MATERI AJAR PER MATA PELAJARAN
Matematika Kelas 4 SD
Topik: Perkalian | Pertemuan ke-1
Identitas
| Nama Guru | Muhammad Solihin, S.Pd., Gr |
| Hari / Tanggal | Jum'at / 28 Agustus 2026 |
| Fase / Kelas | B / 4 Zainab |
| Mata Pelajaran | Matematika |
| Materi | Perkalian |
| Pertemuan Ke | 1 |
Apersepsi
Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan.
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Mathalul-ladzīna yunfiqūna amwālahum fī sabīlillāhi kamatsali habbatin ambatat sab'a sanābila fī kulli sumbulatin mi'atu habbah, wallāhu yudā'ifu limay yasyā', wallāhu wāsi'un 'alīm.
Artinya: “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai; pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)
Keterkaitan dengan materi: Ayat tersebut memuat contoh banyaknya biji yang dapat dihitung dengan perkalian, yaitu 7 × 100 = 700. Perkalian membantu kita menghitung jumlah yang sama secara cepat, teratur, dan teliti.
Capaian Pembelajaran (CP)
Pada akhir Fase B, peserta didik mampu memahami, menggunakan, dan menjelaskan bilangan cacah serta operasi hitungnya. Dalam konteks materi ini, peserta didik mengembangkan pemahaman perkalian bilangan cacah melalui benda konkret, gambar, penjumlahan berulang, dan simbol matematika; memilih strategi yang sesuai; serta menyelesaikan masalah sehari-hari dan mengomunikasikan alasan atau langkah penyelesaiannya secara runtut.
Catatan rujukan: CP Matematika tetap mengacu pada Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025. Rilis resmi Kemendikdasmen pada 23 Juni 2026 menyatakan bahwa perubahan CP tahun 2026 hanya mencakup Agama dan Budi Pekerti.
Tujuan Pembelajaran (TP)
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
- Menjelaskan perkalian sebagai penjumlahan berulang dan kelompok yang sama banyak.
- Menghubungkan model konkret, gambar, kalimat perkalian, dan hasil perkalian.
- Menggunakan strategi perkalian, termasuk perkalian bersusun sederhana, dengan nilai tempat yang benar.
- Menyelesaikan soal cerita perkalian dan memeriksa kewajaran jawabannya.
- Menjelaskan strategi penyelesaian serta membandingkan dua cara yang berbeda secara percaya diri.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
Model / Metode Pembelajaran
Model: Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan konkret–gambar–simbol (CPA).
Metode: Tanya jawab, demonstrasi, diskusi berpasangan/kelompok, latihan terbimbing, pemecahan masalah, dan refleksi.
Alasan pemilihan: Perkalian lebih mudah dipahami apabila peserta didik berangkat dari situasi nyata dan benda yang dapat dikelompokkan, kemudian beralih ke gambar dan simbol. PBL mendorong peserta didik memilih strategi, menjelaskan alasan, memeriksa jawaban, dan menerapkan konsep pada masalah kontekstual.
Penjabaran Materi
1. Video Pembelajaran
Judul: Perkalian Bersusun Kelas 4 | Matematika Kelas 4
Buka video pembelajaran di YouTube →https://www.youtube.com/watch?v=D4SGJsRk0-k
Guru disarankan memeriksa ketersediaan video sebelum pembelajaran. Tautan alternatif: Perkalian Bilangan Cacah Sampai 100.
2. Materi: Memahami Perkalian
Perkalian adalah cara singkat untuk menyatakan penjumlahan berulang dari bilangan yang sama. Pada kalimat 4 × 3 = 12, angka 4 dapat dipahami sebagai banyak kelompok dan angka 3 sebagai banyak benda di setiap kelompok. Dalam beberapa buku, urutan penjelasan dapat dibalik; yang terpenting adalah makna kelompoknya konsisten.
Perkalian juga dapat ditunjukkan dengan susunan baris dan kolom. Empat baris yang masing-masing berisi tiga titik menghasilkan 12 titik. Model ini membantu kita melihat bahwa perkalian berkaitan dengan kelompok yang sama banyak.
Strategi Menghitung
| Strategi | Contoh | Penjelasan |
|---|---|---|
| Penjumlahan berulang | 5 × 6 = 6 + 6 + 6 + 6 + 6 | Lima kelompok yang masing-masing berisi enam. |
| Memecah bilangan | 7 × 8 = (5 × 8) + (2 × 8) | Menggunakan bilangan yang lebih mudah dihitung: 40 + 16 = 56. |
| Perkalian bersusun | 23 × 4 | Kalikan satuan, lalu puluhan, dengan memperhatikan nilai tempat. |
Perkalian Bersusun Sederhana
Untuk menghitung 23 × 4, kalikan angka satuan terlebih dahulu, kemudian angka puluhan.
Langkah bersusun: 4 × 3 = 12, tulis 2 satuan dan simpan 1 puluhan. Lalu 4 × 2 = 8 puluhan, ditambah 1 puluhan simpanan menjadi 9 puluhan. Jadi hasilnya 92.
Contoh Soal dan Pembahasan
Penyelesaian: 6 × 24 = 6 × (20 + 4) = 120 + 24 = 144 buku.
Penyelesaian: Jumlah awal = 8 × 3 = 24 kue. Sisa = 24 − 5 = 19 kue.
3. Asesmen Formatif Berbasis HOTS
A. Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban yang paling tepat.
- 4 + 6 − 3 = 7 pensil
- 4 × 6 − 3 = 21 pensil
- 6 × 3 − 4 = 14 pensil
- 4 × 6 + 3 = 27 pensil
- 48
- 50
- 56
- 62
- Perkalian tidak memerlukan nilai tempat
- 18 dapat diuraikan menjadi 10 dan 8
- 5 harus ditambah 18 kali
- Hasil perkalian selalu lebih kecil
- Benar, karena cukup membandingkan faktor terakhir
- Salah, karena 3 × 9 = 27 sedangkan 4 × 7 = 28
- Benar, karena 3 lebih besar dari 4
- Salah, karena semua perkalian hasilnya sama
- 5 + 12 + 3
- (5 × 12) + 3
- (5 × 12) ÷ 3
- (12 ÷ 3) − 5
B. Isian
C. Esai
4. Kunci Jawaban
Klik bagian berikut untuk membuka kunci jawaban setelah peserta didik menyelesaikan asesmen.
Buka Kunci Jawaban Lengkap
Pilihan Ganda
Isian
Esai
Kesimpulan
1. Kesimpulan Materi
Perkalian merupakan penjumlahan berulang dari bilangan yang sama. Perkalian dapat direpresentasikan melalui benda konkret, gambar, penjumlahan berulang, dan simbol. Untuk menyelesaikan masalah, kita perlu memahami situasi, memilih operasi yang tepat, menghitung dengan teliti, serta memeriksa kewajaran hasil.
2. Refleksi Pembelajaran
Lengkapi refleksi berikut: Hari ini saya memahami …
Strategi perkalian yang paling membantu saya adalah …
Hal yang masih ingin saya tanyakan …
3. Kendala
Kendala umum yang mungkin terjadi adalah sebagian peserta didik masih tertukar memahami makna kedua faktor dan kurang teliti saat melakukan perkalian bersusun, terutama ketika harus menyimpan angka.
4. Tindak Lanjut
Guru memberikan penguatan menggunakan benda konkret atau gambar kelompok, melatih fakta perkalian secara bertahap, lalu membimbing peserta didik menyelesaikan perkalian bersusun dengan kotak nilai tempat. Peserta didik yang sudah paham diberi tantangan soal cerita dua langkah, sedangkan peserta didik yang belum paham mendapat latihan remedial dengan bilangan yang lebih kecil dan pendampingan teman sebaya.
5. Jumlah Siswa yang Paham / Belum Paham
| Kategori | Jumlah Siswa | Catatan Guru |
|---|---|---|
| Paham | ||
| Belum Paham |
0 komentar:
Posting Komentar