapai keputusan bersama disebut …
8. Salah satu manfaat menaati aturan kebersihan adalah lingkungan menjadi …

C. Esai

9. Di dekat rumahmu ada anak-anak yang sering bermain di jalan raya. Buatlah satu aturan yang aman dan jelaskan alasanmu.
10. Warga ingin membuat aturan penggunaan lapangan agar semua kelompok dapat bermain. Tuliskan dua aturan dan jelaskan cara agar aturan itu dijalankan dengan adil.

Kesimpulan

Ringkasan inti materi: Aturan adalah kesepakatan yang dibuat untuk menciptakan ketertiban, keamanan, dan kenyamanan. Aturan harus dipahami, disepakati, dan dilaksanakan dengan tanggung jawab.

Refleksi Pembelajaran


Pelajaran 2 — Seni Rupa

Identitas

Nama Guru : Muhammad Solihin, S.Pd., Gr

Mata Pelajaran : Seni Rupa

Hari / Tanggal : Rabu / 16 September 2026

Fase / Kelas : B / 4 Zainab

Materi : Bendera Hias

Pertemuan Ke : 2

Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase B, peserta didik mampu mengamati, mengenali, dan mengeksplorasi unsur rupa seperti garis, bentuk, warna, tekstur, dan komposisi. Peserta didik mampu menciptakan karya dua dimensi menggunakan bahan dan teknik yang sesuai, menjelaskan proses berkarya, serta menghargai karya sendiri dan karya orang lain.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Mengidentifikasi dan mengklasifikasi bendera berdasarkan bentuk dan fungsinya.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

  • Mindful: murid mengamati bentuk, warna, pola, dan fungsi bendera dengan teliti.
  • Meaningful: murid memahami bahwa bendera dapat menjadi penanda identitas, perayaan, atau penghias ruang.
  • Joyful: murid merancang bendera hias dengan warna dan pola pilihan sendiri secara kreatif.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid mengidentifikasi bentuk, warna, pola, dan fungsi beberapa bendera melalui pengamatan.
  2. Murid mengklasifikasikan bendera berdasarkan bentuk dan fungsinya serta menjelaskan alasan pengelompokan.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang Maha Pemberi Rezeki.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَانِكُمْ

Wa min āyātihī khalqus-samāwāti wal-arḍi wakhtilāfu alsinatikum wa alwānikum.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah penciptaan langit dan bumi serta berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu.” (QS. Ar-Rūm: 22)

Ayat ini mengingatkan kita untuk menghargai keberagaman warna dan bentuk. Dalam seni, keberagaman tersebut dapat diolah menjadi karya bendera hias yang indah dan bermakna.

2. Pengajaran Materi

Bendera hias adalah karya dekoratif berbentuk bendera yang dibuat untuk memperindah tempat atau memeriahkan kegiatan. Bendera hias dapat dibuat dari kertas, kain, plastik bekas yang bersih, atau bahan lain yang aman.

Unsur yang diamati

UnsurPenjelasanContoh
BentukWujud dasar bendera atau potongannya.Segitiga, persegi panjang, trapesium.
WarnaMemberikan kesan dan daya tarik.Warna cerah untuk suasana meriah.
PolaSusunan bentuk atau gambar yang berulang.Garis, titik, zig-zag, bunga.
FungsiTujuan penggunaan bendera.Hiasan ulang tahun, kelas, atau perayaan.

Cara membuat bendera hias

  1. Tentukan tema, ukuran, dan bentuk bendera.
  2. Gambar pola pada kertas dengan pensil dan penggaris.
  3. Warnai atau hias menggunakan krayon, pensil warna, atau kertas tempel.
  4. Gunting mengikuti garis dengan hati-hati.
  5. Lubangi atau tempelkan bendera pada tali menggunakan perekat.
  6. Rapikan dan pajang hasil karya dengan aman.
Contoh 1: Bendera berbentuk segitiga dipasang berulang pada tali untuk menghias kelas. Berdasarkan bentuk dan fungsinya, bendera tersebut termasuk bendera hias berbentuk segitiga yang berfungsi sebagai dekorasi.
Contoh 2: Kelompok A memilih warna merah, kuning, dan biru dengan pola berulang. Apa yang perlu diperhatikan?
Jawaban contoh: Keseimbangan susunan warna, kerapian pola, keamanan bahan, dan kesesuaian dengan tema kegiatan.

Asesmen Formatif Berbasis HOTS

A. Pilihan Ganda

1. Kelompokmu akan menghias kelas bertema “Lingkungan Bersih”. Rancangan yang paling sesuai adalah …
A. gambar sampah berserakan tanpa pesan
B. pola daun dan tempat sampah dengan warna yang harmonis
C. semua bendera dibuat tanpa warna
D. bendera dipasang menutup jalan keluar
2. Dua bendera memiliki ukuran sama. Bendera A memakai pola berulang rapi, sedangkan B memakai gambar berbeda-beda tanpa susunan. Bendera yang lebih menunjukkan pola adalah …
A. A, karena bentuk atau motifnya tersusun berulang
B. B, karena semakin banyak gambar pasti lebih baik
C. A, karena tidak memiliki warna
D. B, karena tidak perlu direncanakan
3. Agar bendera hias tidak mudah robek saat dipasang, pilihan terbaik adalah …
A. menggunakan kertas sangat tipis dan membasahinya
B. memperkuat bagian lubang dengan selotip atau melipat tepinya
C. menempelkan hanya satu sudut
D. memotong tali lebih pendek dari bendera
4. Jika bendera akan dipasang di luar ruangan saat gerimis, bahan yang paling tepat adalah …
A. kertas tisu
B. kertas yang sangat mudah hancur
C. bahan yang lebih tahan air dan dipasang dengan kuat
D. kapas tanpa pelindung
5. Saat menilai karya teman, sikap yang paling tepat adalah …
A. menertawakan karya yang berbeda
B. memberi komentar sopan berdasarkan warna, bentuk, fungsi, dan kerapian
C. mengatakan semua karya jelek
D. menyalin karya teman tanpa izin

B. Isian

6. Susunan bentuk atau gambar yang berulang disebut …
7. Bendera hias yang dipasang untuk memperindah ruangan memiliki fungsi …
8. Alat untuk membantu membuat garis lurus adalah …

C. Esai

9. Rancanglah konsep bendera hias untuk kegiatan kelas bertema “Persahabatan”. Jelaskan bentuk, warna, dan pola yang kamu pilih.
10. Kelompokmu memiliki kertas terbatas, tetapi harus menghias kelas. Jelaskan strategi agar karya tetap menarik, hemat bahan, dan tidak mengganggu keselamatan.

Kesimpulan

Ringkasan inti materi: Bendera hias merupakan karya dekoratif yang dapat diklasifikasikan berdasarkan bentuk dan fungsi. Keindahan karya dibangun melalui pemilihan warna, pola, komposisi, kerapian, kreativitas, dan keamanan penggunaan.

Refleksi Pembelajaran


Pelajaran 3 — Bahasa Indonesia

Identitas

Nama Guru : Muhammad Solihin, S.Pd., Gr

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Hari / Tanggal : Rabu / 16 September 2026

Fase / Kelas : B / 4 Zainab

Materi : Imbuhan Me-

Pertemuan Ke : 1

Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase B, peserta didik mampu memahami informasi dari teks lisan, tulis, dan visual serta menyampaikan gagasan secara lisan dan tertulis dengan runtut, santun, dan sesuai konteks. Peserta didik mampu menggunakan kosakata dan kaidah kebahasaan untuk menghasilkan kalimat atau teks sederhana yang bermakna.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Peserta didik mampu menggunakan kaidah kebahasaan awalan “me-” dengan benar, termasuk aturan peluluhan huruf awal.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

  • Mindful: murid memperhatikan perubahan kata dasar ketika mendapat awalan me-.
  • Meaningful: murid menghubungkan kata berimbuhan me- dengan kegiatan nyata, seperti membaca, menulis, menyapu, dan mengamati.
  • Joyful: murid bermain kartu kata untuk membentuk kata dan kalimat berimbuhan me-.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid mengenali fungsi awalan me- sebagai pembentuk kata kerja dan memasangkan kata dasar dengan bentuk berimbuhannya.
  2. Murid menerapkan aturan peluluhan huruf awal pada awalan me- dalam kalimat sesuai konteks.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang Maha Pemberi Rezeki.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

Wa qul rabbi zidnī ‘ilmā.

“Dan katakanlah, ‘Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.’” (QS. Ṭāhā: 114)

Ayat ini mengajarkan pentingnya terus belajar. Dengan memahami imbuhan, kita dapat menambah kosakata dan menyampaikan gagasan dengan kalimat yang lebih tepat.

2. Pengajaran Materi

Awalan me- adalah imbuhan yang diletakkan di awal kata dasar. Awalan ini umumnya membentuk kata kerja aktif, yaitu kata yang menunjukkan kegiatan yang dilakukan oleh subjek.

Contoh perubahan kata

Kata DasarKata BerimbuhanContoh Kalimat
bacamembacaSiti membaca buku cerita.
tulismenulisRafi menulis surat.
sapumenyapuAyah menyapu halaman.
kirimmengirimDina mengirim tugas.
catmengecatPaman mengecat pagar.
lihatmelihatKami melihat pelangi.

Aturan sederhana peluluhan huruf awal

  • Kata dasar berawalan b, f, v umumnya menjadi mem-: me- + baca → membaca, me- + foto → memfoto.
  • Kata dasar berawalan p biasanya luluh menjadi mem-: me- + pilih → memilih, me- + pakai → memakai.
  • Kata dasar berawalan t biasanya luluh menjadi men-: me- + tulis → menulis, me- + tari → menari.
  • Kata dasar berawalan s biasanya luluh menjadi meny-: me- + sapu → menyapu, me- + sebut → menyebut.
  • Kata dasar berawalan c, j umumnya menjadi men-: me- + cari → mencari, me- + jual → menjual.
  • Kata dasar berawalan k biasanya luluh menjadi meng-: me- + kirim → mengirim, me- + kupas → mengupas.

Perhatikan makna dan bentuk kata dalam kalimat. Tidak semua kata harus dihafalkan sekaligus; gunakan contoh dan kamus jika ragu.

Contoh 1: Bentuk kata berimbuhan me- dari kata dasar tulis adalah menulis. Kalimat: “Lani menulis pengalaman liburannya.”
Contoh 2: Bentuk kata berimbuhan me- dari kata dasar sapu adalah menyapu. Kalimat: “Beni menyapu lantai kelas sebelum belajar.”

Asesmen Formatif Berbasis HOTS

A. Pilihan Ganda

1. Kalimat yang menggunakan kata berimbuhan me- dengan tepat adalah …
A. Rina menyapu halaman.
B. Rina mensapu halaman.
C. Rina mesapu halaman.
D. Rina memsapu halaman.
2. Kata berimbuhan yang tepat untuk melengkapi kalimat “Doni … cerita di depan kelas” adalah …
A. membacakan
B. menbacakan
C. mengbacakan
D. memacakan
3. Kata dasar yang tepat untuk kata “menggambar” adalah …
A. gambar
B. gambar-kan
C. anggambar
D. menggambar
4. Sinta ingin menulis kalimat tentang kegiatan mengirim pesan. Kalimat yang tepat adalah …
A. Sinta mengirim pesan kepada ibu.
B. Sinta mengkirim pesan kepada ibu.
C. Sinta menkirim pesan kepada ibu.
D. Sinta mekirim pesan kepada ibu.
5. Dalam kalimat “Kakak memilih buku cerita”, alasan bentuk “memilih” tepat adalah …
A. kata dasar pilih mendapat awalan me- dan huruf p luluh
B. kata dasar lih mendapat awalan mem-
C. kata memilih tidak memiliki imbuhan
D. huruf m dihilangkan dari kata dasar

B. Isian

6. Kata berimbuhan me- dari kata dasar “tari” adalah …
7. Kata dasar dari “menyebut” adalah …
8. Lengkapilah kalimat: “Ibu … sayur untuk makan siang.” (masak)

C. Esai

9. Ubahlah kata dasar berikut menjadi kata berimbuhan me-, lalu buat satu kalimat untuk masing-masing: tulis, sapu, dan kirim.
10. Perhatikan kalimat “Raka mensapu teras dan mengkirim surat.” Perbaikilah kalimat tersebut dan jelaskan perubahan yang kamu lakukan.

Kesimpulan

Ringkasan inti materi: Awalan me- membentuk kata kerja aktif. Bentuknya dapat berubah menjadi mem-, men-, meny-, atau meng- sesuai huruf awal kata dasar. Penggunaan kata berimbuhan harus memperhatikan aturan dan konteks kalimat.

Refleksi Pembelajaran


0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar