Kamis, 27 Agustus 2026

Materi Ajar Kelas 4 Zainab, Jumat 28 Agustus 2026

 MATERI AJAR PER MATA PELAJARAN

Matematika Kelas 4 SD

Topik: Perkalian | Pertemuan ke-1

Identitas

Nama GuruMuhammad Solihin, S.Pd., Gr
Hari / TanggalJum'at / 28 Agustus 2026
Fase / KelasB / 4 Zainab
Mata PelajaranMatematika
MateriPerkalian
Pertemuan Ke1

Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Mathalul-ladzīna yunfiqūna amwālahum fī sabīlillāhi kamatsali habbatin ambatat sab'a sanābila fī kulli sumbulatin mi'atu habbah, wallāhu yudā'ifu limay yasyā', wallāhu wāsi'un 'alīm.

Artinya: “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai; pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)

Keterkaitan dengan materi: Ayat tersebut memuat contoh banyaknya biji yang dapat dihitung dengan perkalian, yaitu 7 × 100 = 700. Perkalian membantu kita menghitung jumlah yang sama secara cepat, teratur, dan teliti.

Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase B, peserta didik mampu memahami, menggunakan, dan menjelaskan bilangan cacah serta operasi hitungnya. Dalam konteks materi ini, peserta didik mengembangkan pemahaman perkalian bilangan cacah melalui benda konkret, gambar, penjumlahan berulang, dan simbol matematika; memilih strategi yang sesuai; serta menyelesaikan masalah sehari-hari dan mengomunikasikan alasan atau langkah penyelesaiannya secara runtut.

Catatan rujukan: CP Matematika tetap mengacu pada Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025. Rilis resmi Kemendikdasmen pada 23 Juni 2026 menyatakan bahwa perubahan CP tahun 2026 hanya mencakup Agama dan Budi Pekerti.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan perkalian sebagai penjumlahan berulang dan kelompok yang sama banyak.
  2. Menghubungkan model konkret, gambar, kalimat perkalian, dan hasil perkalian.
  3. Menggunakan strategi perkalian, termasuk perkalian bersusun sederhana, dengan nilai tempat yang benar.
  4. Menyelesaikan soal cerita perkalian dan memeriksa kewajaran jawabannya.
  5. Menjelaskan strategi penyelesaian serta membandingkan dua cara yang berbeda secara percaya diri.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

1
Mengamati: Peserta didik mengidentifikasi beberapa kelompok benda yang jumlah anggotanya sama.
2
Memodelkan: Peserta didik mengubah kelompok benda menjadi penjumlahan berulang, misalnya 4 + 4 + 4 = 12.
3
Menuliskan simbol: Peserta didik menyatakan penjumlahan berulang sebagai 3 × 4 = 12 dan menjelaskan arti setiap bilangan.
4
Menghitung: Peserta didik menggunakan fakta perkalian, sifat distributif, dan perkalian bersusun sederhana secara tepat.
5
Menerapkan: Peserta didik menyelesaikan soal cerita satu langkah dan dua langkah dengan memilih operasi yang sesuai.
6
Bernalar/HOTS: Peserta didik menganalisis kesalahan, membandingkan strategi, membuat kemungkinan soal, dan memberi alasan mengapa jawabannya masuk akal.

Model / Metode Pembelajaran

Model: Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan konkret–gambar–simbol (CPA).

Metode: Tanya jawab, demonstrasi, diskusi berpasangan/kelompok, latihan terbimbing, pemecahan masalah, dan refleksi.

Alasan pemilihan: Perkalian lebih mudah dipahami apabila peserta didik berangkat dari situasi nyata dan benda yang dapat dikelompokkan, kemudian beralih ke gambar dan simbol. PBL mendorong peserta didik memilih strategi, menjelaskan alasan, memeriksa jawaban, dan menerapkan konsep pada masalah kontekstual.

Penjabaran Materi

1. Video Pembelajaran

Judul: Perkalian Bersusun Kelas 4 | Matematika Kelas 4

Buka video pembelajaran di YouTube →
https://www.youtube.com/watch?v=D4SGJsRk0-k

Guru disarankan memeriksa ketersediaan video sebelum pembelajaran. Tautan alternatif: Perkalian Bilangan Cacah Sampai 100.

2. Materi: Memahami Perkalian

Perkalian adalah cara singkat untuk menyatakan penjumlahan berulang dari bilangan yang sama. Pada kalimat 4 × 3 = 12, angka 4 dapat dipahami sebagai banyak kelompok dan angka 3 sebagai banyak benda di setiap kelompok. Dalam beberapa buku, urutan penjelasan dapat dibalik; yang terpenting adalah makna kelompoknya konsisten.

4 × 3 = 3 + 3 + 3 + 3 = 12

Perkalian juga dapat ditunjukkan dengan susunan baris dan kolom. Empat baris yang masing-masing berisi tiga titik menghasilkan 12 titik. Model ini membantu kita melihat bahwa perkalian berkaitan dengan kelompok yang sama banyak.

Sifat penting: Pada bilangan cacah, perkalian bersifat komutatif: 4 × 3 = 3 × 4. Namun, ketika menyelesaikan soal cerita, tetap perhatikan arti setiap faktor sesuai situasi.

Strategi Menghitung

StrategiContohPenjelasan
Penjumlahan berulang5 × 6 = 6 + 6 + 6 + 6 + 6Lima kelompok yang masing-masing berisi enam.
Memecah bilangan7 × 8 = (5 × 8) + (2 × 8)Menggunakan bilangan yang lebih mudah dihitung: 40 + 16 = 56.
Perkalian bersusun23 × 4Kalikan satuan, lalu puluhan, dengan memperhatikan nilai tempat.

Perkalian Bersusun Sederhana

Untuk menghitung 23 × 4, kalikan angka satuan terlebih dahulu, kemudian angka puluhan.

23 × 4 = (20 × 4) + (3 × 4) = 80 + 12 = 92

Langkah bersusun: 4 × 3 = 12, tulis 2 satuan dan simpan 1 puluhan. Lalu 4 × 2 = 8 puluhan, ditambah 1 puluhan simpanan menjadi 9 puluhan. Jadi hasilnya 92.

Contoh Soal dan Pembahasan

Contoh 1. Perpustakaan memiliki 6 rak. Setiap rak berisi 24 buku cerita. Berapa jumlah buku cerita seluruhnya?

Penyelesaian: 6 × 24 = 6 × (20 + 4) = 120 + 24 = 144 buku.

Contoh 2. Ibu menyiapkan 8 piring. Setiap piring berisi 3 kue. Sebanyak 5 kue diberikan kepada tetangga. Berapa kue yang tersisa?

Penyelesaian: Jumlah awal = 8 × 3 = 24 kue. Sisa = 24 − 5 = 19 kue.

3. Asesmen Formatif Berbasis HOTS

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat.

1. Dalam satu kotak terdapat 6 pensil. Rani membeli 4 kotak dan memberikan 3 pensil kepada adiknya. Pernyataan yang benar adalah …
  1. 4 + 6 − 3 = 7 pensil
  2. 4 × 6 − 3 = 21 pensil
  3. 6 × 3 − 4 = 14 pensil
  4. 4 × 6 + 3 = 27 pensil
2. Pak Hasan menyusun 7 baris kursi. Setiap baris berisi 8 kursi. Jika 6 kursi rusak, jumlah kursi yang dapat digunakan adalah …
  1. 48
  2. 50
  3. 56
  4. 62
3. Dito menghitung 18 × 5 dengan cara 10 × 5 + 8 × 5. Alasan strategi Dito tepat adalah …
  1. Perkalian tidak memerlukan nilai tempat
  2. 18 dapat diuraikan menjadi 10 dan 8
  3. 5 harus ditambah 18 kali
  4. Hasil perkalian selalu lebih kecil
4. Siti berkata bahwa 3 × 9 lebih besar daripada 4 × 7 karena 9 lebih besar dari 7. Tanggapan yang paling tepat adalah …
  1. Benar, karena cukup membandingkan faktor terakhir
  2. Salah, karena 3 × 9 = 27 sedangkan 4 × 7 = 28
  3. Benar, karena 3 lebih besar dari 4
  4. Salah, karena semua perkalian hasilnya sama
5. Ada 5 kantong jeruk. Setiap kantong berisi 12 jeruk. Jeruk itu dibagikan sama rata kepada 3 kelompok. Kalimat matematika yang sesuai adalah …
  1. 5 + 12 + 3
  2. (5 × 12) + 3
  3. (5 × 12) ÷ 3
  4. (12 ÷ 3) − 5

B. Isian

1. Sebuah peternakan memiliki 9 kandang. Setiap kandang berisi 7 ayam. Jumlah ayam seluruhnya adalah  ekor.
2. Hasil dari 32 × 3 dapat ditemukan dengan (30 × 3) + (2 × 3) = .
3. Toko memiliki 4 dus, setiap dus berisi 25 botol. Setelah terjual 18 botol, sisa botol adalah  botol.

C. Esai

1. Panitia menyiapkan 8 meja. Setiap meja memiliki 4 kursi. Pada hari kegiatan, 5 kursi tidak dapat digunakan. Jelaskan langkahmu untuk menentukan jumlah kursi yang masih dapat digunakan dan tuliskan jawabannya.
2. Kelas 4 Zainab mengumpulkan 6 kantong buku. Setiap kantong berisi 15 buku. Sebanyak 20 buku disumbangkan ke kelas lain. Sisa buku akan dibagi rata ke 5 rak. Berapa buku pada setiap rak? Jelaskan mengapa operasi yang kamu gunakan sudah sesuai.

4. Kunci Jawaban

Klik bagian berikut untuk membuka kunci jawaban setelah peserta didik menyelesaikan asesmen.

Buka Kunci Jawaban Lengkap

Pilihan Ganda

1. B. 4 × 6 − 3 = 24 − 3 = 21 pensil.
2. B. 7 × 8 − 6 = 56 − 6 = 50 kursi.
3. B. Bilangan 18 diuraikan menjadi 10 dan 8 sesuai sifat distributif: (10 × 5) + (8 × 5) = 50 + 40 = 90.
4. B. 3 × 9 = 27, sedangkan 4 × 7 = 28; jadi 4 × 7 lebih besar.
5. C. Jumlah awal 5 × 12 = 60, lalu dibagi 3 kelompok: 60 ÷ 3.

Isian

1. 63 ekor. 9 × 7 = 63.
2. 96. (30 × 3) + (2 × 3) = 90 + 6 = 96.
3. 82 botol. 4 × 25 = 100, lalu 100 − 18 = 82.

Esai

1. Jumlah kursi awal = 8 × 4 = 32 kursi. Kursi yang dapat digunakan = 32 − 5 = 27 kursi. Perkalian digunakan untuk menemukan jumlah kursi dalam kelompok meja yang sama, kemudian pengurangan digunakan karena ada kursi yang rusak.
2. Jumlah buku awal = 6 × 15 = 90 buku. Setelah disumbangkan, tersisa 90 − 20 = 70 buku. Buku per rak = 70 ÷ 5 = 14 buku. Urutan operasi sesuai karena buku dihitung dahulu, dikurangi yang disumbangkan, lalu sisanya dibagi rata.

Kesimpulan

1. Kesimpulan Materi

Perkalian merupakan penjumlahan berulang dari bilangan yang sama. Perkalian dapat direpresentasikan melalui benda konkret, gambar, penjumlahan berulang, dan simbol. Untuk menyelesaikan masalah, kita perlu memahami situasi, memilih operasi yang tepat, menghitung dengan teliti, serta memeriksa kewajaran hasil.

2. Refleksi Pembelajaran

Lengkapi refleksi berikut: Hari ini saya memahami … 

Strategi perkalian yang paling membantu saya adalah … 

Hal yang masih ingin saya tanyakan … 

3. Kendala

Kendala umum yang mungkin terjadi adalah sebagian peserta didik masih tertukar memahami makna kedua faktor dan kurang teliti saat melakukan perkalian bersusun, terutama ketika harus menyimpan angka.

4. Tindak Lanjut

Guru memberikan penguatan menggunakan benda konkret atau gambar kelompok, melatih fakta perkalian secara bertahap, lalu membimbing peserta didik menyelesaikan perkalian bersusun dengan kotak nilai tempat. Peserta didik yang sudah paham diberi tantangan soal cerita dua langkah, sedangkan peserta didik yang belum paham mendapat latihan remedial dengan bilangan yang lebih kecil dan pendampingan teman sebaya.

5. Jumlah Siswa yang Paham / Belum Paham

KategoriJumlah SiswaCatatan Guru
Paham
Belum Paham

Referensi

  1. Kemendikdasmen — Capaian Pembelajaran Baru Telah Terbit, yang Berubah Hanya Mata Pelajaran Agama dan Budi Pekerti.
  2. Kejarcita — Capaian Pembelajaran Matematika Fase B.
  3. YouTube — Perkalian Bersusun Kelas 4 | Matematika Kelas 4.
Materi ajar Matematika Kelas 4 SD • Perkalian • Siap digunakan dan disalin ke mode HTML Blogger.

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar