Senin, 19 Oktober 2026

Materi Ajar Kelas 4 Zainab, Selasa 20 Oktober 2026

 

Materi Ajar Kelas 4 Zainab

SD Al Azhar 1 Bandar Lampung
Selasa, 20 Oktober 2026

Belajar dengan pendekatan Mindful, Meaningful, dan Joyful

Pelajaran 1 — Seni Rupa

Identitas

Nama Guru : Muhammad Solihin, S.Pd., Gr

Mata Pelajaran : Seni Rupa

Hari / Tanggal : Selasa / 20 Oktober 2026

Fase / Kelas : B / 4 Zainab

Materi : Menerapkan prosedur penggunaan alat dan bahan secara aman dan bertanggung jawab

Pertemuan Ke : 1

Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase B, peserta didik mampu mengamati, mengenali, dan mengeksplorasi unsur rupa serta menciptakan karya dua dimensi dengan bahan dan teknik yang sesuai. Peserta didik mampu menjelaskan proses berkarya dan menghargai karya seni Nusantara.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Murid dapat mengenal dan memahami seni cetak; pengertian, jenis-jenis, dan bahan.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

  • Mindful: murid mengamati pola, bentuk, warna, dan pengulangan pada seni cetak.
  • Meaningful: murid menghubungkan seni cetak dengan budaya dan identitas daerah di Nusantara.
  • Joyful: murid mengeksplorasi pola seni cetak melalui kegiatan menggambar dan mewarnai.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid mengidentifikasi pengertian, ciri, dan jenis seni cetak dekoratif alat dan bahan secara aman.
  2. Murid membuat pola seni cetak sederhana dengan pengulangan bentuk, warna, dan komposisi yang rapi.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang Maha Pemberi Rezeki.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ

Yā banī Ādama khudzū zīnatakum ‘inda kulli masjid.

“Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap memasuki masjid.” (QS. Al-A‘rāf: 31)

Ayat ini mengajarkan pentingnya keindahan dan kerapian. Ragam hias merupakan cara manusia menghias benda dengan pola yang indah sekaligus menghargai budaya.

2. Pengajaran Materi

Ragam hias adalah pola atau hiasan yang dibuat dengan mengulang bentuk tertentu untuk memperindah benda atau karya. Ragam hias Nusantara terinspirasi dari alam, tumbuhan, hewan, manusia, dan bentuk geometris.

JenisSumber BentukContoh
FloraTumbuhanDaun, bunga, sulur
FaunaHewanBurung, ikan, kupu-kupu
FiguratifManusiaTokoh atau penari
GeometrisBentuk teraturSegitiga, lingkaran, garis

Langkah membuat seni cetak

  1. Memilih sumber ide, misalnya daun atau burung.
  2. Mengamati dan menyederhanakan bentuk.
  3. Membuat pola dasar.
  4. Mengulang pola dengan jarak dan ukuran yang teratur.
  5. Memberi warna sesuai tema dan merapikan karya.
Contoh 1: Pola daun yang diulang di sepanjang tepi kain termasuk seni cetak …
Jawaban: flora.
Contoh 2: Mengapa pola perlu diulang secara teratur?
Jawaban: Agar tercipta kesatuan, irama, dan komposisi yang rapi.

2. Pengajaran Materi: Seni Cetak dan Keselamatan Berkarya

Seni cetak adalah teknik membuat karya seni dengan memindahkan gambar atau pola dari sebuah acuan/cetakan ke permukaan lain, seperti kertas atau kain.

Jenis Seni CetakContoh Acuan/BahanHasil
Cetak tinggiDaun, pelepah, spons, kentangPola tercetak dari permukaan yang menonjol
Cetak stensilKertas berlubang dan catGambar sesuai bentuk lubang
Cetak sederhanaJari, tutup botol, benda berteksturPola dan tekstur berulang

Prosedur aman dan bertanggung jawab

  1. Gunakan alat sesuai fungsinya dan ikuti petunjuk guru.
  2. Letakkan gunting, cutter, dan cat pada tempat yang aman.
  3. Gunakan celemek atau alas meja agar lingkungan tetap bersih.
  4. Jangan mencicipi cat atau memasukkan alat ke mulut.
  5. Cuci tangan, bersihkan alat, dan kembalikan bahan setelah selesai.
Contoh 1: Mengapa spons yang diberi cat perlu ditekan perlahan pada kertas?
Jawaban: Agar pola berpindah dengan jelas dan cat tidak melebar.
Contoh 2: Apa yang harus dilakukan setelah kegiatan mencetak selesai?
Jawaban: Membersihkan alat dan meja, mencuci tangan, serta menyimpan bahan dengan tertib.

Asesmen Formatif Berbasis HOTS

A. Pilihan Ganda

1. Motif daun yang diulang pada kain termasuk seni cetak …
A. flora   B. fauna   C. figuratif   D. geometris
2. Agar seni cetak terlihat rapi, pengulangan pola harus …
A. tidak beraturan   B. teratur dan seimbang   C. semakin kecil tanpa alasan   D. hanya di satu sudut
3. Seorang murid ingin menggambarkan kekayaan laut Indonesia. Motif yang paling sesuai adalah …
A. ikan dan karang   B. rumah   C. sepatu   D. angka
4. Bentuk segitiga, lingkaran, dan garis yang diulang termasuk seni cetak …
A. geometris   B. fauna   C. flora   D. figuratif
5. Sikap yang tepat saat melihat seni cetak daerah lain adalah …
A. menghargai dan mempelajari maknanya   B. mengejek   C. menghapusnya   D. menganggap semua sama

B. Isian

6. Ragam hias yang bersumber dari tumbuhan disebut seni cetak …
7. Pengulangan bentuk pada seni cetak dapat menciptakan … visual.
8. Langkah pertama membuat seni cetak adalah menentukan … ide.

C. Esai

9. Jelaskan perbedaan seni cetak flora dan fauna serta berikan masing-masing satu contoh.
10. Rancanglah pola seni cetak untuk menghias sampul buku. Jelaskan sumber ide, pengulangan pola, dan pilihan warnanya.
Klik untuk membuka kunci jawaban Seni Rupa

Pilihan ganda: 1. A, 2. B, 3. A, 4. A, 5. A.

Isian: 6. flora, 7. irama/kesatuan, 8. sumber.

Esai: 9. Flora bersumber dari tumbuhan, misalnya daun; fauna bersumber dari hewan, misalnya ikan. 10. Jawaban bervariasi; harus menjelaskan sumber ide, pengulangan pola, dan warna secara masuk akal.

Kesimpulan

Ringkasan inti materi: Ragam hias adalah pola dekoratif yang dibuat dengan mengulang bentuk. Ragam hias Nusantara dapat bersumber dari flora, fauna, figuratif, dan geometris serta menjadi bagian dari kekayaan budaya.

Refleksi Pembelajaran


Pelajaran 2 — Matematika

Identitas

Nama Guru : Muhammad Solihin, S.Pd., Gr

Mata Pelajaran : Matematika

Hari / Tanggal : Selasa / 20 Oktober 2026

Fase / Kelas : B / 4 Zainab

Materi : Pecahan

Pertemuan Ke : 2

Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase B, peserta didik mampu membandingkan dan mengurutkan pecahan dengan pembilang satu serta pecahan berpenyebut sama. Peserta didik mampu menggunakan representasi konkret, gambar, garis bilangan, dan simbol untuk menjelaskan hubungan antarpecahan dalam masalah sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Melakukan perbandingan dan pengurutan pecahan dengan pembilang satu dan antarpecahan dengan penyebut yang sama.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

  • Mindful: murid mengamati bagian-bagian utuh dan pecahan secara teliti.
  • Meaningful: murid menghubungkan pecahan dengan pembagian makanan, ukuran, dan bagian benda dalam kehidupan sehari-hari.
  • Joyful: murid bermain kartu pecahan dan menyusun pecahan pada garis bilangan secara berkelompok.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid membandingkan pecahan berpembilang satu menggunakan gambar atau garis bilangan.
  2. Murid membandingkan dan mengurutkan pecahan berpenyebut sama menggunakan tanda <, >, atau =.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang Maha Pemberi Rezeki.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ

Wa iżā kālūhum au wazanūhum yukhsirūn.

“Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.” (QS. Al-Muṭaffifīn: 3)

Ayat ini mengajarkan kejujuran dan ketepatan dalam membagi atau menakar. Saat belajar pecahan, kita harus membandingkan bagian dengan teliti dan tidak mengurangi hak orang lain.

2. Pengajaran Materi

A. Mengenal pecahan

Pecahan menyatakan bagian dari keseluruhan. Pada pecahan a/b, angka di atas disebut pembilang, sedangkan angka di bawah disebut penyebut. Penyebut menunjukkan banyak bagian yang sama, dan pembilang menunjukkan banyak bagian yang diambil.

B. Membandingkan pecahan dengan pembilang satu

Jika pembilang sama-sama 1, pecahan dengan penyebut lebih kecil memiliki nilai lebih besar. Contoh: 1/2 > 1/4, karena satu benda yang dibagi menjadi dua menghasilkan bagian lebih besar daripada benda yang dibagi menjadi empat.

C. Membandingkan pecahan dengan penyebut sama

Jika penyebut sama, bandingkan pembilangnya. Pembilang lebih besar berarti nilai pecahan lebih besar. Contoh: 3/8 > 2/8.

D. Mengurutkan pecahan

Untuk mengurutkan pecahan, bandingkan nilainya lalu susun dari yang terkecil ke terbesar atau sebaliknya.

Contoh 1: Urutkan 1/3, 1/5, dan 1/2 dari yang terkecil.
Jawaban: 1/5, 1/3, 1/2.
Contoh 2: Urutkan 5/9, 2/9, dan 7/9 dari yang terbesar.
Jawaban: 7/9, 5/9, 2/9.

Tambahan: Pecahan Senilai

Pecahan senilai adalah pecahan yang memiliki nilai sama walaupun pembilang dan penyebutnya berbeda. Pecahan senilai dapat diperoleh dengan mengalikan atau membagi pembilang dan penyebut dengan bilangan yang sama.

Contoh: 1/2 = 2/4 = 3/6, karena pembilang dan penyebut dikalikan bilangan yang sama.
Contoh: Apakah 2/3 dan 6/9 senilai? Ya, karena 2/3 dikalikan 3 menjadi 6/9.

Hubungan Pecahan, Desimal, dan Persen

Pecahan dapat ditulis dalam bentuk desimal dan persen. Untuk mengubah pecahan berpenyebut 10 atau 100, tuliskan nilai tempatnya. Persen berarti “per seratus”.

PecahanDesimalPersen
1/20,550%
1/40,2525%
3/40,7575%
Contoh: Ibu menggunakan 25 dari 100 bagian gula. Pecahannya 25/100, desimalnya 0,25, dan persennya 25%.
Contoh: Manakah yang lebih besar, 0,5 atau 45%? Karena 0,5 = 50%, maka 0,5 lebih besar.

Asesmen Formatif Berbasis HOTS

A. Pilihan Ganda

1. Ibu memotong kue menjadi 2 bagian sama besar, sedangkan kakak memotong kue lain menjadi 5 bagian sama besar. Satu potong kue yang lebih besar adalah …
A. 1/5   B. 1/2   C. keduanya sama   D. tidak dapat dibandingkan
2. Pecahan yang paling besar adalah …
A. 1/8   B. 1/6   C. 1/4   D. 1/10
3. Urutan 2/7, 5/7, dan 3/7 dari yang terkecil adalah …
A. 5/7, 3/7, 2/7   B. 2/7, 3/7, 5/7   C. 3/7, 2/7, 5/7   D. 2/7, 5/7, 3/7
4. Rani membaca 4/10 bagian buku, sedangkan Dito membaca 7/10 bagian buku. Pernyataan yang benar adalah …
A. Rani membaca lebih banyak   B. Dito membaca lebih banyak   C. sama banyak   D. tidak bisa dibandingkan
5. Tiga anak mendapat bagian semangka: 1/3, 1/6, dan 1/4. Anak yang mendapat bagian paling kecil adalah …
A. bagian 1/3   B. bagian 1/6   C. bagian 1/4   D. semua sama

B. Isian

6. Tanda yang tepat: 1/7 … 1/4.
7. Urutkan dari terbesar: 3/8, 7/8, 5/8.
8. Pada pecahan 4/9, angka 9 disebut …

C. Esai

9. Jelaskan mengapa 1/3 lebih besar daripada 1/6. Gunakan contoh benda atau gambar dalam penjelasanmu.
10. Ayah membagi pizza menjadi 8 bagian sama besar. Siti makan 3 bagian dan Rafi makan 5 bagian. Siapa yang makan lebih banyak? Jelaskan dengan pecahan.
Klik untuk membuka kunci jawaban Matematika

Pilihan ganda: 1. B, 2. C, 3. B, 4. B, 5. B.

Isian: 6. <, 7. 7/8, 5/8, 3/8, 8. penyebut.

Esai: 9. 1/3 lebih besar karena satu benda yang dibagi menjadi tiga menghasilkan bagian lebih besar daripada jika dibagi menjadi enam. 10. Rafi makan lebih banyak, karena 5/8 lebih besar daripada 3/8.

Kesimpulan

Ringkasan inti materi: Pecahan membandingkan bagian dengan keseluruhan. Untuk pembilang satu, penyebut lebih kecil berarti pecahan lebih besar. Untuk penyebut sama, pembilang lebih besar berarti pecahan lebih besar.

Refleksi Pembelajaran


Pelajaran 3 — IPAS

Identitas

Nama Guru : Muhammad Solihin, S.Pd., Gr

Mata Pelajaran : IPAS

Hari / Tanggal : Selasa / 20 Oktober 2026

Fase / Kelas : B / 4 Zainab

Materi : Bentang Alam Daerahku

Pertemuan Ke : 2

Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir Fase B, peserta didik mampu mengenali lingkungan tempat tinggal dalam konteks kabupaten/kota dan provinsi. Peserta didik mampu membaca peta konvensional maupun digital menggunakan simbol, legenda, arah mata angin, dan judul peta untuk memperoleh informasi lokasi.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta konvensional/digital.

Tujuan Pembelajaran Mamijoy

  • Mindful: murid mengamati simbol, arah, dan informasi peta dengan teliti.
  • Meaningful: murid menghubungkan peta dengan lokasi rumah, sekolah, kabupaten/kota, dan provinsi tempat tinggal.
  • Joyful: murid melakukan permainan mencari lokasi pada peta dan membuat peta sederhana menuju sekolah.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid mengenali komponen peta, simbol, arah mata angin, dan legenda.
  2. Murid menemukan letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggal pada peta konvensional atau digital serta menjelaskan informasi yang diperoleh.

Pembahasan Materi

1. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrohim, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Anak Sholeh Sholehah, apa kabarnya hari ini? Semoga hari ini menyenangkan dan ditambahkan selalu ilmu bermanfaat. Sudahkah kalian sholat Subuh hari ini? Jangan lupa ya, karena sholat adalah kewajiban setiap muslim, di mana Allah sangat menyayangi kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq yang sudah menciptakan kita, Allah Maha Malik yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan serta Ar Razzaq yang Maha Pemberi Rezeki.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

وَعَلَامَاتٍ وَبِالنَّجْمِ هُمْ يَهْتَدُونَ

Wa ‘alāmātin wa bin-najmi hum yahtadūn.

“Dan Dia menciptakan tanda-tanda (petunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang mereka mendapat petunjuk.” (QS. An-Naḥl: 16)

Ayat ini mengingatkan bahwa manusia menggunakan tanda dan petunjuk untuk menemukan arah. Peta juga menggunakan simbol, legenda, dan arah untuk membantu kita menemukan lokasi.

2. Pengajaran Materi

A. Pengertian peta

Peta adalah gambaran permukaan bumi atau suatu wilayah pada bidang datar yang diperkecil menggunakan skala. Peta membantu kita mengetahui letak tempat, arah, jarak, dan berbagai informasi wilayah.

B. Komponen peta

KomponenFungsi
Judul petaMenunjukkan wilayah atau tema yang dipetakan.
LegendaMenjelaskan arti simbol pada peta.
SimbolMewakili objek, seperti jalan, sungai, kota, atau sekolah.
Arah mata anginMenunjukkan utara, selatan, timur, dan barat.
SkalaMembandingkan jarak pada peta dengan jarak sebenarnya.

C. Menemukan kabupaten/kota dan provinsi

  1. Perhatikan judul peta.
  2. Temukan nama provinsi tempat tinggal.
  3. Gunakan legenda dan batas wilayah untuk mencari kabupaten/kota.
  4. Periksa arah mata angin dan posisi wilayah.
  5. Pada peta digital, gunakan kolom pencarian dan perbesar tampilan jika diperlukan.
Contoh 1: Jika sekolah berada di Kota Bandar Lampung, provinsi apakah yang harus dicari pada peta?
Jawaban: Provinsi Lampung.
Contoh 2: Pada peta, simbol garis biru berkelok-kelok diberi keterangan “sungai” pada legenda. Apa informasi yang dapat diperoleh?
Jawaban: Garis tersebut menunjukkan letak atau aliran sungai di wilayah yang dipetakan.

2. Pengajaran Materi

Bentang alam adalah bentuk permukaan bumi yang terbentuk oleh proses alam. Bentang alam dapat berupa daratan dan perairan.

JenisCiriContoh dan Manfaat
GunungMenjulang tinggiSumber air, perkebunan, wisata
Dataran rendahPermukaan relatif datarPermukiman, sawah, pusat kegiatan
PantaiDaerah pertemuan darat dan lautNelayan, tambak, wisata
SungaiAliran air dari hulu ke hilirIrigasi, sumber air, transportasi
Contoh 1: Daerah dekat laut banyak dimanfaatkan untuk kegiatan apa? Jelaskan alasannya.
Jawaban: Perikanan, tambak, atau wisata karena dekat dengan sumber daya laut.
Contoh 2: Mengapa masyarakat di sekitar sungai harus menjaga kebersihan sungai?
Jawaban: Agar air tetap bersih, tidak menyebabkan banjir, dan dapat dimanfaatkan dengan aman.

Asesmen Formatif Berbasis HOTS

A. Pilihan Ganda

1. Untuk mengetahui arti simbol rumah sakit pada peta, kita harus melihat …
A. judul   B. legenda   C. skala   D. garis tepi
2. Jika Bandar Lampung berada di Provinsi Lampung, maka peta yang paling tepat digunakan untuk melihat hubungan keduanya adalah …
A. peta wilayah/provinsi   B. peta cuaca dunia   C. peta bintang   D. peta tubuh manusia
3. Raka ingin mengetahui arah dari sekolah menuju rumah. Komponen peta yang paling membantu adalah …
A. arah mata angin   B. judul buku   C. warna kertas   D. ukuran huruf
4. Pada peta digital, lokasi sekolah terlalu kecil untuk dibaca. Tindakan yang tepat adalah …
A. memperbesar tampilan dengan zoom   B. menutup peta   C. menghapus legenda   D. mengubah semua simbol
5. Dua tempat tampak dekat pada peta, tetapi jarak sebenarnya jauh. Informasi yang perlu diperiksa adalah …
A. skala peta   B. warna langit   C. nama pembuat   D. bentuk kertas

B. Isian

6. Gambaran suatu wilayah pada bidang datar disebut …
7. Keterangan tentang arti simbol pada peta disebut …
8. Arah yang berlawanan dengan utara adalah …

C. Esai

9. Jelaskan langkah-langkah menemukan letak kabupaten/kota tempat tinggal pada peta provinsi.
10. Mengapa peta digital dapat membantu seseorang menemukan lokasi sekolah atau rumah? Jelaskan dengan contoh.
Klik untuk membuka kunci jawaban IPAS

Pilihan ganda: 1. B, 2. A, 3. A, 4. A, 5. A.

Isian: 6. peta, 7. legenda, 8. selatan.

Esai: 9. Memperhatikan judul, menemukan provinsi, menggunakan legenda/batas wilayah, mencari nama kabupaten/kota, lalu memeriksa arah dan posisi. 10. Peta digital menyediakan pencarian, zoom, simbol, dan petunjuk arah sehingga lokasi dapat ditemukan lebih cepat; contohnya mengetik nama sekolah lalu mengikuti rute yang ditampilkan.

Kesimpulan

Ringkasan inti materi: Peta adalah gambaran suatu wilayah yang membantu menemukan lokasi dan arah. Dengan membaca judul, legenda, simbol, arah mata angin, dan skala, kita dapat mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggal.

Refleksi Pembelajaran


0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar